Sejarah tempe dan kehadirannya di LN (Eropa, Amerika, Jepang dll)

185 Views

Kebanyakan orang Indonesia hampir dipastikan mengenal tempe dan pernah mengkonsumsinya. Ga hanya di negara asalnya, tempe sekarang telah mendunia. Ada banyak alasan orang-orang mengkonsumsi tempe, dari kaum vegetarian yang menggantikan daging dengan tempe sebagai sumber protein hingga orang-orang yang memang menyukai makanan enak dan murah meriah namun berlimpah nutrisi

Dengan semakin dikenalnya tempe di manca negara dan menjadi salah satu kuliner pilihan, maka tempe ga hanya diproduksi di Indonesia saja. Sebagai contoh Jepang telah bisa memproduksi sendiri tempe, begitu juga di Eropa seperti Belanda yang memiliki banyak warga asing Indonesia dan familiar dengan kuliner bumi katulistiwa ini. Jelaslah familiar ya.. lha menjajah negara kita saja sampai tiga abad lebih hhh..

Bagaimana di Austria? Selama ane bermukim di Austria, ane belum pernah menemukan tempe dijual di supermarket-supermarket besar di negeri anggur ini. Ane memenuhi kebutuhan akan tempe dengan membuat sendiri setelah sekian lama keinginan dan kerinduan akan tempe ini terpendam 🙂

Tapi benarkah tempe sama sekali tidak ada di Austria? Perlu ditelusuri nih 🙂

Yuk pemirsa kita cari tahu bersama-sama sejarah tempe, asal usulnya di Indonesia dan kehadirannya di luar negeri seperti di benua Eropa, Amerika serta Jepang

Sejarah

Tempe adalah makanan kedelai tradisional asli Indonesia. Tempe tidak seperti produk kedelai lainnya yang diadopsi dari kuliner negeri Tirai Bambu, seperti tahu, kembang tahu, kecap dan tauco. Meski awalnya tempe sempat diklaim bukan kuliner asli Indonesia, tapi fakta dan sejarah mematahkan klaim itu. Bagaimana bisa ya?

Ok mari kita lanjut lagi

Tempe sebagai makanan tradisional ini telah dikenal berabad-abad lamanya, dalam tatanan budaya makan masyarakat suku Jawa, khususnya di Yokyakarta dan Surakarta

Ada banyak catatan sejarah mengenai tempe

Asal mula jamur

Tempe adalah makanan tradisional yang terbuat dari biji kedelai yang difermentasi. Karena fermentasi, tentunya menggunakan ragi ya.. Ragi mengandung jasad renik seperti jamur yang merupakan bagian penting dalam proses fermentasi

Nah, penemuan makanan tradisional ini tidak bisa dipisahkan dari asal mula jamur. Jamur ini terdiri dari miselium yang tumbuh pada kayu jati atau waru laut yang sering digunakan masyarakat asli Jawa sebagai pembungkus makanan.

Jenis kedelai

Jenis kedelai yang pertama kali digunakan juga adalah kedelai hitam yang tumbuh sebagai tanaman asli, sebelum akhirnya kedelai putih impor yang lebih dikenal dan sering digunakan. Kedelai hitam telah menjadi makanan masyarakat Jawa sejak abad ke-12

Jadi semua serba asli ya.. dari asal mula jamur yang tumbuh pada kayu jati atau waru laut hingga kedelai  hitam. Dari sini terlihat jelas jika tempe memang makanan tradisional bangsa Indonesia. Bagaimana dengan klaim yang menyatakan tempe berasal dari Cina?

Sejarahwan Cina Indonesia Ong Hok Ham menyatakan mungkin tempe diproduksi sebagai produk sampingan dari tahu. Dia berargumen bahwa tempe dan tahu terbuat dari bahan yang sama dan secara genetik, kedelai berasal dari Cina. Meskipun sejarahwan ini tidak menyebutkan varian spesifik dari kedelai. Argumennya didukung oleh wartawan makanan Andreas Maryoto, yang menyatakan bahwa tempe mungkin secara tidak sengaja diproduksi sebagai produk sampingan dari industri tahu di Jawa pada abad ke-17, karena kedelai yang dibuang menangkap spora jamur keputihan yang ternyata dapat dimakan

Tetapi ternyata kedelai yang pertama digunakan untuk membuat tempe seperti yang telah dituturkan sebelumnya adalah kedelai hitam, yang telah menjadi makanan masyarakat Jawa sejak abad ke-12. Jauh sebelum abad ke-17. Kedelai hitam Indonesia asli berasal dari  Glycine soya, sedangkan kedelai putihsebagai bahan baku tahu adalah Glycine max, asli Jepang dan Cina

Nama tempe

Adalah Serat Centini, seorang penulis Jawa mengenai tempe yang melukiskan kehadiran tempe ini. Pada manuskrip Serat Centhini yang ditulis pada abad ke-19 dalam bab 3 dan bab 12 dengan seting Jawa abad ke-16 telah ditemukan kata ’tempe‘, misalnya dengan penyebutan nama hidangan jae santen tempe dan kadhele tempe srundengan. Jae santan tempe itu sendiri adalah sejenis masakan tempe dengan santan

Kata tempe berasal dari bahasa Jawa kuno. Pada zaman Jawa kuno terdapat makanan berwarna putih terbuat dari tepung sagu yang disebut tumpi. Tempe segar yang juga berwarna putih terlihat memiliki kesamaan dengan makanan tumpi tersebut

Selain itu terdapat rujukan mengenai tempe dari tahun 1975 dalam sebuah kamus bahasa Jawa Belanda.

Era Tanam Paksa

Sumber lain mengatakan bahwa pembuatan tempe diawali semasa era Tanam Paksa di Jawa. Pada saat itu masyarakat Jawa terpaksa menggunakan hasil pekarangan seperti singkong, ubi dan kedelai, sebagai sumber pangan. Kedelai dibikin tempe dengan difermentasi menggunakan kapang Aspergillus. Selanjutnya teknik pembuatan tempe ini menyebar ke seluruh Indonesia, seiring dengan penyebaran masyarakat Jawa yang bermigrasi ke seluruh penjuru tanah air

Nah demikianlah beberapa sejarah tempe, dari asal mula, klaim dari produk samping tahu, nama tempe itu sendiri hingga era penjajahan.

Sekarng kita lihat yuk kehadiran tempe di negeri asalnya Indonesia dan melancongnya sampai ke luar negeri seperti Jepang, Eropa dan Amerika

Kehadiran tempe

Tempe di Indonesia

Indonesia merupakan negara produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pusat kedelai terbesar di Asia. Sebanyak 50% dari konsumsi kedelai Indonesia dilakukan dalam bentuk tempe, 47% tahu dan 10% dalam bentuk produk lain seperti tauco, kecap dan lain-lain. Konsumsi tempe rata-rata per orang per tahun di Indonesia saat ini diduga sekitar 6,45 kg

Pada zaman pendudukan Jepang di Indonesia, para tawanan perang yang diberi makan tempe terhindar dari disentri dan busung lapar. Sejumlah penelitian yang diterbitkan tahun 1940-an sampai dengan 1960-an juga menyimpulkan bahwa banyak tahanan Perang Dunia II selamat karena tempe.  Tempe yang kaya protein telah menyelamatkan kesehatan penduduk Indonesia yang padat dan berpenghasilan rendah

Namun nama tempe pernah digunakan untuk mengacu pada sesuatu yang bermutu rendah di daerah perkotaan Jawa terutama Jawa Tengah. Pernah dengar istilah ’mental tempe‘ atau ’kelas tempe‘? Istilah ini digunakan untuk merendahkan karena murah seperti tempe. Presiden Indonesia pertama Ir. Soekarno sering memperingatkan rakyat Indonesia dengan mengatakan,“Jangan menjadi bangsa tempe.“ Baru pada pertengahan tahun 1960-an pandangan mengenai tempe ini berubah. Tapi istilahnya ini sampai sekarang masih ada tuh, seperti tulisan-tulisan di media atau di sekolah-sekolah pada mata pelajaran bahasa Indonesia

Pada tahun 1060-an dan awal 1970-an terdapat sejumlah perubahan dalam pembuatan tempe di Indonesia seperti pada pembungkus, ragi dan kedelai

Pembungkus

Daun pisang mulai digantikan dengan plastik (polietilena) untuk membungkus tempe.

Ragi

Ragi berbasis tepung yang mulai diproduksi tahun 1976 oleh LIPI yaitu Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia banyak digunakan oleh Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia, Kopti yang ikut menggantikan laru tradisional

Jenis kedelai

Kedelai impor mulai menggantikan kedelai lokal. Produksi tempe meningkat dan industrinya mulai dimeodernisasi pada tahun 1980-an, sebagian berkat peran serta Kopti yang berdiri pada 11 Maret 1979 di Jakarta dan pada tahun 1983 telah beranggotakan lebih dari 28.000 produsen tempe dan tahu

Standar teknis untuk tempe telah ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia dan yang berlaku sejak 9 Oktober 2009 ialah SNI 31442009. Dalam standar tersebut, tempe kedelai didefinisikan sebagai “produk yang diperoleh dari fermentasi biji kedelai dengan menggunakan kapang Rhizopus sp., berbentuk padatan kompak, berwarna putih sedikit keabu-abuan dan berbau khas tempe“

Tempe di luar Indonesia

Tempe dikenal oleh masyarakat Eropa melalui orang-orang Belanda. Pada tahun 1895, Prinsen Geerlings, seorang ahli kimia dan mikrobiologi dari Belanda melakukan usaha yang pertama kali untuk mengidentifikasi kapang tempe. Perusahaan-perusahaan tempe yang pertama di Eropa dimulai di Belanda oleh para imigran dari Indonesia

Melalui Belanda, tempe menjadi populer di Eropa sejak tahun 1945. Sedangkan di Amerika Serikat setelah pertama kali dibuat di sana pada tahun 1958 oleh Yap Bwee Hwa, orang Indonesia yang pertama melakukan penelitian ilmiah mengenai tempe

Di Jepang, tempe diteliti sejak tahun 1926 tetapi baru mulai diproduksi secara komersial sejak tahun 1983

Pada tahun 1984 sudah tercatat 18 perusahaan tempe di Eropa, 53 di Amerika dan 8 di Jepang

Di beberapa negara lain seperti Cina, India, Taiwan, Srilanka, Kanada, Australia, Amerika Latin dan Afrika, tempe sudah mulai dikenal di kalangan terbatas

Bagaimana di Austria?

Selama ane tinggal di negeri musik ini, belum sekalipun ane menjumpai tempe di supermarket-supermarket bule seperti Spar, Hofer dan Billa yang memang merupakan tempatnya masyarakat belanja segala kebutuhan sehari-hari termasuk dapur. Begitupun di toko Asia dan Indonesia

Nah tetapi yang bikin ane suprais adalah saat ane menuliskan kata tempe pada mbah google. Ini awalnya karena ane penasaran dengan segala hal mengenai tempe. Eh ga dinyana terhamparlah peta dimana tempe ini dijual di Austria, tepatnya di kota dekat ane tinggal. Wow.. ada juga ternyata tempe di Austria ya.. Meski bukan di supermarket umum yang besar, tapi lumayanlah usahanya untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan tempe. Belum ane survei sih siapa saja konsumennya, warga Asia atau warga Indonesia atau malah bule sendiri. Begitu juga pemasoknya.. apa dari warga ndonesia, atau diimpor dari negara Eropa lainnya atau malah bule Austria sendiri yang memproduksi. Mungkin ke depannya nanti akan ane telusuri ya ppemirsa 🙂

Meski tempe sudah mendunia dan beragam inovasi ala bule dari chips tempe hingga isian burger yang membuat derajat tempe meningkat, tempe tetaplah bersahaja. Di dunia barat, namanya tetap tempe. Asli nama Indonesia, tidak berubah menjadi nama bule 🙂

Penggunaan ejaan pertama diketahui dalam artikel Jerman pada tahun 1896. Wow.. dah lama banget ya. Begitu pun ejaan standar dalam bahasa Inggris, telah dimulai sejak tahun 1960-an

Pantesan ya mbah google langsung respon saat ane ketik kata tempe meski ane berada di belahan bumi utara Austria, bukan sedang berada di kampung halaman 🙂

Nah demikianlah pemirsa edisi kali ini mengenai tempe, sejarah dan kehadirannya di luar negeri termasuk di Austria tempat ane bermukim. Semoga bermanfaat

Sampai jumpa lagi

Bir cevap yazın