Coleus, tanaman hias berdaun indah menceriakan musim panas di Austria

279 Views

Tanaman berbunga adalah tanaman yang paling umum digunakan sebagai tanaman hias. Tentu saja karena keindahan bunganya ya, dari bentuknya hingga warnanya. Selain tanaman berbunga, tanaman yang memiliki keindahan daun pun dipilih sebagai tanaman hias favorit

Tanaman berdaun indah ini sepertinya tidak asing lagi bagi ane saat menjumpainya di Austria. Ane sedikit kaget saat menjumpainya sangat berkelas di negari Eropa ini. Di taman-taman bunga mereka menghuni dengan tentram dan harmoni, sangat lebat dan memenuhi lanskap bak permadani terhampar luas yang menyejukkan hati dan membeningkan mata bagi yang melihatnya

Bahkan emak mertua ane semangat menanamnya dan memberikan setangkai tanaman ini pada ane. Awalnya ane penasaran, kok emak mertua suka banget dengan tanaman ini yang di tanah air hanya tanaman biasa ya😊 Eits sebentar.. saat ane asal tanam aja tanaman ini di pot saat musim panas (karena ane mengira ini bukanlah tanaman istimewa), pertumbuhannya pesat sekali lho. Bahkan daunnya selebar telapak tangan ane.. sangat cantik menawan. Menanamnya memang cukup mudah, hanya ditancapkan saja tumbuhnya pesat sekali, apalagi di musim panas, daunnya lebar dan warnanya cemerlang.

Ane jadi sumringah 😊 Oh pantesan emak mertua menyukainya. Cantik begini ternyata hasilnya. Wow.. Betapa dihargai banget tanaman ini di negeri bule ya..

Lain waktu ane pernah memposting tanaman hias di pot-pot kembang pusat kota di dunia maya. Ada seorang teman yang komentar, kok daun itu seperti tanaman di Indonesia ya? Ah masa sih.. Ane baru ngeh. Iya juga ya

Ternyata ga hanya di pot-pot kembang pusat kota, di taman-taman bunga pun tanaman ini menjadi penghuni yang lumayan indah. Dengan daun-daunnya yang lebat dan berwarna, serasi sekali dengan taman dan sekitarnya. Kok bisa ya mereka menjadi lanskap yang sungguh mempesona ini?

Bagaimana bisa daunnya memiliki banyak warna, dengan bentuk yang beraneka ragam? Apa yang menyebabkan warna-warna daun ini sehingga nampak begitu fantastis?

Siapa sih dia? Kenalkan.. namanya Coleus. Kalo di Indonesia namanya Miana. Konon kabarnya Coleus yang berada di Eropa, nenek moyangnya berasal dari Indonesia. Wow. Benarkah?

Di toko bunga dan toko kebun, Coleus dengan banyak model dan warna dijajakan dengan harga sepot 2,79 Euro atau berkisar Rp.47.000. Lumayan berharga juga ya 🙂

Ada banyak nama ilmiah tanaman Coleus ini- yang di Eropa termasuk Austria cukup disapa dengan nama dagangnya Coleus-, dari Solenostemon scutellarioides, Plectranthus scutellarioides hingga Coleus bumei. Apakah mereka semuanya adalah merujuk pada tanaman yang sama Coleus?

Sepertinya kita harus eksplor lebih dalam tanaman ynag satu ini nih ya pemirsa biar ga penasaran. Sepakat kan.. Yuklah kita eksplor bersama-sama, dimulai dari data pribadinya terlebih dahulu ya 😊

Coleus

Klasifikasi Ilmiah

Kerajaan             Plantae
Ordo                    Lamiales
Keluarga             Lamiaceae
Genus                  Coleus
Spesies                C. scutellarioides

Coleus adalah tanaman dari keluarga mint yaitu Lamiaceae alias bunga bibir, dengan nama ilmiah Coleus scutellarioides.

Sebelum bernama ilmiah Coleus scutellarioides, tanaman ini sempat berganti-ganti nama ilmiah, dari  nama ilmiah yang pertama kali  diberikan oleh Linnaeus pada tahun 1763, kemudian diberikan oleh Robert Brown pada tahun 1810 hingga Solenostemon scustellarioides yang diberikan oleh Codd pada tahun 1975.

Dalam dunia dagang, tanaman ini dikenal dengan nama Coleus saja. Kenapa bisa begitu ya. Sepertinya kita harus menukil sedikit sejarahnya ya pemirsa 🙂

Taksonomi

Spesies ini pertama kali dideskripsikan oleh Carl Linnaeus pada tahun 1763, sebagai Ocimum scutellarioides. Genus Ocimum paling dikenal dengan julukan Ocimum basilicum, yaitu kemangi manis. Spesifik julukan scutellarioides berarti ‘menyerupai genus Scutellaria‘- sebuah genus yang juga berada pada keluarga Lamiaceae. Namanya berasal dari bahasa latin Scutella, yang berarti piring kecil atau mangkok

Genus dan spesies yang terkait dengan Ocimum, ditempatkan pada keluarga Ocimeae, telah menjadi subyek kebingungan taksonomi yang cukup besar, dan C. scutellarioides telah ditempatkan di beberapa genus dan diberi banyak sinonim

Jadi tanaman Coleus yang memiliki banyak nama memang awalnya ditempatkan di sana sini berdasarkan genera atau genusnya dan keluarganya ya pemirsa 🙂

Robert Brown memindahkan O. scutellarioides ke genus Plectrantus pada tahun 1810

George Bentham memindahkannya ke genus Coleus sebagai C. scutellarioides pada tahun 1830, dan pada tahun 1832 juga mendeskripsikan Coleus blumei, yang sekarang hanya dianggap sebagai varian dari spesies ini.

Penempatan dalam genus Coleus menyebabkan nama ’Coleus‘ masih banyak digunakan oleh ahli hortikultura dan tukang kebun, dan sekarang diperlakukan sebagai nama umum untuk spesies ini.

Tapi itu belumlah berakhir hingga saat ini, mseki nama Coleus telah ditasbihkan menjadi nama umum tanaman berdaun warna-warni ini 🙂

Ok kita lanjut lagi. Lebih dari seabad kemudian tepatnya pada tahun 1975, dia dipindahkan lagi ke genus Solenostemon oleh Leslie EW Codd

Tetapi kemudian sebuah studi filogenetik utama dari subsuku Plectranthinae pada tahun 2018 menunjukkan bahwa genus Plectranthus, seperti yang saat itu dibatasi, tidak monofiletik dan penulis mengusulkan untuk mengembalikan Coleus, kemudian sepenuhnya tenggelam di Plectranthus. Ringkasan kladagram untuk subsuku Plectranthinae, berdasarkan studi tahun 2018, diterbitkan pada tahun 2019 bersama-sama dengan nama-nama di Coleus untuk semua spesies yang dikenali dalam genus itu

Asal

Coleus asli dari Asia Tenggara hingga ke Australia. Beberapa sumber juga menyebutkan asalnya dari Afrika. Namun yang jelas, Coleus bukanlah asli Eropa ya 🙂

Tanaman ini sudah dibudidayakan ketika dibawa ke Eropa dari Indonesia. Orang Belanda, seorang ahli hortikultura memperkenalkan spesies ini pertama kali ke Eropa dari tanah Jawa pada tahun 1851

Tapi mengenai tepatnya nenek moyang Coleus tidak diketahui secara pasti

Deskripsi

Tanaman semak

Coleus adalah tanaman semak, tanaman semusim dengan tinggi mencapai hingga 1,3 m

Batang

Batangnya lunak dengan bentuk percabangan monopodial. Batang biasanya lampu hijau hingga coklat muda yang tergantung pada ketebalannya

Daun

Daunnya merupakan daun tunggal berbentuk bulat telur hingga elips. Ada juga beragam bentuk daunnya, dari polos, bergerigi hingga berumbai

Ujung daun meruncing dengan tepian rata dan pangkal yang tumpul

Coleus memiliki daun berduri yang tidak menyengat dan tidak beracun

Daun berwarna cerah dari ungu, coklat dan kuning dengan hampir selalu tepi hijau atau warna tanah

Pertulangannya menyirip dengan panjang 7-11 cm, lebar 5.7 cm, panjang tangkai sekitar 3 cm

Banyak tanaman muda memiliki daun berwarna hijau. Warna cerah dan permukaan membutuhkan lebih banyak selama pertumbuhan

Bunga

Bunga bagi Coleus adalah tidak penting. Tanaman hias ini fokus pada daun yang merupakan keistimewaannya

Meski begitu, tanaman ini akan berbunga jika dibiarkan. Pada umumnya, bunganya adalah bunga majemuk berbentuk tandan di ujung batang. Kelopaknya berbentuk corong berwarna hijau muda. Mahkota bunga berbentuk bibir berwarna ungu keputih-putihan. Memiliki dua benang sari berwarna putih dan putik kecil ynag berwarna ungu

Buah

Buah yang masih muda berwarna hijau dan berubah coklat pada saat matang atau tua. Bentuknya kotak dan bulat, mengandung biji kecil yang pipih mengkilat serta berwarna hitam

Akar

Tanaman berakar tunggang dengan warna kuning keputih-putihan

Pigmentasi

Nah ini dia nih mengapa daun Coleus memiliki beragam warna. Ternyata pengaruh dari pigmentasi yaitu proses pigmen atau zat warna yang ada pada daun itu sendiri dan lingkungan sekitar, misalnya tingkat cahaya

Daun spesies liar mungkin agak beraneka ragam, tetapi ini telah dikembangkan ke tingkat ekstrim dan varietas yang dibudidayakan, yang daunnya bisa jadi termasuk satu atau lebih warna hijau, putih, krem, kuning, merah muda, merah, merah marun dan ungu tua

Warna hijau disebabkan oleh banyaknya klorofil yang terdapat pada kloroplas pada daun

Warna merah, ungu, oink dan oranye disebabkan oleh antosianin- pigmen biosintetik flavonoid yang larut dalam air, ditemukan di dedaunan selain klorofil. Peningkatan produksi antosianin disertai dengan penurunan produksi klorofil

Produksi klorofil dan antosianin dipengaruhi oleh tingkat cahaya. Semakin banyak cahaya, semakin banak antosianin yang dihasilkan, dengan hubungan terbaik dengan produksi klorofil

Antosianin dibuat di dalam sel dan memfasilitasi fotosintesis pada daun yang terkena sinar matahari yang intens atau berkepanjangan dengan memberikan perlindungan dari kerusakan yang disebabkan oleh sinar ultra violet

Beberapa kultivar Coleus menghasilkan antosianin secara berlebihan dan menghasilkan klorofil yang kurang sehingga pertumbuhan optimal dapat dicegah

Budidaya

Coleus dibudidayakan karena nilai hiasnya, yaitu daunnya yang beraneka ragam, yang terkadang bergerigi dan berumbai

Spesies ini pertama kali diperkenalkan ke Eropa dari Jawa Indonesia pada tahun 1851 oleh seorang ahli hortikultura Belanda. Pada saat ini, ada beberapa warna dan bentuk daun.

Coleus diperbanyak dengan stek, dengan biji juga bisa. Di pusat-pusat kebun, kadang-kadang dijual dalam bentuk benih atau tanaman muda

Kultivar yang diperbanyak melalui stek memiliki nilai hias yang lebih tinggi, tetapi juga lebih mahal daripada kultivar benih, ynag sering dijual sebagai tanaman tempat tidur tahunan

Varietas yang lebih luas tersedia pada tahun 1877, ketika seorang Amerika W. Bull atau William Bull menawarkan benih dengan harga masing-masing 43 sen AS. Namun dengan memilih untuk produksi benih, pembungaan awal tidak sengaja disukai, dan warna daun juga menurun intensitasnya. Pemuliaan Coleus dihidupkan kembali pada awal tahun 1940-an. Pada tahun 1980.an, ketersediaan berbagai kultivar yang ditingkatkan menyebabkan Coleus menjadi tanaman alas tidur terpenting ke-10 di Amerika Serikat. Wow.. seru ya

Banyak kultivar tersedia, terutama di Amerika Serikat dan Jepang. Dalam beberapa tahun terakhir terutama di Amerika Serikat, banyak kultivar yang baru dikembangkan telah ditambahkan sebagai perbaikan ynag signifikan pada kisaran lama terlihat. Di Inggris, banyak kultivar tua masih disimpan dan dijual

Tanaman dapat dibuat lebar dan tinggi dengan pemangkasan yang terlatih bahkan dapat membuat tanaman mengembangkan batang asli dengan mahkota tinggi. Namun batangnya sangat rapuh.

Baru-baru ini, perbanyakan vegetatif telah memungkinkan kultivar dengan warna dan bentuk daun baru ditawarkan untuk dijual. Tanaman dengan traiking serta kebiasaan tegak juga sekarang tersedia.

Kutivar

Daun kultivar Coleus bervariasi dalam warna, dari kuning pucat hingga ungu tua, dalam variegasi dari hampir satu warna ke banyak warna, dalam pola dari simetris ke tidak teratur, dan dalam bentuk dari lebar ke sempit dan dari tepi bergigi kecil hingga bergelombang

Daun kultivar biasanya menunjukkan kontras yang tajam antara warnanya. Daun tertentu mungkin beberapa warna hijau, merah muda, kuning,’hitam’ (ungu yang sangat gelap), merah marun, krem, putih dan merah

Bentuk daun bervariasi dari bulat telur lebar hingga lanset lebih sempit

Tepi daun mungkin memiliki gigi kecil atau besar atau bergelombang, seperti halnya seluruh daun

Kultivar baru dengan bentuk daun dan kombinasi warna yang berbeda terus diciptakan

Kultivar RUPS

Beberapa kultivar berikut mendapatkan penghargaan dari Royal Hortucultural Society’s Award of  Garden Merit

Black Prince
Combat
Crimson Ruffles
Juliet Quartermain
Picturatus
Pineapple Beauty
Pink ChaosRoyal Scot

Beberapa hal ynag perlu diperhatikan pada Coleus

Pertumbuhan sangat cepat dengan banyak sinar matahari

Sangat mudah mengambil stek (tempat pemotongan batang dengan setidaknya satu daun dalam air)

Coleus merupakan tanaman hias. Tetapi tidak cocok bila dipelihara di dalam ruangan. Banyak kultivar yang warnanya tidak begitu indah atau tidak tumbuh cukup padat

Perbungaan tidak menarik, hanya akan menghambat proses pertumbuhan saja. Maka disarankan topping

Di luar ruangan Coleus hanya bertahan satu tahun dengan suhu minimun 10°C. Ini untuk di negara 4 musim ya 😊 Tetapi bila di dalam ruangan bisa disimpan dalam beberapa dekade

Demikian ulasan panjang lebar mengenai tanaman hias Coleus. Bagaimana.. pemirsa tertarik menjadikannya peliharaan kesayangan? Atau malah mengkoleksinya? Wow.. pasti seru banget nih 🙂

Nah sekian dulu ya pemirsa edisi kali ini mengenai Coleus, tanaman hias dengan dedaunan cantik yang menceriakan musim panas di Austria. Semoga bermanfaat

Sampai jumpa lagi

Bir cevap yazın