Syzygium polyanthum, daun salam Indonesia, manfaatnya untuk kuliner dan kesehatan

398 Views

Bagi pencinta kuliner dan emak-emak yang biasa berkutat di dapur, pasti ga asing lagi dengan yang namanya daun salam ya.. daun rempah yang digunakan dalam masakan, mulai dari daging hingga sayur mayur.

Aroma daunnya menyegarkan seperti daun jambu, ternyata memang masih ada kaitannya. Daun salam yang berasal dari pohon salam ini bersaudara dengan pohon jambu air dari keluarga Myrtaceae.

Meski aromanya menyegarkan apalagi saat daunnya yang segar disobek-sobek, namun tak beraroma saat digunakan dalam masakan. Ini turut memperkuat daun salam sebagai salah satu bumbu dapur yang mumpuni. Daunnya juga tak lekang dimakan waktu. Meski saat diambil berwarna hijau kemudian berubah menjadi coklat bahkan hitam, daunnya yang digunakan sebagai bumbu tetap kokoh dalam masakan dan tak mengurangi kualitasnya.

Awal tinggal di Austria, ane ga kepikiran membawa rempah daun ini. Tapi semenjak menjadi emak-emak sejati yang mau tak mau harus pinter masak 😀 dan betapa pentingnya daun ini dalam dunia perdapuran, daun ini segera menjadi salah satu prioritas diboyong ke negeri bule saban mudik

Daun salam ga hanya sebagai bumbu rempah, ternyata memberi manfaat pada tubuh lho.. apa saja manfaatnya tersebut? Kenapa daun ini begitu bermanfaat, ada apa di balik daun hijaunya ini?

Btw salam ini yang terkenal dimanfaatkan adalah daunnya, apakah bagian lainnya juga bisa dimanfaatkan? Salam ini termasuk tanaman semak atau pohon ga sih?

Biar ga penasaran, kita kenalan yuk. Tapi terlebh dahulu kita lihat biodatanya ya

Klasifikasi Ilmiah

Kerajaan               Plantae
Divisi                     Magnoliophyta
Kelas                      Magnoliopsida
Ordo                       Myrtales
Famili                    Myrtaceae
Genus                    Syzygium
Spesies                  S. polyanthum
Nama binomial   Syzygium polyanthum
(Wirght) Walpers

Daun salam adalah bagian dari pohon  jenis S. polyanthum dengan genus Syzygium dan keluarga Myrtaceae. Pohon ini biasa disapa salam dengan daunnya yang populer daun salam

Salam adalah nama pohon penghasil daun rempah yang digunakan dalam masakan Nusantara. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan Indonesian bay leaf atau Indonesian laurel, bahasa Jerman Indonesisches lorbeerblatter sedangkan nama ilmiahnya adalah Syzygium polyanthum

Sinonim

Eugenia atropunctata C.B Rob. nom. ilegal
Eugenia holmanii Elmer
Eugenia junghuhniana Mirq
Eugenia lambii Elmer
Eugenia polyantha WirghtSyzygium cymosus Korth. nom. ilegal

Nama lain

Selain sinonim atau nama lain dari nama ilmiahnya, salam juga memiliki nama di beberapa daerah di Indonesia

Salam memiliki banyak nama yaitu:

Ubar serai – Melayu
Salam – Sunda, Jawa dan Madura
Kastolam – Kangean
Manting – Jawa
Meselengan – Sumatera

Etimologi

Salam yang bernama lain Eugenia polyantha memiliki makna, berasal dari genus Syzygium atau Eugenia. Genus Eugenia ini dinamakan demikian dari nama Pangeran Eugene dari Savoy
Sedangkan polyantha atau polyanthum artinya berbunga banyak berasal dari bahasa Yunani anthos (mekar) dan polys (banyak)

Nama populer Indonesia  daun salam secara harfiah diterjemahkan sebagai lembar ‘perdamaian’

Pemerian botanis

Pohon

Pohon salam berukuran sedang, mencapai tinggi 30 m dan gemang 60 cm. Pepagan (kulit batang) berwarna coklat abu-abu, memecah dan bersisik

Daun

Daun tunggal terletak berhadapan, dengan tangkai hingga 12 mm. Helai daun membentuk jorong-lonjong, jorong sempit atau lanset, 5-16 x 2,5-7 cm, gundul dnegan 6-11 urat daun sekunder dan sejalur urat daun intramarginal tampak jelas dekat tepi helaian, berbintik minyak kelenjar yang sangat halus

Bunga

Karangan bunga berupa malai dengan banyak kuntum bunga,2-8 cm, muncul di bawah daun atau kadang-kadang pada ketiak. Bunga kecil-kecil, duduk, berbau harum, berbilangan 4; kelopak seperti mangkuk, panjangnya sekitar 4 mm, mahkota lepas-lepas, putih, 2.5-3,5 mm, benang sari banyak, lk. 3 mm, terkumpul dalam 4 kelompok, lekas rontok; piringan tengah agak persegi, jingga kekuningan

Buah

Buah buni membulat atau agak tertekan, 12 mm, bermahkota keping kelopak, berwarna merah sampai ungu kehitaman bila masak

Ekologi

Pohon salam tersebar di Asia Tenggara, mulai dari Thailand, Semenanjung Malaya hingga Indonesia dari Sumatra, Jawa dan Kalimantan. Pohon ini juga ditemukan tumbuh liar di utan-hutan, primer dan sekunder, kebanyakan merupakan pohon penyusun tajuk bawah. Tapi daun salam pohon liar hampir tidak pernah dipergunakan dalam masakan karena baunya sedikit berbeda dan kurang harum juga menimbulkan rasa pahit

Pohon salam biasa ditanam di kebun-kebun, pekarangan rumah penduduk dan lahan-lahan wanatani.

Di halaman belakang rumah emak ane di kampung halaman juga tumbuh cantik pohon salam yang terutama dimanfaatkan daunnya ini, sampai anakannya yang masih mungil-mungil 😊 Sewaktu mudik lupa bawa bibitnya ini .. aaah sayang banget..

Budidaya

Pohon salam tumbuh pada ketinggian 225-450 meter di atas permukaan laut dengan curah hujan 3.000-4.000 mm/tahun dengan jenis tanah latosol kehitaman.

Tanaman ini ga sulit kok pemeliharannya, tapi kalo untuk tujuan komersial biasanya dilakukan pemupukan dengan pupuk kandang pada saat penanaman. Untuk menambah daunnya dilakukan dengan penambahan pupuk NPK

Pemanenan salam dilakukan dengan pemetikan daunnya yang sudah berwarna hijau tua. Daun dipangkas secara acak pada ranting-rantingnya, kemudian daun dilayukan dengan cara dihamparkan di lantai pada suhu 27°C dengan dibalik-balik secara intensif selama 3 hari

Minyak atsiri didapatkan dengan menyuling simplisia (daun yang sudah dikeringkan) dengan alat penyuling dan uap selama 10 jam

Untuk skala rumahan seperti keperluan dapur, emak-emak  cukup memetik daunnya dengan penuh kasih sayang ya 😊

Penggunaan salam

Daun

Paling populer yang digunakan adalah daunnya

Daun salam digunakan terutama sebagai rempah pengharum masakan di beberapa negara Asia Tenggara, baik untuk masakan daging, ikan, sayur mayur maupun nasi.

Di Indonesia, hampir semua masakan menggunakan daun salam, contohnya saja dari daging antara lain rendang, soto, sup asem pedas, dari ayam seperti opor, ayam ungkep, dari ikan seperti asem pedas, pepes, pindang, sayur seperti sayur asem hingga nasi seperti nasi kuning dan nasi uduk. Wow.. mantap

Cara pemakaian daun salam ke setiap masakan juga cukup mudah. Bersihkan dulu daun salam dengan air mengalir dari kotoran, partikel debu atau sebangsanya yang mungkin menempel pada daun. Kemudian daun dicampurkan dalam keadaan utuh, kering ataupun segar dan ikut dimasak hingga makanan tersebut matang. Daun ini memberikan aroma herbal yang khas namun tidak keras.

Daun salam juga kerap dipasangkan dengan lengkuas, serai dan berbagai bumbu rempah lainnya

Kayu

Kayunya berwarna coklat, jingga kemerahan dan berkualitas menengah. Kayunya tergolong ke dalam kayu kelat (nama perdagangan), dapat digunakan sebagai bahan bangunan dan perabot rumah tangga. Kulit batang salam mengandung tanin, kerap dimanfaatkan sebagai ubar untuk mewarnai dan mengawetkan jala, bahan anyaman dari bambu dan lain-lain. Kulit batang dan daun salam biasa digunakan sebagai ramuan tradisional untuk menyembuhkan sakit perut

Buah

Buah salam adalah buah buni atau buah beri yang astringen alias rada getir. Buahnya yang berwarna merah dan hitam keunguan bila masak bisa dimakan, biasanya anak-anak yang suka mungkin karena bentuknya yang menarik hati ya😊

Sekarang kita lihat yuk kandungan salam

Kandungan salam

Nilai gizi      % AKG

Energi               313 Kkal        15,50%

Karbohidrat     74,97 g           57%
– serat                26,3 g             69%

Protein              7,61 g              13%

Lemak total      8,36 g             29%

Vitamin

Folat                   180 mcg        45%
Niacin                 2,005 mg      12,50%
Piridoksin           1,740 mg     133%
Riboflavin          0,421 mg      32%
Vitamin A           6185 IU        206%
Vitamin C           46,5 mg        77,50%

Elektrolit

Natrium              23 mg           1,50%
Kalium                529 mg         11%

Mineral

Kalsium              834 mg         83%
Tembaga             0.416            46%
Besi                      43 mg           537%
Magnesium         120 mg         39%
Mangan               8,167 mg     355%
Fosfor                   113 mg         16%
Selenium             2,8 mcg        5%
Seng                      3,70 mg       33%

Selain itu, terdapat kandungan kimia yang berkhasiat seperti minyak atsiri dan polifenol

Kandungan kimia pada tumbuhan salam yang dimanfaatkan daun, kulit batang, akar dan buah adalah minyak atsiri, tanin dan flavonoida

Daun salam mengandung sekitar 0,17 % minyak esensial, dengan komponen penting eugenol dan metil kavikol. Ekstrak etanol dari daun menunjukkan efek antijamur, anti bakteri sedangkan ektrak metanolnya anticacing terutama nematoda

Dengan kandungannya ini, ga heran salam digunakan sebagai obat tradisional sejak jaman dulu. Beberapa pengobatan tradisional yang populer dari salam terutama daunnya ini adalah gula darah, sistem pencernaan seperti sakit perut hingga asam urat

Jadi salam bagian daun pada umumnya tidak hanya digunakan sebagai bumbu rempah aja ya.. tetapi juga baik untuk tubuh dengan manfaat kesehatannya.

Bagaimana cara pemakaiannya? Tidak seperti daun salam untuk bumbu rempah yang langsung dimasukkan ke dalam masakan, untuk pemakaian herbal. beberapa daun salam direbus hingga mendapatkan ml air rebusan yang diinginkan

Untuk mengetahui lebih lanjut beberapa manfaatnya untuk kesehatan, yuk pemirsa kita ekspor bersama-sama

Menurunkan gula darah

Kandungan polifenol yang terdapat pada daun salam bertindak sebagai antioksidan yang mampu menurunkan gula darah sehingga baik untuk penderita diabetes. Namun harus dingat, jangan kebablasan mengkonsumsinya ya.. karena gula darah yang turun drastis malah berbahaya bagi penderita

Menurunkan tekanan darah

Daun salam baik untuk penderita tensi tinggi karena dapat menurunkan tekanan darah menjadi stabil

Mengatasi nyeri sendi

Nyeri sendi ditimbulkan dari beragam sebab, bisa dari nyeri biasa, terbentur, peradangan, rematik hingga asam urat. Daun salam membantu mengurangi nyeri sendi yang disebabkan beragam sebab ini

Mengatasi kolesterol

Begitupu khasiatnya terhadap kolesterol, ini karena kandungan polifenol yang terdapat pada daun salam

Menjaga kesehatan sistem pencernaan

Daun salam mengandung banyak zat berkhasiat di antaranya minyak esensial dengan kimponen penting eugenol dan metil kavikol, yang berefek pada anti akteri, anticacing. Dengan kandungannya ini, daun salam mampu mengatasi sakit perut dari nyeri perut, radang lambung hingga diare, begitu juga kecacingan

Mengatasi gatal-gatal

Sifat antijamur dari daun salam membuatnya mampu mengatasi gatal-gatal pada kulit

Mencegah kanker

Daun salam kaya akan antioksidan yang mampu menangkal serangan radikal bebas penyebab penyakit termasuk kanker

Demikianlah beberapa manfaat daun salam.

Pada dasarnya daun salam adalah bahan alami yang aman dikonsumsi,. Meski begitu, jika digunakan sebagai obat herbal, tidak boleh berlebihan mengkonsumsinya ya.. karena yang berlebihan itu tidak baik untuk tubuh. Nah apalagi untuk beberapa orang seperti di bawah ini

Penderita diabetes

Terlalu banyak mengkonsumsi daun salam, alih-alih mau menurunkan gula darah eh turunnya malah kebablasan . Tentunya ini tidak baik untuk penderita diabetes

Ibu hamil dan menyusui

Hingga saat ini belum ada informasi mengenai takaran yang baik untuk ibu hamil dan menyusui. Jadi sebaiknya dihindari penngunaan daun salam untuk obat herbal ya.. kalo untuk bumbu masakan sih tentu ga apa-apa 🙂

Pasien yang akan menjalani pembedahan

Daun salam mengandung zat yang bisa mengganggu efek obat-obatan anestesi saat pembedahan dan setelahnya. Jadi hindari mengkonsumsi daun salam paling tidak  sejak dua minggu sebelum menjalani operasi

Nah perhatikan juga saat menggunakan daun salam untuk bumbu masakan ataupun obat herbal ya.. Cuci bersih daun salam, baik yang segar maupun yang sudah dikeringkan agar terhindar dari bakteri ataupun pengotor bawaan yang bisa mengakibatkan infeksi

Demikianlah pemirsa edisi kali ini mengenai daun salam Indonesia, manfaatnya untuk kuliner dan kesehatan. Semoga bermanfaat

Sampai jumpa lagi

Bir cevap yazın