Kalender Hijriyah/Kalender Islam, sejarah dan bulan-bulannya

216 Views

Di muka bumi ini kalender yang biasa digunakan adalah Kalender Hijriyah atau Kalender Islam dan Kalender Masehi. Saat Ramadan dan Idul Fitri, biasanya tertera tanggal, bulan beserta tahun hijriiyah, seperti  27 Ramadan 1442 H atau 1 Syawal 1442 H. Bila diganti dengan tahun Masehi, 1442 H adalah tahun 2011. Kok beda jauh ya antara tahun Hijriyah dan Masehi? Nah, ini tentu ada sejarahnya ya pemirsa.. kapan mulai digunakan, mengapa perlu menggunakan kalender Hijriyah hingga  pengertian kalender Hijriyah itu sendiri apa sih? Bedanya dengan kalender Masehi dimana?

Yuk pemirsa mari kita cari tau bersama-sama 🙂

Kalender Islam

Kalender Islam atau kalender Hijriyah adalah penentuan tanggal atau bulan yang berkaitan dengan ibadah dan hari-hari penting lain umat Islam. Kalender ini dinamakan kalender Hijriyah karena pada tahun pertama kalender ini terjadi peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah, yaitu pada tahun 622 Masehi

Kalender Islam menggunakan peredaran bulan sebagai acuannya.

Kalender Hijriyah juga terdiri dari 12 bulan, dengan jumlah hari berkisar 29-30 hari. Penetapan 12 bulan ini sesuai dengan firman Allah SAW

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.“
(QS. At Taubah ayat 36)

Perbedaan Kalender Islam dan Kalender Masehi

Kalender Islam menngunakan peredaan bulan sebagai acuannya, sedangkan kalender biasa yang dikenal dengan nama kalender Masehi menggunakan peredaran matahari

Penentuan dimulainya sebuah hari dan tanggal pada Kalender Hiriyah berbeda dengan Kalender Masehi. Pada sistem Kalender Masehi, sebuah hari dan tanggal dimulai pada pukul 00.00 dini hari waktu setempat. Pada sistem Kalender Hijriyah, sebuah hari dan tanggal dimulai ketika terbenamnya matahari di tempat tersebut atau ketika memasuki waktu Maghrib

Kalender Hijriyah dibuat berdasarkan rata-rata siklus simodik bulan kalender lunar/bulan (qomariyah) yang memiliki 12 bulan dalam setahun. Dengan menggunakan siklus ini, bilangan hari dalam setahun berkisar 354 hari. Itulah sebabnya Kalender Hijriyah lebih pendek 10-12 hari dibanding dengan 1 tahun kalender Masehi

Faktanya, siklus simodik bulan juga bervariasi lho.. Jumlah hari dalam satu bulan dalam kalender Hijriyah tergantung pada posisi bulan, bumi dan matahari. Usia bulan yang mencapai 30 hari bersesuaian dengan terjadinya bulan baru di titik apooge, yaitu jarak terjauh antara bulan dan bumi, dan pada saat yang bersamaan, bumi berada pada jarak terdekatnya dengan matahari (perihelion).

Nah, untuk satu bulan yang berlangsung 29 hari, ini bertepatan dengan saat terjadinya bulan baru di perige (jarak terdekat bulan dengan bumi) dimana bumi berada pada titik terjauhnya dari matahari (aphelion). Dari sini terlihat bahwa usia bulan tidak tetap melainkan berubah-ubah (29-30 hari) sesuai dengan berkedudukan ketiga benda langit tersebut yaitu bulan, bumi dan matahari

Penentuan awal bulan atau new moon ditandai dengan munculnya penampakan (visibilitas) bulan sabit pertama kali (hilal) setelah bulan baru (konjungasi atau ijtimak). Pada fase ini, Bulan terbenam sesaat setelah terbenamnya Matahari, sehingga posisi hilal berada di ufuk barat. Jika hilal tidak dapat terlihat pada hari ke-29, maka jumlah hari pada bulan tersebut dibulatkan menjadi 30 hari. Tidak ada aturan khusus bulan-bulan mana saja yang memiliki 29 hari dan mana yang memiliki 30 hari. Semuanya tergantung pada penampakan hilal

Sejarah

Sistem Kalender pra-Islam di Arab

Sebelum adanya Kalender Islam, di tanah Arab dikenal sistem kalender berdasarkan campuran antara Bulan (qomariyah) dan Matahari (syamsiyah). Peredaran bulan digunakan, dan untuk mensinkronkan dengan musim dilakukan penambahan jumlah hari (interkalasi)

Sebelumnya, orang Arab pra kerasulan Rasulullah SAW telah menggunakan bulan-bulan dalam kalender hijriyah ini, seperti Ramadan. Hanya saja mereka tidak menggunakan penomoran tahun, tidak menetapkan ini tahun berapa, tetapi tahun apa. Sebuah tahun dikenal dengan nama peristiwa cukup penting pada tahun tersebut. Misalnya tahun kelahiran Nabi Muhammad dikenal dengan ‘Tahun Gajah‘, karena pada waktu itu terjadi penyerbuan Ka’bah di Mekah oleh pasukan gajah yang dipimpin oleh Abrahah, Gubernur Yaman (salah satu provinsi kerajaan Aksum, kini termasuk wilayah Ethiopia)

Penetapan kalender Hijriyah akhirnya dilakukan pada jaman Khalifah Umar Bin Khattab, yang menetapkan peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW dari Mekah ke Madinah

Penentuan kapan dimulainya tahun 1 Hijriyah dilakukan 6 tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, tetapi sistem yang mendasari Kalender Hijriyah telah ada sejak zaman pra-Islam dan sistem ini direvisi pada tahun ke-9 periode Madinah

Mulanya Abu Musa Al-Asyari sebagai salah satu gubernur pada zaman Khalifah Umar bin Khattab RA menulis surat kepada Amirul Mukminin yang isinya menanyakan surat-surat dari khalifah yang tidak ada tahunnya, hanya tanggal dan bulan saja, sehingga membingungkan. Khalifah Umar lalu mengumpulkan beberapa sahabat senior waktu itu. Mereka adalah Utsman bin Affan RA, Ali bin Abi Thalib RA, Abdurahman bin Auf RA, Sa’ad in Abi Waqqas RA, Zubair bin Awwam RA dan Thalhah bin Ubaidillah RA. Mereka bermusyawarah mengenai kalender Islam dan menetapkan kapan 1 Hijriyah dimulai.

Ada yang mengusulkan berdasarkan tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW, tahun wafatnya Nabi Muhammad SAW, tahun diangkatnya Nabi Muhammad SAW menjadi Rasul hingga tahun hijrahnya Nabi Muhammad SAW. Dan yang diterima adalah usul dari Ali bin Abi Thalib RA yaitu berdasarkan peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW dari Mekah ke Yatstrib (Madinah). Maka semuanya setuju dengan usulan Ali bin Abi Thalib RA dan ditetapkan bahwa tahun pertama dalam kalender Islam adalah pada masa hijrahnya Rasulullah SAW.

Revisi penanggalan

Pada era kenabian Muhammad SAW, sistem penanggalan Kalender pra-Islam digunakan. Pada tahun ke-9 setelah hijrah, turun ayat 36-37 surat At-Taubah, ynag melarang menanmbahkan hari (interkalasi) pada sistem penanggalan

Akhirnya pada tahun 638 M (17 H), Khalifah Umar bin Khattab menetapkan awal patokan penanggalan Islam adalah tahun dimana hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke madinah. Penentuan awal patokan ini dilakukan setelah menghilangkan seluruh bulan-bulan tambahan (interkalasi) dalam periode 9 tahun. Tanggal 1 Muharram Tahun 1 Hijriyah bertepatan dengan tanggak 16 jui 622, tetapi tanggal ini bukan berarti tanggal hijrahnya Nabi Muhammad SAW ya.. Peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW terjadi pada bulan September 622

Dokumen tertua yang menggunakan sistem Kalender Hijriyah adalah papirusdi Mesir pada tahun 22 H

Bagaimana dengan nama bulan? Untuk nama-nama bulan dalam kalender Hijriyah ini, diambil dari nama-nama bulan yang telah ada dan berlaku pada masa itu di wilayah Arab

Nama-nama bulan

Ada 12 bulan dalam Kalender Hijriyah. Berikut adalah nama bulan dan pengertiannya

Muharam

Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriyah. Muharram diartikan sebagai bulan yang diharamkan atau tidak diperbolehkan

Kenapa demikian? Karena dulunya pada bulan ini orang dilarang untuk berperang

Pada tanggak 10 bulan ini diperingati sebagai hari Asyura dimana umat Muslim disunahkan untuk emnunaikan ibadah puasa Asyura

Safar

Safar yang merupakan bulan ke-2 dalam kalender Hijriyah memiliki arti kosong. Ini bermula dari kisah para pemuda Arab yang pergi dari perkampunan untuk merantau

Rabiul Awal

Bulan ke-3 ini menjadi masa kembalinya orang yang merantau

Tanggal 12 di bulan Rabiul Awal ini menjadi hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang dirayakan oelh umat Muslim setiap tahun

Rabiul Akhir

Rabiul Akhir yang merupakan bulan ke-4 dalam kalender Islam diartikan sebagai akhir masa menetap laki-laki. Pada bulan ini, bangsa Arab mengembalikan hewan ternak di rerumputan

Jumadil Awal

Bulan ke-5 dalam kalender Hijriyah ini diartikan sebagai kekeringan karena bulan ini terjadi ketika musim dingin, dimana air jumud atau membeku

Jumadil Akhir

Bulan ke-6 ini merupakan akhir dari kekeringan. Meski demikian, bulan ini juga terjadi di musim dingin

Rajab

Rajab adalah bulan ke-7 dalam kalender Hijriyah, diartikan sebagai mulia dan menahan diri. Pada bulan ini, bangsa Arab melepas tombak dari besi tajam untukmenahan diri dari perang

Pada bulan ini, umat Islam memperingati hari Isra Mi’raj,  yaitu peristiwa Isra Mir‘raj yang dialami Nabi Muhammad SAW

Sya’ban

Syaban merupakan bulan ke-9 dalam kalender Hijriyah. Pada bulan ini, bangsa Arab berpencar ke beberapa tempat untuk mencari air

Ramadan

Ramadan adalah bulan ke-9 yang merupakan bulan yang penuh berkah dan pengampuanan dosa. Dulunya, Ramadan terjadi di musim panas sebelum adanya kalender Islam hingga diartikan panas. Sejak adanya kalender Islam, Ramadan tidak lagi selalu terjadi pada musim panas, sehingga bisa diartikan sebagai pelebur dosa. Karena pada bulan ini, banyak sekali kkeistimewaannya, antara lain menjadi bulan dihapuskannya dosa di masa lalu, bulan pengampunan, hingga bulan yang di dalamnya terdapat malam penuh kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan

Pada bulan ini, umat Isalm diwajibkan untuk berpuasa sebulan penuh

Syawal

Bulan ke-10 ini memiliki arti kebahagian, karena pada bulan ini terdapat hari Raya Idul Fitri setelah sebulan lamanya berpuasa

Zulkaidah

Bulan ke-11 ini diartikan sebagai  waktu tenang atau waktu iistirahat

Pada bulan Zulkaidah, bangsa Arab duduk iistirahat dan tidak berperang, sebab bulan ini diharamkan untuk berperang

Zulhijah

Pada bulan terakhir dalam kalender Hijriyah ini, umat Islam yang mampu melaksanakan ibadah haji. Pada 10 Zulhijah, umat Islam juga merayakan Hari Raya Idul Adha dilanjutkan dengan menyembelih hewan kurban

Demikianlah pemirsa edisi kali ini mengenai Kalender Hijriyah/Kalender Islam, sejarah serta bulan-bulannya. Semoga bermanfaat

Bir cevap yazın