Alasan umat Islam harus membela Palestina, dari Masjidil Aqsa hingga negeri para Nabi

243 Views

Palestina adalah sebuah negeri yang indah, negeri Islam yang diberkahi. Tetapi negeri ini kerapkali bergolak dengan tamu yang akhirnya menjadi tuan rumah yang menunggangi negeri yang ditumpanginya. Sungguh sangat disayangkan. Ketenangan negeri yang penuh sejarah Islam ini teramat terusik

Selain memang tamu yang kemudian berubah status menjadi tuan rumah, salah satu pemicu konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina adalah gerakan kaum Yahudi untuk beribadah di kompleks Al-Haram Asy-Syarif.

Kompleks ini adalah Masjidil Aqsa yang dikenal juga dengan Masjid Al-Aqsa, disebut sebagai Al-Haram Asy-Syarif dalam bahasa Arabnya atau ‘Tanah Suci yang Mulia‘ sedangkan bahasa Ibrani, bahasanya Yahudi menyebutnya dengan  Bukit Bait (Suci).

Kompleks ini adalah tempat suci umat Islam, begitu juga yang diklaim Yahudi dan Kristen. Umat Yahudi sebagai salah satu agama yang mensucikan lokasi ini diizinkan untuk berkunjung tetapi tidak boleh beribadah akibat kekuatiran akan adanya bentrokan antara umat Islam. Tempat paling suci untuk umat Yahudi beribadah adalah Tembok Barat atau Tembok Ratapan yang berlokasi di Yerusalem

Kompleks Al-Haram Asy-Syarif  yang berada di Kota Lama, Yerusalem ini memiliki luas sekitar 144.000 m² dan dapat menampung 400.000 jemaah.

Kompleks ini yaitu Masjid Al-Aqsa adalah lokasi yang sangat disucikan oleh umat Islam, situs paling suci ketiga setelah Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi

Masjidil Aqsa merupakan rumah bagi beberapa masjid dan situs bersejarah, yaitu Masjid Al-Qibli (Jami‘ Al-Aqsa) dengan kubah berwarna biru, Masjid Buraq, Masjid Marwani serta Kubah Batu/Kubah Shakhrah (Dome of Rock/Qubbatu Shakrah) dengan kubah emasnya.
– Masjid Al-Qibli atau Jami Al-Aqsa berada di Masjidil Aqsa bagian selatan, luas bangunan sekitar 35.000 m² dan dapat menampung sekitar 5.000 jemaah
– Kubah Shakhrah, terletak di Masjidil Aqsa bagian tengah
– Masjid Marwani, ruangan bawah tanah seluas 500 m², terletak di Masjidil Aqsa bagian tenggara

Bukan rahasia umum lagi bila Palestina bergolak seisi dunia tahu. Banyaknya korban harta dan jiwa tak terhitung lagi karena aksi brutal Israel ini. Tentu saja sebagai umat Islam hati kita ikut terusik dan teriris.

Aksi Israel lainnya yang sungguh memprihatinkan adalah menggali tanah di bagian bawah masjid Al-Aqsa yang telah berusia ribuan tahun ini untuk mencari kuil Nabi Sulaiman yang diyakini keberadaannya oleh mereka. Penggalian ini lama kelamaan akan merusak bahkan menghancurkan masjid yang sangat bersejarah bagi umat Islam. Israel seenak jidat melakukannya karena menguasai kota Yerusalam dimana terletak lokasi Masjid Al-Aqsa sejak Perang Enam Hari pada tahun 1967

Bentrokan selalu terjadi dan yang terbaru pada Mei 2021 adalah aksi keji menyerang secara sepihak jemaah muslim saat beribadah di akhir bulan Ramadan dan puncaknya memborbardir bangunan sipil warga Palestina dikala takbir menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Disinyalir konflik disebabkan warga Palestina menghadapi ancaman penggusuran dari wilayah Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur. Israel menginginkan wilayah ini untuk dijadikan sebagai pemukiman bagi warga Yahudi di Yerusalem. Sungguh tak bisa diterima akal sehat sampai harus membombardir rakyat tak berdosa yang sedang beribadah dan bangunan sipil tempat warga berteduh

Cita-cita terbesar Yahudi Israel memang adalah mengambil alih kota Yerusalem dan masjid Al-Aqsa. Karena di situlah harapan akhir mereka untuk mengembalikan kejayaan kerajaan Daud (istilah lain dari kekuasaan Yahudi) di masa silam

Intinya berbagai aksi Israel yang kelewatan dengan gerakan zionisnya ini ingin memiliki seutuhnya Palestina, apapun caranya

Tentu sebagai umat Islam kita tidak bisa berdiam diri saja

Ada beberapa alasan mengapa umat Islam harus membela Palestina.

Negeri yang diberkahi dan telah disucikan oleh Allah dan Masjid Al-Aqsa yang berada di Palestina ini adalah alasan kita harus membela Palestina. Masjid Al-Aqsa memiliki banyak keistimewaan dan sejarah yang sangat penting bagi umat Islam, yang harus selalu dijaga kesuciannya dari tangan-tangan kotor, di antaranya:

– Masjid Al-Aqsa merupakan kiblat pertama umat Islam dalam melaksanakan ibadah sholat sebelum pemindahan kiblat ke Masjidil Haram di kota suci Mekah berdasarkan wahyu Allah.
– Masjid Al-Aqsa adalah masjid kedua yang dibangun pertama-tama di muka bumi.
– Masjid Al-Aqsa adalah masjid suci ketiga umat Islam yang penting untuk dikunjungi setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sebagaimana sabda Rasulullah SAW

– Selain itu, Palestina adalah negeri tempat Isra Nabi Muhammad SAW dan tempat beliau singgah yaitu di masjid Al-Aqsa sebelum akhirnya Mi’raj ke langit dalam peristiwa penting dalam sejarah Islam, perjalanan Isra‘ Miraj‘

– Palestina secara keseluruhan adalah tanah waqaf umat Islam di dunia, tak hanya milik bangsa Palestina. Jadi bila terjadi sesuatu pada Palestina, umat Islam seluruh dunia turut bertanggungjawab

– Paletina negerinya para Nabi, tanah yang suci dan telah disucikan Allah SWT

Untuk lebih jelasnya, mari kita runut satu persatu

Kiblat pertama umat Islam bersumber dari Palestina, dimana masjid Al-Aqsa berada

Masjid Al-Aqsa adalah kiblat pertama bagi umat Islam saat beribadah (Baitul Maqdis) sebelum pemindahan kiblat ke Masjidil Haram di kota suci Mekah berdasarkan wahyu Allah.

Pada awal diperintahkannya sholat, dulu kiblat pertama menghadap Palestina. Ini karena pada saat itu Mekah masih dalam kekuasaan kaum musyrikin dan di dalam Ka’bah banyak berisi berhala, maka Allah menyuruh berkiblat di Masjidil Aqsa Palestina, setelah beberapa lama kemudian Rasul meminta untuk berkiblat ke Ka’bah kembali, sebagaimana firman Allah:

Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat pertengahan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menjadikan kiblat yang (dahulu) kamu (berkiblat) kepadanya melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sungguh (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh, Alah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia.
(QS. Al-Baqarah ayat 143)

Masjid ini menjadi kiblat selama 14 hingga 17 bulan setelah hijrahnya umat Islam ke Madinah pada tahun 624 M.

Dalam sebuah hadis disebutkan:

Dari Al-Bara bin Azib berkata, “Aku sholat bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menghadap ke Baitul Maqdis selama enam belas bulan, sampai turun ayat di dalam Surat Al-Baqarah ayat 144.“
(HR. Bukhari)

Ketika Nabi hijrah ke Madinah, malaikat Jibril turun dan beliau sedang sholat, Jibril memerintahkan untuk mengubah kiblat dari Masjid Al-Aqsa ke Mekah al-Mukarramah lalu masjid tempat beliau sholat dinamakan masjid Dzulqiblarain (dua kiblat). Kemudian turun ayat yang memerintahkan perpindahan kiblat umat Islam dari masjid Al-Aqsa menjadi Ka’bah di Mekah, yang menjadi kiblat umat Islam hingga saat ini sebagaimana firman Allah:

“Sungguh kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.”
(QS, Al-Baqarah ayat 144)

Masjid Al-Aqsa merupakan masjid kedua di bumi

Nama Baitul Maqdis telah ada sebelum turunnya Al-Qur’an, ketika Al-Qur’an diturunkan ia disebut Masjidil Aqsa, dan dinamakan Baitul Maqdis karena kesuciannya yang istimewa.

Bangunan masjid Al-Aqsa sudah ada sejak zaman Nabi Adam as, kemudian sempat mengalami kerusakan. Lalu pada zaman Nabi Ibrahim as, ia sempat sholat di area masjid. Kemudian barulah para keturunan Nabi Ibrahim As membangun kembali pondasi masjid, yaitu Nabi Ya’qub, Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

Masjid Al-Aqsa merupakan masjid kedua yang dibangun di muka bumi ini setelah Masjidil Haram. Masjidil Haram merupakan masjid pertama kali diresmikan oleh Nabi Ibrahim sebagai tempat berkumpulnya umat, setelah itu masjid kedua di muka bumi yang dibangun adalah Masjidil Aqsa ini oleh Nabi Ya‘qub

Imam Muslim menyampaikan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dzar Al-Ghifari, dia berkata:

“Aku bertanya kepada Rasulullah tentang masjid pertama yang dibangun di bumi. Beliau menjawab: Masjidil Haram. Aku bertanya lagi, kemudian masjid apalagi? Beliau menjawab: Masjidil Aqsa. Aku bertanya lagi: berapa lama jarak pembangunan keduanya? Beliau menjawab: 40 tahun. Kemudian seluruh bumi Allah adalah tempat sujud bagimu. Maka dimanapun kamu mendapati waktu sholat, maka sholatlah.“
(Bukhari Muslim, Nasa’i)

Masjid Al-Aqsa adalah masjid suci ketiga umat Islam yang penting untuk dikunjungi

Masjid Al-Aqsa adalah masjid suci kketiga yang penting untuk dikunjungi setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Ini merupakan keistimewaan lainnya dari Masjidil Aqsa.

Rasulullah memerintahkan untuk berziarah ke tempat ini seperti hadis berikut, Abu HUrairah ra mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Tidaklah diadakan perjalanan dengan sengaja, kecuali ketiga masjid: masjidku ini (Masjid Nabawi di Madinah), Masjidil Haram (di Mekah) dan Masjidil Aqsa (di Palestina).“
(HR. Bukhari dan Muslim)

Keutamaan sholat di Majidil Al-Aqsa.

Sholat di Masjid Al-Aqsa sangat besar keutamaannya. Keutamaan sholat di Masjidil Aqsa terkandung dalam hadis dari Abu Dzar bahwa lebih utama 500 kali dibandingkan sholat di masjid lain

“Sholat di Masjid Haram lebih utama seratus ribu kali lipat daripada sholat di masjid-masjid lainnya. Sholat di masjid Nabawi lebih utama seribu kali lipat. Dan sholat di Masjid Aqsa lebih utama lima ratus kali.“
(HR. Ahmad)

Dalam riwayat lain Rasulullah mengatakan bahwa sholat di Masjid Al-Aqsa seperti sholat seribu rakaat.

Maimunah binti Saad dalam hadis tentang berziarah ke Masjid Al-Aqsa menyebutkan: Ya Nabi Allah, berikan fatwa kepadaku tentang Baitul Maqdis. Nabi berkata, tempat dikumpulkannya dan disebarkannya (manusia). Maka datangilah ia dan sholat di dalamnya. Karena sholat di dalamnya seperti sholat seribu rakaat di selainnya. Maimunah berkata lagi: Bagaimana jika aku tidak bisa. Maka berikanlah minyak untuk penerangannya. Barangsiapa yang memberikannya maka seolah ia telah mendatangi nyawa

Sejarah Isra’ Mir’aj

Masjid Al-Aqsa pernah disinggahi Nabi Muhammad untuk sholat bersama nabi besar lainnya sebelum melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj, dimana Mabi Muhammad SAW ke Sidratul Mintaha menembus langit ketujuh

Masjid Al-Aqsa adalah tempat bersejarah, tempat singgahnya Rasulullah SAW dalam perjalanan Isra‘ dan Mi’raj ini diabadikan dalam Al-Qur-an sebagaimana firman Allah:

“Maha suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masijidl Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebenaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.”
(QS. Al-Isra‘ ayat 1)

Dalam peristiwa Isra Mi’raj, Rasulullah menerima perintah untuk melaksanakan sholat dari Allah SWT. Dari perintah sholat semula adalah sebanyak 50 kali, namun atas saran Nabi Musa AS yang ditemui dalam peristiwa tersebut, Nabi Muhammad meminta keringanan kepada Allah SWT sehingga sholat wajib berkurang menjadi 5 kali sehari

Di tempat pijakan Nabi Muhammad saat peristiwa Isra‘ sebelum bertolak Miraj‘ ke langit itu berbentuk batu yang kini terdapat di Dome of the Rock/Kubah Batu. Batu ini juga merupakan tempat Nabi Ibrahim mendapat wahyu untuk menyembelih anaknya Nabi Ismail (yang kemudian berganti dengan seekor kambing dan hingga kini dikenal dengan penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha).

Palestina adalah tanah waqaf umat Islam

Saat itu pada masa khalifah Umar bin Khattab ra, umat Islam berhasil menembus negeri Palestina dan menaklukkannya dari kekuasaan umat kristiani. Sebagai pemimpin umat Islam yang telah berhasil menaklukkan tiga imperium besar, Romawi, Mesir dan Persia saat itu, Umar bin Khattab ra mencetuskan istilah waqaf untuk negeri para nabi ini. Saat itu beliau datang ke negeri ini untuk menerima penyerahan kunci Baitul Maqdis dari pemimpin tertinggi umat kristiani sedunia. Ketika menyerah kalah, pemimpin tertinggi umat Kristiani bersedia menyerahkan kunci dengan syarat bahwa yang menerima kunci itu adalah ornag nomor satu dari umat Islam, yaitu penguasa tertinggi Umar Bin Khattab ra yang berkedudukan di Al-Madinah-Al-Munawwarah.

Saat beliau menerima penyerahan tanah Palestina, beliau mengatakan bahwa tanah itu adalah waqaf bagi seluruh umat Islam

Keistimewaan yang dimiliki tanah waqaf ini adalah tanahnya yang telah disucikan oleh Allah, dipenuhi keberkahan dari Allah dan juga merupakan Wathanul Anbiya (negeri para Nabi).

Negeri para Nabi

Negeri Palestina adalah negeri yang diberkahi dan negeri para Nabi. Hal ini diabadikan dalam Al-Qur’an pada firman Allah

“Dan Kami selamatkan dia (Ibrahim) dan Luth ke sebuah negeri yang telah Kami berkahi untuk seluruh alam.“
(QS. Al-Anbiya ayat 71)

“Wahai kaumku! Masuklah ke tanah suci (Palestina) ynag telah ditentukan Allah bagimu dan janganlah kamu berbalik ke belakang (karena takut pada musuh), nanti kamu menjadi orang yang rugi.“
(QS. Al-Maidah ayat 21)

Di sini jelas betapa keberkahan Allah SWT meliputi seluruh negeri Palestina, negeri yang telah disucikan oleh Allah yang telah ditentukan khusus bagi umat Islam. Palestina juga merupakan warisan para nabi. Di negeri ini banyak nabi dan Rasul dilahirkan, tumbuh, bertempat tinggal, hijrah, berdakwah, hngga dikuburkan. Di antaranya adalah nabi Isa as, Nabi Daud as, Nabi Sulaiman as, Nabi Ibrahim as, Nabi Luth as, Nabi Ishaq as, Nabi Ya’qub as, Nabi Yusuf as dan Nabi Musa as.

Nabi Ibrahim as hijrah ke Palestina

Nabi Luth diselamatkan oleh Allah dari azab yang turun pada kaumnya menuju bumi yang diberkahi yaitu bumi Palestina

Nabi Daud as tinggal di Palestina dan membangun mihrabnya

Nabi Sulaiman as memerintah seluruh dunia dari Palestina. Kisahnya yang terkenal adalah semut. “Hai semut, masuklah ke tempat tinggal kalian, “tempat yang disebut dengan wadi an-narni (lembah semut) di Palestina dekat (‘Asqalan)

Di Palestina juga terdapat mihrab Zakaria as sebagaimana Musa as meminta kaumnya memasuki Bumi Muqaddasah, ia menamakan dengan Al-Muqaddasah, yaitu (suci) dari syirik, dan dijadikan tempat tinggal para Nabi

Banyak mukjizat yang terjadi di dalamnya di antaranya kelahiran Nabi Isa dari ibunya Maryam, seorang gadis muda tanpa suami dan Allah mengangkatnya ketika Bani Israil sepakat untuk membunuhnya. Di Palestina, Maryam menggoyang batang pohon kurma setelah kelahirannya dalam keadaan paling lemahnya wanita

Tanah Palestina dan Syam adalah tanah Ribath, telah syahid di dalamnya lima ribu dari kalangan para sahabat mulia, mereka bersemangat untuk membuka Baitul Maqdis dan membebaskannya daro penindasan Rom. Para syuhada masih berguguran sampai hari ini, tanah para syuhada dan tanah ribath

Pentingnya Masjid Al Qsa dan bumi Syam sama seperti pentingnya Haramain, Mekah dan Madinah

Alah mengumpulkan keduanya dalam firman-Nya
“Demi buah Tin dan buah Zaitun, demi bukit Sinai dan demi kota Mekah ini yang aman.“
(QS. AT-Tin ayat 1-3)

Ibnu Abbas berkata At-Tin adalah negeri Syam, Az-Zaitun negerti Palestina, bukit Sinai adalah gunung dimana Allah berbicara kepada Musa as di Mesir dan al-Balad al-Amin adalah Mekah Al-Mukarramah

“Dan sungguh Kami telah tetapkan dalam kitab-kitab setelah dicatat di Lauh Mahfuzh bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hambaku yang soleh.“
(QS. Al-Anbiya ayat 105)

Di Palestina juga terjadi kisah Thalut dan Jalut

Di Palestina tempat terbunuhnya Dajjal

“Sesungguhnya Isa bin Maryam akan membunuh Dajjal di Bad Lod (Gerbang Lod)
(HR. Ahmad)

Termasuk tanda-tanda akhir zaman di Palestina, Nabi Isa as akan turun di menara putih, dan akan membunuh Dajjal di gerbang Lod. Ada yang mengatakan Gerbang Lod itu adalah Baitul Maqdis/Masjidil Aqsa Palestina dan itu adalah tanah Mahsyar dan Mansyar, dan Ya’juj dan Ma’juj akan dibunuh di bumi Palestina di akhir zaman

Terbebasnya Palestina tanda umat Islam sudah bersatu

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW berkata:

“Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan Yahudi, maka kaum muslimin berhasil membunuh mereka sehingga Yahudi bersembunyi di balik pohon dan batu. Lalu batu atau pohon itu berkata, “Wahai Abdullah.. Ini Yahudi sembunyi di belakangku, maka segera bunuh dia, kecuali gharqad, karena ia adalah pohon (dari orang) Yahudi.“
(HR. Muslim)

Sejarah dan kesucian masjid Al-Aqsa dan Palestina umumnya inilah yang menjadi alasan umat Islam di seluruh dunia harus menjaga masjid ini dan membela Palestina

Palestina adalah tanah waqaf mutlak milik umat Islam seluruh alam. Tanah yang suci dan diperuntukkan hanya untuk umat Islam. Jadi kehancuran yang saat ini terjadi di Palestina akibat aksi keji Israel bukan hanya beban rakyat Palestina saja tetapi juga umat Islam seluruh dunia. Begitu juga kemerdekaan Palestina yang harus terus diperjuangkan dan direbut kembali ke pemilik sah bukan hanya tanggung jawab rakyat Palestina saja tapi seluruh umat Islam di dunia.

Bir cevap yazın