Peristiwa Isra’ Mi’raj dalam Al-Qur’an dan hadis, dan perintah sholat lima waktu

258 Views

Isra‘ Mi’raj adalah perjalanan mukjizat Nabi Muhammad SAW. Isra‘ Mi’raj merupakan dua bagian perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam saja

Kejadian Isra‘ Mi’raj ini adalah salah satu peristiwa penting bagi umat manusia, karena pada peristiwa inilah beliau mendapat perintah sholat lima waktu sehari semalam, yang merupakan ibadah umat Islam

Beberapa gambaran mengenai Isra‘ Mi’raj ini terdapat dalam firman Allah di Al-Qur’an surat ke-17 yaitu Surat Al-Iqra, begitu juga di dalam hadis

Surat Al-Iqra yang artinya Perjalanan Malam merupakan surat Makkiyah yang terdapat dalam juz 15 dan terdiri dari 111 ayat. Firman Allah mengenai peristiwa Isra‘ Mir’raj terdapat pada ayat pertama surat ini

Allah berfirman yang artinya:

Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat
(QS. Al-Isra ayat 1)

Kajadian Isra‘ Mi‘raj

Isra‘ Mi‘raj terjadi pada periode akhir kenabian di Mekah sebelum Rasulullah hijarah ke Madinah. Menurut al-Maududi dan mayoritas ulama, Isra‘ Mi’raj terjadi pada tahun pertama sebelum hijrah, antara tahun 620-621 M.

Disebut juga di Tahun Kesedihan, dimana setahun setelah wafatnya istri Rasulullah Siti Khadijah dan pamannya Abu Thalib.

Menurut al-Alamah al-Manshurfuri, Isra‘ Mi‘raj terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian, dan inilah yang populer. Namun, Syekh Shafyurrahman al-Mubarakfuri menolak pendapat tersebut dengan alasan karena Khadijah radhiyallahu anha meninggal pada bulan Ramadan tahun ke-10 kenabian, yaitu 2 bulan setelah bulan Rajab, dan saat itu belum ada kewajiban sholat lima waktu. Al-Mubarakfuri menyebutkan 6 pendapat tentang waktu kejadian Isra‘ Miraj‘, tetapi tidak ada satupun ynag pasti. Dengan demikian, tidak iketahui secara persis kapan tanggal terjadinya Isra‘ Mi‘raj.

Rute

Mekah, Palestina dan 7 lapis langit pulang pergi

Dalam Isra‘, Nabi Muhammad ‘diberangkatkan‘ oleh Allah dari Masjidil Haram Mekah ke Masjidil Aqsa di Palestina

Dalam Mi’raj, Nabi Muhammad dinaikkan ke langit sampai ke Sidratulmuntaha yang merupakan tempat tertinggi. Di sini, beliau mendapat perintah langsung dari Allah untuk melaksanakan sholat lima waktu

Kendaraan

Buraq (seperti kuda/keledai)

Pendamping

Malaikat Jibril

Isra‘ adalah perjalanan dari Masjidil Haram (Mekah) ke Masjidil Aqsa (Palestina) ditempuh dalam sebagian waktu malam

Mekah – Palestina 1.240 km, di masa kini ditempuh dalam waktu 2 jam dengan pesawat terbang

Sebelum Mi’raj, Nabi ditawari khamr dan susu oleh malaikat Jibril. Nabi memilih susu, pilhan yang sesuai dengan fitrah manusia yang benar

Mi’raj menembus 7 lapis langit, berjumpa para Nabi terdahulu, menyaksikan isi surga dan neraka, berhenti di Sidratul Muntaha

Di langit pertama bertemu dengan Nabi Adam

Di langit kedua bertemu dengan Nabi Yahya dan Nabi Isa

Di langit ketiga bertemu dengan Nabi Yusuf

Di langit keempat bertemu dengan Nabi Idris

Di langit kelima bertemu dengan Nabi Harun

Di langit keenam bertemu dengan Nabi Musa

Di langit ketujuh bertemu dengan Nabi Ibrahim

Di Sidratul Muntaha, Nabi Muhammad SAW menerima perintah sholat 50 kali sehari langsung dari Allah. Nabi meminta keringanan atas usul Nabi Musa menjadi 5 kali sehari, namun pahala tetap sama dengan sholat 50 kali

Riwayat tentang perjalanan malam Nabi dan diangkatnya beliau ke langit untuk bertemu langsung dengan Allah dan menerima perintah kewajiban sholat 5 waktu terdapat dalam Kitab Hadis Sahih milik Imam Muslim

“.. dari Anas bin Malik bahwa Rasululllah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku telah didatangi Buraq. Yaitu seekor binatang yang berwarna putih, lebih besar dari keledai tetapi lebih kecil dari bighal. Ia merendahkan tubuhnya sehingga perut buraq tersebut mencapai ujungnya.“ Dia bersabda lagi: “Maka aku segera menungganginya sehingga sampai ke Baitulmaqdis.“ Dia bersabda lagi: “Kemudian aku mengikatnya pada tiang masjid sebagaimana yang biasa dilakukan para nabi. Sejurus kemudian aku masuk ke dalam masjid dan mendirikan sholat sebanyak dua rakaat. Setelah selesai aku terus keluar, tiba-tiba aku didatangi oleh Jibril dengan membawa semangkuk khamr dan semangkuk susu, dan aku pun memilih susu. Lalu Jibril berkata, ‘Kamu memilih fitrah‘. Lalu Jibril membawaku ke langit. Ketika Jibril minta agar dibukakan pintu, maka ditanyakan, “Siapakah kamu?“ Jibril menjawab, ‘Jibril‘. Ditanyakan lagi, ‘Siapa yang bersamamu?‘ Jibril menjawab, ‘Muhammad‘. Jibril ditanya lagi, ‘Apakah dia telah diutus?‘ Jibril menjawab ’Ya, dia telah diutus.‘ Maka dibukalah pintu untuk kami. Tiba-tiba aku bertemu dengan Nabi Adam, dia menyambutku serta mendoakanku dengan kebaikan. Lalu aku dibawa naik ke langit kedua. Jibril lalu meminta supaya dibukakan pintu. Lalu ditanyakan lagi, ‘Siapakah kamu?‘ Jibril menjawab, ‘Jibril‘. Jibril ditanya lagi, ‘Siapa yang bersamamu?‘ Jibril menjawab, ‘Muhammad.‘ Jibril ditanya lagi, ‘Apakah dia telah diutuskan?‘ Jibril menjawab, ’Ya, dia telah diutuskan.‘ Pintu pun dibukakan kepada kami. Tiba-tiba aku bertemu dengan Isa bin Maryam dan Yahya bin Zakaria, mereka berdua menyambutku dan mendoakan aku dengan kebaikan. Aku dibawa lagi naik ke langit ketiga. Jibril pun meminta supaya dibukakan pintu. Lalu ditanyakan, ‘Siapakah kamu?‘ Jibril menjawab, ‘Jibril‘. Jibril ditanya lagi, ‘Siapa bersamamu?‘ Jibril menjawab, ‘Muhammad.‘ Jibril ditanya lagi, ‘Apakah dia telah diutuskan?‘ Jibril menjawab, ’Ya, dia telah diutuskan.‘ Pintu pun dibukakan kepada kami. Tiba-tiba aku bertemu dnegan Nabi Yusuf alaihi salam, ternyata dia telah dikaruniakan dengan kedudukan yang sangat tinggi. Dia terus menyambut aku dan mendoakan aku dengan kebaikan. Aku dibawa lagi naik ke langit keempat. Jibril pun meminta supaya dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi, ‘Siapakah kamu?‘ Jibril menjawab, ‘Jibril‘. Jibril ditanya lagi, ‘Siapa bersamamu?‘ Jibril menjawab, ‘Muhammad.‘ Jibril ditanya lagi, ‘Apakah dia telah diutuskan?‘ Jibril menjawab ’Ya, dia telah diutuskan.‘ Pintu pun dibukakan kepada kami. Tiba-tiba aku bertemu dengan Nabi Idris alaihi salam, dia terus menyambutku dan mendoakan aku dengan kebaikan. Allah berfirman: ‘(…dan Kami telah mengangkat ke tempat yang tinggi derajatnya)‘. Aku dibawa lagi naik ke langit kelima. Jibril lalu meminta supaya dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi, ‘Siapakah kamu?‘ Jibril menjawab,‘Jibril‘. Jibril ditanya lagi, ‘Siapa bersamamu?‘ Jibril menjawab, ‘Muhammad.‘ Jibril ditanya lagi, ‘Apakah dia telah diutuskan?‘ Jibril menjawab ’Ya, dia telah diutuskan.‘ Pintu pun dibukakan kepada kami. Tiba-tiba aku bertemu dengan Nabi Harun alaihi salam, dia terus menyambutku dan mendoakan aku dengan kebaikan. Aku dibawa lagi naik ke langit keenam. Jibril lalu meminta supaya dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi, ‘Siapakah kamu?‘ Jibril menjawab, ‘Jibril‘. Jibril ditanya lagi,‘Siapa bersamamu?‘ Jibril menjawab, ‘Muhammad‘. Jibril ditanya lagi, ‘Apakah dia telah diutuskan?‘ Jibril menjawab ’Ya, dia telah diutuskan.‘ Pintu pun dibukalah pintu kepada kami. Tiba-tiba aku bertemu dengan Nabi Musa, dia terus menyambutku dan mendoakan aku dengan kebaikan. Aku dibawa lagi naik ke langit ketujuh. Jibril lalu meminta supaya dibukakan. Kedengaran suara bertanya lagi, ‘Siapakah kamu?‘ Jibril menjawabnya, ‘Jibril‘. Jibril ditanya lagi, ‘Siapa bersamamu?‘ Jibril menjawab, ‘Muhammad.‘ Jibril ditanya lagi, ‘Apakah dia telah diutuskan?‘ Jibril menjawab, ‘Ya, dia telah diutuskan‘. Pintu pun dibukakan kepada kami. Tiba-tiba aku bertemu dengan Nabi Ibrahim alahi salam, dia sedang berada dalam keadaan menyandar di Baitulmakmur. Keluasannya setiap hari bisa memasukkan tujuh puluh ribu malaikat. Setelah keluar, mereka tidak kembali lagi kepadanya (Baitulmakmur). Kemudian aku dibawa ke Sidratulmuntaha. Daun-daunnya besar seperti telinga gajah dan ternyata buahnya sebesar tempayan.“ Dia bersabda: “Ketika dia menaikinya dengan perintah Allah, maka sidrah muntaha berubah. Tidak seorang pun dari makhluk Allah yang mampu menggambarkan keindahannya karena indahnya. Lalu Allah memberikan wahyu kepada dia dengan mewajibkan sholat lima puluh waktu sehari semalam. Lalu aku turun dan bertemu Nabi Musa alaihi salam, dia bertanya, ‘Apakah yang telah difardukan oleh Tuhanmu kepada umatmu? ‘Dia bersabda: “Sholat lima puluh waktu‘, Nabi Musa berkata, ‘Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan karena umatmu tidak akan mampu melaksanakannya. Aku pernah mencoba Bani Israil dan menguji mereka‘. Dia bersabda: “Aku lembali kepada Tuhan seraya berkata, ‘Wahai Tuhanku, berilah keringanan kepada umatku‘. Lalu Allah subhanahu wata’ala mengurangkan lima waktu sholat dari dia‘. Lalu aku kembali kepada Nabi Musa dan berkata, ‘Allah telah mengurangkan lima waktu sholat dariku‘. Nabi Musa berkata, ‘Umatmu tidak akan mampu melaksanakannya. Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan lagi‘. Dia bersabda: “Aku masih saja bolak balik antara Tuhanku dan nabi Musa, sehingga Allah berfirman:‘Wahai Muhammad! Sesungguhnya aku fardukan lima waktu sehari semalam. Setiap sholat fardu dilipatgandakan dengan sepuluh kali lipat. Maka itulah lima puluh sholat fardu. Begitu juga barangsiapa yang berniat untuk melakukan kebaikantetapi tidak melakukannya, niscaya akan dicatat baginya satu kebaikan. Jika dia melaksanankannya, maka dicatat sepuluh kebaikan baginya. Sebaliknya, barangsiapa yang berniat ingin melakukan kejahatan, tetapi tidak melakukannya, niscaya tidak dicatat baginya sesuatu pun. Lalu, jika dia mengerjakannya, maka dicatat sebagai satu kejahatan baginya‘. Aku turun hingga sampai kepada Nabi Musa, lalu aku memberitahu kepadanya. Dia masih saja berkata, mintalah keringanan‘. Aku menjawab,‘Aku terlalu banyak berulang-ulang kembali kepada Tuhanku, sehingga menyebabkan aku malu kepada-Nya:“

-Shahih Muslim, Kitab Iman, Bab Isra‘ Rasulullah ke langit, hadits nomor 234.

AllahuAkbar

Semoga dengan adanya Isra‘ Mi’raj yang selalu umat Islam peringati setiap bulan Rajab ini semakin meningkatkan ketaatan kita untuk melaksanakan sholat 5 waktu ya pemirsa.. mendapat kesempurnaan iman dan Islam. Semoga kita bisa lebih baik lagi mengikuti sunnah Rasulullah SAW. InsyaAllah aamiin. Aamiin ya Robbal ‘alamin

 

Bir cevap yazın