Macam-macam puasa wajib dan sunah beserta niatnya

356 Views

Puasa adalah ibadah yang dilakukan umat Islam. Ibadah ini dilakukan karena perintah dari Allah yang wajib dilakukan yaitu puasa di bulan Ramadan dan sunah yang dianjurkan seperti puasa Syawal, puasa Senin Kamis dan yang lainnya

Berikut adalah macam-macam puasa wajib dan sunnah beserta niatnya

Puasa Ramadan

Puasa Ramadan adalah puasa yang dilaksanakan di bulan Ramadan dan merupakan pelaksanaan dari rukun Islam ke-4 dalam ajaran Islam.

Puasa bulan Ramadan adalah puasa yang wajib dilaksanakan oleh umat Islam sebulan lamanya, sebagaimana firman Allah SWT

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa“.
(QS. Al-Baqarah ayat 183)

Puasa Ramadan dimulai sejak fajar hingga matahari terbenam

Niat puasa Ramadan

Nawaitu shauma ghodin ‘an ada’i fardhi syahri Romadhona hadzhi sanati lillahi taala

Artinya: Aku niat puasa di bulan Ramadan esok harinya karena Allah ta’ala

Puasa Qodho Ramadan

Puasa Qodho Ramadan adalah puasa untuk menggantikan puasa Ramadan sebanyak yang ditinggalkan. Misalnya selama Ramadhan kita batal puasa selama 7 hari, maka kita wajib mengganti sesuai jumlah hari tersebut

Puasa Qodho ini wajib dilakukan sebagaimana firman Allah SWT

Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain
Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui

Puasa Qodho juga dikatakan dalam hadis nabi

Aisyah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa dahulu pada zaman Rasulullah SAW kami mendapat haid maka kami diperintahkan untuk mengganti puasa
(HR. Muslim)

Orang yang wajib mengganti puasa adalah mereka yang sakit, sedang dalam perjalanan jauh dan perempuan yang sedang haid

Bagi yang berat menjalankannya seperti orang yang sedang tua, perempuan hamil dan menyusui diwajibkan untuk membayar fidyah

Niat puasa Qodho

Nawaitu shauma ghodin ’an qodo‘i fardhi syahri Romadhona hadzihi sanati fardon lillahi ta‘ala

Artinya: Aku niat puasa qhodo bulan Ramadan karena Allah ta’ala

Puasa Nazar

Puasa Nazar adalah puasa yang diwajibkan sendiri oleh seorang muslim yang dilakukan saat berhasil mendapatkan keinginan. Misalnya seorang muslim yang bernazar akan berpuasa tiga hari berturut-turut jika lulus sekolah.

Allah SWT berfirman:

“Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah)“.
(QS, Al-Hajj ayat29)

Orang yang bernazar untuk mendekatkan diri kepada Allah, sebagaimana sabda Rasulullah SAW

“Siapa yang bernazar akan menaati Allah SWT, hendaklah ia menepati janjinya“.
(HR. Bukhari)

Niat puasa Nazar

Nawaitu shaumal nadzri fardon lillahi taala

Artinya: Aku niat puasa nazar karena Allah ta’ala

Puasa Arafah

Puasa Arafah adalah puasa pada hari Arafah, yaitu hari ke-9 dari bulan Zulhijah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak pergi haji, sebagaimana terdapat dalam riwayat dari Rasulullah SAW tentang puasa Arafah

Dari Abu Qatadah Al-Anshariy (ia berkata),“ Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah ditanya tentang (keutamaan) puasa pada hari Arafah, maka dia menjawab,“Menghapuskan (kesalahan) tahun lalu dan yang sesudahnya
(HR. Muslim no.1162 dalam hadis yang panjang)

Di dalam hadis yang mulia ini terdapat dalil dan hujja ynag sangat kuat tentang waktu puasa Arafah, yaitu pada hari Arafah ketika manusia wuquf di Arafah

Puasa Arafah ini terkait dengan waktu dan tempat, bukan dengan waktu saja seperti puasa-puasa yang lain. Arafah hanya ada d satu tempat yaitu di Arab Saudi di dekat kota Mekah, maka waktu puasa Arafah adalah ketika kaum muslimin wuquf di Arafah

Niat puasa Arafah

Nawaitu souma ghadin ‘an adaa’i sunnatan Arafah/yaumil arofah sunnatan lillahi taala

Artinya: Aku berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah ta’ala

Puasa Asyura

Puasa Asyura adalah puasa sunnah yang dilakukan umat Islam setiap tanggal 10 di bulan Muharram

Secara bahasa, kata Asyura dalam bahasa Arab bermakna sepuluh, sedangkan secara istilah, Asyura adalah tanggal 10, khususnya di bulan Muharram. Dinamakan demikian karena sejumlah peristiwa yang terjadi pada tanggal tersebut dan hadis Rasulullah SAW yang menganjurkan umat Islam untuk berpuasa sunah

Niat puasa Asyura

Nawaitu shauma yaumil’asyuro sunnatan lillahi taala

Artinya: Aku niat puasa Asyura sunah karena Allah ta’ala

Puasa Senin Kamis

Puasa Senin Kamis adalah puasa sunnah yang dilakukan umat Islam pada hari Senin dan Kamis. Puasa ini dianjurkan karena Rasulullah SAW sering melakukannya

Niat puasa Senin Kamis

Nawaitu shauma yaumil itsnain/khamis sunnatan lillahi taala

Artinya: Aku berniat puasa hari Senin/Kamis sunah karena Allat ta‘ala

Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunah pada pertengahan bulan Hijriyah. Puasa ini dilakukan pada tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan-bulan Islam

Puasa ini disebut puasa hari-hari putih (Ayyamul bidh) karena hari-hari tersebut bertepatan dengan terang bulan (terang-terangnya bulan)

Puasa ini disunnahkan dan nilainya terhitung seperti puasa tahunan. Hal ini disebabkan amal salih dalam Islam diganjar sepuluh kali lipat

Puasa sehari diganjar seperti puasa sepuluh hari, sehingga barang siapa berpuasa tiga hari setiap bulannya, terhitung berpuasa setahun penuh

Niat puasa Ayyamul Bidh

Nawaitu shauma Ayyamul Bidh sunnatan lillahi taala

Artinya: Aku niat puasa hari-hari putih, sunah karena Allah ta‘ala

Puasa Syawal

Puasa Syawal adalah puasa yang dilakukan pada bulan Syawal selama 6 hari setelah hari Raya Idul Fitri

Hukum melaksanakan puasa syawal adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan

Keutamaan menyelesaikan puasa Ramadhan dan dilanjutkan dengan puasa syawal pada bulan syawal selama 6 hari maka pahalanya seperti berpuasa selama satu tahun penuh, sebagaimana sabda Rasulullah SAW

“Barangsaiapa berpuasa di bulan Ramadan, kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun”.
(HR. Muslim)

Niat puasa syawal

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatis Syawwali lillahi ta’ala

Artinya: Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah ta‘ala

Puasa Nabi Daud

Puasa Daud adalah puasa yang dilakukan oleh Nabi Daud. Puasa sunah ini dilakukan umat Islam sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Daud, yaitu sehari puasa kemudian sehari tidak

Apakah puasa Daud boleh berhenti? Karena puasa Daud merupakan puasa sunah yang hukumnya adalah dianjurkan dan tidak diwajibkan, maka seseorang boleh berhenti berpuasa Daud

Niat puasa Nabi Daud

Nawaitu shauma daud sunnatan lillahi taala

Artinya: Aku berniat puasa Daud, sunah karena Allah ta‘ala

Puasa Rajab

Puasa Rajab adalah puasa yang dilakukan di bulan Rajab

Bulan Rajab adalah salah satu bulan yang diagungkan Allah SWT karena pada bulan ini terjadi Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Selain itu bulan Rajab termasuk dalam bulan Haram atau bulan yang disucikan. Bulan Haram terdiri dari 4 bulan yaitu Muharram, Rajab. Zulqa’dah dan Zulhijjah

Di bulan yang disucikan atau dimuliakan ini kita dianjurkan melakukan amala-amalan seperti puasa Rajab ini

Niat puasa Rajab

Nawaitu shauma ghadin fi syahri  rojabi sunatan lilahi ta’ala

Artinya: Aku berniat puasa sunat Rajab esok hari karena Allah ta’ala

Puasa Sya’ban

Puasa Sya’ban atau puasa Nifsu Sya’ban adalah puasa yang dilakukan pada hari ke-15 di bulan Sya’ban. Hukum puasa ini adalah sunah

Niat puasa Sya’ban

Nawaitu shauma syahri sya’ban sunnatan lillahi taala

Artinya: Aku nilat puasa sya’ban sunah karena Allah ta’ala

Demikianlah ibadah puasa yang dilakukan umat Islam, baik yang hukumnya wajib maupun sunah

Puasa-puasa tersebut telah ditentukan waktu-waktunya. Meski demikian, ada waktu-waktu yang dilarang melakukan puasa. Apa saja waktu-waktu  tersebut?

Waktu-waktu yang dilarang melakukan puasa adalah

Idul Fitri (1 Syawal)
Idul Adha (19 Zulhijah)
Hari Tasyrik (11, 12 dan 13 bulan Zulhijah)
Hari Jum’at dan dilakukan sendirian, kecuali telah melakukan puasa pada hari sebelumnya dan sesudahnya
Hari Sya’ (30 Sya’ban) atau disebut hari yang meragukan karena akan memasuki bulan Ramadhan. Namun belum pasti karena soal hilal. Boleh dilakukan hari ini, jika bertepatan dnegan puasa yang biasa dilakukan, seperti puasa Senin-Kamis

Bir cevap yazın