Dialog Rasulullah dan Allah SWT pada peristiwa Isra’ Mi’raj menjadi bagian dari bacaan sholat yaitu Attahiyyat

796 Views

Isra’ Mi’raj adalah perjalanan mukjizat Nabi Muhammad SAW. Isra’ Mi’raj merupakan dua bagian perjalanan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dengan perantara malaikat Jibril dan kendaraan buraq dalam waktu satu malam saja

Isra’ Mi’raj menjadi salah satu peristiwa yang penting bagi umat manusia, karena pada peristiwa inilah beliau mendapat perintah sholat lima waktu

Pada peristiwa Isra’ Mi’raj juga terjadi dialog Nabi Muhammad SAW dan Allah SWT yang kemudian menjadi bagian dari bacaan sholat yaitu Attahiyyat

Saat peristiwa Isra’ Mi’raj, malaikat Jibril mengantarkan Rasulullah SAW naik ke Sidratul Muntaha. Namun karena malaikat Jibril tidak diperkenankan mencapai Sidratul Muntaha, maka malaikat Jibril mengatakan  kepada Rasulullah SAW untuk melanjutkan perjalanan sendiri tanpa dirinya.

Rasulullah kemudian tiba di Sidratul Muntaha pada peristiwa Isra’ Mi’raj dan terjadi dialog antara Rasulullah dan Allah SWT.

Bacaan Attahiyyat yang menjadi bagian dari bacaan sholat pada posisi thahiyat awal dan thahiyat akhir merupakan dialog antara rasulullah SAW dan Allah SWT

Demikian percakapan antara Nabi Muhammad Rasulullah SAW dengan Allah Subhanahu wata’ala :

Rasulullah pun mendekat dan memberi salam penghormatan kepada Allah SWT :

_Attahiyyatul_
_mubarokaatush_
_shallawatuth_
_thayyibaatulillah_

“Semua ucapan penghormatan, pengagungan dan pujian hanyalah milik Allah”.

Kemudian Allah SWT menjawab sapaannya :

_Assamu’alaika_
_ayyuhan Nabiyyu_
_warahmatullahi wa_
_barakatuh_

“Segala pemeliharaan dan pertolongan Allah untukmu wahai Nabi, begitu pula rahmat Allah dan segala karunia-Nya”.

Mendengar jawaban Allah SWT, Nabi SAW ingin hamba-hamba Allah yang shalih mendapat bagian dari pertemuan agung ini, kemudian

Beliau menjawab dengan ucapan :

_Assalamu’alaina wa_
_’alaa ‘ibadillahish_
_shalihiin_

“Semoga perlindungan dan pemeliharaan diberikan kepada kami dan semua hamba Allah yang shalih”

Mendengar percakapan agung tersebut, seluruh penghuni langit dan bumi sama-sama bersaksi seraya berkata :

_Asyhadu Alaa ilaaha__illallah, wa asy hadu_anna Muhammadar rasulullah_

“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan  aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah”

Jadilah rangkaian percakapan dalam peristiwa ini menjadi suatu bacaan dalam sholat yaitu pada posisi Tahiyat Awal dan Akhir, yang kita ikuti dengan shalawat kepada nabi sebagai sanjungan seorang individu yang menyayangi umatnya

Semoga dengan penjelasan ini semakin meresapi makna shalat kita dan menambah kekhusyu’an shalat kita

Aamin aamin ya Robbal ‘alamin

Bir cevap yazın