Waktu-waktu sholat fardu/wajib, dari batas waktu sholat hingga berakhirnya waktu sholat

341 Views

Sholat disyariatkan di dalam Islam pada bulan Rajab tahun ke-11 kenabian, saat Rasulullah diisro’ dan Mi’rajkan ke Sidrotil muntaha. Sholat diwajibkan bagi umat Islam dalam sehari semalam sebanyak  5 kali yaitu Subuh, Zhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya

Sholat adalah ibadah yang sangat penting bagi umat Islam. Begitu pentingnya sehingga di dalam rukun Islam, sholat menempati urutan kedua setelah syahadat. Sholat adalah tiang agama sebagaimana hadis Nabi SAW

Dari sahabat Umar beliau berkata : Seorang laki-laki mendatangi Rasulullah SAW dan bertanya, “Sesuatu apakah yang lebih dicintai Allah di dalam Islam?” Maka Rasulullah SAW menjawab, “Yaitu melaksanakan sholat pada waktunya, barangsiapa meninggalkan sholat maka sama dengan tidak beragama. Sholat adalah tiang agama”
(Diriwayatkan oleh Imam Baihaqi)

Allah telah menentukan waktu-waktu sholat dan sholat-sholat ini merupakan suatu kewajiban bagi umat Islam sebagaimana dalam firman Allah

“Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”
(QS. An-Nisa ayat 103)

Mengetahui waktunya sholat termasuk dalam syarat sahnya sholat. Sholat adalah salah satu ibadah yang ada batasan waktunya, batas awal dan akhirnya.

Definisi waktu sholat dalam pengertian hisab adalah awal masuknya waktu sholat. Waktu sholat ditentukan berdasarkan posisi matahari diukur dari suatu tempat di muka bumi. Menghitung waktu sholat pada hakikatnya adalah menghitung posisi matahari sesuai dengan kriteria yang ditentukan

Dalam hal ini terdapat firman Allah dalam Al-Qur’an di antaranya :

Apakah kamu tidak memperhatikan  (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang; dan kalau Dia menghendaki niscaya Dia menjadikan tetap bayang-bayang itu, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu.
(QS. Al-Furqon ayat 45)

Waktu-waktu sholat fardu atau wajib yang  disebutkan dalam Al-Qur-an antara lain adalah

Dan dirikanlah sholat pada kedua tepi siang dan pada bahagian permulaan malam
(QS. Hud ayat 114)

Dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula sholat) subuh. Sesungguhnya sholat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)
(QS. Al-Isra’ ayat 78)

Untuk mengetahui masuknya waktu sholat, Allah telah mengutus malaikat Jibril untuk memberikan arahan kepada Rasulullah SAW tentang waktu-waktu sholat dengan acuan matahari dan fenomena cahaya langit yang berasal dari pancaran sinar matahari itu sendiri. Petunjuk awal untuk mengetahui masuknya awal waktu sholat adalah dengan melihat Matahari

Berikut ini hadis yang secara rinci dan detil menjelaskan waktu-waktu sholat

Dari Jabir bin Abdillah, Bahwasanya Jibril datang kepada Nabi SAW, lalu berkata kepadanya : Bangunlah dan bersholatlah, maka Nabi pun melaksanakan sholat Zhuhur pada saat matahari tergelincir. Kemudian datang pula Jibril kepada Nabi pada waktu Ashar, lalu berkata : bangunlah dan bersholatlah, maka Nabi melakukan sholat Ashar pada saat bayangan matahari sama dengan panjang bendanya. Kemudian Jibril datang pula kepada Nabi pada waktu Maghrib, lalu berkata : Bangunlah dan bersholatlah, maka Nabi melakukan sholat Maghrib, pada saat matahari telah terbenam. Kemudian Jibril datang lagi pada waktu Isya serta berkata : bangunlah dan bersholatlah, maka Nabi melakukan sholat Isya, pada saat mega merah telah hilang. Kemudian datang pula Jibril pada waktu subuh, lalu berkata : Bangunlah dan bersholatlah, maka Nabi melakukan sholat subuh pada saat fajar shadiq telah terbit. Pada keesokan harinya Jibril datang lagi untuk waktu Zhuhur, Jibril berkata : bangunlah dan bersholatlah, maka Nabi melakukan sholat Zhuhur pada saat bayangan matahari yang berdiri telah menjadi panjang. Kemudian Jibril datang lagi pada waktu Ashar pada saat bayangan matahari dua kali sepanjang  dirinya. Kemudian datang lagi Jibril pada waktu Maghrib pada saat waktu beliau datang kemarin juga. Kemudian datang lagi Jibril pada waktu Isya, di ketika telah berlalu separuh malam, atau sepertiga malam, maka Nabi pun melakukan sholat Isya. Kemudian datang lagi Jibril di waktu telah terbit fajar shadiq, lalu berkata : Bangunlah dan bersholatlah subuh, sesudah itu Jibril berkata : Waktu-waktu di antara kedua waktu ini, itulah waktu sholat

Demikianlah hadis yang menjelaskan waktu-waktu sholat

Untuk memudahkan kita dalam mengetahui awal masuknya waktu sholat kita bisa menggunakan perhitungan hisab, sehingga tidak harus melihat matahari setiap kali kita akan melaksanakan sholat. Kita juga harus mengetahui kriterie-kriteria masuknya waktu sholat yang telah ditetapkan oleh Allah SWT

Berikut ini adalah waktu sholat fardu dari batas waktu hingga berakhirnya waktu

Waktu sholat zhuhur

Batas awal waktu

Batas awal waktu sholat zhuhur dimulai sejak matahari tepat berada di kepala namun sudah mulai agak condong ke arah barat. Istilah yang digunakan dalam terjemahan bahasa Indonesia adalah ‘tergelincirnya matahari‘, sebagai terjemahan bebas dari kata zawalus syamsi.

Tergelincir matahari agak membingungkan ya pemirsa. Kok matahari tergelincir? Tapi dalam hal ini bukan seperti kita tergelincir misalnya.

Zawalus syamsi adalah waktu dimana posisi matahari ada di atas kepala kita, namun sedikit sudah mulai bergerak ke arah barat. Jadi tidak tepat di atas kepala

Batas akhir waktu

Waktu sholat zhuhur berakhir ketika panjang bayangan suatu benda menjadi sama dengan panjang benda itu sendiri. Misalnya dengan menancapkan kayu yang tingginya satu meter di bawah sinar matahri pada permukaan tanah yang rata

Bayangan kayu semakin lama akan semakin panjang seiring dengan semakin bergeraknya matahari ke arah barat. Ketika panjang bayangannya mencapai satu meter, maka saat itulah waktu zhuhur berakhir dan memasuki waktu sholat Ashar

Waktu sholat Ashar

Masuknya waktu Ashar

Waktu sholat Ashar dimulai sejak panjang bayangan suatu benda menjadi sama panjangnya dengan panjang benda itu sendiri.

Terkecuali pendapat Imam Abu Hanifah, bahwa masuknya waktu Ashar ialah ketika panjang bayangan suatu benda dua kali panjang bendanya

Dalam perhitungan waktu Ashar panjang bayangan waktu Zhuhur yang merupakan panjang bayangan minimum juga perlu diperhitungkan, karena suatu saat mungkin panjang bayangan saat zhuhur itu lebih panjang dari tinggi benda itu sendiri. Seperti di daerah Madinah pada lintangnya 24°28′ pada akhir bulan Desember deklinasi matahari 23°. Sehingga waktu Ashar adalah ketika panjang bayangan sebuah benda sama dengan panjang benda tersebut ditambah panajng bayangan waktu zhuhur

Selesainya waktu Ashar

Ada beberapa pendapat di tengah para ulama mengenai selesainya waktu Ashar ini

Jumhur ulama mengatakan bahwa selesainya waktu sholat Ashar adalah ketika matahari tenggelam di ufuk barat. Dalilnya adalah hadis berikut

Dari Abu Hurairahradhyallahuanhu berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda
‘Dan orang yang mendapatkan satu rakaat sholat Ashar sebelum matahari terbenam, maka dia termasuk mendapatkan aholat Ashar‘
(HR. Muttafaq ‘alaihi)

Namun dalam satu pendapat lemah yang dikemukakan oleh istikhari (w. 346 H) sebagaimana dikutipkan oleh An-Nawawi, bahwa waktu Ashar habis bila panjang bayangan benda telah mencapai dua kali panjang benda tersebut

An-Nawawi menyebutkan ada empat waktu Ashar yaitu
– Waktu fadhilah yaitu sholat di awal waktu Ashar
– Waktu ikhtiyar : ketika panjang bayangan dua kali dari panjangnya
– Waktu jawaz bila karahah : ketika langit mulai nampak menguning (ishfirar)
– Waktu karahah : ketika hampir terbenam matahari

Jumhur ulama mengatakan bahwa dimakruhkan melakukan sholat Ashar ketika matahari sudah mulai menguning yang menandakan sebentar lagi matahari akan terbenam. Karena ada hadis Nabi yang menyebutkan bahwa sholat di waktu tersenut adalah sholatnya orang munafik

Dari Anas bin Malik radhiyallahuanhu berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda,“.. itu adalah sholatnya orang munafik yang duduk menghadap matahari hingga saat matahari berada di antara dua tanduk setan, dia berdiri dan membungkuk 4 kali, tidak menyebut nama Allah kecuali sedikit.“
(HR. Muslim)

Bahkan ada hadis yang menyebutkan bahwa waktu Ashar sudah berakhir sebelum matahari terbenam, yaitu pada saat sinar matahari mulai menguning di ufuk barat sebelum tenggelam, sebagaimana hadis berikut

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah bersabda,“Dan waktu sholat Ashar sebelum matahari menguning“.

Waktu sholat Maghrib

Waktu sholat Maghrib dimulai sejak terbenamnya matahari. Terbenamnya matahari adalah sejak hilangnya semua bulatan matahari ditelan bumi dan berakhir hingga hilangnya syafaq (mega merah). Dalilnya adalah hadis berikut

Dari Abdullah bin Amar radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW bersabda,“Waktu Maghrib sampai hilangnya shafaq (mega)
(HR. Muslim)

Istilah ’syafaq‘ menurut para ulama seperti Al-Hanabilah dan As-Syafi’iyah adalah mega yang berwarna kemerahan setelah terbenamnya matahari di ufuk barat

Berakhirnya waktu Maghrib

Waktu Maghrib berakhir ketika mega merah menghilang

Waktu sholat Isya

Waktu sholat Isya dimulai sejak berakhirnya waktu maghrib dan terus berlangsung sepanjang malam hingga dini hari ketika fajar shadiq terbit

Waktu sholat Subuh

Waktu sholat Subuh dimulai sejak terbitnya fajar shadiq hingga terbitnya matahari

Dari Abdullah bin ‚‘Amr, Rasulullah SAW berkata,“ Waktu sholat Subuh adalah mulai terbit fajar (shodiq)”.
(HR. Muslim no.612)

Bir cevap yazın