Pertanyaan klasik dan fakta salju musim dingin, dari bisa dimakan hingga bentuk salju

239 Views

Musim dingin di belahan bumi utara Eropa identik dengan salju. Meski setiap tahun datang menghampiri termasuk di tempat kita tinggal di Austria, ane sebagai emak-emak tropis tiada bosan padanya

Banyak yang awalnya bikin penasaran terjawab sudah. Maklum ya ane kan berasal dari bumi khatulistiwa yang ga pernah mengalami hujan salju.. sedikit banyaknya udik masih terbilang normal ya😊

Pemirsa awalnya penasaran juga? Atau sudah mengetahui dan malah tinggal di belahan bumi utara sejak lahir? 😊

Pertanyaan klasik yang sering ditanyakan biasanya adalah apakah salju itu bisa dimakan, seumpama es serut dikasih sirup marjan 😊Bagaimana bentuk salju sesungguhnya.. halus mulus selembut kapas atau seperti es freezer. Berapa jam beda waktu Eropa dan Indonesia di musim dingin hingga mengapa bisa terjadi salju di Eropa 😊

Selain pertanyaan klasik, sejumlah fakta mengenai salju juga menarik perhatian

Dari fisiknya sendiri yang halus lembut, ternyata salju sebenarnya ga berwarna putih 😊 Salju juga memiliki bentuk kristal yang indah tergantung seberapa lama salju di langit hingga saat turun ke bumi

Berbicara mengenai salju memang ga ada matinya ya pemirsa. Salju yang turun ke bumi memberi banyak manfaat ga hanya untuk kita umat manusia juga tanaman dan hewan. Meski demikian jika terlampau banyak turun salju hingga sangat dahsyat, saljupun bisa berubah menjadi hal yang mengerikan seperti adanya badai salju dan terisolirnya suatu area.

Untuk lebih dalamnya, yuk pemirsa mari kita eksplor bersama-sama salju ini

Salju yang halus lembut

Salju yang baru turun ke bumi biasanya merupakan serpihan yang halus lembut seperti kapas. Saat kita sentuh, salju segera berubah wujud menjadi cair tak berwarna karena suhu jemari kita yang hangat

Bentuk salju

Tahukah pemirsa salju yang secara kasat mata dan yang kita sentuh itu memiliki beragam bentuk? Bentuk yang paling sederhana dan dapat dilihat dengan mata telanjang adalah dendrit, bentuk kristal salju seperti bintang atau pohon pinus 😊

Semua partikel salju memiliki 6 sisi yang sama besar

Bentuk salju ada beragam, dari dendrit, kolom hingga jarum, namun semua partikel salju memiliki 6 sisi yang sama besar

Salju bisa dimakan/dicicip

Salju yang turun ke bumi bisa dimakan ya pemirsa.. tapi bukan bergelas-gelas lho.. Cukup dicicip aja.. atau batas toleransinya segelas untuk es serut marjan 😊 Tapi dengan syarat, salju yang digunakan adalah salju yang baru turun dari langit, bukan salju yang sudah menumpuk apalagi yang sudah berhari-hari teronggok pasrah 😊Kemudian area sekitar salju turun bersih dan bebas polusi. Kalo berada di pusat kota apalagi area industri.. jangan ya pemirsa 😊

Area turun salju

Salju umumnya turun di musim dingin di belahan bumi utara seperti di Eropa dan belahan bumi selatan seperti Australia. Salju juga biasa turun di area yang berada di ketinggian seperti 2000 meter di atas permukaan laut. Salju yang turun ke bumi berasal dari langit yang dingin dan tetap berupa salju jika turun di bumi dengan suhu tidak lebih dari 5°C

Beda waktu Eropa dan Indonesia

Kalo musim dingin bersalju begini, berapa beda waktu kita dengan tanah air tercinta ya? Apa sama seperti musim panas? Ternyata tidak sama ya pemirsa. Saat musim dingin, kita menggunakan sistem Daylight Saving Time

Beda waktu Eropa dan Indonesia bagian barat (WIB) selama musim dingin menjadi 6 jam, WITA 7 jam dan WIT 8 jam

Salju tidaklah berwarna putih

Salju yang turun dan menumpuk terlihat seperti benda yang putih bersih. Tapi apakah benar berwarna putih? Salju itu sendiri awalnya berasal dari air yang tidak memiliki warna alias transparan. Yang membuat salju terlihat putih adalah cahaya yang terpantul di permukaannya

Tumpukan salju bisa memadat dan menjadi es

Salju yang halus lembut bisa juga mengeras lho.. Seperti hati insan yang patah terluka ya

Nah kalo keadaannya sudah seperti ini, memadat dan menjadi es, permukaannya akan sangat licin. Itulah sebabnya area biasa diinjak dan dilalui seperti jalan dan jalan raya harus segera dibersihkan saljunya agar tidak membahayakan pengguna jalan dan kendaraan. Selain membersihkan salju, untuk menurunkan titik beku salju agar segera mencair biasanya pada permukaan ditabur garam

Salju menyelimuti 12% luas permukaan bumi

Permukaan bumi yang tertutup salju paling tidak sebesar 12% dari luas keseluruhan lho.. yang setara dengan 21 juta km². Wow..

Dengan adanya salju ini, ikut menyumbang cadangan air segar yang dimiliki bumi yang sebagian beku menjadi es

Demikianlah pemirsa edisi kali ini seputar salju, dari pertanyaan klasik yang biasa diajukan hingga beragam faktanya. Semoga bermanfaat

Sampai jumpa lagi

Bir cevap yazın