Beet/Bit, kandungan nutrisi, manfaatnya dari kuliner hingga kesehatan

1.128 Views

Bagi ane, beet7bit adalah sesuatu ‘banget‘ di Austria. Maklum ya pemirsa ane adalah emak-emak rumah tangga yang berasal dari negara tropis di suatu pulau yang ga besar-besar amat, yang sayurannya standar 😊 Bit tidak pernah ane temui di kampung ane, jadi harap dimengerti kalo bit bukanlah sayuran terkenal yang ada dimama-mana segala penjuru tanah air, kecuali di pulau Jawa ya yang serba ada 😊

Apakah di tempat pemirsa banyak bit? Atau malah baru kenal sekarang?

Dulunya, ane tahunya bit itu berwarna merah menyala. Persis seperti pikiran ane saat ane membelinya dengan umbi yang berkulit merah merona cerah. Eh ternyata isinya berwarna putih, sama sekali tidak ada merah-merahnya. Rasanya juga khas, sedkit pedas dan getir Ane jadi curiga ini bit atau bukan ya..

Belakangan ane tau itu adalah Cherry Belle, sejenis lobak. Bit juga mirip seperti kohlrabi, apalagi kalo didekatkan berdampingan 😊atau bengkuang kalo di tanah air. Mereka mirip meski ga sama 😊 Mereka mirip karena sama-sama sayuran berumbi

Semua memiliki kekhasan tersendiri, dari bit hingga sejawatnya lobak dan kohlrabi

Nah yang serunya, etelah ditelusuri bit ternyata masih bersaudara sama bayam lho.. meski akar bayam ga menggembung dan membentuk umbi. Tapi daun bit rasanya persis seperti bayam.

Wah.. jadi penasaran nih sama tanaman yang satu ini. Seperti apa sih bit itu? Kenapa warna umbinya merah menyala, apa yang dikandungnya dan khasiatnya ya? Dimanfaatkan apa saja bit ini?

Yuk pemirsa sama-sama kita telursuri luar dalam si bit ini. Dimulai dari klasifikasi ilmiahnya terlebih dahulu ya

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom                             Plantae
Kelas                                     Magnoliopsida
Ordo                                     Caryophyllales
Keluarga                              Amaranthaceae
Genus                                  Beta L
Jenis                                     Beta vulgaris L
Subspesies                         Beta vulgaris subsp. vulgaris
Kelompok kultivar           Conditiva Group

Bit atau buah bit adalah bagian akar tunggang dari tanaman bit. Tanaman secara keseluruhan dan bagian akarnya ini memiliki nama yang sama di Indonesia, yaitu bit. Dalam bahasa Inggris, tumbuhan ini disebut sebagai bit, sedangkan bagian akarnya disebut beetroot

Bit terkait dengan bit gila dan chard. Ini adalah bentuk budidaya dari bit biasa yaitu Beta vulgaris subspe vulgaris

Bit menjadi salah satu dari beberapa varietas Beta vulgaris yang dibudidayakan yang ditanam untuk akar tunggang dan daunnya yang dapat dimakan yang disebut sayuran bit. Mereka diklasifikasikan sebagai B. vulgaris subsp. vulgaris Conditiva Group

Etimologi

Nama bit berasal dari bahasa latin kuno beta, kemungkinan juga berasal dari Celtic. Kemudian menjadi bete dalam bahasa Inggris kuno pada tahun 1400-an. Root ditambahkan karena bagian tanaman yang paling sering dimanfaatkan adalah akarnya

Sejarah

Bit dibudidayakan di Timur Tengah kuno, terutama untuk sayurannya dan ditanam oleh orang Mesir Kuno, Yunani dan Romawi. Pada era Romawi, diyakini bit dibudidayakan untuk akarnya juga

Bit datang ke Eropa Tengah bersama orang Romawi. Bit yang dibudidayakan ini berasal dari daerah Mediterania, mungkin juga dari Afrika Utara, yang berasal dari bit liar yaitu sea chard, Beta vulgaris subsp. Maritima. Sedangkan warna merah seragam bit merupakan hasil proses lebih lanjut pada abad ke-19 dan ke-20

Sejak abad Pertengahan, bit digunakan sebagai pengobatan untuk berbagai kondisi, terutama penyakit yang berkaitan dengan pencernaan dan darah

Bertolomeo Platina merekomendasikan mengkonsumsi bit dengan bawang putih untuk meniadakan efek ‘nafas bawang putih‘

Selama pertengahan abad ke-19, anggur seringkali diwarnai dengan jus bit

Deskripsi

Karakteristik

Vegetatif

Bit adalah tanaman herba dua tahunan. Pada tahun pertama terbentuk bit dan roset daun. Lobak berdaging ini sebagian besar merupakan hasil penebalan hipokotil, yaitu bagian sumbu batang di bawah kotiledon. Itulah sebabnya sebagian besar bit menonjol di atas permukaan tanah di lapangan

Bit memiliki berbagai bentuk, kebanyakan bulat hingga berbentuk seperti buah pir, beratnya mencapai hingga 600 g. Wow..

Bit memiliki cangkang tipis dan di bawahnya ada daging renyah berair dengan rasa yang harum

Selain bit yang terkenal akan daging ungu merahnya, ada juga varietas yang tidak berwarna (bit putih), kuning muda (bit kuning atau bit emas). Kecuali dinyatakan lain, daging bit adalah ungu merah 🙂

Daun duduk di roset langsung pada umbinya. Memanjang telur sekitar 15-30 cm panjangnya, memiliki tangkai yang panjang dan tepi melengkung sedikit

Generatif

Pada tahun kedua batang setinggi 1,5 m dengan bentuk perbungaan. Bunga hermafrodit berlipat 5 berdiri sendiri-sendiri, berpasangan atau bersama-sama dalam lingkaran dan berwarna hijau atau hijau kemerahan

Kultivar

Bit memiliki beberapa kultivar. Berikut beberapa kultivar bit yang umum tersedia diantaranya

Action, memperoleh RHS’s Award of Garden Merit pada tahun 1993

Albino, pusaka (akar putih)

Alto, RUPS, 2005

Bertollo, RUPST, 2016

Boltardy, RUPS, 1993

Bona, RUPST, 2016

Boro, RUPST, 2005

Cheltenham Green Top, RUPST, 1993

Chioggia, pusaka (akar zona merah dan putih yang berbeda)

Budidaya

Bit ditanam di banyak negara dengan iklim sedang. Bit merupakan sayuran musim dingin klasik di Jerman

Menabur dapat berlangsung dari pertengahan April hingga awal Juli

Bit dari berbagai kultivar umumnya memerlukan waktu 55 hari hingga 65 hari dari perkecambahan hingga panen akar. Biasanya mulai sekitar Juli/Agustus. Panen bisa berlanjut sesaat sebelum permulaan embun beku pertama

Semua kultivar bisa dipanen lebih awal untuk digunakan sebagai sayuran hijau. Kecuali disebutkan lain, warna akar adalah corak merah dan merah tua dengan derajat zonasi berbeda yang terlihat pada irisan

Bit yang berwarna kuning ditanam dalam skala yang sangat kecil untuk konsumsi rumah tangga

Setelah dipanen, bit dapat disimpan tanpa embun beku selama beberapa waktu, misalnya dalam  tumpukan

Kandungan nutrisi

Bit, mentah

Nilai gizi per 100 g (3,5 oz)

Energi                   180 kJ (43 kkal)

Karohidrat          9,56 g
Gula                      6,75 g
Serat makanan 2,8 g

Lemak 9,17 g

Protein 1,61 g

Vitamin                                Kuantitas            %DV

Setara vitamin A.             2 mikrogram      0%
beta karoten                     20 mikrogram   0%
Tiamin (B1)                        0,031 mg             3%
Riboflavin (B2)                  0,04 mg               3%
Niasin (B3)                          0,334 mg             2%
Asam pantotenat (B5)   0,155 mg             3%
Vitamin B6                          0,067 mg             5%
Folat (B9)                            109 mikrogram 27%
Vitamin C                            4,9 mg                  6%

Mineral                                Kuantitas            %DV

Kalsium                                  16 mg                   2%
Besi                                       0,8 mg                  6%
Magnesium                       23 mg                   6%
Mangan                               0,329 mg             16%
Fosfor                                  40 mg                   6%
Kalium                                  325 mg                7%
Sodium                                78 mg                   5%
Seng                                     0,35 mg               4%

Konsituen lainnya            Kuantitas
Air                                          87,58 g

Sumber: USDA FoodData Central

Selain kandungan nutrisi, bit juga diketahui mengandung beberapa zat seperti pewarna alami merah mencolok, asam adipat dan asam oksalat. Bit juga mengandung nitrat dalam jumlah besar, yang jika disimpan tidak benar berubah menjadi nitrit

Asam adipat kimiawi jarang ditemukan di alam, tetapi terjadi secara alami di akar bit

Bit kaya akan kandungan antioksidan yang baik untuk tubuh

Warna merah mencolok ini disebabkan oleh tingginya konsentrasi glikosida betanin dan kelompok betalain atau betasianin/pigmen warna. Dulunya, bit juga digunakan sebagai tanaman pewarna. Betanin digunakan sebagai pewarna makanan alami dengan kode E162, tetapi tidak terlalu tahan panas

Dengan kandungan nutrisi dan zat-zat berkhasiat lainnya, bit menjadi salah satu buah dan sayuran yang banyak dimanfaatkan oleh manusia. Yuk kita cek bersama-sama kegunaan bit ini

Kegunaan

Bit digunakan sebagai bahan pangan dalam dunia kuliner, dari buahnya atau akarnya hingga daunnya. Selain makanan, bit juga sering dijadikan minuman terutama jus., sebagai zat aditif seperti pewarna makanan hingga produk cemilan

Tidak hanya dalam skala rumahan, bit pun merambah ke skala komersial dan industri

Banyak produk bit dibuat dari varietas Beta vulgaris lainnya juga, terutama bit gula

Buah bit juga digunakan sebagai tanaman obat. Bit ketahui memiliki banyak manfaat untuk tubuh manusia, untuk meningkatkan stamina hingga manfaat kesehatan lainnya

Kuliner

Makanan

Biasanya akar bit ungu tua dimakan mentah, atau dengan direbus terlebih dahulu atau dipanggang, baik sendiri atau dikombinasikan dengan sayuran salad.

Bit bisa direbus atau dikukus, dikupas kemudian dimakan hangat seperti umumnya ubi. Untuk menambah lezat, bit bisa dimakan dengan mentega. Bit dimasak, diasinkan lalu dimakan sebagai bumbu, atau dikupas, diparut mentah lalu dimakan sebagai salad. Bit juga sering di acar. Acar bit adalah makanan tradisional di banyak negara

Sebagian besar produksi komersial bit diolah menjadi bit rebus dan disterilkan atau menjadi acar

Seperti di Austria, bit tersedia dalam bentuk yang sudah dipasteurisasi dan siap makan. Rasanya enak, kenyal lembut seperti puding. Kadang tanpa rasa, tapi seringkali berasa manis segar. Awalnya ane ga suka makannya karena aneh aja, baik bentuk dan warnanya 🙂 Tapi setelah dibelah terlihat penampang cantiknya, kemudian dicoba kok enak ya 🙂

Di Jerman Utara, bit dihaluskan dnegan Labskaus (kuliner khas dengan bahan utama daging asin atau kornet, kentang dan bawang bombay), atau ditambahkan sebagai tatanan sampingnya

Di Eropa Timur, biasanya dibuat sup bit seperti borscht

Dalam masakan India, bit yang dipotong, dimasak kemudian dibumbu sebagai lauk yang umum

Hidangan tradisional Pennsylvania Belanda adalah acar telur bit. Telur rebus didinginkan dalam cairan yang tersisa dari acar bit dan dibiarkan direndam sampai telur berubah warna menjadi merah jambu-merah tua

Di Polandia dan Ukraina, bit dikombinasikan dengan lobak untuk membentuk cwikkia atau burachky, yang secara tradisional digunakan dengan daging dan sandwich, tetapi sering juga ditambahkan ke makanan ynag terdiri dari daging dan kentang

Di Serbia, cvekia digunakan sebagai salad musim dingin, dibumbui dnegan garam dan cuka, dengan hidangan daging. Sebagai tambahan untuk lobak, digunakan bumbu chrain untuk menghasilkan warna merah

Dalam hamburger Australia, sepotong acar bit dipadukan dnegan nanas panggang, bawang yang dimasak, telur goreng di atas patty daging sapi

Hidangan umum di Swedia dan di negara-negara Nordik adalah Biff a la Lindström, varian bakso atau burger, dengan bit cincang/parut ditambahkan ke daging cincang

Kalo kita gimana? Kalo ane dan suami, bit siap jadi yang kita beli cukup diiris dan berdampingan dengan sayuran lainnya sebagai teman makan utama, makan siang atau makan malam

Bagian bit ynag hijau dan berdaun juga bisa dimakan. Daun mentah dapat ditambahakan mentah ke salad, sedangkan daun dewasa paling sering disajikan dengan direbus atau dikukus. Nah kalo yang terakhir ini memiliki rasa dan tekstur mirip bayam. namanya juga masih sodara ya 🙂

Minuman

Akar bit juga bisa dijus menciptakan warna merah ungu yang cantik

Pada skala komersial, bit dijadikan minuman sehat bersama buah merah lainnya seperti raspberry dan apel dengan kulitnya yang merah gelap

Pembentukan nitrosamin dalam jus bit dapat dicegah dengan menambahkan asam askorbat

Pewarna makanan

Betanin, diperoleh dari akarnya, digunakan secara industri sebagai pewarna makanan merah. Digunakan juga untuk memperbaiki warna dan rasa pasta tomat, saus, makanan penutup, selai dan jeli, es krim, permen dan sereal sarapan, di antara aplikasi lainnya

Kesehatan

Menjaga tekanan darah

Bit kaya akan kandungan kalium yang baik untuk menjada tekanan darah tetap stabil. Begitu juga nitrat, yang di dalam tubuh berubah menjadi nitrit oksida yang berperan dalam penurunan tekanan darah, Pada penelitian terdapat bukti bahwa jus bit mampu menurunkan tekanan darah, meski sedkit

Menjaga kesehatan jantung

Dengan stabilnya tekanan darah, berefek juga pada kesehatan jantung. Pigmen merah betasianin dan antioksidan yang terkandung dalam bit juga bisa mengurangi peradangan yang terkait dengan penyakit jantung

Meningkatkan stamina

Bit diketahui mengandung sejumlah vitamin, mineral, antioksidan hingga air yang baik dalam meningkatkan kebugaran dan stamina tetap terjaga

Menjaga kesehatan pencernaan

Bit kaya akan serat, vitamin dan mineral serta antioksidan yang baik untuk kinerja sistem pencernaan, hingga baik untuk kesehatan pencernaan

Mencegah anemia

Sejak jaman dahulu bit dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional yang terkait dengan darah. Bisa dimaklumi ya pemirsa karena bit memnag mengandung vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh terkait dengan darah, termasuk mengatasi kekurangan darah atau anemia

Keamanan

Senyawa warna merah betanin tidak terurai di dalam tubuh. Jadi jangan heran setelah mengkonsumsinya, dalam konsentrasi yang lebih tinggi zat warna merah ini dapat menyebabkan urin atau feses berwarna kemerahan, dalam kasus urin kondisi yang disebut beeturia. Jangan kuatir, ini sama sekali tidak berbahaya dan bersifat sementara. Hanya ga enak aja dilihat ya.. karena efek ini dapat menyebabkan perhatian awal karena kemiripan visual dengan apa yang tampak seperti darah di tinja, hematochezia (darah yang melewati anus, biasanya di atau dengan tinja) atau hematuria (darah dalam urin)

Perhatian untuk orang yang rentan terhadap pembentukan batu ginjal (batu kalsium oksalat), misalnya pada penderita penyakit Crohn, hanya boleh makan bit dalam jumlah sedang. Ini karena bit kaya  akan asam oksalat

Nah demikianlah pemirsa edisi kali ini mengenai bit, dari kandungan nutrisnya hingga manfaatnya dalam dunia kuliner dan kesehatan

Semoga bermanfaat

Bir cevap yazın