Teh Darjeeling, teh hitam ‘champagne’nya teh

1.279 Views

Teh hitam atau Black tea adalah teh yang berasal dari tanaman teh Camelia sinenis seperti juga teh putih, teh hijau dan teh oolong. Hanya teh hitam mengalami proses pengolahan di antaranya oksidasinya yang lebih lama, sehingga diyaikini memiliki kafein yang lebih banyak dan rasa yang lebih kuat dibanding teh lainnya dari tanaman yang sama

Teh hitam yang terkenal antara lain berasal dari negara Asia Timur seperti Cina, Korea, Taiwan dan Asia Selatan seperti India yaitu Darjeeling dan Srilanka yaitu Ceylon serta Eurasia yaitu Turki dengan teh Rizenya

Salah satu teh hitam yang menarik perhatian ane adalah Darjeeling. Teh ini terkenal tidak hanya di negara asalnya India, tetapi telah menyebar ke seluruh dunia

Di dunia barat yaitu Eropa, teh hitam Darjeeling dikenal dengan baik. Bahkan di Austria, teh hitam dengan nama yang berasal dari distrik Darjeeling ini tidak asing lagi, dijaja mulai dari supermarket hingga cafe teh di pusat kota. Kalo kita nginap di hotel pun, teh ini juga ga luput tersedia sebagai minuman terbaik

Kenapa teh ini cukup punya nama di negara bule ya.. kenapa ga merk teh dari tanah air tercinta Indonesia aja seperti teh Puncak dari Perkebunan teh Puncak atau teh Dempo dari Perkebunan gunung Dempo? 😊

Ternyata ada kisah kasih eh sejarahnya ya pemirsa. Ini ga lepas dari penjajah yang menguasai India saat itu dan kampanye cantik akan kehebatan dan kenikmatan teh ini

Teh ini berkualitas tinggi sehingga mendapat julukan ’The Champagne of Teas‘ (sampanye-nya teh). Sampai-sampai rasanya diklaim seperti rasa sampanye. Hhmm.. benarkah? Sampanya adalah minuman anggur bersoda yang dibuat dari anggur tertentu di daerah Champagne, Perancis. Ga bisa sembarang orang melabel champagne ala Perancis ini, apalagi hanya teh. Tapi nyatanya teh ini bisa ya.. nah itu ga lepas dari kualitasnya yang tinggi

Kenapa teh ini berkualitas tinggi? Dari bibitnyakah.. atau tanah atau suhu atau apa?

Mengenai rasanya, menurut ane seperti rasa teh yang pekat. Kalo ane jangan ga penasaran nyicip sedkit karena menemani suami sarapan dengan minumnya teh ini selain air putih.

Eh, teh ini pun ga sengaja suami beli di supermarket lho. Saat itu suami mau cari teh yang beda dari sebelumnya, karena banyak pilihan dan mungkin juga kurang mengenal beragam jenis teh, maka secara acak dipilihlah teh  Darjeeling ini

Istrinya yang punya jiwa kepo turut mencari tau teh ini, dari jenisnya yang masuk kategori teh hitam hingga julukannya sampanye 🙂 Untuk lebih menghayati, teh hitam ini pun turut ane cicip, meski ane bukanlah peninum teh 🙂

Sempat heran awalnya teh hitam kok ga hitam warnanya ya melainkan cerah ceria berwarna merah menyala atau khas warna teh yang pekat, bukannya hitam seperti namanya 😀

Rasanya sedikit pahit, maka untuk menambah rasa boleh ditambah gula barang sesendoh dua sendok teh 🙂

ok lanjut lagi ya..

Pemirsa kenal dengan teh Darjeeling.. atau penikmat teh hitam ini?

Yang penasaran pengen lebih jauh seperti ane, kita kenalan yuk dengan teh ini 🙂

Teh Darjeeling

Seperti telah disebutkan di atas, teh Darjeeling adalah teh hitam yang dibuat dari daun teh Camelia sinensis yang berasal dari perkebunan teh di daerah Darjeeling, Benggala Barat, India.

Air seduhan teh Darjeeling berwarna terang dengan aroma yang lebih harum dibandingkan dengan jenis teh hitam lain. Biasanya teh ini sering diminum begitu saja tanpa tambahan gula atau susu

Perbedaan suhu udara antara panas dan dingin yang tajam di daerah pegunungan tinggi Darjeeling menghasilkan teh dengan aroma yang sangat harum. Teh Darjeeling terbaik dan termahal disebut penikmat teh sebagai ’muscatel‘ karena aroma wangi yang’manis‘ seperti anggur muskat. Teh seperti ini sangat disukai di Inggris dan negara-negara bekas koloni Inggris

Itu sebabnya ya.. kenapa teh ini dijuluki sampanyanya teh.. karena aroma wangi yang manis seperti anggur muskat 🙂 Itu sebabnya juga ya.. kenapa teh ini berkualitas tinggi, karena ditanam di daerah pegunungan Darjeeling dengan perbedaan suhu udara antara panas dan dingin yang tajam

Sejarah

Camelia sinensis yang merupakan tanaman teh pertama kali ditanam di daerah Darjeeling pada tahun 1841 oleh Archibald Campbell yang bekerja sama untuk East India Company di daerah yang tertutup hutan dan jarang penduduknya untuk mengembangkan stasiun bukit untuk digunakan oleh Inggris yang ditempatkan di Kalkuta

Pada saat itu, Inggris sedang mencari sumber luar teh Cina dan akhirnya ditemukan di kedua daerah dari tanaman yang tumbuh di padang gurun dari Assam dan diselundupkan benih dan penanaman keluar dari Cina

Camelia sinensis tumbuh subur di kedua daerah ini dan menghasilkan teh berkualitas tinggi

Dari pelanggan teh terbesar di India, Inggris kemudian digantikan oleh Uni Soviet pada tahun 1973. Metode produksi kembali bergesr pada tahun 1990-an ketika Eropa Barat dan Jepang menggantikan Uni Soviet yang runtuh ketika pelanggan utama Darjeeling dan manajer taman baru menerapkan prinsip-prinsip pertanian hayati ke dalam praktik mereka

Dalam upaya membedakan teh Darjeeling, Asosiasi Perkebunan Darjeeling telah didirikan pada tahun 1983 untuk memperomosikan produk di negara lain dan sebuah logo telah dilindungi hak ciptanya, terdiri dari profil samping seorang wanita memgang dua daun dan satu kuncup dan mendaftarkannya di berbagai negara kemudian  setelah memenuhi syarat secara internasional di Sistem Madrid

Pada tahun 2000, Dewan Teh membuat persyaratan perizinan baru untuk eksportir teh Darjeeling, termasuk otentikasi produk dan larangan pencampran, yang memungkinkan mereka mengeluarkan sertifikat asal

Sejak tahun 2004, teh Darjeeling produk pertama India yang menerima perlindungan indikasi geografis yang sah berdasarkan  Perjanjian TRIPS Organisasi Perdagangan Dunia dan pada tahun 2011 diberi status Indikasi Geografis Terproteksi di Uni Eropa

Itu sebabnya, kenapa teh ini begitu mendunia dan dikenal bule Eropa

Musim pemetikan

Pemetikan pertama (First Flush)

Daun teh dipetikpertengahan Maret setelah hujan musim semi, warna air seduhan sangat ternag dengan aroma yang lembut

Pemetikan kedua (Second Flush)

Daun teh dipetik di bulan Juni, air seduhan berwarna kuning sawo dan terasa lebih sepat. Musim pemetikan kedua menghasilkan teh Darjeeling kualitas tertinggi yang dikenal memiliki aroma’muscatel‘

Pemetikan Musim gugur (autumnal Flush)

Daun teh dipetik di musim gugur setelah musim hujan, air seduhan memiliki aroma yang keras dan seringdijadikan teh susu atau milk tea. Mutu lebih rendah dibandingkan dengan teh yang dihasilkan dua musim pemetikan sebelumnya dan harganya lebih murah

Perkebunan teh

Di Darjeeling terdapat banyak sekali perkebunan teh. Masing-masing perkebunan menghasilkan teh dengan rasa dan aroma berbeda. Perkebunan teh Darjeeling ynag paling terkenal seperti Arya, Castleton, Jungpana, Makalbari, Margaret’s Hope dan Risheehat

Demikianlah pemirsa edisi kali ini mengenai teh Darjeeling. sampanyanya teh. Semoga bermanfaat

Sampai jumpa lagi

Bir cevap yazın