Kolonya, Eau de Colognenya Turki dan sejarahnya

178 Views

Turki memiliki banyak cerita. Ga hanya melulu mengenai pemandangan alamnya yang luar biasa indah perpaduan barat dan timur, dari Eropa, Asia, Timur Tengah hingga Afrika, sayuran dan buah-buahannya yang berlimpah ruah, tetapi juga kisah wewangiannya yang melegenda

Wow.. wewangian apakah itu yang membuat seorang Turki belumlah Turki tulen kalo belum mengenal wewangian ini?😊

Wewangian ini sangat pouler di Turki. Bagi mereka yang bukan warga lokal tetapi tinggal di negara yang dipimpin Pak Erdogan ini dipastikan mengenalnya. Bahkan turis mancanegara termasuk kita 😊 Belum ke Turki deh kalo belum kepercik wewangian khas Turki ini

Jadi penasaran ya wewangian apa sih si dia?

Ya.. dialah kolonya. Kolonya telah dikenal ratusan tahun di Turki. Karena telah terpatri di hati pecinta minyak wangi, banyak yang mengira kolonya asli dari negeri köfte ini. Tapi benarkah kolonya asli dari Turki?

Ya memang asli Turki, dari minyak esensialnya hingga campurannya seperti berbagai aroma bunga dan buah, dari bakung dan jeruk bahkan aroma rempah seperti rosemary

Nah tetapi keberadaannya di Turki yang menasbihkannya sebagai minyak wangi imigran 😊 Dalam arti kolonya diadopsi dari kampung kelahirannya di Cologne, Jerman

Jadi kolonya adalah asli Turki tapi asal Jerman. Sama seperti si fulan misalnya asli Padang tapi asal Palembang. Lahir di Padang tapi emak wong Palembang. Nah lho

Kolonya menyebrang ke Turki dan menjadikannya salah satu minyak wangi yang segera populer dan dicintai berbagai kalangan. Bagaimana ceritanya nih? Ternyata ada sejarahnya ya pemirsa

Yuk pemirsa mari kita eksplor bersama-sama

Tapi terlebih dahulu ane urai lagi mengenai kolonya ya.. yang sudah diuraikan secara panjang lebar di edisi khusus Eau de Cologne, sejarahnya dan bedanya dengan Eau de Toilette dkk

Kolonya

Kolonya berasal dari kata Cologne, lengkapnya Eau de Cologne

Eau de Cologne (bahasa Prancis) atau Kölnisch Wasser (bahasa Jerman) artinya air dari cologne atau sederhananya Cologne adalah parfum yang berasal dari Cologne (Köln), Jerman

Cologne awalnya dibuat oleh Johann Maria Farina, seorang imigran Italia dengan nama aslinya Giovanni Maria Farina pada tahun 1709.

Cologne telah menjadi istilah umum untuk formulasi beraroma dengan konsentrasi khas 2-5% dan juga lebih tergantung pada jenis minyak atsiri atau campurannya ekstrak, alkohol dan air. Dalam basis etanol encer 70-90%. Eau de Cologne mengandung campuran minyak jeruk termasuk minyak lemon, jeruk, jeruk keprok, clementine, bergamot, jeruk nipis, grapefruit, jeruk darah dan orange pahit. Cologne juga bisa mengandung minyak neroil, lavender, rosemary, thyme, oregano, petitgrain atau daun jeruk, melati, zaitun, oleaster dan tembakau

Dalam penggunaan bahasa Inggris Amerika kotemporer, istilah ‘cologne‘ telah menjadi istilah umum untuk parfum yang biasanya dipasarkan untuk pria. Ini juga mungkin menandakan versi parfum populer yang kurang terkonsentrasi (hanya sekitar 2- 5%) dan lebih terjangkau

Sejarah Eau de Cologne

Original Eau de Cologne adalah parfum spirit citrus yang diluncurkan di Cologne pada tahun 1709 oleh Giovanni Maria Farina dengan nama Jermannya Johann Maria Farina (1685-1766). Farina adalah seorang Italia pembuat parfum dari Santa Maria Maggiore Valle Vigezzo

Pada tahun 1708, dia menulis kepada saudaranya Jean Baptiste: “Saya telah menemukan wewangian yang mengingatkan saya pada pagi musim semi di Italia, bunga bakung di gunung dan bunga jeruk setelah hujan“. Dia menamai wewangiannya Eau de Cologne untuk menghormati kampung halaman barunya Cologne atau Köln di Jerman

Original Eau de Cologne 4711, dinamai lokasinya di Glockengasse No. 4711. Hal itu jga dikembangkan oleh Wilhelm Mültens dan diproduksi di Cologne setidaknya sejak tahun 1799 dan karena itu mungkin salah satu yang tertua wewangian masih diproduksi di dunia

Eaude Cologne disusun oleh Farina hanya digunakan sebagai parfum dan dikirim ke ‘hampir semua rumah kerajaan di Eropa‘. Kemampuannya untuk menghasilkan keharuman yang terus menerus homogen yang terdiri dari lusinan monoessens dipandang sebagai sensasi pada saat itu. Satu botol aqua mirablis (bahasa latin untuk air ajaib) menghabiskan setengah gaji tahunan pegawai negeri. Wow..

Ketika perdagangan bebas didirikan di Cologne oleh Prancis pada tahun 1797, kesuksesan Eau de Cologne mendorong banyak pengusaha lain untuk menjual wewangian mereka sendiri dengan nama Eau de Cologne. Tapi ga bisa menandingi dalam arti formula cologne milik Giovanni Maria Farina yang telah diproduksi sejak tahun 1709 di seberang Jülichplatz ini tetap dirahasiakan hingga hari ini. Tokonya di Obenmarspforten dibuka pada tahun 1709 dan saat ini menjadi pabrik wewangian tertua di dunia

Pada tahun 1806, Jean Marie Joseph Farina, cucu buyut Giovanni Maria Farina, membuka bisnis wewangian di Paris yang kemudian dijual kepada Roger & Gallet. Perusahaan tersebut sekarang memiliki hak atas Eau de Cologne extra vielle berbeda dengan Original Eau de Cologne dari Cologne

Sejarah Kolonya

Eau de Cologne segera menyebar ke seluruh dunia termasuk Turki. Namanya juga minyak wangi sultan ya.. minyak wangi yang dipakai para bangsawan Eropa, jadi turut mengangkat harkat martabat si Cologne menjadi terkenal dan terdepan., ga hanya dipakai para bangsawan, semua orang juga turut merasakan sensasi wewangian ini 😊

Masuknya cologne ke Turki turut melahirkan terciptanya parfum Turki yang bernama kolonya, yang diadapsi dari nama Cologne, sesuai juga dengan pengejaannya ya 😊

Pada abad ke-19, Eau de Cologne hadir di sepanjang rute perdagangan dari Cologne, Jerman ke Kekaisaran Ottoman/ Kesultanan Utsmaniyah

Ketika Sultan Ottoman yaitu Sultan Abdulhamid II pertama kali menjumpainya, beliau mengadaptasinya dengan memadukan tradisi air mawar dengan pembaharuan wewangian berbasis etanol asing untuk membuat kolonya.

Oh ya, tradisi air mawar memang telah lama ada di Kekaisaran Ottoman untuk membersihkan diri dan menyambut tamu.  Ga hanya Ottoman, orang-orang Persia dan Mesirpun menggunakannya

Tradisi air mawar dimulai pada abad ke-9 di Semenanjung Arab menggunakan bunga mawar yang diambil aromanya untuk tujuan aromatik, kuliner, keindahan, agama dan pengobatan

Pada awal abad ke-20, popularitas kolonya meningkat seiring para ahli kimia yang berdatangan ke Turki. Di Istanbul, seorang ahli kimia muda Prancis bernama Jean Cesar Reboul membuka salah satu apotik pertama di Turki pada tahun 1895. Beliau berkolaborasi dengan muridnya yang bernama Kemal Muderrisoglu dan menciptakan salah satu kolonya distiller Turki paling ikonik di Atelier Rebul

Saat ini, Atelier Rebul masih menjual karya tandatangan mereka, Rebul Lavanda, yang awalnya dibuat dengan menggunakan lavender yang ditanam di kebun Reboul

Kolonya bermerk Atelier Rebul ini menjadi salah satu merk kolonya komersial tertua dan paling terkenal di Turki dengan CEO Rebul Holding cucu Pak Kemal yaitu Kerim Muderrisoglu.

Pembuatan kolonya awalnya agak sederhana dimana etanol didapatkan dari fermentasi gandum, anggur atau kentang kemudian dicampur dengan air suling dan aroma alami seperti bunga magnolia, jeruk lemon atau rosemary. Kemudian ramuan ini dibiarkan selama waktu pematangan 3 minggu sebelum dibotolkan

Ga hanya di Istanbul, di pantai Aegean di kota Izmir, ahli kimia termuda kekaisaran Ottoman, Suleymen Ferit Bey, melakukan perjalanan ke Grasse, Prancis pada tahun 1920-an. Beliau ke kota Grasse untuk mempelajari teknik pembuatan parfum Prancis dan kembali ke Turki untuk membuat kolonya terkenal lainnya yang disebut Golden Drop, yang menjadi simbol minyak wangi Izmir 🙂

Dalam waktu yang berdekatan, di Ankara, seorang pengusaha bernama Eyup Sabri Tuncer membuat kolonya menggunakan lemon dari kota pesisir Cesme, yang telah menjadi salah satu koloni penghasil kolonya, yang paling terkenal di seluruh Turki saat ini

Kolonya lalu dikemas dalam botol-botol unik, mewah dan elegan. Merk kolonya biasanya diambil dari nama pembuatnya pertama kali dan dijual sebagai bisnis keluarga

Nah demikianlah pemirsa kisah kolonya, Eau de Colognenya Turki beserta sejarahnya. Semoga bermanfaat

Sampai jumpa lagi

Bir cevap yazın