Eau de Cologne, sejarah dan bedanya dengan Eau de Toilette dkk

131 Views

Di antara kita pasti adalah ya setidaknya sekali sumur hidup menggunakan parfum atau minyak wangi atau wewangian. Penggunaannya memiliki banyak makna, dari hanya untuk kesegaran hingga keharuman yang membuat hati nyaman dan tentram

Parfum sudah dikenal sejak zaman dahulu kala hingga kini ga lekang dimakan waktu. Parfum ga identik untuk keharuman tubuh saja, tetapi juga untuk ruangan dan sebagainya

Nah kadangkala kita sering menemukan pada kemasan parfum yang bertuliskan parfum aja, Eau de Parfum, Eau de Cologne hingga Eau de Toilette ya. Itu apa sih artinya? Sama saja hanya beda namanya biar kedengarannya keren atau memiliki makna dan tujuan tertentu? Pemirsa pakai yang mana?

Bagi yang awam, ini jelas sedikit membingungkan atau sebodoh amat yang penting wangi ajah 😀 Tapi kalo ingin mendapat pencerahan dan tambahan wawasan, sah-sah aja mengenal lebih dalam ya..

Hmm.. cukup menarik untuk disimak nih

Kita kenalan yuk ma wewangian ini. Karena parfum induk dari segala wewangian, kita mulai dari parfum terlebih dahulu ya 🙂

Parfum

Parfum adalah sebutan untuk minyak wangi. Parfum merupakan campuran minyak esensial dan senyawa aroma, fiksatif dan pelarut yang digunakam untuk memberikan bau wangi untuk tubuh manusia, obyek atau ruangan. Jadi parfum jarang yang berdiri sendiri, misalkan hanya minyaknya saja

Sejarah parfum

Parfum telah dikenal sejak ribuan tahun lalu.  Kata parfum berasal dari bahasa latin per fume yang artinya’melalui asap’. Sesuai dengan penggunannnya ya..

Salah satu peggunnan parfum tertua berupa pembakaran dupa dan herbal aromatik yang digunakan untuk pelayanan keagamaan. BIasanya yang digunakan adalah aromatik gums, kemenyan dan mur yang dikumpulkan dari pohon Mesir. Ini adalah yang pertama memasukkan parfum ke budaya mereka diikuti oleh Cina kuno. Hindu, Arab, Yunani hingga Romawi

Penggunaan awal dari botol parfum juga adalah di Mesir sekitar 1000 SM. Mesir menemukan gelas dan botol parfum yang menjadikannya salah satu penggunaan umum pertama untuk kaca

Budaya barat menjadi akrab dengan bahan mentah yang harum dan campurannya dari Timur selama Peang Salib, seperti air lavender. Bahkan sampai akhir abad ke-8 air lavender dan Caharlemagne memiliki aturan yang mengatur penanaman tanaman aromatik untuk digunakan untuk pengobatan dan kesehatan

Munculnya wewangian juga terkait dengan kedatangan Catherine de Medici (1519-1589) di istana Henry II. Pada tahun 1580, alkemis dan apoteker Fransesco Tombarelli datang ke Grasse (Prancis) dan membuka laboratorium untuk pembuatan wewangian, menjadikan Grasse sebagai pusat start up industri parfum Eropa

Parfum jaman dulu juga menggunakan campuran seperti senyawa aromatik dan air

Pelarut parfum

Minyak wangi perlu diencerkan agar mudah digunakan. Untuk pengenceran minyak wangi diperlukan pelarut

Pelarut yang paling umum digunakan untuk mengencerkan parfum atau minyak wangi ini adalah etanol atau campuran etanol dan air. Minyak parfum dapat diencerkan dengan cara menetralkan bau lemak menggunakan jojoba, minyak kelapa difraksinasi atau lilin

Tujuan pengenceran

Mengapa minyak wangi harus diencerkan dengan pelarut? Ini harus dilakukan dengan beberapa tujuan antara lain
Minyak esensial atau murni baik yang alami ataupun sintesisi mengandung konsentrat tinggi dan komponen volatil yang kemungkinan dapat mengakibatkan reaksi alergi serta kemungkinan cedera ketika digunakan langsung ke kulit atau pakaian
Pelarut juga menguapkan minyak esensial dan membantu minyak aromatik menyebar ke udara

Untuk pengenceran suatu parfum, perlu mengetahui jumlah pelarutnya dan juga tipe pelarut yang tercampur dengan minyak wangi. Jadi ga bisa asal juga ya

Jumlah dan tipe pelarut yang tercampur dengan minyak wangi turut andil menentukan apakah suatu parfum dianggap sebagai ekstrak, parfum, Eau de Parfum, Eau de Cologne atau Eau de Toilette 🙂

Nah ini dia mengapa parfum diklasifikasikan berdasarkan nama-nama tersebut yang kebanyakan berbahasa Prancis, yang pada kenyataannya memang keren namanya ya 🙂

Ok lanjut

Mari kita simak bersama-sama beberapa jenis parfum dnegan istilahnya ini beserta prosentase volume konsentrat dalam minyak parfum

Jenis parfum

Ekstrak parfum

Mengandung 20 -40% sennyawa aromatik

Kandungan minyak esensial dari minyak wangi ini lebih tinggi dari minyak wangi lainnya. Wanginya todak mudah menguap dan biasanya tahan lama hingga 6-7 jam. Oleh karena itu harganya pun lebih mahal dibanding jenis minyak wangi lainnnya

Eau de Parfum

Mengandung 10 -30% sennyawa aromatik

Kandungannya sedikit lebih rendah dibanding ekstrak parfum, tapi jangan kuatir dengan wanginya yang tetap mewangi dengan kisaran waktu sekitar 4- 6 jam

Eau de Toilette

Mengandung 5 -20% sennyawa aromatik

Jangan terkecoh dengan namanya yang menyinggung toilet ya.. Ga ada hubungannya dengan minyak wangi untuk toilet 🙂

Minyak wangi ini memiliki wangi yang ringan yang bertahan untuk beberapa jam.

Eau de Cologne

Mengandung 2 -5% senyawa aromatik

Berbeda dengan minyak wangi lainnya, Eau de Cologne memiliki sejarah tersendiri mengenai nama dan kelahirannya lho. Eau de Cologne juga merupakan nama dan jenis minyak wangi yang populer hingga saat ini. Dari tempat kelahirannya, Eau de Cologne menyebar ke negara lain yang juga ga kalah populernya dan menjadi trade mark tersendiri. Meski demikian Eau de Cologne tak melupakan leluhurnya. Dia tetaplah bagian dari parfum.

Eau de Solid

Mengandung kurang dari 1% senyawa aromatik

Semakin tinggi jumlah persentase senyawa aromatik maka intensitas dan aroma yang tahan lama tercipta. Meski demikian, perfumeries yang berbeda menetapkan jumlah yang berbeda dari minyak untuk masing-masing parfum mereka

Oleh karena itu, meski konsentrasi minyak parfum misalnya pada pengenceran Eau de Parfum (EDP) selalu akan lebih tinggi daripada parfum yang sama dalam bentuk Eau de Toilette (EDT) dalam kisaran yang sama, jumlah yang sebenarnya bisa bervariasi antara masing-masing perfumuries . Sebuah parfum EDT dari sebuah perfumeries mungkin lebih kuat daripada EDP dari perfumeries yang lain

Nah demikianlah beberapa jenis minyak wangi beserta prensentasi konsentratnya atau senyawa aromatiknya

Dari beberapa minyak wangi ini, salah satu yang menarik perhatian ane adalah Eau de Cologne. Bagaimana kisahnya hingga menjadi yang melegenda hingga saat ini?

Yuk kita eksplor bersama-sama 🙂

Eau de Cologne

Eau de Cologne (bahasa Prancis) atau Kölnisch Wasser (bahasa Jerman) artinya air dari cologne atau sederhananya Cologne adalah parfum yang berasal dari Cologne (Köln), Jerman

Cologne awalnya dibuat oleh Johann Maria Farina, seorang imigran Italia dengan nama aslinya Giovanni Maria Farina pada tahun 1709.

Cologne telah menjadi istilah umum untuk formulasi beraroma dengan konsentrasi khas 2-5% dan juga lebih tergantung pada jenis minyak atsiri atau campurannya ekstrak, alkohol dan air. Dalam basis etanol encer 70-90%. Eau de Cologne mengandung campuran minyak jeruk termasuk minyak lemon, jeruk, jeruk keprok, clementine, bergamot, jeruk nipis, grapefriúit, jeruk darah dan orange oahit. Cologne juga bisa mengandung minyak neroil, lavender, rosemary, thyme, oregano, petitgrain atau daun jeruk, melati, zaitun, oleaster dan tembakau

Dalam penggunaan bahasa Inggris Amerika kotemporer. Istilah ‚‘cologne‘ telah menjadi istilah umum untuk parfum yang biasanya dipasarkan untuk pria. Ini juga mungkin menandakan versi parfum populer yang kurang terkonsentrasi dan lebih terjangkau

Sejarah

Original Eau de Cologne adalah parfum spirit citrus yang diluncurkan di Cologne pada tahun 1709 oleh Giovanni Maria Farina dengan nama Jermannya Johann Maria Farina (1685-1766). Farina adalah seorang Italia pembuat parfum dari Santa Maria Maggiore Valle Vigezzo

Pada tahun 1708, dia menulis kepada saudaranya Jean Baptiste: “Saya telah menemukan wewangian yang mengingatkan saya pada pagi musim semi di Italia, bunga bakung di gunung dan bunga jeruk setelah hujan“. Dia menamai wewangiannya Eau de Cologne untuk menghormati kampung halaman barunya Cologne atau Köln di Jerman

Original Eau de Cologne 4711, dinamai lokasinya di Glockengasse No. 4711. Hal itu jga dikembangkan oleh Wilhelm Mültens dan diproduksi di Cologne setidaknya sejak tahun 1799 dan karena itu mungkin salah satu yang tertua wewangian masih diproduksi di dunia

Pada Desember 2006, perusahaan parfum dan kosmetik Mäurer & Wirtz mengambil alih 4711 dari Procter & Gamble dan telah mengembangkannya ke seluruh merk sejak saat itu

Eaude Cologne disusun oleh Farina hanya digunakan sebagai parfum dan dikirim ke ‚‘hampir semua rumah kerajaan di Eropa‘. Kemampuannya untuk menghasilkan keharuman yang terus menerus homogen yang terdiri dari lusinan monoessens dipandang sebagai sensasi pada saat itu. Satu botol aqua mirablis (bahasa latin untuk air ajaib) menghabiskan setengah gaji tahunan pegawai negeri. Wow..

Ketika perdagangan bebas didirikan di Cologne oleh Prancis pada tahun 1797, kesuksesan Eau de Cologne mendorong banyak pengusaha lain untuk menjual wewangian mereka sendiri dengan nama Eau de Cologne. Tapi ga bisa menandingi dalam arti formula cologne milik Giovanni Maria Farina yang telah diproduksi sejak tahun 1709 di seberang Jülichplatz ini tetap dirahasiakan hingga hari ini. Tokonya di Obenmarspforten dibuka pada tahun 1709 dan saat ini menjadi pabrik wewangian tertua di dunia

Pada tahun 1806, Jean Marie Joseph Farina, cucu buyut Giovanni Maria Farina, membuka bisnis wewangian di Paris yang kemudian dijual kepada Roger & Gallet. Perusahaan tersebut sekarang memiliki hak atas Eau de Cologne extra vielle berbeda dengan Original Eau de Cologne dari Cologne

Awalnya Eau de Cologne atau air Köln memiliki kekuatan untuk menangkal penyakit pes. Denagn meminum cologne, aroma minyak jeruk akan keluar melalui pori-pori, mengusir kutu

Di zaman modern, Eau de Cologne atau ‚‘cologne‘ telah menjadi istilah umum. Istilah’cologne‘ dapat diterapkan pada parfum untuk pria atau wanita, tetapi secara konvensional mengacu pada parfum yang dipasarkan untuk pria

Masuknya Eau de Cologne ke negara Turki turut andil dalam terciptanya parfum Turki, Kolonya. Nah mengenai Eau de Cologne made in Turki akan dilanjutkan pada edisi berikutnya ya pemirsa 🙂

Bir cevap yazın