Pare/ Peria, si pahit kaya manfaat dari kuliner hingga kesehatan

400 Views

Sayur ini cukup dikenal baik oleh emak-emak tropis. Meski rasanya pahit, di tangan emak-emak tanah air tercinta, sayur ini diolah menjadi kuliner ynag bercita rasa lezat

Pare.. siapapun pasti mengenalnya ya.. suka ga suka padanya ­čśŐ┬áTermasuk ane bukannya ga suka, tapi ga nahan ma pahitnya. Rasanya nempel terus meski dah diakali dengan minum yang manis-manis. Tapi untuk sesendok dua sendok tumis pare yang pedas menggigit dengan campuran udang lumayan mengundang selera ane, masih bisalah kompromi menikmatinya.

Iyalah.. sayang banget kan kalo sampai sayur ini diabaikan begitu saja mengingat manfaatnya yang banyak untuk tubuh kita ­čÖé

Sayur ini cukup populer di tanah air dan negara-negara tropis termasuk negara Mediterania, Turki. Tapi ane belum pernah menemukan tanaman pare dibudidaya di Austria seperti di tepi jalan raya sehingga bisa terlihat semua orang. Padahal pare masih satu keluarga ma mentimun lho.. Mentimun sangat terkenal di negara anggur ini dan sayur wajib ada di setiap supermarket. Jadi kok bisa pare ga dibudidaya di Austria? Mungkin selera bule ya.. ga bisa jauh dari keju dan salad. Atau ga tau kalo pare banyak gizinya dan manfaatnya untuk kesehatan ­čÖé

Nah lain lagi kalo emak mertua ane. Segala jenis tanaman yang cantik dan antik di mata ane ditanamnya, mulai labu kendi, cabe aneka warna, bentuk dan rasa hingga pare berwarna putih perak. Ga dikonsumsi.. ditanam aja sampai beranak pinak dan berbuah kemudian dinikmati keindahannya hhh..

Bagi ane warga tropis, pare ga asing lagi dan alhamdulillah telah mengenal pare sejak dahulu kala. Mungkin pemirsa juga ya yang berada di tanah air.

Tapi pare yang ane kenal buahnya berwarna hijau, kalo matang berwarna jingga menyala. Tapi biasanya pare ga dibiarkan sampai matang kecuali untuk dijadikan bibit. Pare yang biasa dijadikan sayuran yang bercita rasa lezat adalah pare yang masih berwarna hijau.

Emak ane dulunya suka bercocok tanam di pekarangan rumah. Kan dulu tuh ada gerakan apotik hidup ya ­čÖé Salah satu yang emak tanam adalah pare ini. Nah kalo emak ane menanam sayur memang benar-benar untuk dikonsumsi, ga hanya dipanteng doang kayak emak mertua ane ­čÖé

Btw memang ada warna pare selain hijau ya? Ternyata ada juga lho pemirsa.. pare yang berwarna putih perak kemudian hijau dan terakhir jingga menyala, ga dipetik-petik juga. Seperti punya emak mertua ane

Kalo sudah begini, biasanya pare ini  ga dibikin sayur, tapi dibikin obat.

Awalnya ane gemes lho liatnya, kok bisa ya ga dipetik-petik juga. Mau dong nolong metiknya ­čśÇ

Hmm. jadi semangat nih untuk mengenal pare lebih dalam. Yuk pemirsa mari kita eksplor bersama-sama. Dimulai dari data pribadinya terlebih dahulu ya..

Klasifikasi Ilmiah

Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Violales
Keluarga : Cucurbitaceae
Genus : Momordica
Spesies : M. charantia
Nama binomial : Momordica charantia

Pare atau paria adalah tumbuhan merambat yang berasal dari Asia Barat kemudian menyebar hingga ke Asia Tenggara termasuk Indonesia. Nama Momordica yang melekat pada nama binomialnya berarti gigitan ynag menunjukkan pemerian tepi daunnya yang bergerigi menyerupai bekas gigitan

Deskripsi

Tanaman pare tumbuh merambat atau memanjat dengan sulur berbentuk spiral, banyak bercabang, berbau tidak enak serta batangnya berusuk isma

Daunnya tunggal berwarna hijau tua, bertangkau dan letaknya berselang seling, berbentuk bulat panjang dengan panjang 3,5-8,5 cm dan lebar 4 cm, berbagi menjari 5-7 dengan pangkalnya berbentuk jantung

Bunga merupakan bunga tunggal, berkelamin dua dalam satu pohon, bertangkai panjang dan mahkotanya berwarna kuning cerah

Buahnya kebanyakan bulat memanjang, dengan 8-10 rusuk memanjang. Tapi ada juga yang agak bulat gemuk, montok dan pendek seperti pada gambar. Permukaan buah berbintil-bintil tidak beraturan, panjangnya 8-30 cm. Rasanya pahit

Umumnya buah pare juga berwarna hijau, tetapi yang di gambar lagi-lagi ga umum yaitu berwarna putih ­čÖé Tapi bila masak kedua jenis ini sama-sama berwarna jingga yang pecah dengan 3 daun buah

Persebaran dan habitat

Pare banyak tumbuh di negara tropis dan Asia termasuk tanah air kita tercinta. Meski pare juga bisa tumbuh di negara 4 musim seperti Jepang dan Korea dan lumayan terkenal di negara.negara ini, namun untuk Eropa yang juga memiliki 4 musim, pare tidak kedengaran namanya apalagi dibudidaya

Pare tumbuh baik di dataran rendah dan dapat ditemukan tumbuh liar di tanah telantar, tegalan serta dibudidayakan di pekarangan dengan ditambatkan di pagar. Bagian ynag dimanfaatkan dari pare adalah buahnya, yang biasa dibikin sayur atau dijadikan obat tradisional

Tanaman pare tidak perlu cahaya matahari yang terlalu banyak sehingga dapat tumbuh subur di tempat-tempat yang agak terlindung. Ga repot juga memeliharanya ya ­čÖé

Kegunaan

Buahnya biasa diolah sebagai sayur
Di Indonesia biasanya ditumis, campurna pecel, gado-gado, rendang dan gulai
Di Jepang diolah sebagai tempura, sup dan asinan sayuran

Di negara-negara Asia Timur seperti Jepang, Korea dan Cina, pare dimanfaatkan untuk pengobatan, antara lain sebagai obat gangguan pencernaan, minuman penambah semangat, obat pencahar dan perangsang muntah, bahkan telah diekstrak dan dikemas dalam bentuk kapsul sebagai obat herbal atau jamu

Pare dapat merangsang nafsu makan, menyembuhkan penyakit kuning, melancarkan pencernaan dan sebagai obat malaria. Pare juga banyak mengandung ontioksidan ynag mampu menangkal radikal bebas penyebab penyakit termasuk mencegah kanker, mengurangi resiko terkena serangan penyakit jantung juga infeksi virus

Ternyata ga hanya untuk dibikin sayuran ya.. tetapi pare bermanfaat juga untuk pengobatan

Nah demikianlah pemirsa edisi kali ini mengenai pare atau paria atau peria, si pahit kaya manfaat dari kuliner hingga kesehatan

Semoga bermanfaat

Bir cevap yaz─▒n