Menikmati keindahan kota Lienz, Osttirol Austria dari alun-alun kota hingga Taman Drava

317 Views

Akhirnya kita liburan juga ke Tirol, tepatnya di Östtirol atau East Tyrol atau Tirol Timur yang terletak di Pegunungan Alpen di negara Austria.

Satu-satunya distrik di wilayah Tirol Timur adalah Lienz yang beribukota dengan nama yang sama.

Kota Lienz benar-benar luar biasa indahnya pemirsa. MasyaAllah Alhamdulillah

Belum selesai kekaguman kita akan indahnya pemandangan sepanjang perjalanan menuju Tirol Timur, kekaguman ini bukan padam malah semakin menjadi-jadi saat tiba di kota ini. Ibarat api yang menyala membara 😊

Lienz adalah kota abad pertengahan di negara bagian Tirol, Austria. Kota ini menjadi pusat administrasi di distrik yang bernama sama, Lienz yang mencakup seluruh Tirol Timur

Kota ini dulunya adalah bagian dari kerajaan Romawi Suci hingga wangsa Habsburg juga pernah menjadi milik jajahannya seperti Perancis, Italia dan Inggris.

Kota yang terletak di Pegunungan Alpen ini sangat indah dengan dikelilingi pegunungan yang menjulang tinggi dan salju abadinya serta lanskap lainnya. Berada di lembah, kita bisa melihat dari kota ini keindahan di ketinggian hingga ke atas bukit dimana kehidupan juga berada

Penasaran kita meluncur ke sana bermobil dan ternyata pemirsa memang sungguh luar biasa 😊

Lienz terletak di pertemuan sungai Isel dan Drava di pegunungan Alpen Timur, antara pegunungan Hohe Tauern di utara (termasuk kelompok Schober dan Kreuzeck) dan Pegunungan Alpen Gailtal di selatan

Puncak tertinggi di wilayah Tirol adalah Großglockner, yang juga merupakan puncak tertinggi di Austria dengan ketinggian 3.798 meter. Puncak ini terdapat di Tirol Timur dimana kota ini berada. Wah.. seru ya

Selain puncak tertinggi yang menjadi ikon Tirol Timur, sungai Drava menjadi ikon berikutnya wilayah ini terutama kota Lienz. Ane dan suami menjadi saksi bisu keindahan paripurna sungai ini, sampai-sampai suami ikut berselfi ria. Padahal jarang-jarang lho suami ane ini ikut-ikutan berselfi ria seperti orang-orang.. Kalem begitu haha..

Tapi memang kerennya kebangetan sih.. Ga bisa menyalahkan diri ini yang khilaf memfoto 😊

Ok lanjut lagi ya

Kota ini terhubung dengan Winklern di Carinthia melalui Iselsberg Pass. Kota tetangga Leisach menandai titik paling timur Lembah Puster

Dengan pertumbuhan kota yang konsisten, beberapa desa kecil di sekitarnya-meskipun secara resmi menjadi kotamadya sendiri-sekarang secara luas dianggap sebagai pinggiran kota Lienz. Pinggiran kota tersebut antara lain Thurn- Gaimberg, Nußdorf-Debant, Amlach-Tristach, Leisach-Oberlienz

Saat kita pertama kali kemari, aura kekaguman terpancar jelas dan rasanya betah berlama-lama memanjakan mata menikmati keindahan panorama kota yang eksotik dan eksklusif ini namun terkesan alami ini

Musim gugur belum lama datang, tapi kecantikan musim ini terpancar yang membuat kota ini semakin penuh warna. Ane belum pernah menemukan sedemikian indahnya di tempat tinggal ane seperti di kota Lienz ini 😊

Ada banyak tempat yang bisa dikunjungi dari pusat kotanya di alun-alun, pegunungan es hingga pinggiran kota. Semuanya cantik, bahkan sungai sekalipun

Ya.. salah satu ikon kota Lienz adalah sungai Drava yang mengalir deras berair jernih. Lienz merupakan suatu kota di Austria yang dilintasi sungai ini

Untuk di pusat kotanya, asyik menikmati keindahannya dengan berjalan kaki. Kaki ini ga berasa melangkah saking bahagianya.

Perjalanan kita diawali dengan menyusuri alun-alun kota. Seperti kebanyakan alun-alun kota di Austria, terdapat bangunan yang mengelilingi alaun-alun ini berwarna-warni. Ada beragam fungsi bangunan ini, dari perkantoran, perumahan/ apartemen, hotel, pertokoan, mal, butik hingga restoran dan cafe

Tak lupa taman dengan bunga-bunga indahnya yang bermekaran. Bunga-bunga sisa musim panas kemarin masih ada ditambah bunga-bunga khas musim gugur, di antaranya Caluna vulgaris

Di sini kita bisa menikmati keindahan kota dengan rileks sejenak sambil makan es krim atau yang pecinta cafein bisa minum kopi atau teh atau capucino.

Bisa lihat-lihat suvenir khas kota Lienz dari stiker hingga tempelan kulkas. Atau ke toko bunga yang buka lapak hingga keluar area hingga kita bisa melihat bunga-bunga cantik terpajang

Alun-alun kota ini mengingatkan suami akan kota Hallstatt di wilayah Salzkammergut di Oberösterreich dimana kita tinggal di negara bagian ini.

Meski ga di tepi danau ya.. timpal ane ke suami 😊

Setelah berkenalan dengan alun-alun kotanya, kita menyusuri jalan menuju taman. Sepanjang jalan kita berjumpa dengan rumah penduduk yang tinggi besar, dengan ciri khasnya tetumbuhan merayap di dinding yang berwarna-warni efek musim gugur.

Begitu juga efek musim gugur pada semak-semak yang menjadi pagar tanaman berikut pepohonan tinggi besar dan lebat berpadu dengan pepohonan tinggi kurus serta langsing dan tinggi semampai turut menceriakan kota ini

Tempat parkir tersedia cukup luas dimari. Jadi jangan takut ga kebagian tempat untuk memparkir kendaraan.

Kemudian kita menyebrang jalan menuju tempat selanjutnya. Melewati besar di bawah jembatan dimana terdapat kereta api. Bertemu dengan bunga-bunga liar yang cantik di tepi jalan. Terdapat rumah ibadah yang lumayan mencolok dengan dindingnya dipenuhi tetumbuhan berwarna-warni hingga mudah dikenali.

Nah sebelum menuju taman kita melewati jembatan kayu yang lumayan kokoh bercat coklat sebagai tempat penyebrangan kita menuju taman. Di bawahnya terdapat sungai berair jernih.

Inilah sungai Drava yang lumayan masyhur yang melintasi kota ini yang berasal dari Tirol Selatan atau Südtirol, Italia. Ga hanya Austria, sungai ini juga melintasi negara lainnya yang total berjumlah 5 termasuk Slovenia, Hungaria dan Kroasia

Kita bisa menikmati keindahan sungai ini dan sekitarnya sambil rileks sejenak di bangku-bangku taman. Taman ini bernama Draupark atau Taman Drava karena terletak di dekat sungai Drava. Di taman yang lumayan luas ini terdapat tempat bermain anak serta tempat untuk berolahraga

Usai menyusuri taman, kita kembali ke pusat kota. Selanjutnya kita ke atas bukit dan pegunungan karena ane yang terutama penasaran banget akan kehidupan di sana 😊Dan tentunya hamparan saljunya

Kelihatannya dekat lho.. seperti menghadap cermin. Tapi ternyata lumayan jauh.. apalagi harus mendaki ketinggian.. mau ga mau kita menggunakan kendaraan roda empat 😊

Bir cevap yazın