Pamukkale, keindahan teras travertin putih berkilau bak porselen dengan air panasnya di Provinsi Denizli, Turki

246 Views

Pamukkale adalah salah satu keajaiban alam yang dimiliki negara yang dipimpin presiden berkharisma Recep Tayyip Erdogan. Ga salah kalo Pamukkale dinobatkan sebagai salah satu situs Warisan Dunia

Bagaimana ga ajaib bin emejing ya.. teras travertinnya yang seputih pualam bersusun membentuk formasi yang alami telah memikat wisatawan datang kemari, baik warga lokal maupun manca negara. Tak terkecuali kita

Ga hanya wisatawan dan kita, bahkan orang-orang sejak jaman dahulu kala ribuan tahun lalu. Wow.. benarkah?

Teras travertine merupakan salah satu bagian dari benteng kapas atau Pamukkale yang juga meliputi kota Yunani-Romawi Kuno dan Bizantium Hierapolis di masa lampau

Dah lama pengen kemari, akhirnya kesampaian juga 😊Ternyata memang benar-benar indah pemirsa. Tak terlukiskan dengan kata-kata. Apalagi datang dan melihat secara langung ya..

Aaaa.. Lega deh hati emak-emak. Hilang sudah rasa penasaran yang terpendam selama ini. Ealah..

Mendatangi area yang berada di Provinsi Denizli ini lumayan menyenangkan karena lanskap sepanjang perjalanan yang indah, meski ada sedikit padang gersang-ga melulu padang rumput dan pepohonan nan hijau segar. Di sepanjang jalan raya menuju Pamukkale juga dipenuhi beberapa toko suvenir yang luas

Saat tiba di Pamukkale, ga sabaran ingin meraih eh mendakinya 😊 Kita disambut dengan tempat parkir yang berada persis di sisi jalan dan terhampar bukit putih setinggi 3 meter dengan satu teras dan air yang jernih dan hangat-hangat kuku. Bukit putih ini merupakan bagian teras travertine yang membentang di ketinggian yang nampak dari jalan raya

Langsung deh lepas sepatu dan mencelupkan kaki di air yang berkilau biru ditimpa sinar matahari. Tanpa ragu berselfi bersama suami tercinta. Jarang-jarang mau berfoto bersama. Ini bela-belain karena tempatnya sangat indah 😊

Ini baru pemanasan.. belum targetnya. Duh yang begini aja keren apalagi teras travertine di pegunungan nun jauh di sana ya.. Bukit travertin yang sangat indah meski dari kejauhan membuat ane rasanya ga sabar segera ke sana.

Tahan.. kesabaran emak-emak diuji saat kita harus ngisi perut dulu agar ada energi mendaki ke bukit travertin yang serasa melambai-lambai kita dari restoran lantai dua dimana kita berada untuk makan sore. Iya.. bukan makan siang lagi karena hari sudah beranjak sore saat kita kemari 😊

Pemandangan dari restoran yang dibuat bertingkat ini sukses mendatangkan pembeli karena Pamukkale terutama teras travertin yang putih bak pualam nun jauh di mata nampak terlihat sangat indah

Selesai mengisi energi kita kembali lagi ke parkiran untuk membawa sesuatu yaitu sandal. Denger-denger ga boleh pake sepatu ke area teras yang berisi air panas.

Kemudian kita menuju ke area Pamukkale. Kali ini kejutan lagi kita disambut oleh bebek-bebek cantik tinggi besar berenang membentuk formasi teratur. Ada yang memimpin rupanya. Ah bisa aja si bebek mencuri perhatian kita ya..

Ada juga yang naik dari kolam dan makan roti yang diberikan pengunjung yang tertarik dengan keramaian rombongan bebek yang ga hanya tinggi besar bahkan ada yang masih bayi. Di dalam kolam juga ternyata banyak ikan montok dan besar. Duh kalo ikan laut dah ane bawa balik tuh 😊

Selesai sudah liat kelincahan bebek. Mari kita ke tempat sesungguhnya yaitu Pamukkale. Inilah target kita. Kekuatan emak-emak diuji, harus sanggup nih.. batin ane. Harap maklum ane jarang jalan jauh dan mendaki ya.. Kalo suami mah jangan ditanya 🙂

Nah di sini kita harus mendaki ke teras travertin yang berupa bukit putih yang terbentuk oleh suatu proses pengendapan cepat kalsium karbonat

Untuk memasuki area ini kita membayar 80 TL per orang. Hmm.. lumayan mahal kalo untuk ukuran Turki ya.. apalagi Indonesia. Ini harga mengikuti harga Eropa sepertinya. Ga heran karena yang datang juga banyak wisatawan dari Eropa dan Rusia

Ada syarat untuk memasuki area ini yaitu tidak boleh pakai sepatu atau sandal atau alas kaki apapun itu namanya. Jadi kita berjalan menyusuri area ini tanpa alas kaki ya. Lumayan sehat bodi kita dengan pijit refleksi alami ini 🙂 Tanahnya kokoh bak berjalan di lantai marmer, berwarna putih bersih agak krem sedikit.

Sejuk dingin menyeruak di telapak kaki menciptakan sensasi segar adem lega rasanya. Saat mencelupkan kaki ke kolam yang sedikit ada lumpur putih, giliran hangat menyapa. MasyaAllah.. alhamdulillah. Nikmat Tuhan mana lagi yang engkau dustakan?

Wow.. perjalanan yang seusngguhnya dimulai. Inilah Pamukkale yang ramai diperbincangkan orang dengan keindahannya memukau sejagat raya itu

Di sini kita temui teras yang bertingkat-tingkat. Tiap tingkatannya ada kolam air yang jernih, berisi air panas alami yang biru berkilau diterpa sinar matahari. Paling tidak ada 4 kolam di area yang juga tempat berendam orang-orang di masa lalu

Apa aja aktivitas di area ini? Selain berjalan menyusuri setiap inci area ini sambil menikmati sensasi pijit refleksi setiap melangkah, kita juga bisa merasakan aura bahagia yang ditimbulkan dari memandang keindahan lanskapnya. Kita bisa melihat hamparan kota Pamukkale di depan kita, dan bekas kota yang penuh sejarah di masa lalu.

Di sini di reruntuhan kota Hieropolis pernah dibangun hotel dan jalan yang kemudian menyebabkan kerusakan parah, yang akhirnya keberadaannya dihentikan dan diganti dengan kolam buatan, seperti yang bisa kita saksikan dari ketinggian ini.

Di kiri kanan terdapat pepohonan rindang yang menambah area Pamukkale segar berseri

Selain aktivitas ini, kegiatan d kolam berupa berendam menjadi aktivitas yabg diincar wisatawan

Banyak juga yang berendam di kolam-kolam, terutama kolam yang berada di tingkat teratas. Berselfi ria ga ketinggalan. Tapi banyak yang vulgar, maaf hanya pake penutup area intim ajah. Wisatawan kok nafsu banget kalo ke tempat wisata yang ada airnya ya.. Pengennya buka-buka. Jiaahh.. apaan coba..  Apalagi kalo bukan untuk dipamerkan di sosial media atau di instagram.. kali-kali aja ada endorse yang tertarik.  Yah namanya aja area kelas internasional ya.. Macam-macam tingkah manusia di dunia

Hal ini bikin gregetan ane setiap mau mengabadikan area yang indah tapi ketemu model begini. Terpaksa disensor abis atau dibuang meski hasilnya cantik. Ibarat gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga. Akhirnya menunggu momen yang tepat deh memfotonya, saat ga ada orang atau lagi sepi atau minimal ga ada perempuan yang pake bikini hhh

Sampai mana area teras travertin ini? Ternyata lumayan jauh ya.. sekitar 2 km. Belum bolak-baliknya. Ane yang biasanya ga kuat jalan jauh eh tumben ga berasa. Ini karena sepanjang perjalanan disuguhi pemandangan yang indah-indah, lanskapnya maksud ane 🙂

Nah itu dia perjalanan kita di area teras travertin ini.  Masih ada kelanjutannya lho sesudah area ini, yaitu ke areanya para raja di masa lalu. Untuk bagian ini kita lanjut di edisi selanjutnya ya

Btw jadi pengen tau.. sesungguhnya apakah Pamukkale itu? Yuk pemirsa kita eksplor luar dalam mengenai Pamukkale ini

Benteng Kapas

Pamukkale yang berarti benteng/kastil kapas dalam bahasa Turki adalah sebuah situs alam di Provinsi Denizli di Turki barat daya. Kota ini berisi air panas dan travertine, mineral karbonat yang ditinggalkan oleh air yang mengalir. Ini terletak di wialayah Turki Aegea dalam, di lembah Sungai Menderes, yang memiliki iklim sedang untuk sebagian tahun

Kota Yunani-Romawi Kuno dan kota Bizantium dari Hierapolis dibangun di atas benteng putih ini yang secara keseluruhan panjangnya sekitar 2700 meter, lebar 600 meter dan tinggi 160 meter Hal ini dapat dilihat dari bukit-bukit di sisi berlawanan dari lembah di kota Denizli, 20 km jauhnya. Dikenal sebagai Pamukkale (Kastil Kapas) atau Hierapolis Kuno (Kota Suci), daerah ini telah menarik pengunjung ke mata air panasnya sejak zaman kuno klasik

Pariwisata telah menjadi industri utama Pamukkale. Sejak jaman dahulu orang-orang kemari dan mandi di kolam selama ribuan tahun.

Syarat ke area travertin Pamukkale

Pada pertengahan abad ke-20, hotel di bangun di atas reruntuhan Hieropolis untuk menunjang pariwisata. Namun hal ini menyebabkan kerusakan besar. Apalagi pendekatan jalan dibangun dari lembah ke teras dan sepeda motor yang diizinkan untuk naik dan turun lereng. Ketika akhirnya daerah itu dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia, hotel dihancurkan dan jalan dihilangkan diganti dengan kolam renang buatan.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, menggunakan seperda motor apalagi kendaraan roda empat di larang di area Pamukkale ini kecuali petugas seperti polisi. Kita juga harus melepas sepatu saat menyusuri area putih seputih kapas ini. Jangan coba-coba melanggar kalo ga mau diteriakin petugas. Ladies and gentlemen.. please dont use ur sandal.. dengan bahasa Inggris logat Turki. Hmm

Mengenakan sepatu di dalam air termasuk yang dilarang untuk melindungi endapan. Nah itu sebabnya kita ga boleh pakai sepatudi teras travertinnya ya 🙂

Aiih.. dari tadi travertin aja yang dibicarakan. Sebenarnya travertin itu apa sih ya. Ini dia

Travertin Pamukkale, Turki

Travertine adalah bentuk batu kapur yang didepositkan oleh mata air mineral terutama air panas. Travertin sering memiliki penampilan berserat atau konsentris dan ada yang berwarna putih, coklat dan varietas berwarna krem.

Hal ini dibentuk oleh suatu proses pengendapan cepat kalsium karbonat, yang sering ditemukan di mulut sumber air panas atau di gua kapur. Pada keduanya dapat membentuk stalaktit, stalagmit dan speleothem lainnya. Batu ini sering digunakan di negara Italia dan di tempat lain sebagai bahan bangunan

Travertin biasa digunakan sebagai komponen hiasan kamar mandi, lantai dan sebagai bahan pembuatan monumen patung

Nah, Pamukkale merupakan salah satu dari beberapa teras travertin alami di dunia. Selain Pamukkale, teras travertin alami juga bisa ditemui di Hierve el Agua di Meksiko

Nah demikianlah pemirsa edisi kali ini mengenai Pamukkale, teras travertinnya yang indah bak pualam di provinsi Denizli, Turki

Selnjutnya akan ane sambung dengan kota Hierepolisnya yang berada di atas Benteng Kapas ini

Tetap setia bersama kita ok 🙂

Bir cevap yazın