Pluto, statusnya sebagai planet ke-9 di tata surya selama 76 tahun, saat ini sebagai planet kerdil

256 Views

Pemirsa yang berusia di atas 30 tahun ke atas pasti mengenal Pluto ya, benda luar angkasa yang telah terpatri puluhan tahun sebagai sebuah planet yang ke-9 dalam tata surya.

Tahukah pemirsa kalo Pluto yang fenomenal ini tidak lagi menjadi planet ke-9? Sejak kapan dan apa alasannya? Bagaimana sejarahnya Pluto menjadi planet yang disukai ini kemudian terpaksa harus dilepas statusnya? Bagaimana statusnya saat ini?

Hmm.. sepertinya menarik untuk diketahui ya pemirsa.. untuk menambah ilmu pengetahuan 😊Baik juga untuk emak-emak rumah tangga seperti ane, jadi ga hanya berkutat ma dunia dapur dan keindahan saja, biar ceria hidup ini dan menambah rasa syukur kepada Allah 😊

Yuk pemirsa kita telusuri bersama-sama, dimulai dengan pengenalan Pluto terlebih dahulu ya

Karakteristik Pluto

Pluto adalah benda langit tidak dapat dilihat dengan mata biasa.

Pluto sama seperti bumi tempat dimana kita berpijak, juga memiliki satelit yang mengorbitnya yang diberi nama Charon

Ukuran Charon sangat besar hingga hampir mendekati ukuran Pluto itu sendiri yang memiliki massa 1,2 x 1022 kg dan radius 1.185 km

Jarak Pluto ke matahari kurang lebih 5,9 miliyar km. Wow.. jauh sekali ya. Karenanya kecepatan Pluto mengorbit matahari menjadi sangat lambat, sehingga satu tahun di Pluto sama dengan 247 tahun di bumi

Karena jarak yang sangat jauh pula, cahaya matahari dengan kecepatan 300.000 km/detik membutuhkan waktu 5 jam untuk mencapai permukaan Pluto

Hal ini membuat temperatur permukaan Pluto sangat dingin, sehingga gas seperti nitrogen dan karbon monoksida ditemukan dalam wujud beku

Ukurannya yang kecil dan jaraknya yang sangat jauh juga membuat teleskop terbaik di bumi kesulitan untuk menangkap detil permukaannya saat itu

Informasi mendasar tentang Pluto, seperti massa dan radiusnya ini bahkan baru diketahui setelah pesawat antariksa Amerika Serikat, New Horizons berhasil terbang ke Pluto dan Charon pada bulan Juli tahun 2015 lalu

Penemuan Pluto

Pluto yang namanya berasal dari nama dewa dunia bawah dalam mitologi Romawi, sedangkan dalam mitologi Yunani adalah dewa Hades ini ditemukan berpuluh-puluh tahun yang lalu. Awalnya Pluto yang ditemukan ini berstatus sebagai planet ke-9, yang berpuluh-puluh tahun kemudian statusnya berubah lagi

Pluto ditemukan pada 18 Februari 1930 oleh Clyde W. Tombaugh. Dia adalah seorang astronom yang bekerja pada Observatorium Lowell di Flagstaff, Arizona Amerika Serikat

Meski demikian, usaha untuk menemukan Pluto telah dirintis sejak awal abad ke-20 oleh Percival Lowell. Mr, Percival adalah pendiri Observatorium Lowell, tempat penemu Pluto bekerja. Dia juga sekaligus astronom yang terkenal karena penemuan jejak kanal air di Mars

Beberapa kali usaha penemuan Pluto ini mengalami serangkaian kegagalan, hingga akhirnya Lowell wafat pada tahun 1916

Setelah itu, usaha dilanjutkan dengan menciptakan kamera astronomi yang didesain khusus untuk menemukan Pluto

Tombaugh menemukan pluto di konstelasi bintang Gemini. Obyek itu awalnya terlihat seperti bintang yang berkedip lemah dan mengorbit matahari dalam kecepatan yang lambat

Penemuan Tombaugh ini diterima sebagai planet ke-9 yang tengah dicari, meskipun Lowell dan para astronom lainnya memperkirakan bahwa Pluto akan memiliki ukuran yang lebih besar dan bersinar lebih terang

Planet ini kemudian diberi simbol P yang merujuk pada huruf awal nama Pluto dan inisial dari Percival Lowell. Ini dilakukan untuk menghormati jasanya yang merupakan cikal bakal penemuan planet ke-9 Pluto

Perjalanan status Pluto di Tata Surya

Meski telah ditemukan, setelahnya para astronom ternyata masih terus memperdebatkan status Pluto sebagai planet

Hal ini karena ukurannya yang terlalu kecil, tidak sesuai perkiraan memiliki ukuran yang lebih besar dan terang. Di samping itu juga permukaannya yang diselimuti es dan orbitnya yang memiliki karakteristik berbeda

Tak hanya itu, pada awal abad ke-21 astronom juga menemukan obyek-obyek langit yang lain. Salah satu obyek itu dinamakan Eris yang ditemukan pada tahun 2005, dan memiliki ukuran yang sedikit lebih besar dari Pluto

Hal ini menyebabkan keberadaan Pluto tidak lagi unik. Para astronom dihadapkan pada opsi untuk memasukkan planet tambahan ke dalam tata surya, atau mengeluarkan Pluto dari tata surya

Ini adalah opsi pertama

Jadi bagaimana status Pluto dan Eris? Ini adalah opsi kedua

Status Pluto sebagai sebuah planet selama 76 tahun

Pluto merupakan salah satu dari ratusan ribu asteroid es yang biasa dikenal sebagai obyek Sabuk Kuiper. Orbit Pluto mengelilingi matahari lebih jauh dibanding Neptunus. Meski demikian selama 76 tahun Pluto dianggap sebagai planet ke-9

Pluto ditemukan oleh Clyde W. Tombaugh pada tahun 1930. Sampai tahun 1992, belum ada obyek lainnya di Sabuk Kuiper setelah Pluto sampai akhirnya ditemukan obyek yang lain beberapa tahun kemudian. Jadi dulunya Pluto merupakan satu-satunya obyek luar angkasa yang diketahui yang terletak lebih jauh daripada Neptunus, sehingga secara otomatis dianggap sebagai planet

Seiring berjalannya waktu, teleskop menjadi lebih besar dan lebih canggih, sehingga kita mampu mengambil gambar yang lebih jelas dari benda-benda luar angkasa yang letaknya jauh seperti Pluto

Para astronom mulai curiga karena pada kenyataannya ukuran Pluto lebih kecil daripada bulan.

Tapi karena Pluto telah lama dianggap sebagai planet, maka status planetnya tetap dipertahankan

Para astronom juga telah mengetahui selama beberapa dekade bahwa orbit Pluto sebenarnya melintasi orbit Neptunus. Tidak ada planet lain yang saling melintasi orbit satu sama lain, jadi mengapa orbit Pluto berbeda?

Kriteria benda langit berstatus sebagai planet

Untuk mendapatkan status sebagai planet, sebuah benda langit harus memenuhi tiga kriteria yaitu

Planet harus mengorbit matahari

Planet harus memiliki orbit yang bersih dari benda-benda langit lain

Planet harus berbentuk bulat

Kriteria ini dibuat secara resmi oleh IAU untuk pertama kalinya pada tahun 2006

Status Pluto sebagai planet ke-9 dicabut

Di antara kriteria tersebut, Pluto hanya memenuhi dua kriteria yaitu berbentuk bulat dan mengorbit matahari

Status Pluto dipertanyakan sejak tahun 1992 setelah para astronom menemukan sabuk Kuiper, lingkaran obyek di luar Neptunus yang mencakup Pluto dan benda-benda langit lainnya

Satu kriteria lagi tidak terpenuhi dimana planet harus memiliki orbit yang bersih dari benda-benda langit lain, sedangkan orbit Pluto dikelilingi oleh ribuan benda langit lainnya. Maka dari itu ia pun kehilangan statusnya sebagai sebuah planet

Pada tahun 2006, para astronom di International Astronomical Union (IAU) bertemu dan melakukan pemungutan suara untuk memutuskan apakah Pluto dapat terus disebut planet ke-9 atau tidak

Pluto dinyatakan tidak lagi sebagai planet dalam tata surya pada 24 Agustus 2006. Perubahan status ini disepakati oleh Uni Astronomi Internasional (International Astronomical Union/IAU) setelah mereka melakukan klasifikasi ulang tentang kriteria planet dalam tata surya

Sebelumnya Pluto dikenal sebagai planet ke-9 dalam jajaran tata surya. Planet itu juga dikenal sebagai planet terkecil dan terletak paling jauh dari matahari

Status Pluto sebagai planet kerdil /katai

Status Pluto goyah sejak beberapa tahun kemudian dimana para astronom menemukan ratusan obyek di Sabuk Kuiper lainnya. Salah satunya pada tahun 2005, astronom Mike Brown menemukan Eris yang bahkan lebih besar dari Pluto

Pada tahun 2006, IAU memilih opsi kedua sekaligus merumuskan kategori baru yaitu planet kerdil, untuk mengidentifikasi obyek langit yang menyerupai planet

Sejak saat itu Pluto ditetapkan sebagai planet kerdil. Tidak hanya Pluto saja, melainkan Eris dan Ceres. Ceres adalah benda langit terbesar di Sabuk asteroid

Pada Juni 2008, IAU membuat subkategori pada klasifikasi planet kerdil yang disebut plutoid. Subkategori ini ditujukan untuk planet kerdil yang berada jauh dari matahari

Ada tambahan dua anggota baru, yaitu Makemake sebagai planet kerdil dan Haumea sebagai plutoid

Banyak astronom sangat menyukai Pluto dan menganggapnya seperti saudara kecil di tata surya kita sehingga sayang untuk mengeluarkan Pluto dari klub planet. Tetapi banyak juga yang berpendapat bahwa Pluto tidak disebut sebagai planet dan sejak awal seharusnya sudah disebut obyek Sabuk Kuiper.

Pada akhirnya mereka mencapai suatu keputusan Pluto tidak lagi dianggap sebagai planet setelah 76 tahun berjalan. Sebagai gantinya, ia disebut sebagai suatu bagian dari kategori baru yang disebut ‘Planet kerdil‘.

Apa itu ‘Planet Kerdil‘?

Planet kerdil

Beberapa obyek langit telah ditasbihkan sebagai planet kerdil

Planet kerdil memiliki ukuran yang cukup besar sehingga gravitasinya sendiri mampu membentuknya menjadi bulat layaknya planet yang sesungguhnya, sehingga planet-planet kerdil bentuknya tidak beraturan atau berbentuk seperti kentang layaknya kebanyakan asteroid-asteroid kecil

Mungkin saja ada obyek berukuran serupa yang melintasi orbit planet-planet kecil. Namun karena gaya gravitasi planet-planet kerdil yang kuat, maka ini dapat menghilangkan obyek-obyek besar yang melintasi dekat orbitnya

Telah disebutkan di atas bahwa salah satu planet kerdil adalah bernama Ceres, yang merupakan benda langit terbesar yang berada di Sabuk Asteroid. Beberapa planet kerdil lainnya terletak di Sabuk Kuiper termasuk Pluto. Kemungkinan besar akan ditemukan lebih banyak planet-planet kerdil lainnya pada masa yang akan datang

Pada tahun 2015, pesawat antariksa New Horizons terbang melewati Pluto dan berhasil mengambil gambar dengan resolusi tertinggi dari planet kerdil tersebut

Gambar-gambar ini sungguh menakjubkan, yang menunjukkan bahwa Pluto merupakan planet yang memiliki pegunungan, gletser, kawah dan atmosfir yang tipis. Dari sini juga akhirnya diketahui informasi mendasar tentang Pluto, termasuk massa dan radiusnya. MasyaAllah

Meskipun Pluto tidak lagi disebut sebagai sebuah planet, tetapi ia tetap dianggap sebagai sebuah planet kerdil yang terletak di Sabuk Kuiper yang sangat disukai

Demikianlah pemirsa edisi kali ini mengenai Pluto, kisah perjalanannya dari awal penemuannya, statusnya selama berpuluh tahun sebagai planet ke-9 hingga status ini dicabut pada tahun 2006 dan sebagai gantinya ditetapkan sebagai planet kerdil hingga saat ini

Setiap tahunnya tepatnya pada 24 Agustus, kita mengenang Pluto tidak lagi sebagai planet ke-9 dalam tata surya

Semoga bermanfaat

Bir cevap yazın