Musim panas musim bunga clover liar di Austria, dan beragam manfaat tanamannya

228 Views

Tanaman ini sering kita temui di musim panas, tumbuh liar tanpa terkendali. Tempat favoritnya adalah tanah lapang seperti padang rumput dan tanah kosong tak bertuan.

Pintar dia bisa pilih-pilih tempat ya.. kalo taman bunga yang sengaja ditanam dia ga mau ganggu. Tapi kalo tanah ga ditanam, hanya satu pohon yang ada dan masih banyak ruang untuk hidup, di situlah dia bersama sejawatnya sesama tanaman liar seperti sekawanan aster beranak pinak. Seperti taman mungil di depan rumah yang hanya ada pohon Horse chestnut 😊

Meski begitu, bunganya yang unik dan berdiri tegak dengan kelopak yang rapat dan banyak seperti jarum sukses mencuri perhatian. Apalagi saat tanaman ini berbunga. Dalam satu area bunga-bunganya yang berwarna merah muda cerah mendominasi, berpadu dengan bunga aster liar putih, sangat mempesona

Siapakah dia?

Di Eropa dia bernama clover, tanaman liar musim panas. Meski demikian, clover ga melulu sebagai tanaman liar ga dianggap lho.. Ternyata clover banyak manfaatnya, baik untuk keperluan pertanian, peternakan hingga kesehatan. Wow.. benarkah?

Jadi penasaran. Yuk pemirsa mari kita eksplor tanaman berbunga yang satu ini

Klasifikasi Ilmiah

Kerajaan : Plantae
Memesan : Fabales
Keluarga : Fabaceaea
Suku :Trifolieae
Marga :
Trifolium
L
Sub genera dan bagian
Subg. Chronosemium
Subg. Trifolium
Sekte. Glycyrrhrizum
Sekte. Involucrarium
Sekte. Lupinaster
Sekte. Paramesus
Sekte. Trichocephalum
Sekte. Trifoliastrum
Sekte. Trifolium
Sekte. Vesicastrum
Sinonim :
Amoria C. Presl
Bobrovia A. P. Khokhr
Chrysaspis Desv
Lipinaster Fabr
Ursia Vassilcz
Xerosphaera Sojak

Clover atau kalo diterjemahkan ke bahasa Indonesia adalah semanggi atau trefoil adalah nama umum untuk tumbuhan dari marga atau genus Trifolium (Latin, tres “tiga” + folium “daun”), yang terdiri dari sekitar 300 spesies tumbuhan berbunga dalam keluarga legum atau kacang polong Fabaceae. Wow.. banyak sekali ya spesiesnya 😊

Dari sekian banyak spesies ini, yang paling terkenal di samping tanaman liar dengan bunga merah cantiknya, adalah tanaman yang sengaja dibudidayakan sebagai tanaman pakan ternak dan keperluan pertanian

Genus Trifolium memiliki sebaran kosmopolitan dengan keanekaragaman tertinggi di Belahan Bumi Utara yang beriklim sedang seperti Eropa termasuk Austria. Meski demikian, banyak spesies juga yang terdapat di Amerika Selatan dan Afrika, termasuk di dataran tinggi di pegunungan di daerah tropis.

Genera atau genus terkait erat lainnya yang sering disebut clover juga adalah termasuk Melilotus (semanggi manis) dan Medicago (alfalfa atau Calvary clover).

Sekarang kita lihat yuk deskripsi tanaman liar ini yang juga bunganya bernama sama yaitu clover

Deskripsi

Genus trifolium atau biasa disebut clover adalah tanaman herba tahunan kecil, dua tahunan, atau berumur pendek. Semanggi atau clover juga bisa selalu hijau atau istilah ilmiahnya evergreen.

Daunnya trifoliate atau berselebaran/berdaun tiga. Meskipun ada tetapi jarang empat selebaran atau quatrefoiled (lihat semanggi berdaun empat). Kemudian lima selebaran atau cinquefoil, enam selebaran atau septfoil- dengan bintik-bintik menempel di tangkai daun, tetapi yang 6 selebaran ini lebih jarang.

Mengenai selebaran ini, hingga masuk rekok dunia lho 🙂 Rekor untuk selebaran terbanyak adalah 56 yang ditetapkan pada 10 Mei 2009. Wow.. seru ya Ini mengalahkan “semanggi 21 daun”, rekor yang dibuat pada bulan Juni 2008 oleh penemu yang sama, yang juga memegang Rekor Dunia Guinness sebelumnya sebanyak 18. Mantap 🙂

Bunganya unik, bertengger pada kepala atau paku padat dengan warna dari merah kecil, ungu, putih hingga kuning. Polong kecil berbiji sedikit tertutup di kelopak.

Spesies

Telah dikatakan bahwa genus ini memiliki banyak sekali hingga 300 spesies. Dari sekian banyak, beberapa di antaranya yang terkenal adalah

Trifolium pratense

Ini adalah clover merah atau Red clover atau semanggi merah merupakan herba, tanaman tahunan berumur pendek

Ukurannya bervariasi, tumbuh setinggi 20–80 cm (8–31 inci). Ia memiliki akar tunggang yang dalam yang membuatnya tahan terhadap kekeringan dan memberikan efek penataan tanah yang baik.

Daunnya bergantian, trifoliate (dengan tiga helai daun), masing-masing daun memiliki panjang 15–30 mm (0,6–1,2 inci) dan lebar 8–15 mm (0,3–0,6 inci), berwarna hijau dengan ciri khas bulan sabit pucat di bagian luar daun; tangkai daun memiliki panjang 1–4 cm (0,4–1,6 inci), dengan dua titik basal yang tiba-tiba menyempit menjadi seperti bulu.

Bunganya berwarna merah muda gelap dengan dasar yang lebih pucat, panjang 12-15 mm (0,5-0,6 inci), diproduksi dalam perbungaan yang lebat, dan sebagian besar dikunjungi oleh lebah

Trifolium repens

Ini adalah clover putih atau semanggi putih atau clover Belanda, adalah tanaman tahunan yang berlimpah di padang rumput dan padang rumput yang bagus.

Bunganya berwarna putih atau merah muda, menjadi coklat dan membengkok saat mahkota memudar.

Trifolium hybridum

Clover ini dinamai juga dengan clover Swedia atau semanggi Swedia, adalah tanaman tahunan yang diperkenalkan pada awal abad ke-19 dan sekarang telah dinaturalisasi di Inggris.

Bunganya berwarna putih atau kemerahan, dan mirip dengan Trifolium repens.

Trifolium medium

Ini merupakan clover padang rumput atau zigzag semanggi, adalah tanaman tahunan dengan batang lentur yang menjuntai dan bunga mawar ungu

Clover ini memiliki potensi untuk kawin silang dengan T. pratense untuk menghasilkan tanaman tahunan.

Spesies lainnya adalah :
Trifolium arvense
Clover tupai kaki kelinci; ditemukan di ladang dan padang rumput kering, tanaman berbulu lembut dengan bunga putih kecil atau merah muda pucat dan sepal berbulu
Trifolium fragiferum
Strawberry clover, dengan bundar, kepala berwarna merah jambu dan kelopak bengkak
Trifolium campestre
Hop trefoil, di padang rumput kering dan pinggir jalan, kepala bunga kuning pucat melambangkan lompatan miniatur
Trifolium dubium
Ini clover yang agak mirip, umum di padang rumput dan pinggir jalan, dengan kepala lebih kecil dan bunga kuning kecil berubah menjadi coklat tua

Penanaman

Beberapa spesies clover banyak dibudidaya sebagai tanaman pakan ternak. Nah kalo ini sengaja dibiarkan tumbuh liar lho untuk nantinya dipangkas sebagai pakan ternak

Jenis clover yang paling banyak dibudidayakan adalah clover putih, Trifolium repens dan clover merah, Trifolium praterse

Di area tempat ane tinggal, ane sering menemui clover dengan bunganya yang berwarna merah dari spesies Trifolium praterse. Dibiarkan saja tumbuh liar. Tapi biasanya dipangkas aja kalo tumbuhnya di depan rumah dan sudah ramai karena mengganggu pemandnagan 🙂

Clover, baik yang ditanam sendiri atau dalam campuran dengan ryegrass, telah lama menjadi tanaman pokok untuk silase. Ini karena adanya beberapa alasan penting, di antaranya adalah
Clover tumbuh bebas
Clover mudah tumbuh kembali setelah pemotongan berulang dan menghasilkan panen yang berlimpah.
Clover enak dan bergizi untuk ternak
Clover memperbaiki nitrogen pada tanah pertanian.
Clover mengurangi kebutuhan akan pupuk sintetis dengan sifatnya yang memperbaiki nitrogen pada tanah pertanian
Clover mudah tumbuh di berbagai jenis tanah dan iklim, sehingga tidak perlu penanganan ekstra
Cocok untuk penggembalaan
Cocok untuk pengomposan hijau

Wow.. banyak sekali manfaatnya ya

Makanya meski mendapat cap sebagai tanaman liar, clover dicintai kalangan petani dan peternak karena manfaatnya ini 😊

Meski demikian di banyak daerah, terutama di tanah asam, semanggi berumur pendek. Ini karena terdapat kombinasi hama serangga, penyakit dan keseimbangan nutrisi sehingga dianggap sebagai “penyakit semanggi”. Tetapi saat rotasi tanaman dikelola sehingga semanggi tidak muncul kembali dengan interval lebih pendek dari delapan tahun, ia tumbuh dengan sebagian besar kekuatan aslinya.

Semanggi paling efisien diserbuki oleh lebah, yang telah menurun akibat aktivitas intensif pertanian. Lebah madu juga dapat menyerbuki semanggi. Ini membuat peternak lebah sering kali mendapat banyak permintaan dari petani yang memiliki padang rumput semanggi. Para petani menuai keuntungan dari peningkatan pembudidayaan yang terjadi dengan peningkatan aktivitas lebah, yang berarti hasil panen semanggi di masa depan tetap berlimpah. Begitupun sebaliknya peternak lebah mendapat manfaat dari mekarnya semanggi, karena semanggi adalah salah satu sumber nektar utama bagi lebah madu.

Jadi seperti simbiosis mutualisme ya.. saling menguntungkan

Ini juga salah satu manfaat penanaman tanaman berbunga clover atau semanggi

Filogeni

Klasifikasi luas pertama Trifolium dilakukan oleh Zohary dan Heller pada tahun 1984. Mereka membagi genus menjadi delapan bagian: Lotoidea, Paramesus, Mistyllus, Vesicamridula, Chronosemium, Trifolium, Trichoecephalum, dan Involucrarium, dengan Lotoidea ditempatkan paling basal. Dalam sistem klasifikasi ini, Trifolium repens termasuk dalam bagian Lotoidea, bagian terbesar dan paling heterogen. Lotoidea mengandung spesies dari Amerika, Afrika, dan Eurasia, yang dianggap klade karena bentuk perbungaannya, struktur bunga, dan legumnya yang menonjol dari kelopak. Namun, ciri-ciri ini tidak unik untuk bagian tersebut, dan dimiliki oleh banyak spesies lain di bagian lain.

Zohary dan Heller berpendapat bahwa keberadaan ciri-ciri ini di bagian lain membuktikan posisi dasar Lotoidea, karena mereka adalah leluhur. Selain mempertimbangkan bagian basal ini, mereka tidak mengusulkan hubungan antara bagian lain. Sejak itu, data molekuler mempertanyakan dan mengkonfirmasi usulan filogeni dari Zohary dan Heller. Sebuah studi molekuler seluruh genus telah mengusulkan sistem klasifikasi baru, yang terdiri dari dua subgenera, Chronosemium dan Trifolium

Klasifikasi ulang baru-baru ini selanjutnya membagi subgenus Trifolium menjadi delapan bagian. Data molekuler mendukung sifat monofiletik dari tiga bagian yang dikemukakan oleh Zohary dan Heller (Tripholium, Paramesus, dan Trichoecepalum), tetapi tidak dari Lotoidea (anggota bagian ini telah diklasifikasikan ulang menjadi lima bagian lainnya). Studi molekuler lain, meskipun lebih kecil, mendukung kebutuhan untuk mengatur ulang Lotoidea.

Kegunaan

Pertanian dan peternakan

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa clover memiliki banyak manfaat dalam dunia pertanian dan juga untuk para peternak

Clover selain sebagai tanaman liar,  banyak juga yang ditanam sebagai tanaman pakan ternak. Tanaman ini dihargai karena fiksasi nitrogennya, yang meningkatkan kesuburan tanah. Untuk alasan inilah dia digunakan sebagai tanaman pupuk hijau. Beberapa kelompok kultivar telah dipilih untuk penggunaan pertanian, sebagian besar berasal dari T. pratense var. sativum. Ini telah dinaturalisasi di banyak daerah beriklim sedang, termasuk Amerika dan Australasia sebagai pelarian dari budidaya.

Tanaman hias

Karena keindahannya, clover terutama yang berwarna merah digunakan sebagai tanaman hias. Meski aslinya adalah tanaman liar

Kuliner

Bunga dan daun clover merah atau semanggi merah dapat dimakan. Ini dalam batas konsumsi tapi tidak yang berlebihan ya. Bunganya juga sering digunakan untuk membuat jelly dan tisane, dan digunakan dalam resep essiac.

Selain itu clover ditambahkan sebagai garnis atau hiasan pada hidangan apa pun.

Bisa juga digiling menjadi tepung. Wow seru ya

Penggunaan medis dari tanaman

Minyak esensial clover dapat diekstraksi dan aromanya yang unik digunakan dalam aromaterapi.

Trifolium pratense atau clover merah digunakan dalam pengobatan tradisional India sebagai agen deobstruen, antispasmodik, ekspektoran, obat penenang, anti-inflamasi dan antidermatosis.

Dalam pengobatan alternatif, semanggi merah dipromosikan sebagai pengobatan untuk berbagai penyakit manusia, termasuk gejala menopause, batuk, gangguan pada sistem limfatik, dan berbagai jenis kanker. Beberapa tinjauan sistemik dan meta-analisis menyimpulkan bahwa ekstrak semanggi merah mengurangi frekuensi hot flashes menopause. Meski demikian, kebanyakan menambahkan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi hasil. Tidak ada bukti dalam literatur uji coba manusia bahwa semanggi merah telah diuji efeknya pada batuk, sistem limfatik, atau pencegahan / pengobatan kanker

Meski banyak manfaatnya untuk kesehatan, pada beberapa orang yang memiliki kondisi seperti ini perlu mendapat perhatian ekstra, yaitu :

Semanggi merah dalam jumlah makanan yang aman dikonsumsi, tetapi ekstrak suplemen makanan dapat menyebabkan reaksi seperti ruam, nyeri otot, sakit kepala, mual, perdarahan vagina pada wanita, dan pembekuan darah yang lambat.

Semanggi merah mengandung coumestrol, fitoestrogen.  Karena aktivitasnya pada reseptor estrogen, semanggi merah dikontraindikasikan pada orang dengan riwayat kanker payudara, endometriosis, kanker ovarium, kanker rahim, fibroid rahim atau kondisi sensitif estrogen lainnya, meskipun beberapa penulis menyarankan kandungan isoflavon yang tinggi mengatasi ini, dan bahkan memberikan manfaat dalam kondisi ini. Ini dikatakan sebagai pembersih darah.

Karena turunan kumarinnya, T. pratense harus digunakan dengan hati-hati pada individu dengan gangguan koagulasi atau sedang menjalani terapi antikoagulasi

Ini dimetabolisme oleh CYP3A4 dan oleh karena itu hati-hati harus digunakan saat meminumnya dengan obat lain yang menggunakan jalur metabolisme ini.

Nah demikianlah edisi kali ini mengenai clover, bunga liar dengan bunganya yang beraneka warna terutama merah di musim panas di Austria, serta manfaat tanamannya untuk pertanian hingga kuliner

Semoga bermanfaat

Bir cevap yazın