Adakah pasar tradisional di Austria?

146 Views

Masih kisah emak-emak tropis. Masih tentang urusan dapur. Kali ini mengenai pasar tradsional. Di tanah air tercinta emak-emak rumah tangga sangat familiar dengan yang namanya pasar. Biasanya pasar ini identik dengan pasar tradisional. Di sinilah tempat kita biasa membeli kebutuhan sehari-hari termasuk kebutuhan dapur.

Bagaimana di belahan bumi utara Austria? Adakah pasar tradisional seperti di Indonesia? Apa itu pasar tradisional?

Yuk kita cari tahu bersama-sama

Pasar tradisional adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual dan pembeli secara langsungdan biasanya juga ada proses tawar menawar. Bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar

Bagi emak-emak rumah tangga, kadangkala pasar tradisional menjadi pilihan di samping pasar modern seperti supermarket. Tentunya dnegan beragam alasan ya.. Mungkin lebih leluasa memilih produk, atau bertawar menawar hingga menambah rasa kekeluargaan dan lain-lain.

Pasar tradisional adalah hal yang biasa di Indonesia. Paling tidak dalam satu kelurahan ada satu pasar tradisional. Bagaimana dengan Austria? Apakah ada juga pasar tradisional?

Di negara bule ini, sangat sulit dijumpai pasar tradisional. Segalanya bertumpu pada pasar modern alias supermarket yang telah secara turun temurun hadir dimari dengan cabang yang ada dimana-mana termasuk negara tetangga Jerman.

Meski begitu, ga lantas mudah dijangkau ya. Di tempat kita tinggal, di wilayah gemeinde atau area dengan penduduk ga lebih dari dua ribu jiwa, jangankan warung, supermarket aja paling dekat 4 km dari rumah 😊Apalagi pasar tradisional hhhh.. Tapi benarkah pasar tradisional tidak ada sama sekali? Ternyata tidak benar ya pemirsa. Di Austria pun ada pasar tradisional. Jadi betapa girangnya ane selaku emak-emak tropis saat menjumpai pasar tradsional yang berjarak lebih dari 200 km dari rumah. Pasar tradisional yang ane jumpai pertama kali adalah pasar tradisional yang resmi satu-satunya di Austria, di ibukota negara Austria yaitu kota Wina yaitu Naschmarkt. Itu pun setelah hunting via internet

Namun jangan bayangkan seperti di tanah air. Jauh berbeda meski intinya sama yaitu tempat berkumpulnya penjual dan pembeli dan adanya transaksi

Yuk kita cari tau 🙂

Perbedaan pasar tradisional di Indonesia dan Austria

Di Indonesia

Pasar tradisional ada dimana-mana, dari kampung hingga kota

Buka setiap hari termasuk hari Minggu

Produk yang ditawarkan/dijual berlimpah

Adanya transaksi jual beli seperti tawar menawar dan ini yang umumnya terjadi

Di Austria

Pasar tradisional sangat jarang, bisa dihitung dengan jari

Pasar tradisional kelas internasional seperti Naschmarkt, buka setiap hari kecuali hari Minggu. Pasar tradisional di ibukota negara bagian umumnya hari tertentu, seperti menyambut Natal

Produk yang dijual tergantung asalnya. Ada yang terbatas jika produk bukan lokal seperti produk tropis

Jarang ada tawar menawar, harga sudah tertera di plakat produk

Pasar tradisional di Austria

Nah tadi sudah dikatakan pasar tradisional sangat jarang atau hampir tidak ada di Austra. Yang ane temui di antaranya adalah pasar Naschmarkt di kota Wina kemudian kota Linz

Naschmarkt. kota Wina

Pasar ini terbilang lumayan tua usianya. Telah ada sejak abad ke-16, berawal dari saat sebagian besar botol susu dijual. Karena botol abu terbuat dari abu, yaitu kayu dari pohon Ash atau bahasa Jermannya ‘Asch‘ (abu) maka pasar ini sempat dinamakan Aschenmarkt.

Lama kelamaan pasar ini semakin ramai hingga saat ini menjadi yang terbesar di Austria

Panjang pasar ini lebih dari 1,5 km. Jadi kalo bolak-balik bisa 3 km, lumayan olahraga ya jalan kaki 😊Tapi saking antusiasnya ane panjang segitu ga berasa tuh 😊 Apalagi ane ditemani selalu ma suami menemui segala macam termasuk yang ga ada di supermaket. Dari sayur mayur aneka model, bumbu dapur laos, seafood hingga piza bahkan ulekan. Produk yang dijajakan ga hanya produk Austria tetapi mancanegara, termasuk pengunjungnya. Ga heran pasar ini mendapat julukan pasar tradisional rasa internasional.

Selain produk segar dan produk baru keluar/update, ada juga produk loak. Nah kalo yang ini khusus ada pada hari Sabtu. Lumayan juga peminatnya. Kita bisa jumpai produk yang berumur hingga puluhan tahun 🙂

Tapi tetap ya namanya di negara keju, ga ada istilah tawar menawar ya. Harganya sudah pasti dan tertera dengan manis pada tempatnya masing-masing.

Ini adalah pasar tradisional yang resmi beroperasi setiap hari kecuali hari Minggu dan hari libur yang ada di Austria. Masih ada lagikah?

Ada ternyata ya pemirsa.. yaitu pasar tradisonal di kota Linz

Ok kita lanjut lagi ya

Pasar tradisional di kota Linz

Pasar ini terletak di ibukota negara bagian Austria yaitu Oberösterreich. Nah tapinya kalo yang ini ane kurang jelas, apakah setiap hari ataukah di hari tertentu saja. Soalnya saat kita kemari, saat ada momen libur menyambut Natal yaitu di hari Sabtu

Pasar tradisional ini tidaklah sebesar pasar Naschmarkt di Wina. Meski begitu, tidak sembarang orang berdagang dimari. Setiap lapak ada harganya dan lumayan sewanya lho. Tapi mudah-mudahan sih balik modal ya 😊

Nah di pasar yang satu ini ada acara tawar menawar, tergantung lapak mana yang kita datangi. Bahkan ada penjual dengan mobil terbuka lho.. yang menawarkan produk hasil pertanian, seperti kentang dan buah-buahan

Kemana sewa itu? Tentunya ke kas pemerintah yang nantinya untuk kepentingan rakyat juga 😊

Selain kedua pasar itu, ane tidak pernah menjumpai pasar tradisional lagi di negeri anggur ini

Ga tau kalo di negara Eropa lainnya. Bagaimana di tempat pemirsa?

Sampaikan di kolom komentar ya

Ok deh pemirsa.. Sekian dulu edisi kali ini mengenaipasar tradisional di Austria

Sampai jumpa lagi

Bir cevap yazın