Kabar terkini Covid-19, dari The Three Cs/Tiga Cs saran WHO hingga penyebarannya melalui udara/airborne

386 Views

Penyakit Covid-19 oleh virus corona pertama kali dilaporkan menginfeksi di kota Wuhan negara Tirai Bambu Cina akhir Desember tahun lalu di 2019. Kemudian secara cepat menyebar ke seluruh dunia dan puncaknya bulan Maret 2020 banyak negara terpapar virus bermahkota tak kasat mata ini

Sempat mereda keganasannya karena dilakukan langkah pencegahan penyebaran yang sungguh-sungguh, dari tinggal di rumah/stay at home hingga lockdown. Bahkan beberapa aturan telah dicabut dan diberlakukan kehidupan ‘new normal‘

Namun apa daya di bulan Juli penyebaran virus corona penyebab Covid-19 ternyata diketahui masih masif saja. Kian hari kian meningkat. Hingga saat ini 4 Agustus 2020 Badan Kesehatan Dunia WHO menyatakan sudah lebih dari 18 juta kasus terkonfirmasi di seluruh dunia, tepatnya 18.142.718 kasus dimana 600 ribu lebih kasus kematian terkonfirmasi, tepatnya 618.013 jiwa melayang. Itu laporan remi dan terkonfirmasi, bagaimana yang tidak terjangkau? Wallahualam..

Setengah bulan lalu, di area tempat kita tinggal di Austria malah diwajibkan lagi untuk menggunakan masker, padahal baru seminggu sebelum itu kewajiban penggunaan masker dicabut. Ane masih ingat saat belanja di swalayan waktu itu, hanya ane dan seorang kakek menggunakan masker, yang lainnya tanpa menggunakan masker termasuk suami. Ane heran dan bertanya pada suami yang dijawab suami ternyata masker ga wajib lagi pakai

Pemberlakuan penggunaan masker wajib kembali karena diketahui kasus meningkat sejak berlakunya new normal. Masker wajib dipakai jika berada di dalam ruangan (indoor) ruang publik seperti supermarket, pertokoan, restoran, bank, kantor dan lain-lain. Jaga jarak pun diberlakukan. Warga pun mulai taat kembali menggunakan atribut khusus yang maha penting ini

Di samping pemakaian kembali masker, ada istilah yang dikeluarkan Badan Kesehatan Dunia atau WHO terkait pencegahan penyebaran virus corona yaitu The Three cs atau Tiga cs. Apa itu? Yuk pemirsa kita simak bersama-sama

The Three Cs

The Three Cs atau Tiga Cs didengungkan terkait makin merebaknya virus corona di seluruh dunia setelah sebelumnya sempat adem. Badan Kesehatan Dunia atau WHO merekomendasikan warga seluruh dunia untuk menghindari Tiga cs (The Three Cs)

Tiga cs tersebut yaitu
Menghindari tempat ramai dengan banyak orang (crowded place)
Menghindari berkontak atau berbicara dengan orang dalam jarak dekat (Close contact settings)
Menghindari ruang terbatas dan tertutup dengan ventilasi udara yang buruk (Confined and enclosed spaces)

Selain aturan Tiga cs, WHO juga menyarankan masyarakat untuk selalu menghindari keramaian, mempertahankan jaga jarak minimal satu meter dari orang lain, membuka jendela dan pintu untuk ventilasi yang lebih baik jika memungkinkan

Sebanarnya perlakuan ini sudah sering kita lakukan dengan viralnya istilah Social distancing dari menjaga jarak hingga menghindari keramaian, juga. Dan sepertinya memang istilah Tiga cs ini mempertegas pelakuan sebelumnya dan perlu didengungkan selalu dan mengingatkan warga agar tidak mengabaikannya. Atau barangkali ada yang telah mengabaikannya bahkan lupa.

Selain istilah ini, sebelumnya terdapat hasil penelitian dari para ahli sedunia yang ga boleh diabaikan. Apa itu? ‘Airborne‘

Yuk pemirsa kita simak juga istilah yang satu ini

Airborne

Pada penelitian yang dilakukan tanpa lelah dan terus menerus terhadap virus yang lihai dan pintar ini didapatkan bahwa covid-19 ’airborne’ alias kemungkinan penyebaran virus corona melalui udara. Apa bedanya dengan penyebaran melalui droplet dari udara ya

Kalo sebelumnya kita mengenal penyebaran virus melalui droplet atau percikan air liur pasien yang hinggap di benda-benda yang kemudian tersentuh oleh kita dan menyebar melalui mulut, hidung, mata dan tenggorokan atau langsung hinggap ke area terbuka kita yang hidup, atau dari benda-benda yang dikibas-kibaskan seperti selimut atau dibersihkan dengan kemoceng seperti meja yang kemudian melayang di udara berjam-jam hingga akhirnya hinggap lagi ke benda-benda dan mengkontaminasi bahkan ke area terbuka kita yang hidup, nah sekarang ada tambahan kalo droplet itu bisa bertahan di udara dan menyebar menginfeksi manusia yang diistilahkan dengan ’Airbone‘

Atas penelitian para ahli sedunia mengenai penyebaran virus dengan ’Airbone‘ ini, pejabat WHO memperingatkan bahwa bukti tersebut adalah bukti awal dan memerlukan penilaian lebih lanjut.

Iya awalnya memang ga menerima begitu saja, namanya juga penelitian ya. Belakangan Badan Kesehatan level dunia ini pun mengakuinya

Badan tersebut sebelumnya menyatakan bahwa penyebaran penyakit pada cipratan kecil atau droplet, yang dikeluarkan dari hidung atau mulut pasien yang terinfeksi. Ini yang biasa kita ketahui sebelumnya ya..

Nah, jika penularan melalui udara atau ’airbone‘ ini terkonfirmasi, saran tentang bagaimana mencegah penyebaran virus mungkin harus berubah, termasuk penggunaan masker yang lebih luas dan jaga jarak yang lebih ketat

Pimpinan teknis WHO untuk pencegahan dan pengendalian infeksi Benedetta Allegranzi, mengatakan bahwa bukti yang muncul dari penularan virus corona melalui udara di lingkungan padat, tertutup dan berventilasi buruk yang telah dijelaskan, tidak dapat dikesampingkan‘ dalam arti perlu keseriusan menyikapinya

Sebelumnya ratusan ilmuwan mengatakan ada bukti yang mengindikasikan bahwa partikel-partikel yang lebih kecil, yang bisa bergerak lebih jauh, juga dapat menginfeksi manusia

Dalam surat terbuka kepada WHO, 239 ilmuwan di 32 negara menguraikan bukti yang menunjukkan partikel yang lebih kecil dapat menginfeksi manusia lewat udara. Mereka mendesak WHO untuk memperbaharui informasi tentang virus corona

Jose Jimenez, seorang pakar kimia dari Universitas Colorado yang menandatangani surat terbuka itu menegaskan para ilmuwan menginginkan WHO untuk mengakui bukti itu

“Ini jelas bukan serangan terhadap WHO. Ini debat ilmiah, tetapi kami merasa kami harus mengumumkannya kepada publik karena mereka menolak untuk mendengar bukti setelah banyak percakapan dengan mereka,“ katanya kepada kantor berita Reuters

Para ilmuwan mengatakan baik dipaparkan melalui droplet dari hidung dan mulut atau partikel yang lebih kecil, virus corona menular melalui udara dan dapat menginfeksi orang ketika dihirup

Berikut penjelasan mengenai perbedaan penyebaran virus corona melalui droplet dan udara menurut WHO

Saran dari WHO: Pakai masker di tempat umum

Sebelumnya, WHO mengubah sarannya terkait masker, mengatakan masker harus dipakai di tempat umum untuk membantu menghentikan penyebaran virus corona

WHO mengatakan informasi terbaru menunjukkan bahwa masker bisa menjadi “penghalang bagi droplet yang mungkin menularkan penyakit.“

WHO sebelumnya berpendapat tidak ada cukup bukti ilmiah untuk mengatakan bahwa orang sehat harus menggunakan masker

Dr. Maria Van Kerkhove, pemimpin tim pakar WHO untuk Covid-19, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa mereka merekomendasikan khalayak agar menggunakan “masker kain“ yaitu masker non medis.“

WHO mengatakan pedoman baru ini didorong oleh studi selama beberapa pekan terakhir

“Kami menyarankan pemerintah untuk mendorong agar masyarakat umum memakai masker,“ kata Dr. Van Kerkhove

Pada saat yang sama WHO menekankan bahwa masker wajah hanyalah satu dari perangkaian alat yang dapat digunakan untuk mengurangi resiko penularan- dan bahwa masker jangan sampai memberi khalayak perasaan aman yang palsu

“Masker saja tidak melindungi anda dari Covid-19,“ kata Direktur Jendral WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus

Selama berbulan-bulan WHO bersikeras bahwa Covid-19 ditularkan melalui droplet yang dikeluarkan ketika orang batuk atau bersin. Tetesan yang tidak melekat di udara, tetapi jatuh ke permukaan- itu sebabnya mencuci tangan telah diidentifikasi sebagai langkah pencegahan utama

Tetapi 239 ilmuwan dari 32 negara tidak setuju. Mereka mengatakan ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa virus ini juga dapat menyebar di udara melalui partikel yang jauh lebih kecil yang mengapung berjam-jam setelah orang berbicara, atau bernafas

Hari ini WHO mengakui ada bukti yang menunjukkan bahwa ini mungkin dilakukan di pengaturan tertentu, seperti ruang tertutup atau ramai

Bukti itu harus dievaluasi secara menyeluruh, tetapi jika dikonfirmasi, saran tentang bagaimana mencegah penyebaran virus mungkin harus berubah dan dapat menyebabkan penggunaan masker yang lebih luas, dari jarak yang lebih ketat, terutama di bar, restoran dan pada transportasi umum

WHO untuk pertama kalinya akhirnya mengakui bahwa virus corona mungkin menyebar melalui parteikel-partikel kecil di udara

Nah demikianlah mengenai penyebaran corona terbaru, yaitu penyebaran melalui udara atau airborne

Badan Kesehatan Dunia ini telah mengakuinya. Bagaimana dengan kita orang awam dan bagian dari lapisan masyarakat menyikapinya?

Sepatutnya kita juga tidak mengabaikannya. Merupakan tantangan bagi kita mendapatkan kenyataan bahwa virus ini juga menyebar melalu udara, oleh karenanya kita wajib taat terhadap aturan untuk mencegah penyebaran sebaik-baiknya, dengan mematuhi protokol kesehatan dan jangan lupa selalu patuhi pedoman Tiga Cs

Bir cevap yazın