Seputar garam, dari garam Austria hingga garam Himalaya, klaimnya untuk kesehatan, bedanya dengan garam dapur

379 Views

Akhir-akhir ini sedang tren garam berwarna cantik kalem bersahaja perempuan banget merah muda atau pink bernama garam Himalaya. Adakah pemirsa salah satu penggemarnya atau setidaknya sayup-sayup manja mendengar nama garam ini? Begitupun ane

Pas banget saat ke supermarket menjumpai garam ini terpanjang manis bersama sejawatnya sesama garam di rak penjualan, meski tidak semua supermarket kita jumpai kehadirannya

Harganya berbeda dengan harga garam pada umumnya, lebih mahal dengan porsi yang lebih sedikit. Denger-denger garam ini memang garam elit yang diincar emak-emak rumah tangga dan pencinta masakan seantero jagat karena rasanya membuat masakan enak endolita dan khasiatnya untuk tubuh yang luar biasa. Benarkah?

Jadi penasaran kita.. Sebenarnya garam apa sih ini? Berasal darimana dia? Samakah dengan garam pada umumnya? Jika memang diklaim lebih unggul dari garam lainnya, apa keunggulannya? Dari segi apa saja? Benarkah klaim tersebut?

Bagaimana dengan kita yang tinggal di negara Eropa? Garam apa yang kita pakai? Ternyata cukup garam lokal. Garam Austria ada juga lho.. Malah lebih murah meriah dengan produk yang berlimpah. Padahal ga ada laut dimari.. Kalo kita bayangkan garam biasanya berasal dari laut ya 😊

Untuk menuntaskan rasa penasaran, yuk bersama-sama kita cek luar dalam mengenai garam fenomenal yang sedang viral ini berikut sejawatnya termasuk garam Austria, garam asli dari negara dimana ane bermukim saat ini. Kita mulai dari garam pada umumnya terlebih dahulu ya

Garam

Dalam ilmu kimia, garam adalah senyawa ionik yang terdiri dari ion positif (katon) dan ion negatif (anion), sehingga membentuk senyawa netral (tanpa bermuatan). Garam terbentuk dari hasil reaksi asam dan basa. Salah satu contoh garam adalah natrium klorida, yang merupakan bahan utama garam yang dikenal awam sebagai garam dapur

Ada banyak macam garam, ada garam basa, garam asam hingga garam netral. Larutan garam dalam air seperti natrium klorida dalam air merupakan larutan elektrolit, yaitu larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Cairan dalam tubuh mahluk hidup juga mengandung larutan garam, misalnya sitoplasma dan darah. Akan tetapi karena cairan dalam benda ini juga mengandung banyak ion-ion lainnya, maka setelah airnya diuapkan tidak akan membentuk garam

Garam dapat dicirikan dari warna, rasa dan bau

Garam dapat berwarna cerah dan transparan (contohnya natrium klorida), buram dan kadang berwarna metalik dan berkilau (besi disulfida). Jadi ga identik dengan warna putih saja ya seperti yang kita ketahui yaitu garam dapur. Contohnya lagi adalah kuning (natrium kromat), jingga (kalium kromat), ungu (kalium pemrmanganat), hijau (nikel klorida heksahidrat), hitam (mangan dioksida) dan lain-lain

Untuk rasa, umumnya yang kita ketahui adalah asin yaitu garam dapur, tetapi ada juga yang manis (timbal (II) asetat), asam (kalium bitartrat), pahit, gurih hingga beracun

Bau dari garam tergantung darimana dia berasal, ada yang stabil dan tidak berbau yaitu garam kuat, lebih berbau yaitu garam lemah contohnya cuka dan amonia

Nah, di artikel kali ini kita bahas garam yang berbasis natrum klorida ya.. yaitu garam yang biasa dikonsumsi manusia

Garam merupakan salah satu bumbu dapur yang penting membuat makanan hambar menjadi terasa lezat. Molekul yang dilepaskannya akan menghasilkan aroma yang membuat makanan menjadi lebih nikmat.

Garam yang umumnya kita kenal selama ini adalah garam dapur dengan bahan baku utama yaitu natrium klorida. Garam ini biasa digunakan untuk memasak, sebagai bumbu atau penyedap masakan hingga sebagai pengawet makanan.

Umumnya garam dapur mengandung yodium. Tapi tidak semua seperti garam dapur, tidak semua garam benar-benar mengandung yodium atau mengandung yodium tapi dalam jumlah yang tidak sesuai

Apa itu garam yang mengandung yodium atau garam beryodium? Garam beryodium adalah garam yang sudah difortifikasi atau ditambahkan mineral yodium, yang berfungsi untuk membantu tubuh memproduksi hormon tiroid, yaitu hormon yang berperan dalam mengatur proses metabolisme tubuh dan berbagai fungsi organ di dalam tubuh

Nah apakah di dunia ini untuk keperluan memasak hanya garam dapur yang digunakan? Apakah ada garam lainnya? Ternyata tidak terbatas hanya garam dapur saja ya pemirsa. Ada beragam garam mulai dari asalnya, bentuk, warna, kandungan hingga penggunaan dan kegunaanya yang berbeda-beda

Yuk pemirsa kita cek bersama

Jenis-jenis garam

Garam dapur

Garam ini adalah garam yang umum kita kenal. Garam ini dibuat melalui proses yang sederhana dari penguapan sehingga dianggap sebagai garam paling alamiah dengan tekstur yang kasar. Biasanya garam dapur sudah diberi tambahan yodium. Digunakan sebagai bumbu dapur juga untuk menambah rasa asin pada makanan matang

Garam laut

Dibuat melalui proses evaporasi air asin. Jadi berasal dari air laut yang diuapkan. Garam laut biasanya tidak dimurnikan dan lebih kasar. Kandungannya lebih kompleks daripada garam dapur biasa sehingga lebih kaya rasa. Selain itu garam laut mengandung beberapa mineral seperti zink, kalium dan zat besi sehingga rasa garam ini lebih kompleks

Garam meja

Garam meja merupakan sumber utama yodium.

Garam ini dipanen dari endapan garam yang berada di bawah tanah. Garam meja merupakan hasil tambang yang diproses secara rumit. Garam meja adalah garam industri yang melalui proses penyulingan menjadi 99% natrium klorida.

Bentuknya sangat halus dan diolah agar tidak mudah menggumpal. Sifatnya mudah larut dan kaya akan yodium. Garam meja dikatakan kaya akan kandungan yodium karena sebagian besar diberi tambahan yodium untuk mencegah kekurangan yodium

Garam ini juga paling banyak digunakan dalam rumah tangga sebagai bumbu masakan.

Garam Kosher

Garam Kosher adalah butiran kasar yang terbuat dari kristal-kristal garam. Tidak ada yodium di dalamnya sehingga rasanya lebih ringan. Garam kosher juga biasa ada dalam rumah tangga. Ukurannya besar-besar dan kasar. Karena butirannya yang besar, maka garam ini cocok untuk membumbui daging yang tentunya akan memberi rasa lebih wah pada masakan.

Meski ukurannya besar, rasanya cepat menyebar dan mudah larut dalam makanan. Di pasaran, garam kosher ada yang sudah diberi tambahan yodium dan ada juga yang tidak. Jadi pastikan labelnya untuk mengetahui kandungannya ya

Garam Hawaiian

Garam ini memiliki 3 warna merah, putih dan hitam. Cocok digunakan untuk masakan seafood dan daging

Garam asap

Garam asap memiliki rasa yang lebih intens, tergantung durasi pengasapan. Biasanya untuk menambah rasa asin pada daging dan sayuran

Fleur de sel

Fleur de sel adalah garam yang berasal dari Prancis, disebut-sebut sebagai garam paling mahal. Koki profsesional menggunakan garam ini sebagai sentuhan terakhir makanan

Epsom

Biasanya dgunakan untuk membersihkan penyumbatan di dalam usus besar. Pembuatan mie dan tahu biasanya memasukkan bahan garam ini

Garam Celtic

Garam ini dipanen dari kolam pasang surut di laut Celtic di lepas pantai Prancis. Warna garam ini khas abu-abu dan sedikit lembab. Air laut di wilayah ini dikenal kaya akan mineral, meskipun memiliki kandungan natrium yng lebih rendah dariapada garam kebanyakan. Cocok digunakan untuk memasak ikan dan daging

Crystalline Sea Salz

Garam ini berasal dari pesisir Portugal dan California dengan tekstur yang berbeda-beda. Ada yang bertekstur halus ada yang kasar. Ukurannya juga tidak teratur, tergantung dari seberapa cepat garam ini larut. Warna garam ini disesuaikan dengan kandungan mineralnya. Garam ini sangat cocok ditaburkan pada salad dan filet ikan salmon

Garam Himalaya

Disebut garam Himalaya karena berasal dari pegunungan Himalaya yang terletak di antara Pakistan, India, China, Bhutan dan Nepal

Garam ini dipanen dari pegunungan di Pakistan dekat Himalaya. Warna merah muda diperkirakan berasal dari kandungan di dalamnya

Kala mamak

Berasal dari garam Himalaya yang telah disimpan sebelumnya pada toples yang dicampur dengan arang, rempah, biji dan kulit kayu. Kemudian dipanaskan sebelum disimpan. Proses tersebut memberi warna garam hitam kemerah-merahan. Garam ini biasanya digunakan oleh vegetarian

Nah itu dia beberapa jenis garam yang patut kita ketahui. Sekilas disinggung mengenai garam yang sedang viral ini yaitu garam Himalaya beserta turunannya yaitu Kala mamak

Sekarang yuk kita kenalan dengan garam yang diklaim bermanfaat untuk kesehatan ini 😊

Garam Himalaya

Garam Himalaya atau Himsalt bukan berasal dari laut seperti garam biasa, tapi berasal dari tambang garam terbesar kedua di dunia yang bernama Khewra Salt Mine yang berada di kaki pegunungan Himalaya Pakistan. Garam ini terkubur selama ribuan tahun di bawah lapisan lava, salju dan es

Garam Himalaya merupakan garam batu (halit) yang ditambang dari wilayah Punjab di Pakistan. Garam ini sering memiliki warna merah muda atau pink karena kotoran mineral

Garam Himalaya terutama digunakan sebagai aditif makanan yaitu sebagai garam meja, tetapi garam ini juga digunakan sebagai bahan untuk memasak dan presentasi makanan, lampu hias dan perawatan spa.

Selain pada makanan, penggunaan garam Himalaya bagi terapi kesehatan cukup populer

Garam Himalaya dipasarkan dengan diklaim bermanfaat bagi kesehatan, tetapi klaim ini tidak memiliki dasar ilmiah

Geologi

Garam Himalaya ditambang dari pegunungan Salt Range, tepi selatan sabuk lipat dan dorong yang mendasari daratan tinggi Pothohar di selatan Himalaya. Garam Himalaya berasal dari lapisan tebal Edicaran ke penguapan awal Cambrian dari Formasi Salt Kisaran. Formasi geologi ini terdiri dari kristal halit yang diselingi dengan garam kalium, dilapisi oleh gypsiferous mari dan diselingi dengan lapisan gypsium dan dolamite dengan lapisan serpih minyak serpih yang jarang terjadi yang terakumulasi antara 600 dan 540 juta tahun yang lalu. Strata-strata ini dan bebatuan sedimen Erian di Cambrian menuju Eosen terdorong ke selatan di atas batuan sedimen yang lebih muda dan terkikis untuk menciptakan rentang garam

Sejarah

Catatan penambangan pertama berasal dari orang-orang Janjua di tahun 1200 an. Wow.. sudah lama sekali ternyata ya.. Garam sebagian besar ditambang di Tambang Garam Khewra di Khewra, distrik Jhelum, Punjab Pakistan yang terletak di kaki bukit sistem perbukitan Salt Range di provinsi Punjab di Pakistan ke Dartan Indo Gangetic, ini terutama diekspor dalam jumlah besar dan diproses di negara lain untuk pasar konsumen

Komposisi mineral

Garam Himalaya secara kimiawi mirip dengan garam meja. Analisis berbagai sampel garam Khewra menunjukkan bahwa mereka berada di antara 96% dan 99% ntrium klorida, dengan jumlah jejak mineral yang berbeda-beda seperti kalsium, besi, seng, kromium, magnesium dan sulfat, semuanya pada tingkat aman di bawah 1%.

Beberapa garam yang ditambang di Pakistan tidak cocok untuk makanan atau untuk keperluan indutri tanpa pemurnian karena kotoran. Beberapa kristal garam dari daerah ini memiliki warna off white hingga transparan, sementara kotoran di beberapa urat garam memberikan warna merah muda, kemerahan atau bit merah

Garam Himalaya selain secara kimiawi, secara nutrisi pun mirip dengan garam meja biasa, meskipun tidak memiliki yodium bermanfaat seperti yang ditambahkan ke garam meja beryodium komersial

Warna garam Himalaya

Garam ini sering memiliki warna merah muda atau pink karena kotoran mineral. Diperkirakan terdapat sekitar 84 jenis mineral yang berbeda pada garam Himalaya, termasuk zat besi di dalamnya. Karena banyaknya kandungan tersebutlah yang menyebabkan warna garamnya menjadi merah muda

Harga garam Himalaya

Harga garam Himalaya sedikit berbeda dengan garam kebanyakan karena selain namanya yang semakin populer juga banyak diminati dan digunakan di banyak negara. Garam Himalaya juga tidak ada dan diproduksi di semua tempat. Lha iyalah ya karena memang hanya berasal dari pegunungan Himalaya 😊Oleh karena faktor-faktor tersebut terutama untuk biaya pemasaran, makanya harga garam pink Himalaya menjadi hingga 20 kali lipat lebih mahal daripada garam dapur atau garam laut.

Harganya seberat ga nyampe 100 gram yaitu hanya 88 gram adalah  3,99 Euro atau sekitar Rp. 67.000. Bayangin harga garam dapur di tanah air tercinta sekilo ga nyampe 5 ribu rupiah atau garam Austria setengah kilo hanya 29 sen saja 🙂

Penggunaan

Garam Himalaya digunakan untuk keperluan kuliner, kesehatan hingga kecantikan

Kuliner

Garam Himalaya digunakan untuk membumbui masakan. Menurut pengguna garam ini, masakan yang diberi tambahan garam menjadi enak, gurih dan mantap, seperti diberi penyedap rasa melegenda, apa lagi kalo bukan micin 😊

Ga hanya sebagai bumbu masakan, garam Himalaya juga digunakan sebagai garnis atau hiasan. Selain itu lempengan garam digunakan sebagai hidangan penyajian, batu kue dan griddles dan juga digunakan untuk membuat gelas tembakau tequila. Dalam penggunaan seperti itu, garam ditambahkan sedikit saja ke makanan atau minuman dan akan mampu mengubah cita rasanya

Kesehatan dan kecantikan

Garam Himalaya bermanfaat dalam menjaga keseimbangan tingkat keasaman tubuh

Mencegah penuaan dini

Menjaga kesimbangan gula darah

Mmbantu mengatasi gangguan pernafasan

Memiliki efek antihistamin alami.

Bisa mencegah anemia dengan kandungan zat besi yang kaya di dalamnya

Garam Himalaya digunakan untuk membuat ‘lampu garam‘, blok berlubang yang menyala yang memancarkan rona merah muda atau oranye. Penggunaaannya menghasilkan pelepasan ion yang baik untuk kesehatan. Penggunaan garam Himalaya untuk melapisi dinding spa, bersama dengan penggunaannya untuk perawatan spa

Untuk relaksasi
Garam Himalaya digunakan untuk relaksasi, biasanya dilakukan pada saat mandi. Setiap kali kita mandi, air di dalam kulit akan menguap. Mandi dengan garam Himalaya diklaim akan membuat mineral dari garam tersebut diserap oleh kulit sementara racun dilepaskan ke dalam air mandi.
Cara menggunakan garam Himalaya
Masukkan setidaknya 2 cangkir garam Himalaya ke dalam bak mandi

Demikianlah beberapa di antara manfaat garam Himalaya untuk kuliner, kesehatan dan kecantikan. Banyak yang mengklaim, tidak sedikit juga yang menyakininya

Tapi apakah benar klaim dan keyakinan tersebut? Yuk kita cari tahu

Klaim garam Himalaya untuk kesehatan

Kotoran yang memberikan rona merah muda yang khas telah menimbulkan keyakinan bahwa garam ini lebih sehat dari pada garam biasa. Tidak ada dasar ilmiah untuk manfaat kesehatan yang diklaim tersebut. Di Amerika Serikat, Food Drug Administration memperingatkan produsen suplemen makanan, termasuk yang terdiri dari garam Himalaya, untuk menghentikan pemasaran produk mnggunakan klaim manfaat kesehatan yang belum terbukti

Klaim bahwa penggunaaannya menghasilkan pelepasan ion yang menguntungkan kesehatan adalah tanpa dasar. Klaim serupa ynag tidak didukung secara ilmiah mendasari penggunaan garam Himalaya untuk melapisi dinding spa, bersama dengan penggunaannya untuk perawatan spa

Garam Himalaya juga sedkit mengandung yodium hingga aman untuk penderita hipertensi. Bnearkah? Pendapat para ahli menyatakan garam Himalaya tidak aman untuk penderita hipertensi. Kandungan dan elemen pada garam himalaya tidak memiliki fungsi lebih bagi kesehatan. Kandungan natrium klorida kurang lebih sama seperti garam laut menyebabkan garam-garam pink himalaya tetap tidak baik untuk pasien hipertensi

Jadi garam mana nih yang baik dikonsumsi ya? Apakah garam Himalaya atau garam yang biasa selama ini kita ketahui pada umumnya yaitu garam dapur?

Yuk kita cari tahu

Beda garam dapur dan garam Himalaya

Garam dapur berasal dari air asin laut yang mengalami penguapan dan menjadi berbentuk kristal-kristal garam. Setelah itu kristal garam akan mengalami pemurnian untuk menyingkirkan mineral-mineral lainnya selain natrium klorida yang merupakan zat utama dalam garam

Garam laut biasa yang sudah melalui berbagai proses sehingga kandungan mineral di dalamnya ikut hilang ini hanya mengandung natrium klorida dan yodium tambahan

Umumnya garam dapur yang difortifikasi dengan yodium untuk mencegah kekurangan yodium, yang dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan serta gangguan metabolisme tubuh

Berbeda dengan garam dapur, garam Himalaya tidak melalui proses pemurnian sehingga dianggap lebih alamiah. Sebenarnya komponen dari garam Himalaya sama juga dengan garam dapur yaitu natrium klorida. Tetapi garam Himalaya memiliki komponen mineral lain.

Garam Himalaya merah muda dengan tekstur lebih kasar dan butiran lebih besar dari garam dapur yang menyerupai kristal. Garam Himalaya mengandung 98% natrium klorida dan sejumlah mineral lain yang meliputi kalium, kalsium, magnesium, sulfur dan zat besi. Kandungan mineral yang beragam itulah yang membuat garam Himalaya dianggap memliki manfaat kesehatan

Garam dapur memiliki kandungan natrium ynag lebih tinggi sedangkan garam Himalaya memiliki kandungan mineral lain yang lebih tinggi. Sebagai perbandingan, dalam 1 gram garam dapur terdapat 381 mg natrium dan 0,01 mg zat besi. Sementara itu dalam 1 gram garam Himalaya terkandung 368 mg natrium dan 0,03 mg zat besi

Garam Himalaya, meski mengandung yodium, jumlahnya kurang untuk memenuhi kebutuhan kita. Padahal yodium penting lho untuk menjaga kesehatan, yaitu kelenjar tiroid dan metabolisme sel.  Kekurangan yodium akan beresiko terkena penyakit gondok atau pembesaran kelenjar tiroid di leher

Karena sedikit mengandung yodium, penggunaan garam Himalaya untuk masakan masih tetap kurang untuk memenuhi kebutuhan akan yodium. Oleh karena itu kita disarankan untuk mengkonsumsi makanan lainnya juga. Kita masih membutuhkan asupan yodium dari makanan lain seperti rumput laut, produk susu dan ikan.

Garam diketahui dapat meningkatkan hipertensi. Garam merupakan salah satu faktor yang bisa meningkatkan resiko hipertensi. Pada hipertensi primer, ada banyak faktor yang bisa meningkatkan resiko hipertensi termasuk di antaranya adalah asupan garam. Kebanyakan asupan garam menyebabkan tekanan yang melemahkan dinding arteri. Arteri yang sudah tertekan ini akan menebal dan menjadi semakin sempit, sehingga tekanan darah pun meningkat

Oleh karena itu kita tidak perlu berlebihan dalam mengkonsumsi garam, termasuk garam Himalaya yang diklaim baik untuk penderita hipertensi

Jadi apakah kita tetap membutuhkan garam? Ya jelas dong. Seperti contohnya garam dapur

Meski mengkonsumsi garam dapur sering dianggap tidak baik karena menimbulkan tekanan darah tinggi, pada dasarnya tubuh kita membutuhkan garam untuk mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit, memperlancar hantaran aliran listrik di saraf dan berperan dalam kontraksi otot

Mana yang lebih baik antara garam dapur dan Himalaya

Tidak hanya sekedar pemberi rasa yang wow pada makanan, manfaat garam Himalaya pun ternyata sangat beragam. Sayangnya manfaat garam Himalaya yang telah disebutkan di atas belum terbukti secara medis. Belum ada penelitian ilmiah yang menyatakan bahwa garam Himalaya lebih baik bagi kesehatan dibandingkan dengan garam dapur. Jadi pilihan menggunakan garam Himalaya atau garam dapur dikembalikan pada kita, mau yang mana 😊

Nah yang perlu diperhatikan adalah asupan garam, jangan sampai berlebih. Jangan pula karena takut penyakit tidak mengkonsumsi garam ya..

Batas konsumsi garam

Hal yang perlu diingat adalah perlunya membatasi jumlah garam ynag masuk dalam tubuh setiap harinya. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyarankan konsumsi garam perhari adalah 3,5 sampai dengan 4 gram. Jumlah ini sudah termasuk dengan makanan sehari-hari yang sudah mengandung garam seperti keripik, kentang goreng, sosis dan sejenisnya

Tidak dianjurkan mengkonsumsi garam lebih dari batas 3,5 hingga 4 gram sehari, karena dapat meningkatkan tekanan darah. Sebaliknya asupan garam yang terlalu sedikit juga tidak baik karena dapat menyebabkan tubuh kekurangan natrium

Ga hanya asupan garam ya.. Pastikan kita juga mendapat asupan yodium yang cukup dari makanan lain seperti rumput laut, udang, tuna, produk susu dan telur

Nah itu dia luar dalam mengenai garam, dari garam dapur hingga Himalaya, hingga manfaatnya, begitu juga klaim manfaat garam Himalaya untuk kesehatan

Tentunya ane ga lupa menyertakan garam lokal yang berasal dari negara ane menetap sekarang dong.. yaitu Austria 😊

Garam Austria

Garam yang biasa kita konsumsi ini berasal dari wilayah penambangan terbesar se Austria di masanya, bahkan hingga saat ini yaitu Salzkammergut.  Tambang garam ini pernah membuat Austria tepatnya desa kecil Hallstatt yang dijuluki negeri dongeng karena keindahan alamnya ini berjaya dan terkaya saat itu

Pegunungan di wilayah Salzkammergut tidak hanya indah namun menyimpan kekayaan alam berupa butiran garam yang memasok kebutuhan akan garam di Austria.

Beragam produk garam dari berbagai merk dan wilayah memenuhi pangsa pasar Austria, seperti Salinen gold dari wilayah Salzburg hungga Bad Ischler. Harganya pun murah meriah dan tentunya beryodium ya 😊 Mulai dari 0,29 Euro atau 29 sen saja hingga ga lebih dari 1 Euro setengah kilonya

MasyaAllah alhamdulillah. Meski ga ada laut, Austria tetap memiliki garam sendiri dari penambangannya di pegunungan 😊

 

Bir cevap yazın