Bertanam dalam wadah/pot rasa berkebun di lahan luas, tujuan, syarat serta faktor pendukungnya

397 Views

Bercocok tanam seperti berkebun dan bertani di lahan yang luas telah dilakukan sejak jaman dahulu kala di seluruh dunia. Di tanah air tercinta Indonesia, nenek moyang kita hingga sekarang terkenal akan petaninya yang hebat. Pernah menjadi negara agraris yang disegani sejagat raya

Lahan rata-rata masih luas dengan tanah yang subur makmur. Apa saja yang ditanam bahkan hanya dilempar ke tanah alhamdulillah tumbuh sehat-sehat saja.

Beda dengan sekarang, lahan untuk bercocok tanam tidak sama seperti jaman nenek moyang bahkan orangtua. Kadangkala sudah dibelai-belai dirawat sedari bayi tanaman ogah-ogahan tumbuh. Mau ga mau kita yang harus mengerti apa maunya tanaman, maklum tanaman abad milenia ya😊 Mungkin saja kedinginan efek hujan terus, atau terlalu lembab atau kehausan karena tuannya lupa menyiramnya 😊

Nah, bagaimana kalo pengen berkebun tapi tidak memiliki lahan? Bagaimana mensiasatinya agar tetap berkebun meski ga punya lahan, atau punya lahan tapi terlalu sempit? Atau punya lahan tapi terlindung dari sinar matahari?

Jangan kuatir, hari ini jaman dah canggih. Kita bisa berkebun meski tidak memiliki lahan yang luas. Apa saja bisa diusahakan asal ada kemauan. Ga punya lahan untuk berkebun bukan berarti ga bisa sama sekali berkebun ya.. Paling ga berkebun kecil-kecilan ala emak-emak rumah tangga

Tidak ada lahan yang luas, lahan di halaman rumah pun disulap untuk bercocok tanam yang menyenangkan. Begitu juga bercocok tanam dalam wadah. Bahkan di teras atau balkon rumah. Bukan tanahnya yang dipindahkan ke teras atau balkon ya. Tetapi media tanamnya seperti tanah pada pot diletakkan di teras atau balkon 😊

Yang terakhir ini cocok bagi yang tidak memiliki lahan yang luas, tinggal di kota besar atau di apartemen. Balkon bisa disulap sebagai tempat berkebun yang menyenangkan

Di kota-kota besar adalah biasa perumahan tidak memiliki lahan untuk bercocok tanam apalagi berkebun. Pemandangan diliputi bangunan dengan gedung-gedung tinggi bertingkat termasuklah di dalamnya untuk area huni yaitu apartemen.

Di tanah air tercinta Indonesia mungkin masih jarang ada gedung seperti ini karena lahan masih tersedia cukup luas, terkecuali di kota metropolitan. Tetapi di negara-negara Eropa, ada banyak area huni apartemen tersedia dari harga sewa yang kalo dirupiahin sebulan mulai dari belasan juta hingga puluhan juta. Tergantung apartemennya, ada yang memiliki lahan kosong untuk bertanam ria ada yang tidak. Tapi kebanyakan sih tidak. Akan tetapi balkon merupakan keharusan ada 😊

Selain balkon yang bisa disulap menjadi kebun kecil-kecilan ala emak-emak rumah tangga, area di samping rumah, belakang dapur hingga di dekat jendela pun bisa digunakan sebagai lahan tempat bercocok tanam. Tapi sekali lagi bukan balkonnya ya yang diisi tanah 😊Kita bisa bercocok tanam di wadah atau pot. Seru kan..

Bercocok tanam dalam wadah menjadi pilihan tepat saat pengen berkebun tapi tidak memiliki lahan yang cukup luas. Dengan menggunakan wadah seperti pot atau polibag sudah termasuk berkebun juga lho. Ini merupakan salah satu alternatif berkebun tapi tidak memiliki cukup lahan bahkan tidak ada lahan untuk ditanami tanaman.

Selain tidak memiliki lahan yang cukup bahkan tidak ada sama sekali, apa alasan kita menjatuhkan pilihan berkebun dengan menggunakan wadah? Apa syarat-syarat berkebun dengan menggunakan wadah? Apakah cukup hanya dengan menggunakan wadah? Wow.. banyak sekali yang ingin kita ketahui ya..

Yuk pemirsa mari kita telusuri bersama-sama 😊

Alasan dan tujuan bercocok tanam dengan menggunakan wadah

Praktis

Untuk emak-emak tropis yang hidup di negara 4 musim seperti Eropa, menanam dalam wadah atau pot merupakan salah satu cara praktis dan mudah. Tidak perlu turun ke tanah mamantau tanaman. Tidak perlu mengangkut tanaman ke dalam ruangan saat tiba-tiba salju turun atau mengangkutnya lagi keluar ruangan saat ada matahari bersinar 😊

Dengan menggunakan wadah, kita juga lebih mudah memantau tanaman satu persatu
Tidak hanya emak-emak tropis, emak-emak bule pun sering menggunakan wadah untuk bercocok tanam. Tidak hanya sayur mayur, akan tetapi tanaman hias

Melindungi tanaman

Bertanam dalam pot atau wadah tidak saja dilakukan karena kurang lahan, bisa jadi untuk menghindari cuaca yang tidak menentu seperti hujan yang datang tiba-tiba.

Kendala yang biasa dijumpai di tanah air tercinta adalah cuaca yang sering tidak bisa diprediksi, tiba-tiba bisa mendadak hujan kadangkala panas terik. Nah kalo di negara 4 musim di Eropa, beda lagi. Setiap musim ada kelebihan dan kekurangannya. Kita sulit atau hampir dipastikan tidak bisa menanam tanaman di luar ruangan saat musim dingin bahkan musim gugur dan musim semi. Ini dikarenakan suhu yang sangat rendah

Dengan bertanam dalam wadah dan diletakkan ditempat yang terlindung dari hujan, tanaman akan selamat dari bahaya yang mengancam, seperti media tanah menjadi becek yang membuat tanaman ngambek berhari-hari bahkan sampai pingsan/layu.

Dengan menggunakan wadah, emak-emak yang tinggal di negara 4 musim juga bisa mengangkut tanamannya ke balkon hingga ke dalam rumah saat salju datang atau suhu yang sangat rendah menyebabkan embun beku

Menanam sepanjang tahun

Dengan menggunakan wadah, emak-emak bule bisa menanam tanaman sepanjang tahun karena diletakkan di dalam ruangan. Seperti cabe dan tomat, saat musim gugur hingga musim semi mereka bisa diletakkan di dalam ruangan. Meski tidak tumbuh, mati tidak bertumbuh pun tidak, tapi paling tidak mereka bisa bertahan hingga musim panas nanti

Menguntungkan tanaman

Bagi emak-emak tropis yang tinggal di negara 4 musim seperti Eropa, meski tidak bisa sepanjaag tahun bercocok tanam di luar ruangan, akan tetapi tanaman yang diselamatkan saat mulai memasuki musim dingin bisa siap berbuah saat musim semi atau awal musim panas saat sinar matahari mulai stabil. Jadi ga perlu menunggu hingga akhir musim panas nanti baru panennya ya 😊Lumayan kan. Tanaman tidak mati, tapi menghasilkan buah. Di saat musim panas kita tidak perlu baru menyemai tanaman yang kadangkala berhasil kadangkala gagal karena pengaruh cuaca yang masih dingin di musim semi 😊

Hiasan yang mengademkan hati dan jiwa

Menanam dalam wadah dimaksudkan sebagai hiasan, terutama yang diletakkan di dalam ruangan. Emak-emak hilang capek sehabis beraktivitas memandang tanaman peliharaan yang imut cantik terpajang dengan anggun di pojok ruangan 😊Atau saat menyambut pagi memandang balkon yang hijau asri didatangi hewan penyerbuk yang ramai

Atau tanamannya memang mengharuskannya diletakkan di dalam ruangan dan tidak memungkinkan untuk diletakkan di luar ruangan seperti Amaryllis di musim dingin 😊

Nah itulah beberapa tujuan dan manfaat menggunakan wadah dalam bercocok tanam rasa berkebun meski tidak cukup memiliki lahan

Sekarang kita cari tahu yuk apa saja yang harus diperhatikan hingga aktivitas bercocok tanam kita layaknya berkebun di lahan sesungguhnya meski hanya menggunakan wadah. Apa sajakah itu? Di antaranya adalah pilihan tanaman, media tanam hingga wadah. Berikut ulasannya

Pilihan tanaman

Tanaman seperti apa sih yang cocok ditanam dalam wadah, apakah tanaman apa saja boleh. Jika tidak, tanaman yang seperti apa?

Ternyata memang tidak semua tanaman dapat ditanam dalam wadah ya. Tanaman yang hendak kita tanam juga turut mempengaruhi aktivitas berkebun kita dengan menggunakan wadahApa sebabnya. Nah ini dia contohnya

Tanaman yang memiliki akar tunggang

Tanaman yang dibudidaya dengan tujuan menghasilkan buah tidak bisa ditanam di pot, seperti pepaya. Ini dikarenakan akar tunggang membutuhkan media tanam yang luas, Tanaman akan mencari tempat seluas-luasnya untuk membuatnya tetap kokoh dan menghasilkan buah. Jika dipaksa ditanam di dalam pot, dipastikan akan sulit menghasilkan buah. Kalaupun berbuah, tidak akan maksimal karena kurang nutrisi dan lain-lain.

Lain halnya jika hanya ingin diambil daunnya, ini masih bisa ditolerir. Daun tetap akan tumbuh karena tidak seberat saat menghasilkan buah

Tanaman berbuah besar yang sifatnya merambat

Sama seperti tanaman dengan akar tunggangnya seperti pepaya, begitupun tanaman yang sifatnya merambat seperti labu kuning akan butuh media yang luas. Bisa berbuah tapi tidak maksimal. Bisa ditanam di pot dengan syarat wadahnya lumayan besar agar pertumbuhannya maksimal. Ane contohnya menanam labu kuning dengan tujuan diambil daunnya untuk dibikin sayuran. Lumayan potnya segede baskom ukuran diameter setengah meter 😊

Tanaman keluarga Euphorbiaceae

Hal yang sama berlaku untuk keluarga Euphorbiaceae seperti ubi jalar atau singkong dan sejawatnya daun pepaya Jepang. Untuk singkong, agak berat ya jika harus menghasilkan umbi. Tetapi bila bertujuan untuk diambil daunnya, masih bisa ditolerir. Singkong tetap akan menghasilkan daun yang hijau segar, begitu juga daun pepaya Jepang. Tapi jangan dibayangkan akan selebat dan serimbun saat ditanam di halaman ya.. Maklum akan keterbatasan tempat hidupnya 😊

Tanaman keluarga Solanaceae

Tanaman keluarga Solanaceae seperti tomat dan cabe bisa ditanam di dalam pot. Mereka adalah tanaman yang fleksibel dan mudah diatur, meski kadangkala jenis tomat tingginya bisa mencapai 3 meter dan perlu bantuan penyangga agar tetap kokoh

Tanaman hias

Tanaman hias paling banyak ditanam di dalam pot atau wadah. Hal ini dikarenakan tanaman hias sudah mengalami adaptasi yang lama sejak era nenek moyang mereka. Di segala musim tanaman hias bisa ditanam di pot.

Pengecualian ada beberapa, seperti Amaryllis musim dingin yang tumbuh dan berbunga di musim dingin. Amaryllis tipe ini memang ditujukan sebagai penghias ruangan di kala musim dingin

Di negara 4 musim seperti Eropa, tanaman hias seperti petunia menjadi favorit ditanam dalam wadah yaitu pot kembang saat musim panas. Bahkan diletakkan di ketinggian seperti depan jendela rumah dan balkon. Ini karena batangnya yang lemah tidak kokoh ditambah sifat petunia yang suka menjuntai

Nah demikianlah beberapa pilihan tanaman yang harus diperhatikan saat memutuskan bercocok tanam dalam wadah. Selanjutnya adalah media tanam

Media tanam

Media tanam bisa dipilih tanah. Jika tidak ada tanah, bisa beli di toko kebun atau toko bunga atau bahkan di supermarket juga tersedia kalo di Austria. Kadangkala tanah juga sudah dilengkapi dengan penunjang pertumbuhan dan penyubur tanaman

Bila dirasa kurang, bisa menggunakan limbah dapur yang diolah terlebih dahulu dengan mencampurkannya dengan tanah. Selain dapat menyuburkan tanaman, limbah dapur menambah massa media tanam

Ada yang menggunakan batu. Nah kalo menggunakan batu biasanya ini adalah untuk tanaman sukulen yang bertujuan untuk mengademkan tanaman dan menghindari busuk akar yang kerap menyerang tanaman bila media terlalu becek/lembab. Begitu juga tanaman lavender, kadangkala diselipi kerikil agar media tidak terlalu basah

Wadah

Ada banyak pilihan wadah untuk menanam, dari yang terbuat dari plastik hingga keramik, dari pot, polibag hingga ember. Bahkan botol bekas minuman mineral pun bisa digunakan. Yang penting kokoh dan dapat menampung media tanam berikut penghuninya.

Jadi wadah menanam juga tergantung pada tanaman. Semakin besar wadah dan semakin jarang penghuninya, semakin baik pertumbuhan tanaman

Jadi apa sih yang ga mungkin dengan bercocok tanam di wadah ya😊

Selanjutnya apa lagi nih. Tentunya syarat-syarat bercocok tanam dalam wadah ya.. Bercocok tanam di dalam wadah tidak seleluasa seperti saat bercocok tanam di lahan yang luas

Berikut ini syarat-syarat bercocok tanam dalam wadah agar didapatkan apa yang diinginkan

Syarat menanam dalam wadah

Tidak banyak tanaman dalam satu wadah

Jika ingin menghasilkan tanaman yang subur dan sehat dengan daun yang rimbun dan buah yang banyak, dalam satu wadah seperti pot atau polibag sebaiknya hanya ada satu tanaman saja agar nantinya pertumbuhannya bisa optimal. Adanya tanaman lain dalam satu wadah membuat mereka harus berbagi bahkan berebut makanan

Penyiraman

Tanaman di dalam pot wajib disiram minimal sehari sekali. Ini karena keterbatasan ruangnya. Tanaman tidak bisa leluasa dengan akarnya mencari minuman seperti tanaman yang ditanam di tanah lapang 😊

Sinar matahari

Rata-rata tanaman perlu sinar matahari, seperti keluarga Solanaceae tomat dan cabe. Tanaman yang jarang terkena sinar matahari akan tumbuh menjulang hingga lupa akan fitrahnya berbuah, seperti tomat 😊

Jangan pula kebanyakan sinar matahari ya.. seperti kangkung. Daunnya akan kurus kering dan kekuningan

Bagaimana di negara 4 musim jika bukan di musim panas? Kalo ingin sedikit repot, tanaman bisa dikeluarkan saat ada sinar matahari dan dimasukkan kembali ke ruangan saat cuaca tidak memungkinkan seperti suhu yang dingin atau turun salju 😊Atau letakkan di dekat jendela seperti tanaman basil, mint dan rosemary

Nah demikianlah pemirsa edisi kali ini mengenai bercocok tanam dalam wadah rasa berkebun di lahan luas, hal-hal yang harus diperhatikan seperti pilihan tanaman apa yang bisa dipelihara pada wadah tersebut, media tanam yang dipakai, wadah serta syarat-syarat agar didapatkan hasil yang diinginkan seperti penyiraman hingga sinar matahari

Semoga bermanfaat

Selamat bercocok tanam 😊

Bir cevap yazın