Ayasofya/Hagia Sophia, Istanbul Turki menjadi masjid kembali setelah 86 tahun

363 Views

Ayasofya atau Hagia Sophia merupakan bangunan yang sangat penting dan fenomenal. Bangunan ini sudah terkenal sejak jaman dahulu kala. Tak berhenti menjadi buah bibir dimana-mana. Dicintai semua orang tanpa memandang ras, suku, bangsa dan agama

Tak heran Ayasofya ditetapkan sebagai situs Warisan Bersejarah Dunia UNESCO. Bangunan yang terletak di Istanbul Turki ini beberapa kali berganti status terkait fungsinya. Ayasofya awalnya berfungsi sebagai gereja kemudian berubah fungsi sebagai masjid pada tahun 1453. Selanjutnya pada tahun 1935 berubah fungsi menjadi museum

Ayasofya atau dunia internasional mengenalnya dengan nama Hagia Sophia ini dibangun pada tahun 537 M sebagai Gereja Katedral Ordodoks. Pada tahun 1204 oleh tentara Salib kemudian diubah menjadi Gereja Katedral Katolik Roma oleh Kekaisaran Latin Konstantinopel

Ayasofya adalah bangunan gereja selama 916 tahun lamanya. Pada saat penaklukan Konstantinopel tahun 1453, Sultan Muhammad Al-Fatih atau Fetih Sultan Mehmet membeli Ayasoyfa dan membangunkan pengganti bangunan Gereja Katedral di lokasi lain tak jauh dari lokasi Ayasofya. Oleh Sultan Muhammad Al-Fatih, pada 29 Mei 1453 Ayasofya difungsikan sebagai masjid.

Ayasofya yang difungsikan sebagai masjid sejak tahun 1453 ini berlangsung hingga tahun 1935, tepatnya 1 Februari 1935 atau selama 482 tahun lamanya. Pemerintahan Kemal Attaturk yang sekuler, liberal dan otoriter mengubah Ayasofya menjadi museum

Pada hari Jum’at, 10 Juli 2020, Presiden Recep Tayyib Erdogan menetapkan Ayasofya menjadi masjid. Setelah 86 tahun Ayasofya akhirnya bisa digunakan kembali untuk ibadah bagi seluruh umat Islam di dunia

Persiapan untuk perubahan fungsi ini turut dilakukan. Prasasti di depan bangunan menunjukkan eksistensi sebagai masjid dengan menggunakan 3 bahasa, Turki, Inggris dan Arab. Di antaranya adalah The Hagia Sophia Grand Mosque yang berarti masjid agung Hagia Sophia. Di dalam ruangan karpet berwarna biru yang indah berukuran 14.000 m² memenuhi ruangan. Presiden Erdogan membayar sendiri dengan menggunakan kekayaan pribadinya lho, bukan dari kas negara. Masyaallah alhamdulillah

Dua minggu kemudian, tepatnya pada hari Jum’at 24 Juli 2020 Ayasofya menjadi tempat sholat Jum’at pertama kali setelah diubah dari museum menjadi masjid. Azan pertama pun sejak 86 tahun akhirnya berkumandang dari 4 menara masjib Ayasofya. MasyaAllah Allahu Akbar

Ga kebayang betapa bahagianya umat muslim di Turki. Tidak hanya umat Islam di negara dimana masjid ini berdiri saja, tapi seluruh dunia turut berbahagia. Hari Jumat 24 Juli 2020 menjadi hari yang bersejarah dan hari yang berbahagia bagi muslim di seluruh dunia. Ayasofya kembali bersemi memenuhi hati setiap muslim

Bagaikan oase di padang pasir menantikan kerinduan akan kebangkitan Islam. Warga Turki antusias menyambut kembalinya Ayasofya sebagai masjid. Sejak kamis malam, halaman Ayaspfya telah dipenuhi oleh warga sekitar maupun yang datang secara khusus dari luar daerah, beberapa tenda untuk istirahat juga terlihat didirikan di halaman masjid

Warga berbondong-bondong memenuhi area masjid bahkan ke dalam masjid dengan suka cita

Sholat Jum’at dihadiri oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan beserta tamu undangan dari berbagai negara, Sedkitnya ada sepuluh ribuan orang seperti saat diberitakan media-media elektronik.

Presiden Erdogan membaca Alquran di masjid Ayasofya sebelum sholat Jum‘at.  Kutbah Jum’at dilakukan oleh Ali Erbash. Kutbah Ali Erbash mengingatkan akan ucapan Sultan Muhammad Al-Fatih yang sejuk dan damai, Kutbahnya menirukan ucapan Sultan yang mengatakan pada warga bahwa mulai sekarang jangan takut dengan kebebasan dan hidupmu, harta benda kalian tidak akan dijarah, tidak akan ada ynag dianiyaya, tidak ada yang akan dihukum karena agama mereka.

Usai membaca Alquran yaitu surat Al Fatihah dan Al Baqarah di masjid Ayasofya sebelum sholat Jum‘at, kemudian usai sholat Jum’at. Presiden Erdogan berziarah ke makam Sultan Muhammad Al-Fatih

Tidak hanya sholat Jum’at, hingga Minggu 26 Juli jemaah sholat masih memadati masjid Ayasofya. Bahkan pada hari-hari selanjutnya memenuhi masjid dengan sholat subuh dan tetap ramai yang datang memadati dengan ibadah sholat, termasuk sholat maghrib. MasyaAllah alhamdulillah. InsyaAllah aamin seterusnya ya cahaya Islam memenuhi masjid yang indah ini

Terimakasih Presiden Turki Erdogan atas perjuangannya mengembalikan Ayasofya menajadi masjid kembali, mengembalikan harga diri dunia Islam

Bir cevap yazın