Amalan dan keutamaan amal salih pada 10 hari di awal bulan Dzulhijjah serta hari-hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah)

268 Views

Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan dalam kalender Islam. Tahun ini yaitu tahun 2020, 1 Dzulhijjah bertepatan dengan saat masuk waktu maghrib pada hari Selasa 21 Juli 2020 (subuh, 22 Juli 2020)

Bulan ini sangat istimewa. Di dalamnya terdapat hari-hari yang memiliki kedudukan yng tinggi dan keutamaan amal salih yaitu di sepuluh hari pertama bulan ini. Pahala di dalamnya akan dilipatgandakan. Ini merupakan hari-hari yang paling afdol sepanjang tahun.

Ini adalah kesempatan kita untuk menggunakan waktu yang istimewa ini dengan memperbanyak amal salih dan beramal salih sebaik-baiknya. Jangan sampai waktu yang sangat baik di bulan ini berlalu begitu saja ya. Jangan biarkan 10 hari pertama berlalu sia-sia karena tidak ada jaminan kita akan bertemu kembali dengannya

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda seperti diriwayatkan oleh Muslim 4816

“Bersemangatlah engkau terhadap apa-apa yang memberimu manfaat, mintalah pertolongan kepada Allah, dan janganlah menjadi orang yang lemah.“

Nah, dengan demikian yuk kita sambut bulan Dzulhijah ini dengan bersemangat dan berbahagia. Manfaatkan sebaik-baiknya waktu-waktu yang istimewa ini. Bagaimana kita memanfaatkan 10 hari ini dengan sebaik-baiknya? Tentunya kita bisa mengambil apa saja yang kita mampu menjalankannya ya. Ada banyak pintu amal yang bisa kita jalankan sehingga tidak ada yang berlalu dari waktu-waktu yang ada kecuali dilalui dengan kebaikan dan ketaatan

Kita lihat yuk keutamaan amal salih pada sepuluh hari di awal bulan Dzulhijah ini

Rasulullah bersabda seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam sahihnya

“Tiada hari-hari dimana amal salih di dalamnya lebih dicintai oleh Allah ketimbang hari-hari yang sepuluh (Dzulhijjah).“
Para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, termasuk lebih utama dari jihad di jalan Allah?“
Beliau menjawab, “Ya. Bahkan mengalahkan keutamaan jihad di jalan Allah, kecuali seseorang ynag keluar untuk berjihad dengan jiwa dan hartanya, kemudian ia tidak lagi kembali (mati syahid).“

MasyaAllah alhamdulillah..

Allah melebihkan keutamaan waktu tertentu di atas waktu lainnya dan  mensyariatkan padanya ibadah dan amal salih untuk mendekatkan diri kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya

“Dan demi malam yang sepuluh.“
(QS. Al-Fajr ayat 2)

Malam yang sepuluh bermakna sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah, menurut pendapat yang dikuatkan oleh Ibnu Katsir dan Ibnu Rajab, serta menjadi pendapat mayoritas ulama

Apa yang menjadikan 10 hari pertama Dzulhijjah ini begitu istimewa ya. Ini karena berkumpulnya ibadah-ibadah induk yang tidak terdapat pada hari-hari yang lain

Imam Ibnu Hajar Al-‘Asqalani berkata,

“Tampaknya sebab yang menjadikan istimewanya 10 hari pertama Zulhijjah adalah karena padanya terkumpul ibadah-ibadah induk (besar) yaitu sholat, puasa, sedekah dan haji, yang (semua) ini tidak terdapat pada hari-hari yang lain

Amal salih dalam hadis ini bersifat umum, termasuk sholat, sedekah, puasa, berzikir, membaca Al-Qur-an dan sebagainya.

Perbanyak zikir yauk pada 10 hari pertama Dzulhijjah, karena ini sangat baik

Dari Ibnu Umar radiallahu anhu, Rasulullah bersabda

“Tidak ada hari yang lebih agung lagi disukai Allah amalan padanya berbanding hari-hari yang sepuluh ini (10 hari pertama Dzulhijjah). Maka perbanyakkanlah padanya tahlil, takbir dan tahmid.“

(Hadis Riwayat Ahmad Sahih)

Perbanyak zikir
Tahlil (La ilaha illallah)
Takbir (Allahu Akbar)
Tahmid (Alhamdulillah)

Dalam hal berpuasa, amal salih ini adalah yang paling dianjurkan pada waktu 10 hari Dzulhijjah yaitu  berpuasa pada hari Arafah (9 Dzulhijjah) bagi yang tidak sedang melakukan ibadah haji, karena Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam ketika ditanya tentang puasa pada hari Arafah beliau bersabda:

“Aku berharap pada Allah puasa ini mengugurkan (dosa-dosa) di tahun yang lalu dan di tahun berikutnya.“

Puasa Arafah dapat menghapus puasa 2 tahun

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda seperti diriwayatkan oleh Muslim 1162

“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Puasa Asyuura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.“

Khusus untuk puasa, terdapat larangan dari Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam untuk melakukannya yaitu pada 10 Zulhijjah, ini merupakan pengecualian

Dalam hadis ini juga terdapat dalil ynag menunjukkan bahwa berjihad di jalan Allah adalah termasuk amal yang paling utama

Itulah keutamaan amal salih di 10 hari pertama Dzulhijjah

Sekranag mari kita lihat yuk rincian amalan pada 10 hari pertama Dzulhijjah ini termasuk pada hari Tasyrik 11. 12, 13 Dzulhijjah

1-9 Dzulhijah

Puasa sunnah awal Dzulhijah
Perbanyak takbir mutlak, tidak dibatasi waktu dan tempat.
Saat di pasar, di jalan, di kendaraan dan di rumah diperintahkan terus bertakbir seperti layaknya takbiran hari Raya
Perbanyak amalan salih seperti sedekah
Larangan memotong rambut dan kuku dari awal Dzulhijah sampai hewan kurban disembelih

9 Dzulhijah
Puasa Arafah
Perbanyak doa di hari Arafah karena sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah
9 Dzulhijah ba’da subuh sampai waktu asar pada hari Tasyrik yang berakhir (13 Dzulhijjah) memperbanyak takbir muqayyad*, yaitu setelah sholat 5 waktu maupun sholat sunnah. Baiknya tetap mendahulukan zikir setelah sholat kemudian perbanyak takbir
Catatan:
*Wanita diperintahkan melirihkan suara, sedangkan laki-laki mengeraskan suara takbir

10 Dzulhijjah

Sholat Idul Adha
Penyembelihan kurban
Tidak boleh puasa

Hari-hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah)

Penyembelihan kurban
Tidak boleh puasa
Perbanyak doa “Robanna aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban naar‘

Bir cevap yazın