Tujuan fermentasi, manfaat produk pangan hasil fermentasi termasuk untuk kesehatan dan kekurangannya

268 Views

Mikroorganisme adalah mahluk mungil yang ada di sekitar kita. Mahluk tak kasat mata ini ada yang menguntungkan ada pula yang merugikam. Nah mikroorganisme yang menguntungkan ini banyak dimanfaatkan manusia

Pemanfaatan ini telah dilakukan sejak dahulu kala dalam pembuatan makanan dan minuman. Proses ini dikenal dengan fermentasi. Beberapa makanan yang dibuat dari proses fermentasi dengan bantuan mikroorganisme seperti bakteri dan jamur adalah  yogurt, keju, roti, tempe, tape, kecap, tauco, oncom hingga terasi. Minumanpun ga ketinggalan seperti minuman beralkohol anggur dan bir serta tuak

Jadi makanan fermentasi ini memang telah ada sejak jaman dahulu kala ya.. dari seluruh dunia dan banyak negara. Nenek moyang kita juga sudah menggunakan cara ini tentunya dengan berbagai tujuan seperti untuk menikmati suatu makanan karena rasanya yang menjadi lebih enak dan unik. Gimana ga enak coba kalo makannya pake sambel terasi 🙂 Tujuan lainnya adalah untuk menambah nilai gizi. Seperti tempe ya.. kan banyak gizinya tuh dibanding hanya kacang kedelai 🙂

Kalo menambah nilai gizi, pastinya bermanfaat juga untuk tubuh ya.. Di samping itu tujuan fermentasi ini adalah untuk meningkatkan daya simpan

Untuk lebih terperincinya yuk kita ketahui bersama-sama apa tujuan makanan difermentasi berikut ini

Tujuan fermentasi

Menyelamatkan makanan dari berbagai masalah makanan

Contohnya seperti pada roti yang tidak mengembang.


Dengan adanya ragi sebagai agen pengembang, maka roti menjadi mengembang. Roti juga menjadi bertekstur, berpori dan lembut empuk. Tidak hanya itu, roti yang melalui proses fermentasi dengan bantuan ragi ini pun memiliki cita rasa yang lebih dan aroma yang menyenangkan

Penganekaragaman pangan

Bisa dilakukan dengan mengganti aroma, rasa dan komposisi makanan. Makanan hasil fermentasi pun bercita rasa lebih baik
Misalnya saja dari kacang kedelai, akan didapatkan produk pangan dari hasil fermentasi seperti tempe, oncom, tauco dan kecap
Dengan penganekaragaman ini maka variasi makanan semakin ramai. Dengan memperkaya pangan maka kebutuhan pangan juga akan semakin mencukupi

Meningkatkan masa penyimpanan

Beberapa hasil fermentasi seperti alkohol dan asam dapat menghambat pertumbuhan makanan patogen di dalam makanan sehingga makanan menjadi lebih awet.
Misalnya lagi mikroorganisme Rhizopus oligoporus pada bahan makanan kacang kedelai yang menghasilkan tempe yang tahan busuk lebih lama daripada yang tidak menggunakan mikroorganisme ini

Meminimalisir kerugian

Dengan masa penyimpanan yang semakin lama dengan menggunakan teknik fermentasi, maka kerugian akan berkurang
Misalnya panen singkong
Jika tidak digunakan maka singkong lama kelamaan akan rusak. Akan tetapi jika dibuat tape, minimal singkong berdaya guna dan tidak terbuang percuma ya 🙂

Menghemat waktu dan sumber daya yang dibutuhkan dalam pengolahan makan

Waktu juga tidak terbuang percuma, tidak memerlukan sumber daya seperti banyak tenaga manusia yang tentunya harus diberi upah atas pekerjaannya

Menambah nilai gizi makanan.

Jika digunakan dengan baik, maka nutrisi makanan akan terkendali atau malah menambah nilai gizi. Misalnya pada tempe. Nutrisi dari tempe yang dihasilkan dari proses fermentasi lebih banyak jika dibandingkan hanya kacang kedelai saja

Menjadikan makanan hasil fermentasi lebih mudah dikonsumsi

Lagi-lagi tempe ya makanan kebanggaan anak negeri. Kalo hanya kacang kedelai saja sepertinya kurang mantap ya.. Nah kalo dibikin tempe kan makan terasa nikmat, apalagi dengan produk hasil fermentasi lainnya yaitu terasi yang ditambahkan pada sambal 😉
Atau makanan bule seperti yogurt dengan selai strawberry. Kalo susu saja mungkin ada individu yang ga bisa mengkonsumsi karena alergi laktosa. Nah kalo dibikin yogurt  jadi lebih mudah dikonsumsi ya kan 🙂

Memperkaya nutrisi makanan

Sejumlah protein, asam amino serta vitamin ditambahkan pada makanan fermentasi, yang tentunya ini akan semakin memperkaya nutrisi dari makanan tersebut

Mengeliminasi komposisi anti nutrisi

Nah itu dia tujuan dari makanan yang difermentasi. Ternyata banyak banget tujuannya. Orang jaman dulu cerdas ya.. bisa mendayagunakan pangan 😊

Dengan menggunakan teknik fermentasi dan dimanfaatkannya mikroorganisme untuk menghasilkan makanan berfermentasi ini selain memiliki tujuan pastinya diharapkan memiliki manfaat bagi tubuh ya.. Benarkan makanan berfermentasi bisa bermanfaat bagi tubuh atau hanya sekedar menyenangkan selera saja? Bagaimana dengan efek sampingnya yang mungkin bisa saja merugikan kesehatan?

Yuk pemirsa mari bersama-sama kita simak

Kita lihat dulu manfaat fermentasi ya

Manfaat fermentasi

Dapat meningkatkan nilai jual produk serta nilai ekonomis

Contohnya seperti hasil fermentasi dari susu menjadi yogurt, kefir, keju, mentega hingga buttermilk. Kemudian juga hasil fermentasi dari kacang kedelai menjadi tempe, tauco, oncom serta kecap

Nilai gizi lebih baik

Nilai gizi dari makanan berfermentasi menjadi lebih baik, seperti jika dibandingkan dari bahan asalnya.
Contohnya yogurt. Yogurt merupakan hasil fermentasi bakteri asam laktat, dimana cadangan laktosa dalam susu diubah menjadi asam laktat. Kondisi ini membuat susu memperbaiki pendadihan. Dadih ini kemudian dikumpulkan dan dikemas dalam bentuk yogurt

Penambahan bakteri baik ke dalam makanan menambah nilai gizi dari makanan tersebut terutama vitamin B. Contohnya tempe, nilai gizi tempe lebih tinggi daripada kacang kedelai yang menjadi bahan utama dalam pembuatan tempe.
Sejumlah protein, asam amino serta vitamin pun bertambah pada makanan fermentasi

Tentunya dengan nilai gizi yang lebih baik, tubuhpun akan merasakan manfaatnya sehingga dapat meningkatkan kesehatan tubuh

Makanan berfermentasi dapat meningkatkan nilai gizi bagi yang mengkonsumsi

Ini karena makanan berfermentasi menghasilkan nilai gizi yang lebih baik dan sejumlah nutrisi juga semakin bertambah seperti protein dan asam amino serta vitamin
Makanan dan minuman berfermentasi juga dapat meningkatkan kualitas kesehatan karena mengandung probiotik

Ternyata makanan fermentasi bermanfaat untuk kesehatan tubuh ya.. apa sajakah itu? Yuk pemirsa mari kita cek bersama-sama 🙂

Beberapa manfaat makanan fermentasi bagi kesehatan

Meningkatkan kesehatan usus

Ini terutama pada makanan dan minuman fermentasi yang mengandung probiotik, cContohnya yogurt dan kefir

Bakteri baik biasanya sengaja ditambahkan ke dalam makanan dan mengubah makanan tersebut berubah menjadi bentuk lain. Saat kita mengkonsumsi makanan fermentasi ini, jumlah bakteri baik dalam usus bisa meningkat. Hal ini baik untuk meningkatkan kesehatan, terutama usus

Saluran kita sebenarnya mengandung banyak bakteri baik dengan jenis yang berbeda. Salah satunya adalah Lactobacillus rhamnosus yang dapat membantu menyeimbangkan lingkungan dalam pencernaan, memperkuat pertahanan usus hingga meningkatkan kekebalan tubuh serta membantu mengurangi zat-zat berbahaya yang dihasilkan oleh patogen. Bakteri baik jenis lain juga dapat membantu mengobati radang usus dan diare

Memperlancar pencernaan

Tempe yang berasal dari bahan asalnya yaitu kacang kedelai. mangandung banyak proteinnya dan mudah dicerna karena pada saat fermentasi, jamur Rhizopus telah menghasilkan enzim protease dan enzim lipase yang menguraikan zat makanan menajadi senyawa yang mudah dicerna tubuh. Ini dikarenakan terjadinya pemecahan zat makanan yang tidak dapat dicerna oleh manusia, misalnya serat. Serat akan diuraikan oleh enzim yang dihasilkan oleh kapang. Mikroba ini akan memecah senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana
Yogurt membuat perut adem dan lancar buang air besar, hingga terhindar dari sembelit

Menyerap nutrisi dari makanan

Penambahan bakteri baik ke dalam makanan dapat membantu kerja usus dalam dalam meningkatkan kemampuan tubuh dalam menyerap nutrisi dari makanan

Mengurangi gejala intoleran laktosa

Produk hasil fermentasi seperti yogurt dan kefir sangat baik dan menjadi pilihan pengganti susu untuk mereka yang alergi laktosa yang biasanya terdapat pada susu.

Menjaga kesehatan jantung

Beberapa produk susu fermentasi memiliki efek menurunkan tekanan darah tinggi dan membantu menurunkan LDL yaitu kolesterol jahat. Ini baik dalam menjaga kesehatan jantung

Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Makanan fermentasi membuat usus terhindar terhadap penyakit usus dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Tidak hanya itu saja. Tercukupinya nutrisi dalam tubuh juga membuat tubuh memiliki kemampuan dalam meningkatkan kekebalannya terhadap serangan radikat bebas penyebab penyakit

Seperti kefir yang digunakan untuk membantu pasien dengan penyakit paru dan tuberkulose

Wow.. banyak sekali manfaat produk hasil fermentasi ini. MasyaAllah alhamdulillah. Jadi sudah dipastikan makanan fermentasi itu baik untuk tubuh ya

Meski demikian, harus berhati-hati karena makanan fermentasi tidak baik juga untuk kesehatan. Benarkah demikian? Makanan fermentasi yang seperti apa yang tidak baik untuk kesehatan? Bakteri baik dari makanan fermentasi bisakah menjadi berbahaya?

Yuk kita telusuri bersama-sama

Banyak sekali makanan fermentasi yang berasal dari berbagai negara. Masing-masing negara mungkin memiliki makan fermentasinya masing-masing yang sudah diturunkan secara berkelanjutan dari nenek moyang

Contohnya saja dari negara barat. Tak terhitung macam-macam keju dan ukuran, dari ceddar hingga mozarella, dari yang bulat mini hingga seukuran bagong yang dibuat secara tradisional maupun modern, dari skala rumahan hingga komersial. Dari tanah air kita tercinta Indonesia, makanan fermentasi kita ga kalah banyaknya seperti tempe, tape, brem, oncom, tauco, kecap bahkan terasi.

Meski demikian, terdapat kekurangan pada produk fermentasi.

Mengapa demikian? Apa sajakah itu? Yuk pemirsa mari kita telusuri bersama-sama

Kekurangan makanan fermentasi

Tidak semua makanan fermentasi telah malakukan pengujian resmi

Seperti misalkan makanan fermentasi yang banyak dihasilkan dari berbagai negara, banyak juga dari makanan fermentasi tersebut yang belum pernah dilakukan pengujian resmi dan mendapat sertifikat aman. Karenanya sulit untuk mengetahui apa yang dilakukan makanan tersebut terhadap tubuh kita. Apakah baik-baik saja atau sebaliknya menyimpan suatu misteri
Namun tidak ada makanan fermentasi yang berbahaya ya jika diproduksi secara alami

Beberapa hasil samping dari proses fermentasi mungkin membahayakan kesehatan, seperti asam laktat

Beberapa hasil samping dari proses fermentasi mungkin dapat membahayakan kesehatan jika masuk kedalam tubuh terlalu banyak. Misalnya asam laktat. Jika terlalu banyak asam laktat dalam tubuh maka dapat membuat bagian tubuh seperti otot menjadi kaku dan nyeri.
Jadi memang sebenarnya tidak ada makanan fermentasi yang berbahaya bagi tubuh. Tapi dengan syarat jika dikonsumsi dalam jumlah cukup alias tidak berlebihan. Namun jika terlalu banyak, mungkin bisa saja merugikan kesehatan

Perut bergas dan kembung

Mengkonsumi makanan dan minuman probiotik yang mengandung bakteri baik memang baik untuk kesehatan, terutama kesehatan usus. Namun terlalu banyak mengkonsumsi bakteri baik juga tidak baik karena dapat membahayakan kesehatan.
Bakteri baik dapat mengeluarkan gas saat ia mmemakan gula dari tubuh, Sehiingga, jika terlalu banyak bakteri baik maka terlalu banyak gas yang dihasilkan, akibatnya perut menjadi bergas dan kembung. Biasanya yang mengalami perut bergas dan kembung seperti adalah mereka yang baru pertama kali mengkonsumsi suplemen probiotik

Peningkatan resiko kanker

Seperti yang ditunjukkan pada ada penelitian Cancer Science tahun 2011, konsumsi terlalu banyak makanan seperti dari kacang kedelai yang difermentasi berhubungan dengaa peningkatan resiko kanker lambung
Namun tidak ada jumlah yang pasti mengenai makanan fermentasi yang dikatakan terlalu banyak dikonsumsi itu.  Karena hal ini tergantung juga pada individu masing-masing. Kemampuan seseorang dalam mentoleransi tubuh dan mencerna makanan tidak sama alias berbeda-beda

Resiko keracunan

Kapang dengan miselianya bisa saja masuk ke dalam makanan, sehingga tekstur berubah dan lebih permeabel terhadap air pengolahan. Kemungkinan terjadi keracunan, misalnya keracuanan karena mengkonsumsi tempe bongkrek, salah satu makanan fermentasi tradisional

Demikianlah beberapa dari kekurangan makanan berfermentasi.

Tapi sekali lagi, masih banyak makanan fermentasi yang lebih dapat memberikan manfaat kesehatan dibandingkan kekurangannya ya. Jadi ga perlu kuatir berlebihan

Cara mengantisipasinya cukup mudah yaitu dengan syarat, mengkonsumsi makanan fermentasi secukupnya saja. Jangan berlebihan. Karena yang berlebihan itu tidak pernah baik untuk kesehatan 🙂

Demikianlah pemirsa edisi kali ini mengenai tujuan fermentasi, manfaat fermentasi termasuk kesehatan hingga kekurangannya dan bagaimana mengantisipasinya.

Semoga bermanfaat

 

Bir cevap yazın