Pengertian Matahari lockdown, pengaruhnya pada tata surya dan bumi hingga siklus matahari 25

768 Views

Ga hanya umat manusia di muka bumi yang melakukan laockdown terkait corona, matahari pun demikian. Matahari lockdown.

Matahari saat ini memasuki fase yang disebut sebagai lockdown. Ya.. matahari lockdown. Aaaa.. jadi penasaran. Pemirsa penasaran juga kan?

Apa maksudnya kita saat ini memasuki fase matahari lockdown? Apa karena sedang heboh-hebohnya pandemi corona COVID-19 makanya disebut dengan lockdown ya? Atau matahari sedang terkena virus corona? Bukan ane yang menggunakan kata ini ya.. tapi para ilmuwan atau ahli astronomi 🙂

Ahli astronomi mengatakan saat ini matahari sedang mengalami fase lockdown mirip dengan lockdown yang dilakukan beberapa negara di muka bumi akibat pandemi virus corona COVID-19

Penggunaan kata lockdown matahari itu sendiri terkait dengan aktivitas matahari. Matahari lockdown menandakan penurunan aktivitas matahari atau biasa disebut dengan periode solar minimum. Pengamatan para ilmuwan menunjukkan penurunan aktivitas permukaan mataahari yang drastis. Hal tersebut ditandai dengan bintik matahari yang menghilang.

Jadi apakah matahari lockdown itu?

Matahari lcokdown

Matahari lockdown adalah matahari yang sedang memasuki fase yang disebut sebagai lockdown atau solar minimum. Ini adalah fase dimana matahari lebih sedikit atau tidak sama sekali membentuk bintik matahari (sun spot)

Apa itu bintik matahari/sunspot?

Bintik matahari/sunspot adalah bintik hitam di permukaan matahari, yang menandakan adanya konsentrasi medan magnet yang kuat dan suhu yang lebih rendah dibandingkan daerah lain di sekitarnya.

Ilmuwan mengatakan kita akan memasuki periode resesi sinar matahari karena sunspot atau bintik hitam di matahari telah menghilang dari pandangan. Solar minimum sedang terjadi, kata astronom Tony Phillips. Sebenarnya periode lockdown ini rutin terjadi dalam siklus 11 tahun matahari dan sudah diperkirakan sebelumnya. Tahun 2017 NASA memproyeksi lockdown matahari berlangsung antara 2019 dan 2020, dan akhirnya benar terjadi pada tahun ini

Senada dengan yang dijelaskan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) milik tanah air kita tercinta Indonesia melalui akun instagramnya lapan.ri

‘Matahari sedang memasuki fase dimana matahari lebih sedikit atau tidak sama sekali membentuk bintik matahari (sunspot). Bintik matahari adalah bintik hitam di permukaan matahari, yang menandakan adanya konsentrasi medan magnet yang kuat dan suhu yang lebih rendah dibandingkan daerah lain di sekitarnya.”

Jadi jelas ya apa itu solar minimum

Solar minimum

Solar minimum adalah keadaan dimana aktivitas di matahari minimum karena tidak munculnya bintik matahari pada suatu periode, seperti yang dijelaskan LAPAN

“Jika pada suatu periode tidak muncul satu pun bintik matahari, berarti aktivitas di matahari bisa dikatakan minumum (solar minimum). Namun jika bintik matahari muncul dalam jumlah yang cukup banyak, artinya matahari sedang dalam keadaan akhif (solar maksimum),” jelas pihak LAPAN lagi

Siklus matahari

LAPAN menjelaskan, kemunculan bintik di matahari bukan merupakan fenomena acak, melainkan memiliki pola yang teratur. Jumlah dan lokasi kemunculan bintik matahari mengikuti suatu siklus dengan periode sekitar sebelas tahun. Siklus ini dikenal sebagai siklus matahari

Dampak solar minimum dan solar maksimum di tata surya dan bumi

Solar maksimum

Solar minimum adalah kebalikan dari solar maksimum, Siklus matahari ini tidak terlalu tampak di bumi. Beda dengan solar maksimum. Kita mungkin akan melihat lebih banyak aktivitas aurora saat solar maksimum dimana peningkatan aktivitas itu mungkin berdampak pada komunikasi radio dan navigasi satelit

Solar minimum

Saat solar minimum, radiasi ultraviolet menurun namun efeknya terutama ada pada stratosfer dan ketinggian. Ini membuat atmosfer bumi sedikit menyusut, juga ada peningkatan sinar kosmis galaktik dari sumber seperti supernova, papar Michelle Starr dari Science Alert

Solar minimum mungkin tidak dirasa umat manusia di bumi, akan tetapi bisa berpengaruh bagi astronot di luar angkasa. Dampak yang mungkin cukup berbahaya bisa menimpa astronot yang terpapar radiasi karena medan magnet matahari melemah dan kurang dapat melindungi mereka dari sinar kosmis. Tapi solar minimum amat kecil kemungkinan menyebabkan musim dingin yang parah, gagal panen, kelaparan dan erupsi gunung berapi yang sangat kuat, kecuali pada masa lampau, pada periode Dalton

Periode Dalton 1780.1890

Saat  itu aktivitas matahari sangat rendah pada periode 1790 hingga 1830, seperti yang dikatakan ahli bahwa penurunan aktivitas matahari berpotensi mengakibatkan kejadian bencana seperti periode saat itu, periode Minimum Dalton pada abad 17.

Rendahnya aktivitas matahari memicu penurunan suhu global dan berimbas pada produksi pangan. Periode tersebut ditandai dengan cuaca yang sangat dingin, gagal panen, kelaparan dan letusan gunung berapi yang signifikan. Temperatur turun hingga 2°C selama lebih dari 20 tahun,  menyebabkan gangguan produksi pangan dunia, yang menyebabkan kelaparan

Jadi apakah matahari lockdown berbahaya? Apakah fase solar minimum berpotensi menimbulkan berbagai bencana, seperti gempa bumi, cuaca beku dan kelaparan?

Matahari lockdown tidak berbahaya bagi bumi

Tidak, Matahari lockdown dengan fase solar minimum tidak berbahaya, tidak berpotensi menimbulkan berbagai bencana seperti gempa bumi, cuaca beku dan kelaparan, sepeti yang dipaparkan para ahli begitu juga pihak LAPAN

Baik solar minimum maupun solar maksimum adalah siklus aktivitas matahari yang sudak terjadi sejak lama. Solar minimum adalah adalah fase minimum matahari yang terjadi secara periodik setiap 11 tahunan dan tidak berdampak signifikan pada cuaca dan terkait bencana, jelas LAPAN

Berbeda pada masa lampau, saat ini matahari lockdown tidak berbahaya terkait beberapa faktor, dimana dunia modern lebih siap menghadapinya dan disamping adanya pemanasan global yang menyumbang kelebihan temperatur

Menurut peneliti LAPAN, Rhorom Priyatikanto mengatakan aktivitas matahari yang rendah saat ini belum terbilang ekstrim dibanding periode 1790-1830. Selain itu Rhorom mengatakan dunia modern saat ini telah siap menghadapi solar minimum. Begitu juga dengan pemanasan global yang tetap menjaga suhu bumi meski terjadi penurunan aktivitas matahari

“Akktivitas matahari yang rendah saat ini belum terbilang ekstrim. Era modern lebih siap menghadapi aktivitas matahari yang teramat minimum. Atau setidaknya, global warming memberi kita ‘surplus temperatur‘ sekitar 1 derajat,“ kata Rhorom

Jadi fenomena matahari lockdown itu tidak serta merta datang mendadak ya atau merupakan fenomena acak

Kemunculan bintik di matahari bukanlah merupakan fenomena acak, melainkan memiliki pola yang teratur. Jumlah dan lokasi kemunculan bintik matahari mengikuti suatu siklus dengan periode sekitar sebelas tahun. Siklus ini dikenal sebagai siklus matahari

Jadi saat ini kita memasuki matahari lcokdown. Karena kebetulan pas adanya pandemi corona, jadi mirip dengan cara mencegah corona dengan melakukan lockdown ya.. Matahari lcokdown saat ini memasuki siklus matahari 25, dari sebelumnya siklus matahari 24. Apa pula siklus matahari 25 ini ya? Berikut penjelasan secara gamblang yang dikutip dari LAPAN kita

Siklus matahari dan siklus matahari 25

Matahari mulai kembali bangun dari tidurnya setelah lebih dari dua tahun terakhir terlihat sangat tenang

Matahari perlahan-lahan mulai menampakkan tanda-tanda peningkatan aktivitas. Salah satu yang mudah dikenali sebgai penanda tingkat aktivitas matahari adalah kemunculan bintik hitam (sunspot)

Bintik matahari adalah bintik hitam di permukaaan matahari yang menandakan adanya konsentrasi medan magnet yang kuat dan suhu yang lebih rendah dibandingkan daerah lain di sekitarnya. Jika pada suatu periode tidak muncul satupun bintik matahari, berarti aktivitas matahari dikatakan minimum, namun jika bintik matahari muncul dalam jumlah yang cukup banyak, artinya matahari sedang dalam keadaan aktif

Saat matahari dalam keadaan aktif seperti ini, ledakan-ledakan di matahari dapat terjadi. Kemunculan bintik matahari bukan merupakan fenomena acak, melainkan memiliki pola yang teratur. Jumlah dan lokasi kemunculan bintik matahari mengikuti suatu siklus dengan periode sekitar sebelas tahun. Siklus ini dikenal sebagai siklus matahari

Pada awal siklus, jumlah bintik matahari sangat sedkit atau hampir tidak ada sama sekali. Seiring berjalannya waktu, bintik matahari akan tampak bermunculan di lintang menengah matahari dan mencapai puncaknya saat puncak siklus terjadi. Jarak antara dimulainya suatu siklus dan puncak siklus matahari biasanya sekitar 4-5 tahun. Setelah masa puncak siklus berlalu, bintik matahari perlahan-lahan mulai menghilang hingga awal siklus berikutnya datang

Masa menurunnya kembali jumlah bintik matahari sejak puncak siklus hingga akhir siklus berlangsung sekitar 6-7 tahun. Perbedaan masa naik dan masa turunnya jumlah bintik matahari menyebabkan grafik siklus matahari secara umum tidak simetri. Siklus matahari terjadi sebagai konsekuensi adanya proses di bagian dalam matahari yang sangat dinamis

Salah satu teori yang mencoba menjelaskan penyebab siklus ini adalah teori dinamo. Teori dinamo telah mengalami perkembangan yang melahirkan berbagai teori pelengkap lain yang beragam. Intinya gerakan plasma di dalam matahari menghasilkan medan magnet yang dapat muncul di permukaan matahari sebagai bintik matahari

Adanya gerakan yng tidak seragam di bagian bawah permukaan dan di permukaan baik arah meridional maupun yang searah dengan rotasi matahari menyebabkan medan magnet yang muncul mengalami dinamika pelemahan dan penguatan serta pembalikan medan magnet

Dinamika inilah yang pada akhirnya mengendalikan proses berulangnya siklus matahari. Sejak orang mulai mengamati kemunculan bintik matahari secara rutin, jumlah bintik matahari setiap harinya mulai didokumentasikan. Dari arsip data bintik matahari inilah siklus matahari mulai dikenal oleh para ilmuwan

Siklus matahari pertama yang berhasil diidentifikasikan merupakan siklus matahari yang berlangsung pada sekitar tahun 1755-1766. Sejak saat itu, siklus matahari dinamai dengan penomoran mengikuti urutan waktu kemunculannya

Siklus matahari terakhir yang berlangsung antara tahun 2008-2020 dikenal sebagai siklus matahari 24

Selain diidentifikasi dari jumlah bintik yang muncul di matahari, periode awal dan akhir suatu siklus dapat diketahui dari lokasi dan orientasi medan magnet pada suatu bintik matahari

Pada saat awal siklus, bintik matahari muncul di lintang menengah. Seiiring dengan berjalannya waktu, lokasi kemunculan bintik matahari akan bergeser ke lintang yang lebih rendah. Pada masa akhir sebuah skilus, bintik matahari muncul di lokasi dekat ekuator matahari. Selain itu, orientasimedan magnet pada suatubintik matahari juga memiliki pola yang samadalam satu siklus dan hanya akan berubah pada siklus berikutnya

Orientasi medan magnet ini memiliki arah yang berlawanan untuk belahan (hemisfer) utara dan belahan selatan matahari. Rientasi medan magnet ini akan berbalik untuk setiap belahan pada siklus matahari berikutnya. Melalui analisis perubahan orientasi medan magnet bintik matahari yang muncul di belahan utara maupun selatan, orang dapat mengetahui saat berakhirnya suatu siklus

Dengan menggunakan beberpa ciri pergantian siklus seperti yang telah disebutkan, para ilmuwan menyimpulkan bahwa silus matahari 25 tahun akan atau bahkan mungkin telah dimulai

Tanda pergantian siklus mataharibahkan telah dideteksi sejak akhir desember 2016 ketika sebuah bintik muncul di lintang menengah belahan matahari bagian selatan dengan orientasi magnetik yang berkebalikan dengan bintik di siklus matahari 24. Namun sejak saat itu masih sering tampak bintik di dekat ekuator dengan orientasi medan magnet yang mencirikan siklus 24

Fase akhir suatu siklus memang sering ditandai dengan bercampurnya kemunculan sebagian bintik matahari dengan ciri suatu siklus dan sebagian bintik dengan ciri siklus berikutnya. Baru pada akhir 2019, kemunculan bintik matahari dengan ciri siklus matahari 25 yang nyata semakin banyak

Sementara itu bintik dengan ciri siklus 24 semakin menghilang

Beberapa kejadian ini menunjukkan indikasi yang semakin jelas bahwa siklus matahari 25 telah dimulai

Penentuan awal suatu siklus matahari memang bukan perkara yang kaku dalam sains. Adanya percampuran fase kemunculan awal suatu siklus dan hilangnya tanda siklus sebelumnya menyebabkan penentuan awal siklus bersifat cukup longgar

Meskipun demikian, untuk keperluan ilmiah dalam menentukan panjang suatu siklus, sebagian ilmuwan membentuk panel siklus matahari yang berperan sebagai dewan untuk menentukan konsensus mengenai siklus matahari. Panel ini berisikan para fisikawan matahari ynag bergelut dengan tema-tema penelitian mengenai siklus matahari. Dengan mencermati keadaan matahari, mereka membuat definisi awal siklus matahari sebagai periode setelah tercapainya titik terendah dalam tren rata-rata berjalan bilangan matahari bulanan

Berdasarkan keadaan matahari hingga akhir 2019, mereka memperkirakan bahwa awal siklus matahari 25 terjadi pada April 2020. Lebih jauh lagi, berdasarkan hasil prediksi puluhan ilmuwan di dunia mengenai siklus matahari 25, mereka memperkirakan bahwa siklus matahari 25 akan mencapai puncaknya pada sekitar 2025 dengan tinggi siklus akan tidak jauh berbeda dengan siklus matahari 24

Jadi jelas ya sekarang apa matahari lockdown itu, ada apa di balik terjadinya matahari lockdown ini, apa kaitannya dengan corona, pengaruhnya bagi kita di bumi dan di tata surya, dan saat ini kita memasuki matahari lcokdown atau siklus matahari 25

Ane rangkum semuanya dari berbagai sumber. Semoga ga penasaran lagi ya.. Dan semoga ada manfaatnya

Sampai jumpa lagi

Bir cevap yazın