Fenomena langit bulan Mei 2020, dari Supermoon terakhir, pendekatan bulan dengan Jupiter dan Saturnus hingga bulan baru

448 Views

Di bulan Mei tahun 2020 ini kita akan menyaksikan berbagai fenomena langit yang menarik dan tentunya sayang untuk dilewatkan begitu saja

Setelah sebelumnya terjadi puncak hujan meteor Eta Aquarid pada 5,6 dan 7 Mei, menjelang maghrib di daerah khatulistiwa atau sesudah maghrib untuk wilayah belahan bumi utara termasuk Austria tempat ane tinggal akan kita jumpai Supermoon. Bulan purnama perigean ini masih bisa dilihat hingga hari Jum‘at

Ga sampai seminggu kemudian, tepatnya 13 Mei 2020 akan ada pendekatan bulan, Jupiter dan Saturnus. Hmm.. ga hanya insan manusia yang aja kalo ada maunya yang melakukan pendekatan ya😊

Sehari kemudian 14 Mei 2020, bulan akan mengalami kuartal terakhir dimana bulan akan terlihat seperempat dari sisi timur

Saat kuartal terakhir, bulan mulai naik sekitar tengah malam dan akan terlihat di langit bagian selatan pada pagi hari. Karena membentuk sudut 90° dengan matahari dan bumi, maka seperempat bagian bulan terakhir akan terlihat di sisi timur

Lagi, sekitar seminggu kemudian kita akan dapati bulan baru atau hilal. Bagi umat Islam ini istimewa karena selesainya bulan Ramadhan dan memasuki bulan baru Syawal, tentunya dengan hari yang fitri 1 Syawal 1441 Hijriah. Ini juga menjadi waktu terbaik dalam sebulan untuk mengamati benda-benda redup seperti galaksi dan gugusan bintang karena tidak ada cahaya bulan yang mengganggu

Sehari sebelumnya tgl 21 dan 22 mei 2020 di sore hari menjelang magrib hingga selesai magrib di wilayah tanah air, terjadi pendekatan lagi, kali ini antara Merkurius dan Venus

Selanjutnya, bulan akan mengalami kuatral pertama. Pada saat fenomena langit ini terjadi, posisi relatif bumi, matahari dan bulan akan membuat kita melihat separuh bulan yang terang, yaitu di sisi barat

Wow.. kelihatannya seru banget ya.. Apalagi bagi pemirsa yang berjiwa penasaran haus pengetahuan dan pengen serba tahu tentang isi dunia 😊

Yuk mari kita eksplor satu persatu

Pada 7 Mei 2020

Supermoon terakhir di tahun 2020

Terlebih dahulu kita harus tahu apa itu supermoon ya..

Supermoon atau Bulan purnama perigean adalah bulan purnama yang terjadi pada waktu yang berdekatan dengan bulan menempati titik perigee yaitu titik terdekat bulan ke bumi

Bulan purnama atau full moon ini dikenal dengan nama bulan bunga musim semi oleh suku-suku asli Amerika. Bulan ini juga dikenal sebagai bulan tanam jagung penuh dan bulan susu (Milk Moon)

Karena secara visual terlihat lebih besar dan lebih terang, makanya namanya supermoon, bukan bulan purnama biasa. Dinamakan bulan bunga musim semi, karena ini pertanda musim semi dimana banyak bunga-bunga bermekaran. Di sebut juga bulan susu atau Milk Moon, karena penampilannya yang penuh layaknya susu. Iyalah.. karena kalo merah namanya Blood moon 😊

Supermoon atau Bulan purnama perigean ini akan terjadi pada 7 Mei 2020, dimana pada waktu ini bulan akan mencapai fase purnama. Dalam pergerakannya mengelilingi bumi, bulan akan terletak hampir berdekatan langsung dengan matahari sehingga seluruh permukaannya yang menghadap bumi disinari matahari

Selain itu pada 7 Mei, bulan juga akan melakukan pendekatan terdekat ke bumi yang disebut perigee, artinya bulan akan nampak sedikit lebih besar dan lebih terang

Bulan purnama selalu berada di posisi yang berlawanan dengan matahari. Terbit di timur ketika matahari terbenam atau terbenam di barat ketika matahari terbit

Bulan akan terletak di belakang bumi bila dilihat dari matahari dan wajahnya akan sepenuhnya diterangi cahaya matahari. Fase ini terjadi sekitar pukul 17.45 WIB atau pukul 18.00 mudah disaksikan dari Indonesia bagian timur dan tengah atau kalo di Austria pada pukul 22.45, baru habis sholat tarawih ya bagi kita muslim atau pukul 06.45 ET di Amerika sana

Bulan purnama perigean ini masih akan bisa dilihat hingga hari Jum‘at

Fenomena langit Supermoon atau bulan purnama perigee di bulan Mei 2020 selalu bersinar di dekat bintang-bintang Libra. Ini dikarenakan bulan purnama ini akan terletak di rasi bintang libra dan berjarak 361.000 km dari bumi. Jarak bumi dengan bulan adalah 361.184 km (0,967 x jarak rata-rata bumi bulan)

Pada saat fenomena ini terjadi, tidak ada bayangan yang dihasilkan. Seluruh perbedaan cahaya yang kita lihat dihasilkan oleh variasi dalam albedo serta perbedaan dalam reflektivitas batuan yang ada di permukaan bulan. Bulan akan berada pada posisi terdekatnya ke bumi dan terlihat sedikit lebih besar dan lebih terang dari biasanya. Jadi tahu ya sekarang kenapa bulan purnama kali ini terlihat lebih besar dan lebih terang

Kenapa juga bulan purnama ini serasa istimewa? Karena bulan purnama kali ini adalah supermoon atau bulan purnama perigean yang terjadi di bulan Mei 2020 adalah Supermoon terakhir di tahun 2020, tepatnya supermoon ke-tiga. Kita akan menjumpainya lagi di tahun berikutnya

13 Mei 2020

Bulan, Jupiter dan Saturnus akan melakukan pendekatan dengan bentuk segitiga pada 13 Mei mendatang. Dalam pandangan bumi, Jupiter akan terpisah sejauh 4° dari bulan dan Saturnus 3° dari bulan. Waktu terbaik untuk mengamati mereka adalah pada pukul 04.45 dinihari ketika kedua planet berada setinggi 76° di atas cakrawala selatan

14 Mei 2020

Kuartal terakhir bulan

Fenomena langit bulan Mei lainnya adalah kuartal terakhir bulan. Fase kuartal terakhir ini akan terjadi kamis 14 Mei 2020

Saat kuartal terakhir, bulan mulai naik sekitar tengah malam dan akan terlihat di langit bagian selatan pada pagi hari. Karena membentuk sudut 90° dengan matahari dan bumi, maka seperempat bagian bulan terakhir akan terlihat di sisi timur

Pada waktu orbitnya, posisi bulan juga berada di depan bumi saat mengelilingi matahari. Setelah tiga setengah jam kemudian, bumi akan menempati posisi yang sama

Setelah fase ini selesai, bulan akan mulai memudar dan melintasi seperempat terakhir dari orbitnya di sekitar bumi menuju bulan baru. Tentunya ini akan menjadi fenomena langit bulan Mei 2020 yang sangat mengagumkan

21-22 Mei 2020

Di wilayah Indonesia pada sore hari menjelang magrib hingga selesai magrib, terjadi pendekatan antar planet, kali ini Merkurius dan Venus

23 Mei 2020

Pada hari Sabtu 23 Mei 2020 terjadi fenomena langit yaitu bulan baru. Pada saat itu bulan akan melakukan perjalanan antara bumi dan matahari. Sinar matahari hanya menyinari sisi bulan yang mengarah pada kita dan bulan berada di wilayah yang sama dengan matahari. Berkat fenomena langit ini, bulan tidak terlihat seolah bersembunyai dari pandangan bumi. Bulan baru ini akan terjadi sekitar satu hari

Bulan baru atau dikenal dengan hilal menjadi fenomena langit yang rutin terjadi setiap bulannya. Namun, kali ini hilal menjadi yang dinantikan banyak orang karena sekaligus bertepatan dengan penanda hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H bagi umat Islam

Bulan akan terletak di sisi bumi ynag sama dengan matahari dan tidak akan terlihat di langit malam. Fase ini akan terjadi pada pukul 00.39 UTC. Fenomena bulan baru adalah keadaan ketika bulan akan berbentuk lengkungan sabit yang sangat tipis dengan tinggi antara 6° hingga 9° di atas ufuk barat pada saat matahari terbenam

Ini adalah waktu terbaik dalam sebulan untuk mengamati benda-benda redup seperti galaksi dan gugusan bintang karena tidak ada cahaya bulan yang mengganggu

Kuartal pertama bulan

Bulan akan mencapai fase kuartal pertama pada hari Sabtu, 30 Mei 2020.

Pada saat fenomena langit ini terjadi, posisi relatif bumi, matahari dan bulan akan membuat kita melihat separuh bulan yang terang, yaitu di sisi barat

Sinar matahari yang mengenai bulan di sudut dangkal menghasilkan bentangan cahaya di alam yang sangat spektakuler. Hal ini akan terjadi di sepanjang terminator kutub ke kutub, sehingga memisahkan belahan yang gelap dan terang

Kuartal pertama bulan muncul pada siang hari dan akan ditetapkan pada tengah malam. Sehingga akan mulai terlihat pada sore hari

Istilah kuartal pertama ini tidak serta merta mengacu pada penampilan bulan, akan tetapi faktanya bahwa satelit kita ini sekarang telah menyelesaikan seperempat orbitnya di sekitar bumi. Fenomena langit ini dihitung dari bulan baru yang terakhir

Bir cevap yazın