Bagaimana puasa membantu fungsi ginjal mendetoks tubuh secara optimal dan faktor pendukung dari sahur hingga konsumsi air minum yang tepat

155 Views

Puasa di bulan Ramadan ditunggu umat Islam di seluruh dunia. Betapa bahagianya menyambut bulan Ramadan yang penuh berkah ini ya. Tentunya sebagai orang yang beriman kita wajib menjalankan perintah Allah SWT

Kita perlu mempersiapkan diri jasmani dan rohani dalam melaksanakan ibadah puasa agar berjalan lancar. Jasmani yang siap dan rohani yang kuat dengan niat lilahi Ta’ala menambah ibadah puasa semakin bermakna

Puasa juga menambah banyak manfaat untuk tubuh bila dijalankan dengan benar. Salah satunya adalah untuk detoksifikasi. Apa itu detoksifikasi?

Detoksifikasi adalah proses normal dari tubuh untuk menetralkan racun melalui hati, usus besar, ginjal, paru-paru dan kulit. Detoksifikasi juga melakukan pembersihan berbagai racun dalam tubuh, termasuk urine.

Puasa membantu fungsi kerja organ-organ tersebut menjadi lebih baik dan semakin optimal. Seperti di antaranya organ ginjal kita, dari menyaring darah hingga membersihkan racun dan sampah-sampah yang tidak bermanfaat termasuk urine kita

Bagaimana puasa dapat membantu fungsi ginjal ya.. dan bagaimana kita agar bisa mendukung fungsi ginjal tersebut agar dapat mendetoks atau membersihkan tubuh dengan optimal?

Dengan puasa yang kita jalani dengan benar, kita akan mendapatkan manfaatnya dan tentunya dengan faktor pendukung dari kita sendiri.. seperti sahur, konsumsi air putih yang tepat dan lain-lain

Yuk pemirsa bersama-sama kita cari tahu bagaimana puasa kita membantu fungsi organ-organ tubuh seperti ginjal mendetoks atau membersihkan tubuh kita dari segala racun. Bagaimana kita bisa mendukung fungsi pembersihan tubuh kita tersebut dan tentunya agar ibadah kita semakin lancar

Dimulai dari sahur. Puasa ga bisa dilepaskan dari sahur ya.. Sahur adalah kegiatan makan dan minum pada dini hari yang disunahkan Rasulullah untuk memulai menjalankan ibadah puasa

Sahur sangat penting disamping memang sunah dari Rasulullah agar tubuh menjadi lebih siap dalam memulai puasa yang akan memakan waktu berjam-jam, bahkan di Eropa di area ane tinggal Austria mencapai 17 jam

Nah biasanya di saat menjelang subuh atau ba’da subuh, saat sedang-sedangnya mau beribadah, maaf kita kebelet pipis (keinginan buang air kecil yang tak tertahankan). Kenapa ya.. Apalagi saat pagi hari.. di saat mau beraktivitas terutama para pekerja saat mau berangkat kerja. Tentunya efek ketidaknyamanan ini sangat mengganggu

Ingat-ingat barangkali kita sahur dengan sesuatu yang menyebabkan mudah buang air kecil. Atau barangkali karena efek puasa kerja tubuh kita menjadi lebih cepat ya karena mau puasa juga? 😊

Sebelumnya yuk ketahui dulu tubuh kita, fungsi bagian mana dari tubuh kita yang menyebabkan kita mudah ke ‘belakang‘ ini.

Dialah organ ginjal. Ginjal adalah organ yang paling bertanggungjawab atas keinginan buang air kecil. Lebih lengkapnya, yuk kita lihat fungsi ginjal

Ginjal memiliki fungsi penting sebagai berikut

Filtrasi

Filtrasi adalah menyaring darah dan zat-zat terlarut di dalamnya yang berukuran kecil

Reabsorpsi

Reabsorpsi adalah menyerap kembali cairan (plasma) dan zat-zat terlarut yang masih dibutuhkan

Ekskresi

Ekskresi adalah mengeluarkan kelebihan cairan dan zat-zat terlarut yang sudah tidak dibutuhkan lagi atau terdapat dalam jumlah berlebih.

Proses ekskresi menghasilkan air seni atau urine. Dalam hal ini, ginjal adalah organ yang paling bertanggungjawab atas keinginan buang air kecil

Jika kandung kemih (bladder) mulai terisi penuh, maka yang akan kita rasakan adalah keinginan buang air kecil

Untuk menjalankan ketiga fungsi tersebut ginjal memerlukan energi (kalori). Darimana ginjal mendapatkan energi itu? Tentunya dari energi yang kita dapatkan sesaat setelah sahur ya.. inilah saat dimana energi paling banyak kita dapatkan. Karena setelah itu selama berjam-jam kemudian tidak ada kalori sama sekali yang masuk. Lha iya kan karena kita dalam keadaan berpuasa

Makanya ginjal esktra bekerja setelah sahur, mumpung ada energi ya. Salah satu efek yang kita alami adalah ekskresi atau buang air kecil yang cukup sering beberapa saat setelah sahur di pagi hari, sekitar pukul 6-8 pagi. Jika kita sahur lebih awal, efeknya terasa tidak lama sesaat bahkan setelah sholat subuh

Makanya, pada pagi hari kita sering ke belakang untuk buang air kecil

Memang bagus sih untuk pembersihan tubuh, tapi di saat yang ga tepat tentunya memberi efek ketidaknyamanan ya. Ritme beribadah dari menjelang dan selesai sahur sedikit terganggu. Buat mereka yang harus beraktivitas di pagi harinya seperti bekerja, hal ini tentunya juga mengganggu. Ga bisa juga menyalahkan ginjal, karena itu memang tugasnya

Bagaimana mensiasati agar tak sering buang air kecil? Nah dari sinilah kita mulai mengingat-ingat barangkali kita minum sesuatu yang merangsang keinginan buang air kecil. Mungkin kita minum terlalu banyak atau minum kopi, teh dan lain-lain.. atau ini memang kegiatan alami fungsi tubuh kita saat puasa ya..

Ini saatnya kita membantu tugas organ kita bekerja dengan baik dan tentunya aktivitas kita juga tidak terganggu

Jadi bagaimana mensiasatinya? Yuk ikuti saran berikut

Konsumsi air putih

Minum yang dianjurkan adalah air putih. Air putih ya.. bukan yang berwarna putih 😊 Konsumsi air putih cukup membantu fungsi organ ginjal tetap baik dan tidak berat.

Hindari kopi

Sebaiknya tidak minum kopi saat sahur, apalagi saat menjelang imsak

Kopi diketahui mengandung kafein yang memiliki efek samping merangsang pengeluaran air seni atau urinasi. Bila terbiasa minum yang manis dan berkafein, sebaiknya dihindari ya atau kalo masih tetap mau yang manis dan berkafein, minum kopi bisa diganti dengan minum teh yang daya rangsangnya terhadap urinasi lebih ringan

Tidak minum berlebih

Kalo ga minum banyak-banyak ga afdol ya.. Ini sudah menjadi kebiasaan kita sejak kecil untuk minum yang banyak sebelum imsak karena nanti seharian ga bisa minum, termasuk ane. Sebenarnya tidak mengapa sih biar bersih tuntas tubuh kita. Tapi kalo tidak mau ribet, cukup minum secukupnya ya, tidak berlebihan

Tapi nanti kalo tidak minum banyak bisa kehausan dong? Nah, ini dia.. mari lanjut ke saran berikutnya

Ganti waktu minum

Kita bisa mengganti waktu minum menjadi saat berbuka hingga sebelum tidur. Minumlah banyak-banyak setelah berbuka untuk membayar kekurangan suplai air minum selama waktu puasa yang berjam-jam sebelumnya, bisa segelas setiap 30 menit atau setiap jam. Sehingga ketika sahur, kita bisa minum secukupnya saja.

Dengan demikian, kebutuhan cairan tubuh kita akan tetap terpenuhi dengan baik. Ini karena ginjal memiliki peranan yang penting dalam menjaga keseimbangan air di dalam tubuh. Jadi jangan kuatir pada siang hari kehausan atau mengalami dehidrasi karena kurang minum ya

Ginjal memiliki kemampuan untuk mengatur 5 liter darah yang ada di dalam tubuh kita, kapan dan berapa banyak yang harus dibuang sebagai air seni. Dan yang penting kita tidak perlu ribet lagi mau ke ‘belakang‘ melulu setiap menjelang atau ba‘da suhuh atau setiap berangkat kerja

Selama lebih dari 1400 tahun, tak seorangpun mengalami kehausan atau dehidrasi di siang hari gara-gara kurang minum saat sahur. Masa kita kehausan? Hypothalamus kita mengatur segala sesuatunya dngan baik dari niat suci kita berpuasa. Hypothalamus akan selalu menuruti perintah dengan baik dalam menjalankan tugasnya. MasyaAllah.. alhamdulillah

Nah selanjutnya, dengan tidak adanya lagi pemasukan air minum dan cadangan energi yang mulai berkurang, umumnya kebutuhan untuk buang air kecil juga berkurang. Biasanya lewat pukul 10 pagi

Dengan begitu aktivitas ginjal pun sudah menurun. Aktivitas filtrasi, reabsporsi dan sekresi ginjal sudah mencapai titik terendah. Ini dikarenakan sudah lebih dari 6 jam tak ada asupan air yang kita minum begitu juga energi kita. Kelebihan air dan sampah-sampah zat terlarut di dalam darah hampir semuanya sudah dibuang. Cadangan energi tubuh kita sudah sangat jauh berkurang

Akibatnya ba‘da sholat zhuhur, keinginan untuk buang air kecil tidak ada lagi

Hal ini berarti di antara tengah hari hingga waktu berbuka, ginjal bisa beristirahat untuk sementara karena tidak ada urine yang terbentuk dan perlu dikeluarkan

Nah inilah mengapa puasa bermanfaat sebagai salah satu proses detoksifikasi. Ini karena selama setengah hari organ-organ yang terlibat dengan produksi dan pengeluaran air seni bisa istirahat sejenak setelah dibuang semuanya di pagi hari.

Ga hanya urine, kelebihan zat-zat lainnya ikut dibuang seperti ureum, kreatinin, asam urat, fosfat, natrium, kalium, bikarbonat dan kalsium.

Hal ini berbeda ketika kita tidak berpuasa. Organ-organ termasuk ginjal akan bekerja standar selama 24 jam. Jadi urine dan kawan-kawan dikeluarkan sedikit demi sedikit pagi, siang dan malam hari

Jadi, jelas sekali erat hubungan antara puasa yang sering disebutkan baik dan manfaatnya untuk detoksifikasi tubuh ya. Selama puasa, racun yang ada di dalam tubuh termasuk sampah tidak berguna dan urine secara bertahap dilepaskan oleh tubuh lebih cepat dari biasanya saat tidak berpuasa. Organ tubuh memiliki waktu untuk beristirahat sejenak setelah bekerja ekstra di pagi hari

Alhamdulillah. AllahuAkbar

 

 

 

 

Bir cevap yazın