Di tengah pandemi, corona mampu menunjukkan karakter asli manusia

681 Views

Virus corona mengguncang dunia. Badan Kesehatan Dunia WHO sampai harus menyatakan pandemi karena keberadaannya yang meliputi hampir seluruh dunia.

Sejak dilaporkan pertama kali menginfeksi manusia di kota Wuhan, Cina pada akhir tahun 2019 lalu, hingga pertengahan April ini corona telah merenggut nyawa ratusan ribu orang dan dua juta orang terpapar. Sangat cepat penyebarannya ya dan menghampiri siapa saja tak pilih kasih, melalangbuana hingga hampir seluruh dunia

Corona virus bermahkota tak kasat mata ini sangat dahsyat mengubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin dengan hanya membalikkan telapak tangan. Virus ini tidak hanya sekedar virus biasa, tapi lebih dari itu bisa melakukan apa saja.

Jangan anggap main-main. Karena kenyataannya segala peraturan dunia saja bisa diubah, apalagi hanya sekedar nafas kita

Sebelum corona datang, banyak kebiasaan yang dianggap sepele. Namun saat corona datang, apa yang selama ini dianggap sepele menjadi sangat penting. Tak peduli dia beriman ataupun tidak beriman, mau tak mau tunduk pada peraturan yang memang sebenarnya baik untuk umat manusia. Semua karena corona

Di antara yang relevan berkaitan dengan corona ini, dalam menghindari corona adalah tuntunan dalam agama Islam. Ada banyak contoh seperti menjaga jarak, tidak bersentuhan, hidup yang lebih bersih seperti mencuci tangan dengan menggunakan air, mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas, rajin mandi, etika bersin dan batuk, stay at home hingga lockdown

Meski demikian, masih ada juga manusia yang tidak mau menerima kenyataan, tidak semuanya tunduk pada peraturan padahal itu baik untuknya.

Nah orang yang begini ini pada musim corona mudah sekali ditemui. Ga heran kalo corona mampu menunjukkan siapa yang arogan, sombong dan angkuh, masa bodoh, rakus atau yang peduli pada sesama

Corona menunjukkan kepada kita akan karakter manusia sesungguhnya

Padahal, tidaklah mudah menebak isi hati setiap manusia dan karakter mereka sesungguhnya. Namun bagi neng corona bukanlah hal mustahil mengetahuinya

Di musim corona ini dengan mudahnya kita melihat karakter asli manusia, dari yang baik hingga buruk, dari putih, hitam hingga abu-abu

Dari yang sombong, angkuh, arogan, egois, tidak mau menerima nasihat, merasa paling kebal kalo belum merasakan langsung hingga perlu menantang keberadaan corona

Corona menunjukkan pada kita mana manusia yang tidak bersyukur, suka mengeluh, mencela, mencaci maki dan menyalahkan keadaan.

Corona menunjukkan pada kita mana manusia yang selalu menganggap sepele dan tidak mempedulikan keselamatan orang lain, tidak menghargai kerja tenaga medis bahkan mana manusia yang rakus yang mengambil kesempatan dalam kesempitan.

Kita bisa mengetahui mana yang bertindak konyol, lain di mulut lain di hati, pagi kedele sore tempe. Melarang berkumpul di keramaian tapi dia sendiri membuat massa berkumpul hanya demi sepaket sembako

Kita bisa mengetahui mana individu yang bekerja untuk dirinya dan kelompok, mana yang provokator sesungguhnya, mengadu domba yang menyebabkan warga menjadi menganggap remeh corona dan mengabaikan saran yang baik demi pencegahan corona, atau yang memiliki kepentingan tertentu tanpa mempedulikan nyawa manusia.

Corona menunjukkan pada kita mana manusia yang tidak punya rasa malu, manusia tong kosong nyaring bunyinya yang penting kantong terus tebal dan dapur terus ngebul

Corona menunjukkan pada kita mana penguasa yang bijaksana mana penguasa yang rakus. Mana negara memperhatikan rakyatnya atau bahkan zalim terhadap rakyatnya. Dapat dilihat yang mana yang benar-benar peduli pada rakyatnya atau yang mengambil kesempatan dalam kesempitan

Di musim corona ini, tidak sedikit manusia yang malah semakin menjadikan dirinya dekat dengan Sang Pencpta dan semakin merendah karena tidak apa-apanya di hadapan Yang Maha Kuasa.

Selalu bersyukur pada Allah bagaimanapun keadaannya. Pencegahan virus corona menyebabkan ruang geraknya terbatas, tidak bebas lagi keluar rumah beraktivitas atau bersantai ria menikmati keindahan pemandangan kota dan musim yang sedang berlangsung. Apalagi tidak bisa mudik.

Alhamdulillah jika memang harus tinggal di rumah demi kemaslahatan bersama. Waktu menjadi lebih banyak dengan keluarga dan menjadi lebih dekat dengan anggota keluarga. Waktu juga lebih banyak untuk beribadah sebagai bekal pulang ke kampung sesungguhnya akhirat.

Bersyukur menggunakan masker meski terkadang kelamaan sedikit timbul sesak nafas. Itu tidak ada apa-apanya bila dibandingkan Allah mengambil nikmat kita dengan ketiadaan oksigen di dunia

Bahkan mereka yang sebelumnya tidak tahu apa-apa dan tidak mengerti bagaimana bisa ada tuntunan agama yang begitu ketat peraturan kepada umatnya, dengan ijin Yang Maha Kuasa mendapat hidayah ke jalan yang diridhai-Nya

Tidak sedikit manusia yang keras hati luluh akan kebenaran yang hakiki. Tidak berjabat tangan, tidak bersentuhan dengan lawan jenis apalagi sesama jenis, tidak lagi mengumbar nafsu di luar kalo tidak mau dikejar aparat

Bahkan, nikah menjadi sesuatu yang sangat berarti dan sakral di musim corona ini. Bagaimana peraturan di suatu negara Eropa mengharuskan bermobil hanya seorang, bila lebih dari satu apalagi lawan jenis harus menunjukkan surat nikah bahwa benar itu pasangan sahnya bukan simpanannya

Corona menunjukkan pada kita mana manusia yang patuh menerima nasihat tapi bukan berarti pasrah, ini demi kebaikan bersama. Kita bisa mengetahui siapa yang memiliki jiwa sosial dan berbudi luhur dan siapa yang benar-benar tulus membantu atau hanya sekedar pencitraan agar terlihat berwibawa dan dipuja puji khalayak.

Siapa yang benar-benar memiliki kepedulian pada sesama dengan terus memberikan nasihat akan pentingnya memutus rantai penyebaran corona. Siapa yang benar-benar gigih bahkan sekalipun harus mempertaruhkan nyawa.

Corona menelanjangi kita semua tanpa sela sedikitpun

 

 

Bir cevap yazın