Corona mengubah peraturan dunia yang tidak mungkin menjadi mungkin dan menjadi pembelajaran isi bumi

312 Views

Virus corona dinyatakan pandemi oleh Badan Kesehatan Dunia WHO karena mewabah ke hampir seluruh dunia. Sejak keberadaanya yang dilaporkan pertama kali di kota Wuhan, Cina pada akhir tahun 2019 lalu, hingga pertengahan April ini telah merenggut nyawa ratusan ribu orang dan dua juta orang terpapar.

Sungguh menyeramkan.. sangat cepat penyebarannya dan menghampiri siapa saja tak pandang bulu, melalangbuana menghinggapi insan-insan di dunia

Corona mengintai nyawa umat manusia setiap detiknya, meluluhlantakkan sendi-sendi kehidupan. Ekonomi terpuruk, sektor industri dan perdagangan terpuruk, industri makanan hingga bunga, transportasi laut, darat dan udara kembang kempis. Corona tak hanya menguras tenaga tapi juga harta benda

Corona sangat dahsyat mengubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, membolakbalikkan keadaan dengan hanya membalikkan telapak tangan. Ya.. virus ini tidak hanya sekedar virus biasa, tapi lebih dari itu bisa melakukan apa saja. Segala peraturan dunia bisa diubah, apalagi hanya sekedar nafas kita

Sebelum corona datang, banyak kebiasaan yang dianggap sepele. Namun saat corona datang, apa yang selama ini dianggap sepele menjadi sangat penting. Tak peduli dia beriman ataupun tidak beriman, mau tak mau tunduk pada peraturan yang memang sebenarnya baik untuk umat manusia. Semua karena corona

Di antara yang relevan berkaitan dengan corona ini, dalam menghindari corona adalah tuntunan dalam agama Islam. Ada banyak contoh seperti berjabat tangan, tidak bersentuhan dengan sembarang orang, tidak makan sembarangan, hidup yang lebih bersih seperti mencuci tangan dengan menggunakan air, mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas, hingga rajin mandi

Siapa sangka dulunya sebelum corona datang, banyak yang menganggap seorang muslim yang tidak berjabat tangan dan tidak bersentuhan dengan lawan jenis adalah tindakan yang norak, tidak ramah, tidak gaul dan sebagainya. Belum lagi banyak komunitas yang memandang sinis dan menganggap hal ini mengekang hak asasi manusia dan kebebasan berekspresi

Padahal tidak berjabat tangan dan tidak bersentuhan dengan lawan jenis dilakukan sebagai bentuk ketaatan dan patuh pada ajaran agama. Lagipula dapat terjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan

Kini mereka harus gigit jari. Social distancing seperti menjaga jarak minimal satu meter, tidak berjabat tangan, tidak bersentuhan dengan sembarang orang, baik lawan jenis maupun sesama jenis seperti berpelukan dan berciuman harus dihindari kalo tidak mau terpapar atau bahkan mati karena virus bermahkota tak kasat mata ini

Siapa sangka dulunya sebelum corona viral, banyak yang memandang aneh wanita yang memakai niqab ataupun jilbab. Ga sedkit yang curiga ada motif di balik penggunaan busana muslimah yang nyaris menutupi seluruh tubuh kecuali wajah atau mata dan telapak tangan

Pada akhirnya mereka sadar memang perlunya penggunaan busana yang serba tertutup. Tak perlu bukti, cukup neng corona hadir ke bumi maka mereka pun menggunakan layaknya busana muslimah seperti alat pelindung diri atau APD atau minimal memakai masker

Jadi jelas ya wanita yang memakai niqab ataupun jilbab bukanlah bentuk diskriminasi terhadap wanita, tetapi sebagai bentuk penjagaan diri

Siapa sangka dulunya wanita yang tidak keluar rumah dianggap wanita kurang pergaulan atau kuper bahasa gaulnya dan yang ekstrimnya disebut sebagai diskriminasi terhadap wanita

Saat corona datang, barulah orang-orang mengerti betapa perlunya berdiam diri di rumah, tidak berkeliaran apalagi keluyuran di luar rumah untuk hal-hal yang tidak perlu

Siapa sangka dulunya sebelum corona datang, banyak yang manyatakan membersihkan anggota tubuh (wudhu) sebelum melaksanakan ibadah (sholat) lima kali dalam sehari adalah menghabiskan waktu dan hal yang sia-sia?

Nyatanya, wudhu adalah salah satu cara pencegahan penyebaran virus corona yang sangat efektif. Wudhu sangat lengkap pembersihannya, dimulai dari mencuci tangan hingga anggota badan lainnya

Mencuci tangan dengan air merupakan saran yang dianjurkan oleh Badan Kesehatan Dunia untuk mencegah penyebaran virus corona ini.

Menjaga kebersihan adalah hal utama, tidak hanya rajin mencuci tangan, wudhu akan tetapi hingga mandi

Wudhu adalah membersihkan anggota badan yang dimulai dari mencuci tangan dilanjutkan dengan anggota tubuh lainnya, yang dilakukan dalam rangka mensucikan diri sebelum melaksanakan sholat

Wudhu termasuk mencuci kaki dan tangan serta anggota tubuh lainnya untuk melakukan ibadah yaitu sholat yang dilakukan lima kali sehari bukanlah hal yang sia-sia

Salah satu bagian wudhu adalah membersihkan hidung

Seperti diketahui masa corona berada di hidung adalah berkisar 3 – 4 jam, kemudian pindah ke saluran pernafasan. Jika kita wudhu dengan menghirup air ke hidung (istinsyaq) setiap sholat maka kita terbebas dari corona, mengingat jarak antara sholat 5 waktu hanya berkisar 3 – 4 jam juga.

Beruntunglah yang istqomah sholat

Beruntungnya umat Islam dalam tuntunannya yang selalu menjaga kebersihan dengan sarana pembersih air. Termasuk hal yang kecil sekalipun, seperti berbasuh dengan menggunakan air (cebok) setelah buang air kecil maupun besar.

Saat bule harus gontok-gontokan berebut tisu sebagai salah satu sarana pembasuh sehabis hadas besar dan kecil- saat panic buying karena corona, kita cukup menggunakan air (cebok) yang murah meriah langsung bersih kinclong tak bersisa

Kita juga diharuskan makan makanan yang bersih, halal dan dipotong dengan menyebut nama Allah, tidak makan sembarangan, kotor, menjijikkan, tidak memakan hewan liar dan buas, hewan peliharaan seperti anjing dan kucing.

Itu semua demi kemaslahatan kita

Bagi seorang muslim, tidak keluyuran dengan mencari hiburan seperti menonton konser musik adalah hal yang biasa, tidak akan membuatnya stres. Apalagi ke tempat hiburan seperti bar, kelab malam dan tempat maksiat yang jelas-jelas haram menginjakkan kaki ke sana. Oh tentu tidak.

Meski demikian masih yang banyak menganggap aneh dan kampungan hal demikian. Namun neng corona mampu membolakbalikkan keadaan. Sebelum corona datang, siapa yang bisa menutup tempat-tempat hiburan itu. Kini corona menutup bar, kelab malam, rumah pelacuran dan tempat-tempat orang biasa bermaksiat.

Selain itu, corona mampu menunjukkan siapa yang arogan, sombong dan angkuh, masa bodoh, rakus atau yang peduli pada sesama

Tidaklah mudah menebak isi hati setiap manusia dan karakter mereka sesungguhnya. Namun bagi neng corona bukanlah hal mustahil mengetahuinya

Di musim corona ini dengan mudahnya kita melihat karakter asli manusia, dari yang sombong, angkuh, arogan, merasa paling kebal sehingga tak sedikitpun takut bahkan menantang keberadaan corona

Mana yang provokator sesungguhnya, yang menyebabkan warga menjadi menganggap remeh corona dan mengabaikan saran yang baik demi pencegahan corona, atau yang memiliki kepentingan tertentu tanpa mempedulikan nyawa manusia

Mana manusia yang selalu menganggap sepele dan tidak mempedulikan keselamatan orang lain, mana yang memiliki kepedulian pada sesama dengan terus memberikan nasihat akan pentingnya memutus rantai penyebaran corona, mana yang memiliki jiwa sosial bahkan mana manusia yang rakus yang mengambil kesempatan dalam kesempitan

Mana penguasa yang bijaksana mana penguasa yang rakus

Mana negara memperhatikan rakyatnya atau bahkan zalim terhadap rakyatnya. Dapat dilihat yang mana yang benar-benar peduli pada rakyatnya atau yang mengambil kesempatan dalam kesempitan

Mana manusia yang suka mengeluh, mencela, mencaci maki atau malah semakin menjadikan dirinya dekat dengan Sang Pencpta dan semakin merendah karena tidak apa-apanya di hadapan Yang Maha Kuasa

Mana manusia yang patuh menerima tapi bukan berarti pasrah akan tetapi demi kebaikan bersama

Corona menelanjangi kita semua tanpa sela sedikitpun

Terkadang manusia menjadi sangat angkuh dan sombong. Padahal dengan melihat kenyataan pandemi ini, seharusnya menjadikan manusia sadar betapa lemahnya mereka. Jangankan menghadapi Allah, menghadapi mahluk ciptaan-Nya yang paling kecil sekalipun mereka tak berdaya. Seharusnya manusia juga sadar, sesuatu yang tidak kasat mata bukan berarti tidak ada dan tidak akan pernah ada

Betapa kecilnya kita dan tak berarti apa-apanya kita. Kesombongan akan runtuh oleh corona yang hanya berukuran nano meter

Sebagaimana virus corona, pembalasan dari Allah pun pasti ada bagi manusia, baik beriman maupun tidak beriman. Jangankan rakyat biasa, para penguasa pun banyak yang tidak berdaya menghadapi corona

Corona meluluhlantakkan para diktator dunia yang selama ini sombong dan durjana.

Corona membungkam kesombongan negara yang selama ini menganggap paling hebat dan tak terkalahkan

Maka janganlah sombong dan angkuh menganggap diri kebal. Begitu juga penguasa yang angkuh dan sombong dan zalim kepada rakyatnya. Karena mudah bagi Allah untuk membolak balikkan keadaan bahkan untuk sekedar mencabut nyawa.

Virus ini pembelajaran besar bagi bumi, bagi kita. Apa yang tidak mungkin menjadi mungkin

 

 

Bir cevap yazın