Beberapa tuntunan Islam yang selaras dalam pencegahan corona, dari tidak berjabat tangan hingga tinggal di rumah

275 Views

Virus corona mengguncang dunia. Sejak keberadaanya yang dilaporkan pertama kali di kota Wuhan, Cina pada akhir tahun 2019 lalu, hingga pertengahan April ini telah merenggut nyawa ratusan ribu orang dan dua juta orang terpapar. Sangat cepat penyebarannya dan menghampiri siapa saja tak pandang bulu, melalangbuana hingga hampir seluruh dunia

Corona juga sangat dahsyat mengubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin dengan hanya membalikkan telapak tangan. Ya.. virus ini tidak hanya sekedar virus biasa, tapi lebih dari itu bisa melakukan apa saja. Segala peraturan dunia bisa diubah, apalagi hanya sekedar nafas kita

Tentunya ini tidak akan terjadi atas ijin Yang Maha Kuasa. Meski seandainya pun virus ini dibuat oleh manusia untuk menguasai dunia, namun yang berkuasa atas segala-galanya adalah Yang Maha Pencipta Allah SWT

Sebelum corona datang, banyak kebiasaan yang dianggap sepele. Namun saat corona datang, apa yang selama ini dianggap sepele menjadi sangat penting. Tak peduli dia beriman ataupun tidak beriman, mau tak mau tunduk pada peraturan yang memang sebenarnya baik untuk umat manusia. Semua karena corona

Di antara yang relevan berkaitan dengan corona ini, dalam menghindari corona adalah tuntunan dalam agama Islam. Ada banyak contoh seperti menjaga jarak, tidak bersentuhan, hidup yang lebih bersih seperti mencuci tangan dengan menggunakan air, mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas, rajin mandi hingga etika bersin dan batuk

Siapa yang menyangka saat seorang muslim tidak mau berjabatan tangan, tidak bersentuhan dengan lawan jenis, tidak memakan makanan yang haram, menggunakan busana muslim yang hanya terlihat wajah dan telapak tangan serta masih banyak lagi tuntunan Islam lainnya, kini karena corona dunia tunduk dan mengikuti cara-cara ini

Yuk kita simak satu persatu beberapa tuntunan Islam yang diikuti warga dunia karena corona di antaranya adalah

Rajin mencuci tangan

Mencuci tangan adalah salah satu upaya dalam mencegah penyebaran virus corona. Mencuci tangan dapat dilakukan dengan air yang mengalir dan memakai sabun. Jika tidak ditemukan air, bisa menggunakan hand sanitizer

Mencuci tangan dengan menggunakan air mengalir dan memakai sabun yang disarankan Badan Kesehatan Dunia WHO telah dijelaskan jauh sebelumnya ribuan tahun lalu oleh Nabi Muhammad SAW

Hadis mengenai mencuci tangan ini adalah dari HR. Muslim seperti yang dinarasikan oleh Abu Hurairah

Rasulullah SAW mengingatkan, “Ketika kamu bangun tidur, dia seharusnya cuci tangan tiga kali sebelum beraktivitas karena dia tidak tahu kondisi tangannya saat malam hari.“
(HR.  Muslim)

Ini merupakan hadis shahih. Hadis ini mengingatkan akan pentingnya mencuci tangan sebelum melakukan aktivitas. Cuci tangan memastikan tangan bersih dan tidak ada virus serta bakteri yang beresiko menginfeksi tubuh

Menjaga kebersihan

Salah satu cara menghindari corona adalah dengan menjaga kebersihan

Beruntunglah umat Islam yang taat pada tuntunan Islam yang membimbingnya selalu ke jalan yang lurus, salah satu di antaranya adalah menjaga kebersihan. Ini termasuk hal-hal yang kecil sekalipun, seperti berbasuh dengan menggunakan air (cebok) setelah buang air kecil maupun besar.

Bayangkan kalo kita juga seperti bule harus gontok-gontokan di supermarket berebut tisu sebagai salah satu sarana pembasuh saat panic buying karena corona, padahal air berlimpah di bumi barat. Ga sedap dipandang mata kan?

Kebersihan bisa dimulai dari diri sendiri, keluarga hingga lingkungan. Untuk diri sendiri seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas, berwudhu hingga rajin mandi

Wudhu adalah membersihkan anggota badan yang dimulai dari mencuci tangan dilanjutkan dengan anggota tubuh lainnya, yang dilakukan dalam rangka mensucikan diri sebelum melaksanakan sholat

Bagi yang tidak mengerti pentingnya wudhu, akan memandang pekerjaan ini hanya menghabiskan waktu dan sia-sia saja

Padahal wudhu termasuk mencuci kaki dan tangan serta anggota tubuh lainnya untuk melakukan ibadah yaitu sholat yang dilakukan lima kali sehari banyak sekali manfaatnya dan bukanlah hal yang sia-sia. Terbukti wudhu bisa menghindarkan kita dari penyebaran virus corona

Salah satu bagian wudhu adalah membersihkan hidung

Seperti diketahui masa corona berada di hidung adalah berkisar 3 – 4 jam, kemudian pindah ke saluran pernafasan. Jika kita wudhu dengan menghirup air ke hidung (istinsyaq) setiap sholat maka kita terbebas dari corona, mengingat jarak antara sholat 5 waktu hanya berkisar 3 – 4 jam juga.

Maka beruntunglah orang-orang yang istiqomah shalat

Gunakan etika bersin dan batuk

Agar virus corona tidak menyebar, WHO mengajarkan kepada kita bagaimana etika bersin dan batuk. Gunakan etika bersin dan batuk, tidak asal menyembur keluar. Jika bersin atau batuk harus ditutup agar tidak kena orang lain

Jauh sebelum itu, etika bersin dan batuk ini telah diajarkan oleh nabi kita Nabi Muhammad SAW lebih dari 1400 tahun yang lalu.

“Jika bersin, baginda menutupi wajahnya dengan kedua tangan atau bajunya, dan mengecilkan suaranya“.
(HR. At Tirmidzi No. 2745)

Menutup sebagian wajah adalah bentuk penjagaan diri

Sebelum corona viral, banyak yang memandang aneh wanita yang memakai niqab ataupun jilbab. Ga sedkit yang curiga ada motif di balik penggunaan busana muslimah yang nyaris menutupi seluruh tubuh kecuali wajah atau mata dan telapak tangan, bahkan mengatakan bahwa hal ini merupakan bentuk diskriminasi terhadap wanita

Pada akhirnya mereka sadar memang perlunya penggunaan busana yang serba tertutup. Tak perlu bukti, cukup neng corona hadir ke bumi maka mereka pun menggunakan layaknya busana muslimah seperti alat pelindung diri atau APD atau minimal memakai masker

Jadi jelas ya wanita yang memakai niqab ataupun jilbab bukanlah bentuk diskriminasi terhadap wanita, tetapi sebagai bentuk penjagaan diri

Tidak berjabat tangan, tidak bersentuhan dengan lawan jenis

Sebelum corona datang, banyak yang menganggap seorang muslim yang tidak berjabat tangan dan tidak bersentuhan dengan lawan jenis adalah tindakan yang norak, tidak ramah, tidak gaul dan sebagainya. Belum lagi banyak komunitas yang memandang sinis dan menganggap hal ini mengekang hak asasi manusia dan kebebasan berekspresi

Padahal tidak berjabat tangan dan tidak bersentuhan dengan lawan jenis dilakukan sebagai bentuk ketaatan dan patuh pada ajaran agama. Lagipula dapat terjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan

Kini mereka harus gigit jari. Social distancing seperti menjaga jarak minimal satu meter, tidak berjabat tangan, tidak bersentuhan dengan lawan jenis maupun sesama jenis seperti berpelukan dan berciuman harus dihindari kalo tidak mau terpapar atau bahkan mati karena virus bermahkota tak kasat mata ini

Makan makanan yang sehat dan bergizi seimbang

Corona mengajarkan kita akan makan makanan yang sehat, bergizi seimbang dan tidak makan makanan yang ekstrim seperti hewan liar, hewan rumahan seperti anjing dan kucing, hewan mati dan terlarang

Makanlah makanan yang bersih dan yang baik asal serta zatnya, jangan berlebihan dan rakus. Karena apa yang kita makan mencerminkan diri kita

Beruntunglah seorang muslim yang mengetahui hal ini jauh sebelum corona hadir. Tidaklah sulit seorang muslim yang taat mematuhi untuk makan makanan yang bersih dan halal sesuai tuntunan agama karena sudah sedari kecil diajarkan hal demikian

Tidak berbelanja dan makan sembarangan di luar

Memasak sendiri di rumah lebih menjamin makanan bersih dan sehat dan tentunya bisa meminimalisir penyebaran virus corona. Karena dengan memasak sendiri di rumah, kita tidak perlu keluar membeli makanan seperti ke restoran mengajak keluarga, menikmati makan di luar yang tentunya di keramaian dan ruang publik beresiko lebih tinggi terpapar corona

Memasak sendiri di rumah juga merupakan bentuk pelayanan dan kasih sayang kepada seluruh anggota keluarga

Tidak berbelanja berlebihan

Mal-mal dibatasi waktu dan pengunjung agar kita berhenti berbelanja dan menghambur-hamburkan uang. Corona mengajarkan kita untuk tidak boros, tidak membeli hal-hal yang tidak perlu tetapi mengutamakan yang penting terlebih dahulu. Jauh sebelum itu, dalam Islam kita diajarkan jangan boros, karena boros adalah temannya setan

Allah berfirman yang artinya:

“ Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan.“
(QS. Al-Isro‘ ayat 26-27)

Apalagi dengan adanya stay atu home atau tinggal di rumah dan social distancing, kita tidaklah sebebas saat ada corona bisa setiap saat berbelanja ataupun bersantai ria berbelanja di luar. Kita harus sigap berbelanja dan menggunakan waktu seefisien mungkin, sedapat mungkin belanjaan memang yang telah ada di daftar belanjaan untuk sekian minggu.

Kita juga tidak tahu sampai kapan stay at home atau bahkan lockdown diberlakukan, apakah kita masih cukup persediaan uang dan tabungan untuk berbelanja. Maka berjaga-jaga dengan tidak boros adalah sikap yang bijaksana

Musim corona bikin orang panic buying. Jangan terpengaruh dengan panic buying atau panik berbelanja hanya karena takut tidak kebagian atau kehabisan bahan makanan. Ingat orang lain juga butuh berbelanja kebutuhan selama corona sama seperti kita. Corona mengajarkan kita untuk berbelanja dengan bijaksana dengan tidak merampas hak-hak orang lain seperti memborong segala belanjaan. Kita bisa menggunakan daftar belanja agar yang kita beli efisien dan belanja yang diperlukan selama berada di rumah

Stay at home/tinggal di rumah

Sebelum corona datang, wanita yang tidak keluar rumah dianggap wanita kurang pergaulan atau kuper bahasa gaulnya dan yang ekstrimnya disebut sebagai diskriminasi terhadap wanita

Saat corona datang, barulah orang-orang mengerti betapa perlunya berdiam diri di rumah, tidak berkeliaran apalagi keluyuran di luar rumah untuk hal-hal yang tidak perlu

Allah berfirman yang artinya:

“ Dan hendaklah kamu tetap di rumah-rumahmu..“
(QS. Al-Ahzab ayat 33)

Lockdown

Untuk mencegah virus corona menyebar semakin tidak terkendali dan ikut memutus rantai penularan, suatu wilayah perlu melakukan protokol penguncian atau lockdown

Jauh sebelum corona datang, ribuan tahun lalu Rasulullah SAW telah mengajarkan kita pentingnya lockdown ini yaitu pelarangan memasuki atau keluar suatu wilayah yang sedang ada wabah dan hikmah bagi seorang muslim yang tidak kabur dari wilayah wabah

Dilarang masuk atau keluar kota dengan wabah

“Jika kalian mendengar tentang tho‘un di suatu tempat maka janganlah mendatanginya dan jika mewabah di suatu tempat sementara kalian berada di situ maka janganlah keluar karena lari dari tho’un tersebut.“
(HR. Bukhari)

Hadis ini dinarasikan oleh Usama bin Zaid dengan derajat yang shahih. Tho’un adalah wabah yang mengakibatkan penduduk sakit dan beresiko menular jika penduduk kota tersebut terus bergeak

Hikmah bagi muslim yang tidak kabur dari wilayah wabah

Rasulullah SAW mengatakan kematian akibat wabah adalah syahid bagi tiap muslim
(HR. Bukhari)

Hadis ini dinarasikan oleh Anas bin Malik dengan derajat yang sahih. Dengan tetap berada di wilayahnya, seorang muslim menekan resiko penularan pada orang lain

Demikianlah beberapa tuntunan Islam yang selaras dalam pencegahan virus corona yang sedang merajai dunia saat ini. Semoga bermanfaat

Bir cevap yazın