Alasan mengapa mencuci tangan dan benda terkontaminasi dengan sabun, handsanitizer dkk efektif mencegah corona

713 Views

Corona adalah keluarga besar virus yang dapat menyebabkan penyakit dengan tingkat keparahan yang luas. Penyakit parah pertama yang diketahu disebabkan oleh virus corona muncul dengan epidemi Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) tahun 2003 di Cina. Wabah penyakit parah yang kedua dimulai pada tahun 2012 di Arab Saudi dengan Middle East Respiratory Syndrome MERS atau Sindrom Pernafasan Timur Tengah

Pada 31 Desember 2019, pihak berwenang Cina memberi tahu Organisasi Kesehatan Dunia WHO tentang wabah virus corona baru yang menyebabkan penyakit parah, yang kemudian dinamai SARS.CoV-2 atau COVID-19

Virus corona yang merajalela ke seluruh dunia ini menjadikannya pandemi oleh WHO. Berbagai cara dilakukan untuk mencegah penyebarannya. Salah satu cara untuk mencegah penyebaran virus corona ini adalah dengan rajin mencuci tangan

Mencuci tangan adalah cara termudah dan termurah dalam pencegahan virus ini seperti yang disarankan WHO

Cuci tangan penting dilakukan saat sebelum dan sesudah aktivitas, seperti
Sebelum dan sesudah makan dan memasak
Setelah menggunakan kamar mandi
Setelah menyentuh hewan termasuk hewan peliharaan
Sebelum dan sesudah mengunjungi atau merawat orang yang sakit
Setelah bersin dan batuk
Setelah berada di luar atau beraktivitas di luar

Mengapa dengan rajin mencuci tangan virus ini bisa dihentikan penyebarannya?  Karena dengan rajin mencuci tangan yang merupakan bagian yang paling sering terpapar virus corona, anggota tubuh ini menjadi bersih dengan mencucinya pada air mengalir, sehingga tidak memberi kesempatan virus untuk singgah dan melancarkan aksi mautnya

Apakah cukup dengan air mengalir saja? Bisa jika dilakukan dengan benar. Akan tetapi ada cara yang paling ampuh yaitu dengan menggunakan sabun dan handsanitizer yang mengandung alkohol. Mengapa demikian?

Untuk mencari tahu jawabannya, terlebih dahulu kita harus mengetahui profil virus bermahkota tak kasat mata ini yuk..

Virus corona adalah suatu molekul protein (DNA) yang tertutup oleh lapisan lemak pelindung

Virus ini sangat rapuh, satu-satunya yang melindunginya adalah lapisan tipis lemak di bagian luar ini. Nah, virus yang merupakan molekul protein ini bisa terurai dan membusuk dengan sendirinya jika tidak menemui inangnya. Untuk waktu penguraiannya, tergantung pada temperatur, kelembaban dan jenis bahan yang disinggahi/ditempelinya.

Akan tetapi, bila lapisan lemak pelindung ini diserang oleh sel-sel lendir di mata, hidung atau rongga mulut maka akan berubah struktur gennya (bermutasi) dan mengubahnya menjadi sel-sel penyerang dan pengganda.

Sebagaimana kita ketahui, virus menyebar ketika lendir atau tetesan yang mengandung virus masuk ke tubuh melalui mulut, hidung dan tenggorokan

Nah, karena virus ini merupakan suatu molekul protein yang tertutup lapisan lemak pelindung, makanya sabun atau deterjen apa saja menjadi penangkal yang paling bagus karena busanya menghilangkan lemak. Itulah sebabnya kita harus menggosok tangan selama minimal 20 detik untuk membuat banyak busa. Dengan melarutkan lapisan lemak, molekul protein terurai dengan sendirinya. Pemakaian air di atas suhu 25°C sangat baik karena suhu tersebut tinggi. Panasnya baik untuk melarutkan lemak. Jadi baik digunakan untuk mencuci tangan, baju dan apa saja. Air panas juga membuat lebih banyak busa saat mencuci tangan dengan sabun dan membuatnya lebih berdaya guna

Jadi, untuk menghilangkan virus ini dari benda-benda yang ditempeli termasuk tangan kita adalah dengan menguraikan strukturnya dengan cepat dengan bahan-bahan seperti sabun dan handsanitizer yang mengandung alkohol, juga hidrogen peroksida

Alkohol atau campuran apapun dengan alkohol 65% akan melarutkan lemak apapun, termasuk lemak lapisan lemak luar virus ini

Selain itu, campuran 1 bagian larutan pemutih dengan 5 bagian air langsung memecah protein dan memecahnya dari dalam

Hidogen peroksida yang merupakan air yang teroksidasi bisa membantu melarutkan lemak. Tapi digunakan hanya setelah pemakaian sabun, alkohol dan klorin. Peroksida dapat digunakan dalam keadaan murni. Tapi itu akan melukai kulit kita. Jadi tidak aman ya

Akan tetapi pembunuh bakteri seperti antibiotik tidak dapat digunakan untuk menghilangkan virus. Ini dikarenakan virus bukanlah mahluk hidup seperti bakteri.  Jadi virus dapat dihilangkan dengan penguraian strukturnya dengan cepat dengan bahan-bahan yang ampuh menghilangkan lemak seperti sabun, deterjen dan alkohol

Virus ini melekat pada permukaan berpori. Meskipun melekat pada permukaan yang berpori, virus ini sangat tidak aktif dan terurai tergantung pada temperatur, kelembaban dan jenis bahan yang ditempeli yaitu pada permukaan ynag berpori tersebut

Sebagai contoh pada kain dan benda berpori selama 3 jam
tembaga 4 jam karena bersifat antiseptik secara alami
kayu selama 3 jam karena kayu menghilangkan kelembaban dan menjaga agar virus tidak lepas dan mengurai
karton 24 jam
logam 48 jam
plastik 72 jam

Meski demikian, hal terbaik yang dilakukan adalah membersihkannya dengan kain basah atau langsung mencuci bahan-bahan tersebut (seperti kain, pakaian dan selimut).

Biasanya kita mengibaskannya atau mengebutnya atau membersihkannya dengan kemoceng. Tapi ini tidak baik dan jangan dilakukan. Ini dikarenakan molekul virus akan melayang di udara hingga selama 3 jam atau melayang-layang kemudian menemukan tempat yang empuk untuk berlabuh, kembali ke benda-benda yang disinggahinya, bahkan menempel di hidung kita

Molekul virus tetap sangat stabil di dingin dan udara luar atau udara dingin tak alami seperti dari AC di rumah dan dalam mobil. Virus ini juga perlu kelembaban untuk tetap stabil dan terutama butuh keadaaan gelap. Jadi lingkungan yang kering, tak lembab, hangat dan terang akan meleyapkan virus ini dengan cepat

Sinar ultra violet pada benda apapun bisa memecahkan protein virus ini, seperti untuk mensterilkan dan memakai kembali masker. Makanya cara ini digunakan dan memang bagus sekali. Tapi hati-hati terhadap sinar UV ini jangan sampai kena kulit kita. Ini karena kerjanya memecahkan kolagen pada kulit, sedangkan kolagen itu sendiri juga protein. Makanya bila kena kulit nantinya bisa menyebabkan kerutan bahkan kanker kulit

Bir cevap yazın