Sosial Distancing hingga Lockdown dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona COVID-19

882 Views

Virus corona COVID-19 tidak bisa dianggap main-main. Virus ini telah menjangkiti hampir seluruh dunia dan meluluhlantakkan sendi-sendi kehidupan manusia

Untuk itu, ada beberapa langkah dan kebijakan yang diambil suatu negara/wilayah/daerah terkait virus corona COVID-19 dalam pencegahan penyebaran virus bermahkota ini

Yuk pemirsa kita telusuri bersama-sama

Isolasi

Menurut Centers for Disease Control and Preventation (CDD), isolasi adalah langkah memisahkan orang sakit yang memiliki penyakit menular dari orang yang tidak sakit

Isolasi memungkinkan orang yang terinfeksi menjauh dari orang sehat untuk mencegah penyebaran penyakit

Isolasi dilakukan di RS jika sudah positif terinfeksi virus melalui pemeriksaan spesimen dan memiliki gejala berat, sedangkan isolasi di rumah dilakukan jika belum terbukti terinfeksi dan gejala ringan

Apa itu spesimen? Spesimen adalah sampel dari organisme (dalam hal ini sampel dari manusia) yang diambil untuk mengetes ada tidaknya virus di dalamnya

Mereka yang harus mengisolasi diri sendiri adalah mereka yang memiliki riwayat kontak, tidak menunjukkan gejala atau gejalanya ringan berupa demam tinggi dan sesak nafas dan mampu melakukan pekerjaan untuk isolasi ini sendiri tanpa bantuan orang lain.

Apa yang harus dilakukan jika pada akhirnya harus mengisolasi diri di rumah?

Mengisolasi diri, di antaranya adalah
– Selalu gunakan masker
– Jaga jarak minimal 1 meter dengan siapapun
– Cangkir dan piring bekas makanan dan minuman harus dicuci sendiiri
– Baju, seprei, sarung bantal dll juga dicuci sendiri atau terpisah dari pakaian orang lain yang serumah.
– Air mandi sebaiknya ditambah cairan Dettol atau antispetik sejenis
– Lantai kamar tidur dan permukaan lain dibersihkan dengan desinfektan atau cairan antiseptik secara berkala, misalkan setiap 2-3 hari

Semua pekerjaan ini dilakukan sendiri, bukan orang lain yang melakukan, sehingga dengan demikian mengurangi resiko penularan

Karantina

Menurut Centers for Disease Control and Preventation (CDD), karantina merupakan langkah memisahkan dan membatasi pergerakan orang yang diduga memiliki penyakit menular untuk melihat apakah mereka benar-benar terinfeksi
Contohnya pada pasien lansia, memiliki diabetes, riwayat bepergian ke negara yang terjangkit

Karantina dapat dilakukan secara sukarela, berdasarkan asumsi kita bahwa kita beresiko terinfeksi dan menularkan penyakit ke orang lain

Karantina dilakukan di rumah dan mengurangi aktivitas untuk tidak berpindah-pindah ke tempat lain di luar rumah

Dengan kesadaran melakukan karantina terhadap diri sendiri, karantina mampu menurunkan penyebaran penyakit ini, khususnya penyebaran pada lansia dan orang yang memiliki penyakit pemberat

Sosial Distancing

Menurut Centers for Disease Control and Preventation (CDD), Sosial Distancing adalah menjauhi perkumpulan, menghindari pertemuan massal dan menjaga jarak antar manusia

Saat ada di ruang publik, kita diharuskan menjaga jarak paling tidak 1 meter terhadap orang lain

Sosial Distancing dinilai bisa mengurangi resiko penyebaran virus corona karena virus ini menular antar manusia melalui droplet (partikel air liur) saat penderita bersin atau batuk

Begitu juga dengan menjaga jarak saat kita ‘terpaksa‘ harus keluar rumah untuk suatu keperluan, diharapkan dapat mengurangi resiko penyebaran virus ini.

Tujuannya apa? Sangat jelas

Pertama, virus yang ditularkan oleh penderita atau suspect (diduga) tidak akan langsung terhirup oleh orang di dekatnya.
Logikanya, ketika penderita atau suspect batuk atau bersin, mereka akan menyemburkan/memuncratkan tetesan/partikel air liur (droplet) yang mengandung virus, yang bisa mencapai jarak sejauh maksimal 2 meter. Maka menjaga jarak atau tidak berdekatan dengan siapa pun yang tidak diketahui apakah sehat, suspect dan terinfeksi di situasi yang genting ini adalah tindakan yang tepat dan bijaksana
Semakin sedikit keberadaan orang di suatu ruangan atau area, semakin sedikit pula ruang untuk mereka yang suspect atau terinfeksi, sehingga resiko penularan menjadi berkurang

Kedua, virus hanya mampu hidup di udara terbuka atau menempel pada benda mati selama beberapa jam. Jika virus tidak menemukan sel hidup, misalnya saluran pernafasan kita untuk memperbanyak diri (replikasi), maka dengan sendirinya mereka akan mati. Tidak bisa menginfeksi orang lain. Dengan demikian, kita berperan dalam memutus rantai penyebaran virus bermahkota ini

Kemudian mengapa kita dianjurkan lebih banyak tinggal di rumah?

Dengan tinggal di rumah, kita berpeluang besar untuk tidak beresiko terpapar atau terinfeksi virus yang berkeliaran di luar. Beristirahat yang cukup, tidur yang berkualitas, makan makanan bergizi, tidak stres merupakan cara untuk meningkatkan daya tahan tubuh yang tentunya mengurangi resiko terinfeksi khususnya di saluran pernafasan

Seperti diketahui, virus yang pintar ini lebih mudah menyerang seseorang dengan daya tahan tubuh yang rendah

Lockdown

Lockdown atau penguncian adalah protokol darurat yang bertujuan mencegah orang meninggalkan atau masuk suatu area yang diisolasi

Pengecualian dapat diberikan diberikan bagi yang memiliki izin kerja dan petugas kesehatan. Akan ada hukuman bagi orang yang melanggar peraturan ini

Terdapat juga pembatasan pelayanan publik, regulasi jam buka tempat-tempat usaha, penutupan sekolah dan larangan penyelengaraan acara-acara pertemuan.

Ketika lockdown dilakukan, pemerintah mampu menyediakan layanan screening secara maksimal, menyiapkan infrastruktur pelayanan fasilitas kesehatan, akses terhadap makanan dan mensuplai kebutuhan lainnya, khususnya alat pelindung seperti masker

Saat lockdown, maka proses sosial distancing, isolasi dan karantina juga dilakukan agar penguncian penyakit menjadi maksimal

Demikianlah pemirsa beberapa langkah dan kebijakan yang diambil suatu negara/wilayah/ daerah dalam pencegahan penyebaran virus corona COVID-19, dari Sosial Distancing hingga Lockdown

Semoga bermanfaat

Akhir kata semoga Allah selalu melindungi kita dan dijauhkan dari segala mara bahaya, InsyaAllah aamiin

 

Bir cevap yazın