Industri bunga Eropa merana karena corona

152 Views

Virus corona yang kehadirannya diketahui sejak Desember tahun lalu di kota Wuhan, negara Cina hingga berkelana hampir ke seluruh dunia ini ga hanya merenggut jiwa tapi ikut memporakporandakan sendi-sendi kehidupan.

Ekonomi terpuruk dari berbagai sektor termasuk industri bunga. Sebagai pencinta bunga ane turut prihatin. Tapi apa hendak dikata, virus corona datang menyapa dunia

Saat musim dingin, suami berencana ngajak ane ke toko bunga, ke kebun bunga, kemana aja yang ada bunganya bila musim semi tiba. Maklum musim dingin suasananya syahdu sendu, pemandangan di luar ga semarak saat musim-musim lainnya yang bertabur bunga. Ane dah semangat banget dengan rencana ini, bahagia pastinya 🙂 Sayang neng corona yang berkelana dari negera Cina tiba di Austria pas saat musim dingin berakhir. Alhasil pupus sudah rencana kita.

Pantas saja saat belanja kebutuhan sehari-hari di awal bulan Maret, di supermarket yang biasanya dipenuhi tanaman hias dengan bunga-bunga cantiknya yang bermekaran, nampak tiada. Ane pikir saat itu mungkin masih musim dingin ya jadi belum banyak bunga. Eh saat belanja lagi, memang ada, tapi agak layu merana. Mungkin pembeli ga sempat berpikir untuk membelinya karena yang diutamakan terlebih dahulu adalah urusan perut, yaitu makanan. Ya saat itu memang ada sedikit panic buying melanda karena imbas melihat kota sebelah dan negara tetangga melakukan panic buying

Masih mending tanaman hias dan bunga potong masih menghiasi supermarket, toko-toko bunga malah ga buka dengan adanya kebijakan pemerintah mengantisipasi pandemi virus corona ini. Dari laman fb fanspage ane mengetahuinya. Mereka dan rekan-rekan menutup toko bunga  sejak 22 Maret 2020 dari informasi WKO. WKO atau Wirtschaftskammer Österreich adalah Kamar Ekonomi Federal Austria yang berfungsi sebagai organisasi induk federal untuk sembilan Kamar Dagang Negara dan 110 asosiasi perdagangan untuk berbagai industri dalam sistem ekonomi Austria.

Jadi rencana kita mau puas-puasin ke toko bunga batal deh..

Meski ga buka, kita bisa membeli bunga tanpa harus datang langsung ke toko bunga atau kebun bunga. Sebagian perusahaan bunga baik dengan kebun bunganya maupun toko bunganya mengambil keputusan dengan melakukan penawaran online, melalui fanspage facebook atau website mereka. Kita bisa memesan dengan alamat yang tertera kemudian mereka akan mengirimkan langsung ke rumah kita, sehingga kita ga perlu mendatangi toko atau kebun dan kontak langsung dengan penjual

Virus corona memang memukul telak industri, termasuk bunga. Beberapa industri bunga malah merugi. Banyak yang membuang bunganya imbas corona. Sebelumnya dilakukan lelang agar bunga-bunga ga banyak yang terbuang, atau mengirim bunga untuk para oma opa di rumah jompo atau kepada para pekerja kesehatan.

Seperti kisah bisnis bunga di negeri kincir angin Belanda. Koperasi petani Belanda merilis 85% omzet dari penjualan bunga telah hilang akibat corona

“Virus corona adalah bencana bagi industri bunga Belanda, 85% omzet di pasar kami hilang,“ kata Perwakilan Royal Flora Holland, Michel van Schie.

Koperasi petani yang memperdagangkan sekitar 12 milyar tanaman dan bunga setiap tahun ini menunjukkan pandemi corona telah memukul dengan keras industri bunga ekspor Belanda tahun lalu bernilai lebih dari 6 milyar Euro dengan memiliki 44% pangsa perdagangan dunia dalam produk florikultura dan menyumbang 77% dari bibit bunga yang dijual di seluruh dunia

Beberapa petani Belanda telah memberikan tulip kepada pekerja kesehatan sebagai bentuk penghargaan atas pekerjaan mereka. Di fasilitas lelang Royal Flora Holland di Aalsmeer dekat Amsterdam yang biasanya berisi barisan rak bunga, malah terlihat kosong. Pekerja mengendarai troli listrik menggeser kotak-kotak bunga, tetapi itu hanya sebaian kecildari jumlah biasa yang diperdagangkan

Koperasi yang memiliki omzet tahun lalu sebesar 4,7 milyar Euro itu meminta pemasok untuk mengirim bunga hanya sekitar 25% dari jumlah bunga yang biasa dilelang. Keputusan itu diambil untuk mencegah bunga yang tidak terjual masuk ke mesin penghancur kertas

Petani bunga Frans van der Slot mencoba menyimpan tulip hasil kebunnya di mesin pendingin selama mungkin dalam upaya bertahan dan berharap penjualan akan pulih sekitar Paskah pada 12 April. Tetapi jika tidak ada pembelian, dia harus rela membuang sebagian besar panennya.. Duh.. sayang banget ya ☹

Semogalah neng corona cepat berlalu, sehingga keindahan musim semi dengan simbolnya musim bunga dimana-mana yang masih tersisa ini ceria lagi,

 

Bir cevap yazın