Bunga Salix caprea yang unik menarik di awal musim semi di Austria

207 Views

Musim semi musim yang indah. Ya tentu saja. Karena di musim semi suhu tidak lagi dingin menggigit dan tanaman mulai bangun dari tidur panjangnya. Hewan-hewan mulai beranjak keluar dari peraduannya

Suhu perlahan tapi pasti meningkat dari minus ke nol hingga ke angka 7°C di awal musim semi. Beberapa tanaman mulai mengeluarkan bakal daun dari sela-sela ranting. Ada juga yang mengeluarkan bunganya terlebih dahulu. Bunganya terlebih dahulu? Ah masa sih..

Iya lho.. beneran. Beberapa tanaman mengeluarkan bunganya terlebih dahulu sebelum daunnya. Kedengarannya aneh ya.. apalagi bagi warga tropis seperti ane. Namun di negara 4 musim dan subtropis, hal ini adalah hal yang biasa yang terjadi pada awal musim semi

Beberapa di antaranya adalah genus Prunus seperti bunga sakura yang terkenal seantero Jepang dan jagat raya, kemudian bunga salix

Pada edisi sebelumnya ane pernah mengulas tentang tanaman salix. Karena saat itu sedang musim gugur, yang terekspos adalah dedaunannya yang menjuntai hijau kuning keemasan yang sangat menawan. Bunganya telah lama usai awal musim semi

Nah sekarang, kita kembali lagi ke pohon salix. Karena musim semi, salix berada dalam keadaan berbunga.

Salix adalah genus tanaman yang memiliki banyak spesies, di antaranya yang menarik hati adalah Salix caprea dengan bunga-bunganya yang bermekaran di awal musim semi. Salix dalam dunia internasional biasa disapa dengan nama willow

Salix caprea adalah willow kambing yang juga dikenal sebagai pussy willow atau willow kucing atau sallow besar, merupakan spesies umum dari willow asli ke Eropa dan Asia barat dan tengah. Di Austria dan di Jerman, namanya adalah Palmätzchen

Bunganya antik karena tidak seperti bunga umum lainnya dengan kelopak bunganya yang mekar terlihat jelas, bunga willow kambing ini bagaikan mutiara dalam sarung berbulu sehalus sutra. Pada saat bunganya pecah, nampak jelas benang sari yang penuh berwarna kuning keemasan.

Penasaran? Yuk pemirsa kita kenalan ma tanaman ini, dimulai dari biodatanya terlebih dahulu ya 😊

Kerajaan : Plantae
Memesan : Malpighales
Keluarga : Salicaceae
Genus : Salix
Spesies : S. caprea

Salix adalah semak daun atau pepohonan dengan kebiasaan beragam, dengan daun sederhana dan bunga-bunga kecil di catkin, jantan dan betina biasanya pada tanaman yang terpisah. Beberapa dihargai karena tunas musim dinginnya yang berwarna cerah, sedangkan yang lainnya karena dedaunannya atau catkin jantannya yang mencolok

Salah satu spesies dengan bunganya yang cantik adalah Salix caprea. Salix caprea adalah semak daun bulat atau pohon kecil dengan daun berbentuk bulat panjang keabu-abuan di bawahnya dan daun kelabu besar di musim semi

Pohon Salix caprea yang dikenal dengan willow kambing sangat umum di negara Eropa yaitu di Inggris dan Wales, terutama di barat, begitu juga di Austria tempat kita menetap ya 😊 Pohonnya lebih kecil dari Willow putih, willow kambing yang juga dikenal sebagai pussy willow atau willow kucing ini memiliki kuncup bunga berbulu halus yang indah di awal musim semi, sebelum kuncup daun pecah

Kuncup bunga berbulu halus yang indah di awal musim semi ini dikenal dengan catkin atau bunga jantan yang membuka dan mendistribusikan serbuk sari mereka sementara sebagian besar daunnya masih dalam bentuk tunas, sedangkan bunga betinanya memiliki ovarium berbentuk labu sempit

Ane sangat menyukainya. Ini menandakan musim dingin telah usai dan memasuki musim semi. Awalnya ane penasaran akan penampakan ini. Dibilang bunga kok ya masih terselubung seperti ulat sutra, tapi dibilang daun ga bisa juga. Nah saat mereka akhirnya mekar, penasaran ane bertambah-tambah sehingga akhirnya ane temukan jawabannya 😊

Ane menjumpainya pertama kali di samping halaman rumah. Tanamannya ga tinggi, bisa dibilang mini 🙂 Makanya ane dengan mudah mengamatinya dari dekat. Ga hanya willow mini ini, ane juga menjumpainya di pinggir jalan saat dalam perjalanan bermobil keluar rumah bersama suami. Kali ini pohonnya tinggi besar. Ada juga yang mini seperti kita, tapi biasanya di keramaian, bukan di pinggir jalan area hutan 🙂

Takjub pastinya ya.. MasyaAllah alhamdulillah kuasa Allah Sang Pencipta maha Sempurna

Karena kecantikannya, ga heran tanaman ini banyak dipelihara warga sebagai tanaman hias khusu untuk Salix caprea yang mini dan saat berbunga, ranting beserta bunganya yang cantik ini dihargai sebagai hiasan yang menawan 🙂

Untuk mengenal lebih dalam, yuk kita kenali fisiknya. Karena yang bikin penasaran adalah bunganya, kita mulai dari bunganya ya

Bunga

Bunganya tersusun dalam catkin sepanjang 2-3 cm. Mereka muncul di depan daun pada pohon jantan dan betina yang terpisah pada bulan Maret atau April

Tidak seperti catkin of birch atau alder, mereka tidak menggantung ke bawah tapi tegak. Catkin jantan berbentuk oval berwarna abu-abu dan berbulu pada awalnya, kemudian menjadi kuning keemasan. Catkin betina lebih panjang dan lebih ramping, berwarna hijau keperakan

Banyak pohon pembawa catkin diserbuki angin dan serangga, menjadi salah satu sumber serbuk sari dan nektar pertama di musim semi

Buah-buahan

Catkin betina berubah menjadi buah-buahan, yang berwarna perak-hijau pada awalnya, kemudian wol

Rambut pada biji membantu penyebaran oleh angin. Mereka diproduksi dalam jumlah besar dan memiliki potensi untuk melakukan perjalanan jarak jauh, tetapi hanya benih segar yang akan berkecambah di tanah yang lembab, yang agak membatasi distribusinya. Biji matang pada bulan Mei-Juni

Daun

Daun willow kamping bergantian di sepanjang ranting, mereka berwarna hijau muda di musim semi tetapi jauh lebih gelap saat musim panas mengambil alih dari musim semi

Kulit

Kulit pohon willow kambing halus dan abu-abu. Pohon yang lebih tua memiliki kulit kayu yang pecah di bagian dasar dan cabang yang rapuh (yang membuatnya kurang cocok untuk keranjang)

Kulit ranting muda berwarna merah-coklat dan mengkilap. Tunasnya oval dan lebih luas dibandingkan pohon willow lainnya. Warnanya kuning dengan ujung kemerahan runcing. Kayunya sangat lunak, gubal berwarna putih dan kekuningan dan kayu empedu berwarna coklat. Kayunya tidak banyak dihargai

Ranting

Ranting willow tidak terlalu kurus tidak juga terlalu gemuk. Karena sifatnya yang menjuntai, ranting-ranting ini sangat disukai terutama saat masih dalam keadaan berbunga. Bunga-bunganya yang bermunculan sepanjang ranting ini sangat menarik dan artistik. Oleh karenanya ranting ini sangat dihargai sebagai hiasan dalam ruangan 🙂 Pada musim semi saat ini, ranting berserta bunga-bunganya yang masih kuncup berwarna abu-abu perak mewarnai toko bunga dan supermarket sebagai komoditi yang berkelas 🙂

Harga ranting tanaman dengan nama Palmkätzchen ini per ikat 3,49 Euro atau sekitar Rp.60.000. Wow.. lumayan harganya untuk seikat ranting-ranting ini ya 🙂

Nah demikianlah gambaran fisik Salix caprea.

Bagaimana dengan habitatnya? Ok kita lanjut

Habitat

Salix caprea atau Willow kambing adalah semak gugur atau pohon kecil, dengan ketinggian biasanya 6-15 meter dan mencapai puncak tertinggi saat berusia 20-59 tahun, yang bercabang dari bawah dengan mahkota bundar

Tumbuh di tanah yang basah, netral dan kaya kapur dengan pH asam, alkaline ataupun netral, meskipun dapat tumbuh di tanah yang lebih kering daripada pohon willow lainnya. Bahkan dapat membentuk bagian dari tumbuhan bawah di hutan ek, meskipun biasanya suka ruang terbuka, yang tidak akan mentolerir tanah yang sangat kering

Salix ini banyak dijumpai di Eropa, meski ga menutup kemungkinan ada di wilayah Asia juga seperti spesies salix lainnya

Bagaimana cara tumbuh pohon dengan daun yang menjuntai mengikuti irama rantingnya ini?

Yuk kita lihat dari penanaman hingga perbanyakannya 🙂

Penanaman

Salix caprea tumbuh di tanah yang kering dan lembab dan di bawah sinar matahari penuh., akan tetapi tdak suka tanah kapur yang dangkal

Perbanyakan

Perbanyakan salix biasanya dengan stek kayu lunak atau kayu keras, meskipun salix menghasilkan biji

Nah demikianlah pemirsa mengenai Salix caprea atau willow kambing dengan bunga-bunga uniknya yang mekar di musim semi

Sampai jumpa lagi

Bir cevap yazın