Flamingo dkk di perairan dan danau penuh pesona musim gugur di Zoo Schmiding, Austria

1.085 Views

Zoo Schmiding yang terletak di kota Wels adalah area kebun binatang yang terbesar di negara bagian Austria yaitu Oberösterreich, Austria Atas

Zoo Schmiding memiliki koleksi hewan yang banyak. Apalagi koleksi burungnya ya.. Ga heran karena Zoo Schmiding ini dulunya berasal dari taman burung terbesar di Eropa, Vogelpark Schmiding yang membuka gerbangnya pada tahun 1982, dimana kebun binatang ini menampilkan kandang burung berjalan-melalui terbesar di dunia dengan ukuran 25.000 m³. Wow.. luas sekali ya

Di antara sekian banyak koleksi hewannya, salah satu yang menarik perhatian ane pertama kali adalah bangsa burung. Ga hanya burung mungil, burung besar juga, dan ga hanya yang bisa terbang melainkan yang betah di tempat juga sangat menarik. Harap maklum ya pemirsa.. bangsa burung memang dikenal berperawakan cantik dan tingkahnya menggemaskan 😊

Awal mula ketertarikan ane dengan bangsa burung ini adalah saat keluar dari area tertutup Aquazoo dan mendapati area terbuka seperti alam liar. Ane terkesima melihat perairan di depan mata. Perairan ini seperti danau, akan tetapi seperti mati, tidak bergerak dengan arusnya hampir-hampir tak terlihat

Karena musim gugur, pemandangan menjadi terlihat sangat indah, apalagi saat sinar matahari sore hari menyeruak dari celah-celah pepohonan yang menggelilingi area ini. Beraneka warna berpadu menjadi satu. Danau nampak biru jernih dengan siluet dedaunan yang jatuh ke danau.

Nah, perairan ini ternyata tempat hidupnya beberapa hewan unggas berkaki jenjang, cantik dan unik. Di antaranya adalah flamingo, burung mahkota abu-abu dan Angsa Hitam. Semuanya ini baru pertama kali ini ane lihat. Jauh amat ane lihatnya sampai ke Eropa ya 😊

Flamingo, awalnya hanya ane lihat di tv. Burung jenjang mahkota malah baru kali ini. Angsa Hitam pun baru kali ini ane tahu. Sama seperti pemikiran bule berabad-abad yang lampau, ane kira angsa hanya identik berwarna putih. Ternyata ada angsa berwarna hitam juga ya 😊

Hewan unggas yang paling banyak dan ane temui kompak berkelompok adalah flamingo. Mereka sedang beraktivitas di tepi perairan. Ada yang mencelupkan lehernya yang jenjang ke air, ada yang membersihkan bulunya atau sekedar berdiri ngumpul bareng

Selain flamingo yang bertubuh besar, ane temui juga flamingo bertubuh lebih kecil dengan warna merah yang lebih cerah dan mencolok. Tapi tidak di perairan ini melainkan di tempat khusus Tropenhous

Tropenhous adalah rumah tropis untuk beberapa burung, baik kecil maupun besar, seperti burung nasar, burung rajawali, burung hantu bahkan sejenis burung beo 😊 Ada yang memiliki kandang khusus, ada juga berada mirip seperti tempat tinggal flamingo di perairan, hanya saja areanya tidak seluas flamingo dan kawan-kawan

Burung bermahkota jenjang ga terlalu banyak ane temui. Ada satu burung yang sangat atraktif dan pas banget saat difoto beraksi sigap.

Angsa Hitam ane temui sedang berduaan saja. Yang lainnya ga kelihatan, mungkin sibuk dengan aktivitas masing-masing

Area yang luas ini memang dirancang sedemikain rupa sehingga nampak seperti di habitat aslinya, seperti flamingo yang berasal dari Benua Amerika dan Angsa Hitam yang berasal dari Benua Australia. Wah dari berbagai belahan dunia ya pemirsa 😊

Ane penasaran nih dengan beberapa burung ini. Yuk pemirsa yang penasaran juga, mari kita cari tahu bersama-sama 😊

Flamingo

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Aves
Infrakles : Neognathae
Ordo : Phoenicopteriformes
Fürbringer, 1888
Famili : Phoenicophteridae
Bonaparte, 1831
Genus : Phoenicopterus
Linnaeus, 1758
Spesies : 6

Flamingo adalah spesies burung berkaki panjang yang hidup berkelompok. Mereka berasal dari genus Phoenicopterus dan famili atau keluarga Phoenicopteridae. Burung yang memiliki 6 spesies di seluruh dunia ini tersebar di berbagai belahan bumi, terutama di belahan bumi barat dan timur.

Ya, burung ini memang banyak ditemui di belahan bumi barat dan timur, akan tetapi lebih banyak ditemukan di belahan bumi timur. Dari 6 spesies flamingo, di antaranya terdapat 4 spesies atau jenis flamingo di Amerika dan 2 jenis flamingo di Dunia Lama

Berdasarkan spesies dan lokasi geografis flamingo, ada beberapa flamingo contohnya adalah seperti Flamingo besar (Flamingo roseus) yang berada di sebagian Afrika, Eropa Selatan dan Timur Tengah (Flamingo yang paling banyak tersebar luas)

Flamingo yang nampak anggun ini memiliki beberapa karakteristik antara lain

Seringkali berdiri dengan satu kaki
Ada beberapa dugaan mengapa flamingo berperilaku demikian
Flamingo memiliki kemampuan untuk membuat setengah tubuhnya berada dalam keadaan tidur dengan posisi sedemikian rupa
Kemudian untuk menjaga agar kaki tidak basah, dengan maksud untuk mengkonversi energi. Karena hobinya berdiri di atas perairan, flamingo menggunakan kaki berjaring mereka yang juga digunakan untuk mengaduk lumpur demi mencari makanan

Flamingo muda keluar dari telur dengan warna abu-abu, tapi saat dewasa memiliki warna variasi dari merah muda hingga merah cerah yang disebabkan oleh bakteri akuatik dan beta karoten yang terkandung dalam makanan mereka
Flamingo yang makan cukup memiliki warna yang lebih cerah dan menarik sehingga mudah dalam menarik pasangannya. Sedangkan flamingo pucat atau putih umumnya tidak sehat dan malgizi
Flamingo yang ditangkarkan seperti dipelihara manusia atau dalam kebun binatang umumnya memiliki warna merah muda pucat karena asupan bata karoten yang didapatkan tidak sebanyak yang didapatkan kerabat mereka yang berada di alam liar. Hal ini sampai-sampai mengubah pemikiran pengurus kebun binatang untuk memberi makan udang kepada flamingo seperti di alam liar. Kenapa udang? Udang adalah salah satu makanan favorit mereka yang banyak mengandung beta karoten. Oh.. begitu ceritanya

Nah demikianlah pemirsa beberapa karakteistik dari flamingo.

Jadi sudah tau ya kenapa umumnya flamingo berwarna merah muda cerah.. Ini dikarenakan asupan makanan mereka. Nah selain udang, makanan flamingo adalah alga biru-hijau yang merupakan sumber beta karoten. Udang dan alga biru adalah makanan yang umumnya didapatkan burung tinggi semampai ini

Spesies dari keluarga Phoenicopteridae ini memiliki paruh yang sedemikian rupa beradaptasi untuk menyaring air dan lumpur untuk mendapatkan makanan. Dalam paruh flamingo dan juga burung akuatik penyaring makanan lainnya terdapat struktur lamellae yang membantu proses penyaringan

Demikianlah pemirsa sekilas mengenai flamingo. Hewan unggas selanjutnya adalah Angsa Hitam. Yuk pemirsa kita simak bersama-sama 😊

Angsa Hitam

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Aves
Ordo : Anseriformes
Famili : Anatidae
Genus : Cygnus
Spesies : C. atratus
Nama binomial :
Cygnatus atratus
Latham, 1790

Angsa Hitam atau dalam nama ilmiahnya adalah Cygnus atratus adalah salah satu angsa yang terdapat dalam marga Cygnus

Burung dewasa berukuran besar, dengan ukuran panjang mencapai 130 cm. Wow.. panjang sekali ya pemirsa..

Seluruh bulu-bulunya berwarna hitam dengan pengecualian bulu sayap yang berwarna putih, kadangkala agak gelap mengkilat keperakan, paruh yang berwarna merah dengan garis putih di ujungnya dan kaki berwarna abu-abu. Sedangkan saat masih kanak-kanak, angsa ini mempunyai bulu berwarna abu-abu

Angsa Hitam mempunyai leher yang sangat panjang membentuk huruf ‘S‘, seperti pada umumnya angsa. Burung betina serupa akan tetapi berukuran lebih kecil dari burung jantan. Ukuran tubuh inilah yang membedakan burung jantan dan betina.

Populasi Angsa Hitam tersebar di pesisir Australia bagian selatan, tenggara dan di Tasmania. Ternyata Angsa Hitam di Zoo Schmiding ini impor adanya ya 😊

Sama seperti flamingo, spesies ini pun suka berkelompok di danau dan lahan basah. Di habitat aslinya, mereka ditemukan berkelompok di Australia bagian selatan. Angsa Hitam tidak bermigrasi dan menetap dimana mereka menetas, tidak seperti umumnya burung air lainnya yang hobi bermigrasi

Makanan angsa ini terdiri dari tumbuh-tumbuhan air

Angsa hitam pertama kali ditemukan oleh Willem de Vlamingh pada tahun 1697 di Australia bagian batrat. Penemuan spesies ini menyebabkan minat yang besar di kalangan orang Eropa, yang pada waktu itu berpikiran bahwa semua angsa adalah berwarna putih. Jadi jangan heran ya kalo angsa hitam ini melalang buana hingga Benua Biru termasuk Austria 😊

Angsa Hitam adalah lambang resmi propinsi Australia Barat. Spesies ini dilindungi oleh pemerintah Australia dan dievaluasikan sebagai beresiko rendah di dalam IUCN Red List

Demikianlah pemirsa sekilas meg´ngenai Angsa Hitam. Selanjutnya yang memnarik perhatian ane adalah burung yang sangat fotogenik, burung jenjang mahkota😊

Burung jenjang mahkota

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom : Animalia
Filum : Chordota
Kelas : Aves
Ordo : Gruiformes
Famili : Gruidae
Genus : Balearica
Spesies : B. regulorum
Nama binomial :
Balearica regulorum
Benneth, 1834

Burung jenjang mahkota abu-abu adalah jenis burung yang termasuk dalam keluarga burung jenjang (Gruidae).

Selain memiliki mahkota yang berwarna ceria, burung jenjang ini memiliki warna kepala yang berwarna hitam. Warna bulu di pipinya berwarna merah muda, sehingga nampak seperti memakai perona ya pemirsa 😊 Sedangkan warna burung bagian bawahnya putih dan coklat.

Tinggi burung berwarna-warni ini mencapai hingga 95-105 cm. Wow.. tinggi juga ya 😊

Kakinya mirip burung flamingo. Akan tetapi warna bulunya tidak berwarna merah muda seperti halnya flamingo, melainkan biru tua dan abu-abu

Burung jantan dan betina sama-sama memiliki mahkota. Untuk mengetahui mana burung jantan dan mana burung betina, dapat diketahui dari ukuran tubuhnya. Burung jantan berukuran lebih besar dibandingkan burung betina

Burung jenjang suka tinggal di rerumputan yang tidak jauh dari rawa dan perairan. Tidak seperti Angsa Hitam yang memakan tumbuh-tumbuhan air, makanan burung jenjang mahkota adalah ikan, serangga kecil dan cacing

Ketika bertelur, burung jenjang betina akan bekerja sama membangun sarang untuk meletakkan telur-telurnya. Telur burung jenjang berwarna biru pucat seperti telur bebek. Burung jenjang betina mengerami telurnya selama 28-35 hari. Ketika menetas, warna burung jenjang ini berwarna merah muda kecoklatan

Burung jenjang merupakan salah satu burung yang setia karena hanya mempunya satu pasangan saja alias monogami.

Burung ini umumnya ditemukan di savana sebelah selatan gurun sahara di Afrika, meskipun mereka bersarang di habitat yang lebih lembab. Mereka juga dapat ditemukan di rawa, daerah bercocok tanam dan dataran berumput dekat sungai dan danau di Uganda maupun Kenya.

Burung jenjang mahkota abu-abu memiliki dua subspesies yaitu B. rgibbericeps dan B. r regulorum. B. r gibbericeps hidup di timur Republik Demokratik Kongo dan Uganda, dimana burung ini dijadikan simbol nasional serta ditampilkan dalam bendera Uganda. Sementara B. r. regulorum ditemukan di Angola hingga ke selatan di Afrika Selatan

Meskipun burung jenjang mahkota abu-abu cukup umum ditemui di daerah penyebarannya, burung ini menghadapi ancaman yang disebabkan oleh pengeringan rawa. Penggembalaan serta polusi pestisida. Populasi global burung ini di perairan sekitar 50 ribu hingga 70 ribu ekor. Pada tahun 2012, burung ini dinaikkan statusnya menjadi terancam oleh IUCN

Nah, demikianlah pemirsa beberapa burung yang ane temui di perairan di tepi danau Zoo Schmiding. Austria yang dirancang sedemikian rupa sehingga persis sama di habitata aslinya

Lumayanlah ya mengujungi mereka, bikin bening mata dan adem jiwa 😊

Sampai jumpa di edisi selanjutnya

Bir cevap yazın