Willow, pepohonan dan semak dengan daunnya menjuntai seperti tirai di musim gugur di Austria

159 Views

Pemandangan di musim gugur beraneka ragam dan sangat mengesankan. Salah satunya yang sangat mengesankan adalah pemandangan yang berwarna-warni dikarenakan perubahan warna dedaunan dari tumbuh-tumbuhan, baik pepohonan maupun tanaman semak. Kalo di musim sebelumnya yaitu musim panas, mata kita ga henti-hentinya dimanjakan dengan pemandangan bunga-bunga cantik beraneka warna dan rupa, kali ini warna-warni dedaunan😊

Pepohonan dan tanaman semak-kecuali cemara, ga pilih-pilih lho berubah warna.. Selain warna, bentuk pepohonan juga menarik hati dan menambah indah pemandangan. Tentunya ini menciptakan harmoni yang sangat serasi dan selaras ya..

Ada banyak bentuk pepohonan di Austria, dari daunnya yang biasa-biasa saja hingga yang unik, dari yang tegak berdiri dan menghadap ke atas, ada yang normal hingga daunnya beserta ranting lenturnya yang menjuntai ke bawah. Nah, kali ini pepohonan yang menarik perhatian ane adalah pepohonan yang daun-daunnya menjuntai ke bawah, persis seperti tirai atau gorden rumah

Pepohonan ini banyak tumbuh di Austria sehingga mewarnai keindahan Austria hampir di setiap musim. Seperti musim gugur saat ini, pohonnya berwarna-warni diakibatkan berubahnya warna dedaunan. Saat musim panas kemarin, pepohonan nampak hijau segar dan rindang.

Musim sebelumnya lagi yaitu musim semi, pepohonan sedang asyik berkembang biak menumbuhkan dedaunan dan beberapa di antaranya bahkan mengeluarkan bunga-bunga cantik. Sedangkan di musim dingin, meskipun nampaknya suram hitam gelap tinggal ranting kering kusam, namun apabila ditimpa salju, pepohonan yang hitam kusam itu seperti bércahaya mengeluarkan energi terbaiknya 😊

Pepohonan ini mudah kita temui di Austria, dari pinggir jalan, hutan, halaman luas suatu perkantoran, tepi danau, taman kota, kebun binatang hingga Taman Nasional

Sebenarnya pepohonan ini dah lama bikin ane penasaran, namun baru kali ini kesampaian ane bahas😊Soalnya hampir tiap hari mata memandang mereka yang beredar dimana-mana.. lama-lama terpacu juga diri untuk segera mencari tahu jawabannya 😊

Dimulai dari kata kunci tirai, akhirnya didapatlah identitas mereka. Akhirnya ane mulai intensif mencari informasi mengenai pohon ini. Hasilnya ya seperti yang ane paparkan di bawah ini

Pemirsa penasaran juga dengan pohon yang satu ini? Yuk pemirsa sama-sama kita eksplor. Dimulai dari data pribadinya terlebih dahulu ya..

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malpighiales
Famili : Salicaceae
Bangsa : Saliceae
Genus : Salix L.
Spesies :
400

Pepohonan dengan daunnya yang menjuntai ke bawah seperti tirai ini adalah dari genus Salix bernama willow

Willow atau dalam bahasa Indonesianya adalah Dedalu atau Gandarusa yang juga disebut sallow dan osier adalah sekelompok pohon atau semak dari keluarga Salicaceae dan genus Salix. Meskipun dari keluarga dan genus yang sama tapi pepohonan ini memiliki ukuran yang berbeda-beda dengan kebiasaan pertumbuhan yang berbeda-beda pula, namun memiliki kesamaan pada bagian-bagian lainnya

Pepohonan dengan genus Salix memiliki sekitar 400 jenis yang bisa ditemukan di bumi ini. Wow.. banyak sekali ya 😊 Biasanya jenis ini mudah ditemukan di belahan bumi utara, termasuk Austria, di tanah yang lembab dan udara yang sejuk.

Pohon-pohon ini tidak cerewet terhadap jenis tanah dan sangat mudah menyesuaikan diri. Meskipun mereka lebih suka kondisi lembab dan dingin, akan tapi mereka juga dapat mentolerir kekeringan.

Semakin menarik ya kisah Willow ini. Yuk pemirsa kita cari tahu mengenai jenis dan varietasnya

Jenis dan varietas

Sebagian besar jenis atau spesies genus Salix ini dikenal sebagai Willow, tetapi ada juga beberapa spesies yang merupakan semak berdaun sempit yang disebut osier dan beberapa daun lebih luas yang disebut sebagai sallow/pucat.

Jenis willow yang terkenal yaitu Salix babylonica yang populer dengan nama Weeping willow memiliki makna nama yang rancu. Salix sudah tepat yang berarti willow, tapi babylonica muncul karena kesalahan. Carl Linnaeus yang merancang sistem penamaan untuk mahluk hidup, percaya Weeping willow adalah willow yang sama ditemukan di sungai-sungai Babel dalam Kitab. Padahal pohon yang dimaksud adalah pohon poplar. Nama Weeping atau menangis didapatkan dari cara hujan yang terlihat seperti air mata menetes dari cabang melengkung

Willow mudah membastar atau melakukan persilangan/kawin silang Spesies. Willow saling bersilangan dengan begitu mudahnya dan subur sehingga varietes baru terus bermunculan, baik di alam maupun dalam budidaya yang disengaja. Telah banyak ditemukan hasil-hasil bastarannya yaitu varietas atau hibrida, baik yang terjadi secara alami maupun buatan. Salah satu contoh pohon willow hias yang terkenal adalah Salix x sepulcralis, yang merupakan hibrida dari Peking willow (Salix babylonica) dari China dan willow putih (Salix alba) dari Eropa

Varietas Willow dapat berupa pohon atau semak, tergantung pada tanamannya. Di daerah Arktik dan Alpine di pegunungan, spesies pohon willow tumbuh sangat rendah ke tanah sehingga disebut semak merayap. Contohnya adalah Willow kerdil dengan nama ilmiah Salix herbacea yang jarang melebihi 6 cm tingginya, meskipun menyebar secara luas di seluruh tanah.

Akan tetapi sebagian besar pohon willow yaitu varietas Willow menangis tumbuh setinggi 45 kaki hingga 70 kaki. Lebarnya dapat sama dengan tinggi mereka, sehingga mereka dapat berakhir sebagai pohon yang sangat besar.

Nah sekarang kita lihat deskripsi pepohonan ini ya

Semua willow memiliki getah kulit kayu encer yang berlimpah, sama seperti kebanyakan pohon lainnya. Getah willow ini mengandung asam salisilat dalam jumlah yang tinggi, yang dimanfaatkan dalam industri farmasi dan dunia kesehatan. Wow.. seru ya 😊

Willow juga memiliki kayu lembut yang kuat sekaligus umumnya lentur mudah dibentuk, dengan cabangnya yang ramping serta memiliki akar besar berserat yang seringkali berjenis akar atoliniferous.

Semua tunas willow menyamping, tidak ada tunas terminal yang benar-benar pernah terbentuk. Tunas yang ditutupi oleh skala tunggal, melampirkan pada dasarnya 2 menit, tunas sebaliknya, diatur secara bergantian, dengan 2 kecil, sebaliknya skala-seperti daun. Pasangan ini pertama segera jatuh dan daun kemudian secara bergantian diatur.

Untuk lebih jelasnya, yuk kita telusuri lebih dalam deskripsi pohon genus Salix ini ya

Dedaunan

Willow adalah salah satu tanaman kayu yang menumbuhkan tunas atau daun pertama kali di musim semi dan terakhir rontok di musim gugur. Daun muncul dapat terjadi pada awal Februari tergantung pada iklim dan dirangsang oleh suhu udara. Jika ketinggian siang hari mencapai 10°C selama beberapa hari berturut-turut, pohon willow akan berusaha mengeluarkan daun dan bunga.

Daun rontok di musim gugur terjadi ketika panjang hari memendek menjadi sekitar 10 jam 25 menit, yang bervariasi berdasarkan garis lintang. Seperti contohnya untuk spesies boreal S. alaxensis, daun rontok terjadi pada awal minggu pertama Oktober dan pohon willow yang tumbuh di daerah paling selatan, daun rontok paling lambat minggu ketiga Desember

Daun willow sederhana, bulu berurat dan biasanya linerlanset. Biasanya mereka juga bergigi, dengan bulat di dasar, akut dan acuminate. Para petioles daun pendek, sering sangat mencolok stipules, terlihat seperti kecil, daun bulat dan kadang-kadang tetap selama setengah musim panas.

Sebagian besar pohon willow memiliki dedaunan hijau yang cantik dengan daun yang panjang dan tipis. Kebanyakan daun spesies willow adalah gugur, pohon-pohon gandarusa semievergreen atau setengah abadi. Daunnya seperti kulit yang langka, misalnya Salix micans dan Salix australior di Mediterania Timur. Weeping willow memiliki penampilan yang khas dengan rantingnya yang bulat dan terkulai serta daun yang memanjang

Pada beberapa spesies, bagaimanapun umumnya dedaunan berukuran kecil, tidak mencolok dan sepintas lalu segera jatuh. Dalam warna, dedaunan ini menunjukkan berbagai macam warna sayuran, mulai dari hijau ke kekuningan hingga ke kebiruan, dengan daun yang bulat dan kadang-kadang tetap.

Pada musim gugur, warna daun berkisar dari warna emas ke warna kuning ke kehijauan, tergantung pada jenisnya

Bunga

Di musim semi biasanya pohon willow yang saking elegannya digunakan pada film terkenal Harry Potter ini berbunga. Willow dengan tubuhnya yang pendek mudah diamati bunganya. Pada bulan April atau Mei, jenis willow dengan pohonnya yang tinggi besar yaitu Willow menangis, menghasilkan catkins berwarna hijau perak yang mengandung bunga. Bunganya jantan atau betina dan muncul di pohon yang masing-masing jantan atau betina

Akar

Akar willow dikenal akan ketangguhannya yang luar biasa, ukuran dan keuletan untuk hidup, dan akar pohon dapat dengan mudah tumbuh dari bagian mudah bagian pohon yang berada di udara.

Sistem akar pohon willow besar, kuat dan agresif. Mereka memancarkan jauh dari keberadaan pohon itu sendiri. Oleh karenanya jangan menanam pohon willow lebih dekat dari 50 kaki jauhnya dari jalur bawah tanah ya.. seperti air, limbah, listrik atau gas. Ingatlah juga untuk tidak menanam pohon willow terlalu dekat dengan perkarangan tetangga, kalau tidak mau akarnya mengganggu garis bawah tanah tetangga. Ga mau kan bermasalah ma tetangga gara-gara pohon cantik ini 😊

Hampir semua pohon willow mengambil akar yang sangat mudah dari stek atau dimana cabang patah berbaring di tanah, dengan beberapa pengecualian termasuk willow kambing (Salix caprea) dan willlow peachleaf (Salix amygdaloides). Salah satu contoh terkenal dari pertumbuhan tersebut dari stek melibatkan penyair Alexander Pope, yang meminta ranting dari paket diikat dengan ranting dikirim dari Spanyol kepada Lady Suffolk. Ini adalah ranting yang ditanam dan kemudian tumbuh. Sehingga legenda mengatakan bahwa semua willow menangis atau Weeping willow di Inggris adalah keturunan dari yang pertama ini. Wah..

Willlow sering ditanam di perbatasan sungai sehingga akar interlace mereka dapat melindungi bank atau tepian dari tindakan air. Seringkali akar jauh lebih besar daripada batang yang tumbuh dari mereka

Pertumbuhan dan kultivasi

Sama seperti spesies pohon yang lain, willow menangis memiliki kebutuhan khusus pertumbuhan dan perkembangannya. Dengan penanaman yang tepat, mereka dapat tumbuh menjadi pohon yang kuat dan indah

Kecepatan pertumbuhan

Pohon willow adalah pohon yang tumbuh dengan cepat. Dibutuhkan sekitar 3 tahun untuk pohon muda menjadi baik, setelah itu dapat dengan mudah tumbuh 8 meter per tahun. Dengan ukuran dan bentuknya yang khas, pohon-pohon ini cenderung mendominasi pemandangan. Tentunya pemandangan yang indah dan eksotik ya, sedikit serem-serem manjah namun sangat asyik dipandang mata 😊

Masalah ekologi

Sejumlah kecil spesies pohon willow yang banyak ditanam di Australia terutama sebagai tindakan pengendalian erosi di sepanjang sungai. Mereka sekarang dianggap sebagai gulma invasif dan otoritas pengelolaan daerah tangkapan air banyak mengeluarkan mereka untuk diganti dengan pohon-pohon asli.

Akar willow tumbuh luas dan sangat agresif dalam mencari kelembaban. Untuk alasan ini, mereka dapat bermasalah bila ditanam di daerah perumahan, dimana akar terkenal karena menyumbat sistem drainase saluran air, saluran badai, sistem septik, selokan terutama yang lebih tua, genteng, beton atau pipa keramik

Oleh karena itu sebaiknya willow tidak dipelihara di daerah perumahan, atau dekat dengan rumah tetangga dan jalur bawah tanah

Hama dan Penyakit

Pohon willow rentan terhadap penyakit termasuk kanker cytospora, embun tepung, penyakit bakteri dan jamur tarspot. Meskipun begitu, infeksi kanker, hawar dan jamur yang menyerangnya dapat dikurangi dengan memangkas dan menyemprot dengan fungisida

Penggunaan

Ga selamanya akarnya yang tumbuh menyebar kemana-mana bikin repot ya.. Ini hanya sebagian kecil saja kekurangannya yang sebenarnya mudah diatasi, dibandingkan dengan penggunaan willow yang besar dan bermanfaat tidak saja untuk alam juga umat manusia. Selain sebagai tanaman hias yang bertebaran dimana-mana seantero Austria, pohon yang menambah indah pemandangan yang sedikit terkesan pendiam dan penuh misteri ini memiliki banyak kegunaan lho. Apa saja itu.. Yuk pemirsa kita simak bersama-sama 😊

Obat

Daun dan kulit pohon telah disebutkan dalam teks-teks kuno seperti Mesir sebagai obat sakit dan demam, ini karena kandungan yang terdapat di dalamnya yaitu asam salisilat. Ekstrak aktif pada kulit yang disebut salisin, dimetabolisme tubuh menjadi asam salisilat, ini merupakan prekusor aspirin. Salisin diisolasi ke bentuk kristal pada tahun 1828 oleh Henri Leroux, seorang apoteker Perancis dan Raffaele Piria, seorang ahli kimia Italia, yang kemudian berhasil memisahkan senyawa dalam keadaan murni
Pada tahun1897, Felix Hoffmann menciptakan versi salisin yang diubah secara sintesis yang berasal dari tanaman Spiraea, yang menyebabkan gangguan pencernaan yang lebih sedikit daripada asam salisilat murni.
Obat baru, asam asetil salisilat resmi bernama Aspirin oleh atasan Hoffmann yaitu Bayer AG. Ini memunculkan kelas obat yang sangat penting yang dikenal sebagai obat antiinflamasi non steroid (NSAID). Wow.. seru ya

Pabrikan

Beberapa barang buatan manusia yang paling awal mungkin dibuat dari willow, contohnya adalah jaring ikan yang berasal dari tahun 8300 SM. Dah lama banget ya.. Ada juga kerajinan seperti keranjang, perangkap ikan, pial pagar dan pial dan memulaskan dinding rumah, perabotan lainnya serta anyaman. Ini dimungkinkan karena kayu willow yang lentur mudah dipisahkan saat ditenun

Lingkungan

Willow ternyata berguna lho pada tempat-tempat seperti genangan air. Sebagai tanaman, willow digunakan untuk biofiltrasi yang akan membersihkan tempat-tempat bermasalah di lanskap yang rentan terhadap kolam, genangan air dan banjir. Makin klop karena mereka juga suka tumbuh di dekat kolam, sungai dan danau. Selain itu, willow digunakan juga untuk konstruksi lahan basah, sistem pengolahan air limbah ekologis, reklamasi lahan, stabilitasi lereng, pengendalian erosi tanah, penahan air serta habitat satwa liar

Pohon-pohon peneduh

Karena ukurannya, bentuk cabang-cabangnya dan rimbunnya dedauanan, pohon willow seperti Willow menangis menciptakan oasis yang teduh di musim panas selama memiliki ruang yang cukup untuk menumbuhkan raksaasa yang lembut ini. Warna yang disediakan oleh pohon willow menghibur Napoleon Bonaparte ketika diasingkan ke St. Helena.  Setelah dia meninggal, dia dimakamkan di bawah pohon kesayangannya

Pohon memanjat

Konfigurasi cabang-cabangnya membuat willow menangis mudah dipanjat, sehingga anak-anak menyukainya. Mereka juga menemukan di dalamnya seperti tempat perlindungan yang magis dan tertutup dari tanah. Tapi kok kesannya jadi menyeramkan ya😊 Jadi ingat pohon beringin yang di tanah air ngetop sebagai pohon yang angker/menyeramkan

Pertanian

Willow menghasilkan nektar dalam jumlah sedang yang dapat digunakan lebah untuk membuat madu. Willow catkins atau bunganya yang dimasak membentuk mash dapat dikonsumsi juga

Nah, demikianlah pemirsa edisi kali ini mengenai pohon willow di Austria di musim gugur yang sangat indah dan menawan, yang ternyata banyak kegunaannya untuk kehidupan manusia dan juga alam sekitarnya.

Sampai berjumpa lagi

 

 

Bir cevap yazın