Sereh/serai, tanaman tropis yang tetap eksis di musim gugur di Austria (part-2)

99 Views

Musim gugur adalah musim peralihan dari musim panas ke musim dingin. Di musim ini perlahan tapi pasti suhu akan semakin menurun dan sinar matahari akan semakin berkurang intensitasnya. Bagaimana nasib tanaman tropis yang ditanam di negara 4 musim ini ya? Apakah mereka ikut mengalami dormansi dan mati suri juga.. seperti pepohonan dan tanaman yang hanya tinggal ranting kering hitam?

Seperti misalnya tanaman rosela ane yang tubuh subur di muaim panas, mulai layu daun-daunnya bahkan rontok meninggalkan bodinya yang gundul. Kangkung lebih-lebih ekstrimnya, langsung keriting daunnya kemudian mati ga bersisa

Untuk tomat masih mendingan. Mungkin karena sudah banyak yang dinaturalisasi di negara 4 musim ya sehingga sifat-sifatnya pun perlahan-lahan ikut menyesuaikan. Tomat fleksibel tumbuh di Eropa (baca: Austria). Itu sebabnya tomat disukai bule banget dan selalu tersedia sepanjang tahun tanpa mengenal musim di pusat perbelanjaan

Tapi untuk tomat ane yang ga mengalami perlakuan istimewa seperti rutin dikasih asupan gizi dan pupuk apalagi berasal dari bibit unggul, ane ga berani berspekulasi. Ane ikut kodrat alam, tanaman tomat ane harus masuk kandang alias rumah sebelum ngambek kedinginan di luar 😊

Selain tomat yang masih bertahan di musim gugur bahkan menjelang musim dingin ini, ada lagi tanaman tropis yang kukuh bertahan di tengah suhu yang makin menurun ini. Dialah sereh, tanaman asli negara tercinta, Indonesia dan wilayah Asia Tenggara

Bagaimana sereh dapat bertahan hingga sekian lama ini ya?

Sebagaimana tomat, sereh pun sudah mengalami naturalisasi di banyak negara, baik di daerah tropis maupun subtropis. Setidaknya sifat-sifat pun turut mempengaruhi, ikut menyesuaikan juga. Hanya bedanya, sereh ga berlimpah keberadaannya dibanding tomat, malah terbilang langka di negara 4 musim ini

Lagipula, sereh ane asli didatangkan dari negara tropis, bukan sereh yang dah biasa hidup di negara subtropis 😊

Sereh yang ane tanam sejak pertengahan musim panas ini alhamdulillah ga cerewet tumbuhnya, meskipun dalam satu pot berukuran diameter lebih kurang 30 cm ini tumbuh tanaman lain yang diundang dan ga diundang 😊

Lumayanlah tumbuhnya sereh ane untuk skala emak-emak rumah tangga seperti ane ini, meski lagi-lagi ga selebat tanaman sereh pada umumnya yang rimbun dan ramai dengan daun-daunnya. Patut diapresiasi pertahanannya hingga musim gugur ini

Nah, sepertinya ane harus menelusuri karakteristiknya ya.. apa yang dimau tanaman berumbai ini sehingga bisa hidup di musim berikutnya yang lebih ekstrim dan syukur-syukur betah di Benua Biru.

Yuk kita simak bersama-sama ya pemirsa mengenai sereh ini, di mulai dari data pribadinya terlebih dahulu

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom : Plantae
Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Genus :Cymbopogon
Spesies : C. citratus
Nama binomial :
Cymbopogon citratus
(DC) Stapf, 1906

Sereh atau yang bernama lengkap Cymbopogon citratus adalah spesies dari genus Cymbopogon dari keluarga Poaceae atau suku rumput-rumputan. Sereh juga disapa akrab sebagai serai atau lemon grass bahasa bulenya

Keluarga Poaceae atau suku rumput-rumputan tidak asing lagi keberadaannya di negara 4 musim, terutama Austria. Bahkan dari musim panas kemarin hingga musim gugur ini tebar pesona dimana-mana. Apakah sereh yang masuk dalam keluarga ini memiliki sifat yang kurang lebih sama dengan rumput hias ini?

Genus sereh yaitu Cymbopogon adalah genus dari sekitar 55 spesies. Wow.. banyak sekali ya spesiesnya. Meski banyak sekali spesiesnya, hanya ada beberapa spesiesnya yang menonjol dan terkenal ke seluruh dunia, salah satu di antaranya adalah sereh khas tanah air kita yaitu Cymbopogon citratus ini

Spesies-spesies dari genus Cymbopogon memiliki ciri khas berupa rumput C4 berumbai abadi dengan banyak batang kaku yang timbul dari batang bawah pendeknya yaitu rhizomatosa, dengan aromanya yang khas juga seperti lemon atau jeruk. Makanya salah satu spesiesnya sereh dinamai juga lemon grass atau rumput (beraroma) jeruk.

Nama Cymbopogon berasal dari kata Yunani kymbe (boat atau perahu) dan pogon (beard atau jenggot), yang berarti pada sebagian besar spesies, merupakan proyek spikelet berbulu dari bubut berbentuk perahu. Ini mengacu pada pengaturan lonjakan bunga, yang merupakan ciri khas genus ini

Beberapa spesies dari genus Cymbopogon umumnya digunakan dalam kuliner, teh, jamu hingga obat, terutama Cymbopogon citratus karena aromanya menyerupai aroma lemon (citrus lemon)

Beberapa spesies dari genus Cymbopogon ini juga ada yang cukup dikenal masyarakat luas seperti Cymbopogon flexiuosus atau Serai India Timur atau rumput Malabar yang merupakan tanaman asli Kamboja, Vetnam, Laos dan India dan Cymbopogon citratus atau Serai India barat atau serai yang merupakan tanaman asli Asia Tenggara. Mereka mirip akan tetapi Cymbopogon citratus atau serai lebih cocok digunakan untuk memasak. Di India, serai ini ga hanya untuk memasak tapi digunakan juga untuk minuman teh, ramuan medis serta parfum

Ada lagi rumput sereh Cymbopogon nardus dan Cymbopogon winterianus yang tumbuh sekitar 2 meter. Tanaman ini dikenal juga dengan nama sereh wangi atau citronella grass. Daun serai wangi terlihat hijau hingga hijau kebiruan dengan batang berwarna hijau hingga merah keunguan/ magenta

Ok, kembali lagi ke serai ya..

Serai atau Cymbopogon citratus adalah tanaman tropis asli dari Pulau Asia Tenggara (Malesia), termasuk Indonesia. Cymbopogon citratus diperkenalkan secara luas ke Asia Selatan sejak masa prakolonial. Setelah perang Dunia ke I, tanaman ini diperkenalkan ke Madagaskar, Amerika Selatan dan Amerika Tengah dan tentu saja diperkenalkan dan dinaturalisasi juga di banyak daerah tropis lainnya, ga hanya daerah tropis di Asia saja serta daerah subtropis di seluruh dunia.

Ternyata akibat dinaturalisasi, Cymbopogon citratus dapat tumbuh di Eropa lho, yaitu di daerah beriklim hangat seperti Inggris. Ini karena serai tidak sulit untuk membeku. Hmm.. ada harapan nih berarti serai ane. Mungkin ini sebabnya serai ane tetap eksis di musim gugur ini ya 😊

Di daerah asalnya, Cymbopogon citratus dikenal sebagai sereh, serai atau serai dapur di Indonesia dan Malaysia serta tanglad, salai atau balioko di Filipina. Serai atau sereh adalah tumbuhan anggota suku rumput-rumputan yang dimanfaatkan sebagai bumbu dapur untuk mengharumkan makanan

Bagian mana dari sereh yang dapat dimanfaatkan ya? Umumnya untuk memasak adalah bagian batangnya. Untuk mendapatkan khasiatnya, sebaiknya batang sereh direbus, ga cukup hanya direndam dengan air panas saja. Lebih mantap lagi digeprek sedikit agar zat berkhasiatnya dan aromanya lebih maksimal keluar

Biasanya batang sereh yang dalam bentuk gepreknya atau irisan batangnya ini dimasukkan dalam kuah ikan, daging maupun ayam, baik sop maupun pindang. Dalam sayuran santan atau gulai bisa juga. Kalo pemirsa suka dibikin apa serehnya ya? 😊

Selain batang, daun kering sereh dapat dimanfaatkan dengan cara diseduh sebagai teh, baik sendiri atau sebagai penyedap teh lainnya, memberikan rasa yang mengingatkan akan jus lemon tetapi dengan rasa manis yang ringan tanpa rasa asam atau getir yang jelas. Selain itu, daun Cymbogon citratus juga dikenal dalam pengobatan tradisional bahkan dalam suplemen herbal

Dalam pengobatan tradisional rakyat dari Brasil, tanaman ini diyakini memiliki sifat anxiolytic, hipnotik dan antikonvulsan. Sedangkan dalam pengobatan tradisional dari India, daun sereh digunakan sebagai stimulan, sudorific, antiperiodic dan anticatarrhal

Ga hanya bagian batang dan daun termasuk akar, minyak atsiri yang banyak terkandung pada sereh juga dapat dimanfaatkan. Minyak atsiri dalam pengobatan trasisional India digunakan sebagai karminatif, depresen, analgesik, antipiretik, antibakteri dan antijamur

Studi laboratorium juga telah menunjukkan sifat sitoprotektif, antioksidan dan antiinflamasi secara in vitro serta sifat antijamur, meskipun Cymbopon martinii, spesies dari genus Cymbogon ini ditemukan lebih efektif dalam studi tersebut dibanding serai alias Cymbopogon citratus

Citronellol adalah salah satu kandungan minyak atsiri dari beberapa spesies Cymbopogon seperti Cymbopogon citratus, Cymbopogon winterianus dan Lippia alba. Ga hanyak citronellol saja, minyak serai juga mengandung 65-85% sitral. Wah tinggi sekali kandungannya ya 😊

Selain sitral dan citronellol, minyak atsiri yang terdapat dalam serai adalah myrcene, citronella dan gearniol.

Untuk memisahkan minyak dari airnya, beberapa metode dapat digunakan seperti destilasi, kondensasi dan pendinginan hidrosteam.

Hydrosol, yang merupakan oleh produk dari proses penyulingan dapat digunakan untuk produksi produk perawatan kulit seperti lotion, krim dan pembersih wajah. Bahan utama dalam produk ini adalah minyak serai dan minyak negros (campuran minyak serai dengan minyak kelapa murni) yang digunakan dalam aroma terapi

Jadi minyak sereh adalah minyak atsiri yang diperoleh dengan jalan menyuling bagian atas tumbuhan tersebut.

Ga hanya untuk produk kecantikan, minyak sereh juga dapat digunakan untuk menarik serangga seperti lebah bahkan mengusir serangga nakal seperti lalat dan nyamuk

Peternak lebah kadang menggunakan minyak sereh dalam perangkap untuk menarik kawanan lebah. Minyak serai juga telah diuji kemampuannya mengusir lalat yang stabil, yang menggigit hewan peliharaan

Minyak sereh dapat digunakan sebagai pengusir (repelen) nyamuk, baik berupa tanaman ataupun berupa minyaknya. Ini karena adanya kandungan sereh yang tidak disukai nyamuk, antara lain adalah sitral. Oleh karena itu serai dapat dibuat menjadi obat nyamuk dan serangga lainnya

Demikianlah beberapa manfaat sereh ya pemirsa, mulai dari bidang kuliner makanan dan minuman, tanaman herbal dan pengobatan tradisional, produk kecantikan hingga penarik dan pengusir serangga

Nah sekarang bagaimana membudidayakan sereh? Bisakah sereh tumbuh cantik di Eropa?

Yuk kita cek bersama-sama pemirsa 😊

Serai adalah rumput tropis yang tumbuh dalam rumput padat yang dapat tumbuh hingga 2 meter tingginya dan 1,2 meter lebarnya dengan rimpang pendek.

Sereh atau serai rata-rata dapat tumbuh di kawasan tropis Asia, tapi ga ada kompromi pada suhu dingin yang berkepanjangan. Maklum, typikal tanaman tropis ya😊

Suhu yang disukai sereh sehingga dapat tumbuh dengan baik adalah pada suhu 18-25°C dan pada ketinggian 350-600 meter di atas permukaan laut. Sereh juga menyukai tanah yang lembab dan loamy, yang terdiri dari campuran pasir, tanah liat dan materi organik yang kaya, dengan derajat keasaman atau pH berkisar 6-7,5.

Karena sistem perakaran serai adalah berserabut sehingga sangat cepat menghabiskan tanah di sekitarnya, maka kondisi tanah demikian sangat tepat dan diperlukan sereh

Sereh yang tumbuh lebat tegak berumbai ini juga ga masalah kalo ditanam pada berbagai posisi tanah baik datar, miring maupun berbukit-bukit

Namanya tanaman tropis ya, pasti suka akan paparan sinar matahari, apalagi yang terpapar sinar matahari secara langsung. Oleh karenanya sereh juga membutuhkan banyak air sehingga akan tumbuh subur jika disiram secara teratur atau terpapar curah hujan yang merata sepanjang tahun. Makanya cock banget tumbuh di negara kita ya..

Nah, di musim gugur ini, suhu tidaklah setinggi saat musim panas kemarin, dimana mudah didapatkan suhu yang disukai serai. Jarang sekali mendapatkan paling tidak suhu minimum sereh yaitu 18°C. Paling banter di bawah 10°C. Suhu yang semakin menurun menyebabkan banyak perubahan pada tumbuhan

Suhu yang lebih rendah menyebabkan proses fisiologis, biokimia dan fotosintesis melambat pada tumbuhan, termasuklah sereh ini. Di musim dingin, suhu bisa turun secara drastis apalagi ditambah dengan kurangnya cahaya, sangat berdampak tidak baik pada serai

Kalo misalkan terdapat ujung daun yang agak berwarna coklat, biarkan saja. Jangan digunting apalagi dicabut sampai ke akar-akarnya- ini semacam aklimatisasi. Maka yang kita lakukan adalah harus secara konstan menjaga tanah di pot agar tetap lembab. Pada musim semi, batang dan daun baru akan muncul

Nah, memasuki musim dingin, sereh seharusnya dimasukkan ke dalam ruangan, tidak lagi dibiarkan di luar ruangan. Memang saat ini sereh masih bertahan, tapi sampai kapan sih.. Sereh ga bisa kompromi dengan suhu dingin. Cepat atau lambat mereka pasti berontak 😊

Sereh memang harus segara dimasukkan ke dalam ruangan, jangan lama-lama dibiarkan di luar. Kebetulan tanaman sereh semata wayang ane ini ditanam di pot, jadi mudah diangkut ke rumah.

Saat sereh dimasukkan ke dalam rumah, sebaiknya diletakkan dekat jendela. Pencahayaan tambahan sangat penting untuk tanaman ini. Tapi kalo ga ada sih, ga apa-apa. Toh sereh kita bukan untuk skala komersil ya..

Serai adalah tanaman tropis yang sangat menyukai kelembaban. Oleh karena itu perlu penyiraman yang teratur. Akan tetapi kebanyakan nyiram juga ga baik. Genangan air tanah dapat menyebabkan pembusukan sistem perakaran.

Nah di musim dingin, biasanya penyiraman berkurang, tetapi pengeringan lahan tidak dapat dihindari. Pengeringan tanah dapat menyebabkan kematian tanaman yang cepat. Jadi bagaimana dong? Karena sereh sangat menyukai udara lembab, maka sebaiknya kita menyemprot daunnya dengan air hangat. Dengan begini akan membantu sereh dalam mengatasi kekeringan di musim dingin, karena pemanas di dalam ruangan bisa secara drastis mengeringkan udara

Meski sereh adalah tanaman tropis dan tidak dapat kompromi dengan dingin yang berkepanjangan, akan tetapi dengan perlakuan yang baik maka sereh dapat bertahan bahkan hingga musim berikutnya. Pada beberapa kasus, serai dapat tumbuh di negara 4 musim yang hangat, yaitu Inggris seperti yang sudah ane paparkan sebelumnya di atas

Nah, demikianlah beberapa hal yang harus diperhatikan pada tanaman serai yang ditanam di negara 4 musim ini

Semoga sereh ane panjang umur ya sehingga dapat menikmati hasilnya, paling ga sebagai obat kangen ma kampung halaman 😊

Demikian pemirsa edisi kali ini mengenai sereh, tanaman tropis yang tetap eksis di musim gugur di Austria, serta manfaatnya untuk umat manusia

Sampai berjumpa lagi

 

Bir cevap yazın