Musim gugur, dedaunan berguguran sebagai selimut tanah agar tetap hangat dan subur

825 Views

Musim gugur adalah salah satu musim yang menawarkan keindahan, dari suhu yang awalnya panas membara di musim panas perlahan-lahan padam berganti suhu yang hangat bersahabat dengan semilir angin sepoi-sepoi manja hingga pemandangan yang semakin berwarna

Musim gugur identik dengan daun-daun yang berguguran. Itulah sebabnya musim yang datang di bulan September, Oktober dan Nopember ini disebut musim gugur. Musim gugur juga identik dengan dedauanan yang berwarna-warni, maka jangan heran di bulan-bulan ini menjadikan bulan favorit karena bumi yang cantik berwarna

Termasuk ane 😊paling seneng kalo keluar rumah bersama suami, meski hanya belanja ke supermarket, mengamati dari balik jendela mobil sambil duduk manis manja dengan jemari tetap beraksi mengabadikan pemandangan cantik sepanjang perjalanan

Lain waktu keluar rumah dan main ke sekitar area tempat tinggal, mengamati pepohonan yang berubah warna, tanaman semak, tanaman pagar hingga kebun tetangga yang dipenuhi sayuran sejauh mata memandang berhektar-hektar luasnya

Agak jauhan main ke kebun binatang dan taman nasional, lihat Flamingo mandi matahari di pinggir danau atau hutan alami dengan beragam pepohonan dan tanaman asli Eropa 😊

Tujuan ane pastinya satu, menikmati keindahan musim gugur. Ane senang suami senang 😊

Daun-daun musim gugur tiada diragukan lagi akan kecantikannya. Beragam warnanya dari hijau, kuning, kuning emas, kuning genteng, kuning kemerahan, merah muda terang, merah ungu hingga merah darah sangat mencerahkan mata. Kita yang memandangnya ikut bercahaya ceria juga

Padahal siapa yang tau di balik keindahannya tersimpan kepedihan mendalam.. Dedaunan tidak punya pilihan. Matahari yang menyinari bumi dengan sinarnya yang dibutuhkan dedaunan untuk melakukan fotosintesis tak lagi intensif keberadaannya. Akibatnya pigmen warna selain hijau mendominasi dan dedaunan nampak berwarna-warni cantik sekali.

Hanya sekali ini dedaunan membahagiakan tuannya dengan pesona warna-warninya untuk selanjutnya say goodbye. Pepohonan terpaksa melepaskan mahkotanya dedaunan yang indah ini demi kelangsungan hidupnya. Dedaunan sebagai paru-paru kehidupannya pun dengan rela berguguran demi tuannya

Meski berguguran, ternyata dedaunan tidak kehilangan pesonanya. Betapa hebatnya mahluk Tuhan yang satu ini. Meski jatuh berguguran ke bumi dan berserakan acak, dedauanan tetap saja kelihatan menawan. Mereka nampak mozaik alami yang indah dipandang mata.

Manusia di bumi pun seperti enggan membersihkannya. Di halaman rumah, di jalan-jalan, di jalan raya, biarkan mereka berserakan hingga mengering untuk selanjutnya petugas kebesihan datang menyapu dengan mesin penyapu jalan. Tidak diambil, hanya disingkirkan ke tepian 😊Kalo misalkan terlalu banyak seperti di taman, akan diambil tanpa ampun. Nah kalo di hutan dibiarkan saja. Tentunya bukan tanpa maksud lho pemirsa..

Bukan malas bukan takut ke hutan.. tapi hutan di sana memiliki pekerjaannya sendiri. Dengan membiarkan daun-daun berguguran ke tanah kemudian membusuk, menjadikannya pupuk yang baik untuk kehidupan hutan selanjutnya

Wow.. ternyata dedaunan ini tidaklah sama sekali merugikan ya pemirsa.. Daun-daun berguguran ini sangat banyak manfaatnya untuk kita dan alam. Pemandangan menjadi cantik alami dan tentunya kita yang memandangnya ikut-ikutan cantik alias terpana bahagia. Dan tentunya kelangsungan hidup pepohonan tetap terjaga dengan tersedianya humus dan pupuk dari proses daur ulang dedaunan ini

Sebelum daun-daun yang berguguran di bumi ini membusuk dan menjadi humus dan pupuk alami yang berguna untuk kelangsungan hidup di musim berikutnya yaitu musim semi, dedaunan melakukan pengabdiannya tanpa pamrih dengan menyelimuti bumi agar tetap hangat, terhindar dari suhu yang semakin rendah.

Masa perang dulu, tentara Rusia bertahan hidup dari ekstrimnya suhu di bawah 0°C dengan menyelimuti tubuh mereka dengan dedaunan berguguran ini agar tetap hangat

Ternyata Allah menciptakan musim gugur tidaklah sia-sia ya pemirsa. Semua memang demi kelangsungan mahluk hidup di bumi dan keseimbangan alam. Mulai dari dedaunan yang bewarna-warni, kemudian berguguran menjadi sampah bukan sembarang sampah, sampah yang cantik berwarna-warni menghiasi tanah, untuk kemudian menyelimuti tanah hingga bumi menjadi hangat di tengah dinginnya cuaca, selanjutnya menjadi daur ulang yang indah yang memberikan manfaatnya untuk kelangsungan hidup pepohonan dan tetumbuhan berikutnya.

MasyaAllah alhamdulillah AllahuAkbar

 

Bir cevap yazın