Lengkuas, tanaman tropis yang tetap eksis di musim gugurdi Austria (part-3)

101 Views

Musim gugur adalah musim dimana suhu mulai menurun dibanding musim sebelumnya. Pada musim ini, tumbuh-tumbuhan rata-rata mengalami dormansi dan bersiap untuk beristirahat demi meminimalkan pengeluaran selama musim dingin nanti. Dengan demikian, tumbuh-tumbuhan ga mati mendadak

Bagaimana dengan tanaman tropis yang ditanam di negara 4 musim atau subtropis seperti Eropa (baca Austria) ini ya? Tentunya mereka juga perlu menyesuaikan diri. Akan tetapi sangat sulit jika mereka tetap berada di tempat terbuka seperti di tanah langsung karena cuaca yang ekstrim tidak disukai mereka. Maklum bukan habitat aslinya ya, apalagi jenis tanaman tropis yang sangat awam dan tidak dinaturalisasi di negara super dingin ini

Seperti lengkuas. Ane belum pernah menemukan keberadaan lengkuas di Austria dalam bentuk tumbuhan. Kalo rimpangnya ane pernah melihatnya dijual di pasar tradisional satu-satunya di Austria, Naschmarkt, itu pun dalam jumlah yang sangat terbatas dan berteman dengan sereh. Lengkuas ini didatangkan dari negara tetangga Indonesia yaitu Thailand. Harganya lumayan kalo diukur dengan harga di Indonesia, bisa dapat sekarung goni tuh 😊

Nah, kemarin sewaktu mudik, ane memboyong bumbu rempah-rempah termasuk rimpang ini. Beberapa rimpang lengkuas untuk bumbu dapur, yang lainnya sengaja untuk ditanam. Karena saat itu musim panas sedang masa puncaknya, lengkuas yang ane simpan dalam suhu kamar pun ikut bertunas. Rimpang ini akhirnya ikut ditanam juga di pot meramaikan peliharaan ane di balkon 😊Hitung-hitung untuk tabungan lengkuas ya.. karena kalo terlalu lama disimpan di tempat biasa mereka akan cepat kering dan ga maksimal dipakai untuk bumbu masakan 😊

Agak lumayan lama juga mereka tumbuh, ada sekitar 2 bulan baru kemudian muncul daun-daunnya. Umumnya kalo di habitat aslinya, umur 4 minggu sudah bisa muncul daun-daunnya. Maklum ya pemirsa, di Eropa gitu lho..

Saat kemunculan mereka ke dunia ini, pertumbuhannya sangat pesat. Tingginya sekitar 20 cm sampai akhirnya tiba musim gugur, pertumbuhannya melambat. Tapi mereka tetap bertahan. Daunnya tetap hijau, tidak kuning kering. Jangan ditanya ada rimpangnya apa ga, ane ga berani mengutak atiknya, apalagi di musim gugur ini. Mereka sudah mau tumbuh aja ane alhamdulillah banget 😊

Meski demikian, sama seperti tanaman tropis ane lainnya yaitu tomat dan sereh, lengkuas pun akan segera masuk kandang alias rumah biar mendapat lehangatan, terhindar dari dingin yang bisa membekukan tanah bahkan mereka 😉

Jadi penasaran pengen mengenal lengkuas lebih dalam, yuk pemirsa mari sama-sama kita simak mengenai tanaman rimpang ini

Klasifikasi Ilmah

Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Subfamili :Alpinioideae
Bangsa : Alpinieae
Genus : Alpinia
Spesies : A. galanga
Nama binomial :
Alpinia galanga
(L) Wild

Lengkuas adalah tanaman rimpang dengan dari genus Alpinia dengan spesies Alpinia galanga. Nama generik latin Alpinia diberikan untuk memperingati Prospero Alpini (1553-1617), seorang ahli botani Italia yang membuat katalog dan menggambarkan tanaman eksotik

Alpina galanga adalah salah satu tanaman yang dikenal sebagai galangal atau lengkuas dan dibedakan dari yang lain dengan nama umum lengkuas, lengkuas lebih besar atau greater galangal dan blue ginger atau jahe biru

Lengkuas yang dikenal juga dengan nama laos ini adalah tanaman asli Asia Tenggara, tepatnya asli Indonesia. Meski asal usul pastinya tidak diketahui, akan tetapi lengkuas telah dinaturalisasi ke banyak negara-negara Asia Tenggara dan Selatan bahkan dibudidaya hingga Suriname.

Laporan tertua akan penggunaaan dan keberadaan lengkuas adalah dari negara Cina dan Pulau Jawa, Indonesia. Pusat budidaya asli lengkuas selama perdagangan rempah-rempah adalah Pulau Jawa dan saat ini masih dibudidayakan secara luas di Pulau Asia Tenggara (Malesia) terutama di kepulauan Sunda Besar dan Filipina. Budidayanya juga telah menyebar ke Asia Tenggara Daratan terutama Thailand.

Lengkuas atau laos adalah jenis tumbuhan umbi-umbian atau rimpang yang bisa hidup di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah.

Lengkuas adalah terna tegak yang tingginya 2 meter atau lebih. Batangnya yang muda keluar sebagai tunas dari pangkal batang tua. Seluruh batangnya ditutupi pelepah daun. Batangnya bertipe batang semu.

Daunnya tunggal, bertangkai pendek, berbentuk daun lanset memanjang, ujungnya meruncing, pangkalnya tumpul dan tepinya rata. Ukuran daunnya adalah 25-50 x 7-15 cm. Pelepah daunnya berukuran 15-30 cm, beralur dan berwarna hijau

Perbungaannya majemuk dalam tandan yang bertangkai panjang, tegak dan berkumpul di ujung tangkai. Jumlah bunga di bagian bawah lebih banyak daripada di atas tangkai dan berbentuk piramida memanjang. Bunganya harum dengan diameter 3-4 cm, berwarna merah oranye sampai merah anggur. Kelopak bunganya berbentuk lonceng, berwarna putih kehijauan. Mahkota bunganya yang masih kuncup pada bagian ujung warnanya putih dan bawahnya berwarna hijau.

Buahnya termasuk buah buni, bulat, keras dan hijau sewaktu muda, dan coklat bila sudah tua.

Rimpangnya ini merayap dan banyak cabang, berdaging, kulitnya mengkilap, beraroma khas dan berserat kasar dan pedas jika sudah tua. Rimpangnya memiliki bau harum menyengat dan rasa yang kuat mengingatkan pada lada hitam dan jarum pinus. Rimpangnya ada yang putih, juga ada yang merah. Menurut ukurannya ada yang besar juga ada yang kecil.

Karenanya berdasarkan rimpangnya ini, dikenal 3 kultivar lengkuas yang dibedakan berdasarkan warna dan ukuran rimpangnya. Kultivar merah terutama sebagai obat dan kultivar putih terutama sebagai bumbu dapur.

Lengkuas menyukai lokasi yang cerah dan agak teduh. Tanah harus subur, lembab tapi tidak berawa. Tanah berpasir atau liat yang kaya akan bahan organik dan dengan drainase yang baik sangat ideal dan disukai juga. Jenis lengkuas liar atau semi liar bisa tumbuh dan ditemui di ladang terbuka, belukar hingga hutan tua.

Tanah harus digarap baik sebelum ditanam. Bisa dengan membuat lubang dengan ukuran 35 cm x 35 cm dan 15-20 cm dicampur dengan tanah, pupuk anorganik dan kapur (untuk tanah masam). Satu slip (potongan rimpang) ditanam per lubang dan ditutup dengan mulsa. Tunas baru dari potongan rimpang lengkuas muncul sekitar satu minggu setelah tanam. Sekitar 4 minggu setelah tanam, 3 hingga 4 daun tumbuh. Rimpang berkembang dengan cepat dan mencapai kualitas panen terbaik dalam 3 bulan setelah tanam. Lengkuas biasanya ditanam di sepanjang perbatasan kebun, dalam barisan pada jarak 0,5-1 m²

Pemanenan untuk digunakan sebagai bumbu biasanya dilakukan 3 bulan setelah tanam untuk di Indonesia dan negara Asia Tenggara dengan tidak mengenal musim dan selama akhir musim panas atau awal musim gugur untuk negara-negara Asia Selatan, untuk tujuan pasar.

Untuk mendapatkan rimpang muda yang belum banyak seratnya, panen dilakukan pada saat tanaman berusia 2,5-4 bulan. Rimpang yang berumur lebih dari 4 bulan menjadi berserat dan kenyal dan kehilangan nilainya sebagai bumbu.

Rimpang darat tidak diperdagangkan dalam jumlah besar karena dapat dipalsukan. Minyak atrisi pada lengkuas juga merupakan produk. Untuk ekstraksi minyak atsiri, rimpang dipanen ketika tanaman berumur sekitar 7 bulan. Namun untuk pengobatan dan herbal, rimpang dipanen setelah 15 bulan ketika rimpang menjadi kayu dan berserat

Produksi di Asia Tenggara harus cukup tinggi karena merupakan bumbu yang biasa digunakan setiap hari oleh jutaan orang. Namun sebagian besar dibudidayakan di kebun rumah, sedangkan perkebunan khusus terorganisir tidak ada. Belanda merupakan negara Eropa yang mengimpor lebih dari 100 ton rimpang segar setiap tahun dan sekitar 30 ton rimpang kering. Pemasok utama adalah Thailand, Indonesia dan India. Wow.. seru juga ya.. Kenapa ga sekalian menyebrang ke Austria? 😊

Lengkuas digunakan sebagai sumber tanaman untuk obat, tapi minyak atsirinya lebih diminati internasional karena nilai obatnya yang tinggi

Umumnya masyarakat memanfaatkan lengkuas sebagai campuran bumbu masak dan pengobatan tradisional. Pemanfaatan lengkuas untuk masakan dengan cara mememarkan rimpang kemudian diceburkan ke dalam campuran masakan, sedangkan untuk pengobatan tradisional yang banyak digunakan adalah lengkuas merah Alpinia purpurata K Schum

Rimpang lengkuas merupakan bahan umum dalam kari dan sup Thailand, dimana ia digunakan dalam potongan segar atau dipotong menjadi irisan tipis, dihaluskan dan dicampur menjadi pasta kari.

Kalo masakan Indonesia, wah lebih multi guna. Dari daging, ayam, ikan hingga sayur mayur, dari berkuah hingga bersantan dan goreng krispi nyambung semua pake lengkuas 😊 Rendang Indonesia biasanya dibumbui dengan lengkuas. Begitu juga dengan ayam bumbu lengkuas, dimana lengkuas diparut kemudian bersama bumbu-bumbu lain turut diungkep bersama ayam kemudian digoreng garing krispi 😊

Sayuran legendaris sayur asem pun menggunakan lengkuas hingga sayuran terasa segar nikmat luar biasa. Bahkan mie rebus dari kampung halaman ane menggunakan lengkuas lho sehingga kuahnya menjadi gurih dan segar

Nah, bunganya yang masih muda sepanjang piramida ini biasanya ikut diceburkan ke dalam masakan juga lho, terutama yang berkuah seperti kuah ikan, atau bahasa kampungnya pindang. Wah, masakan jadi segar dan nikmat luar biasa. Bisa dilalap juga, teksturnya krenyes dengan rasa segar agak sedikit pedas menggigit

Rimbang memiliki sifat antijamur, antiseptik dan analgesik

Ga hanya rimpang dan bunganya, minyak atsiri yang terdapat pada rimpangnya ikut dimanfaatkan

Rimpang lengkuas mengandung flavanol galangan. Rimpang mengandung minyak yang dikenal sebagai galangol, yang setelah didestilasi fraksional menghasilkan cineol yang memiliki sifat obat, serta pinene dan euganol

Lengkuas juga merupakan sumber daun yang digunakan untuk membuat nanel di antara orang-orang Kavalan di Taiwan, instrumen daun gulung yang digunakan sebagai mainan anak-anak tradisional yang umum di antara budaya Austronesia

Banyak juga ya manfaat lengkuas ini. Makanya ane semangat menanamnya, meski hanya sekelas emak-emak rumah tangga ya 😊 Mencium kesegaran daunnya aja bahagianya dah luar biasa, apalagi kalo nanti lengkuas ane ini bisa menghasilkan rimpang ya.. Untuk saat ini, ane alhamdulillah banget mereka masih tetap bertahan tumbuh. Semoga dapat melalui saat-saat kritis ini hingga datang masanya mereka bersemi dan tumbuh subur kembali 😊 InsyaAllah aamiin

Demikianlah pemirsa edisi kkali ini mengenai lengkuas, tanaman tropis yang eksis di musim gugur di Austria

Sampai berjumpa kembali

 

Bir cevap yazın