Krokot/Purslane di musim panas di Austria dan manfaatnya untuk kesehatan

214 Views

Ane ga pernah tau sebelumnya dengan krokot ini hingga suatu hari melihat ada yang tumbuh di pot kembang ane berteman dengan tanaman yang lainnya, semakin hari semakin besar menandingi penghuni aslinya tanaman cabe. Bahkan ane kira awalnya ini adalah ginseng Jawa, tanaman perdu yang tumbuh di halaman belakang rumah di kampung halaman, meski ane ragu karena mereka ga mirip-mirip amat.

Saat di kampung halaman tanah air tercinta Indonesia, ane suka banget dengan tanaman ini yang tumbuh subur tanpa perlu diperlakukan istimewa. Awalnya ane juga ga tau sampai emak akhirnya kasih tau tanaman ini enak dibikin sayur. Daun-daunnya yang lebat dan hijau subur menggoda ane untuk segera mencoba memasaknya. Ditumis aja enak, kata adek ipar. Ternyata memang enak banget pemirsa. Daunnya yang berair atau juicy cocok dibikin sayuran menambah kecintaan ane dan emak dan keluarga juga dengan tanaman yang ga cerewet tumbuhnya ini

Nah, kembali ke tanaman liar yang ga diundang tumbuh di pot kembang ini, ane perhatikan lebih seksama daunnya lebih mungil, tebal dan bernas, ga panjang seperti ginseng Jawa. Batangnya juga lumayan tebal dan berwana merah meski ga keras berbentuk kayu. Ada lagi.. Bunganya juga ga berwarna merah dan ada tangkai, tapi berwarna kuning yang menempel erat di antara daun-daun yang bersusun hingga 5 helai.

Meski begitu, mereka ternyata sama-sama tanaman sukulen yang tahan akan kondisi kering, yang menyimpan air pada daunnya atau batangnya.

Ane tanya emak ane di kampung apa iya ini seperti tanaman di halaman rumah, emak ane ga yakin, lagian bunganya ga berwarna merah. Malah emak sempat wanti-wanti, kalo ga tau jangan dimakan, ntar racun lagi.. gawat deh 😀

Nah yang bikin yakin adalah emak mertua. Seperti pucuk dicinta ulam pun tiba, emak mertua ane membawakan tanaman ini dari tetangga dan memberikannya pada ane. Untuk salad, kata beliau. Lha kok mirip dengan tanaman liar yang tumbuh di pot ane ya.. Beliau langsung mengiyakan tanaman liar yang ga diundang di pot ane itu sama persis dengan tanaman yang baru dibawakannya. Ternyata bukan sembarang tanaman, ini tanaman sayuran lho

Namanya krokot. Bule bilang purslane. Tanaman ini lumayan populer di Eropa dan tumbuh subur di musim panas. Lha emak mertua ane juga tau dan malah bilang untuk dibikin salad. Nah, dari sini ane jadi penasaran dan mulai mempelajari tanaman yang cantik dan unik ini

Oh.. ternyata tanaman ini lagi viral di tanah air. Makin semangat deh ane untuk mengetahui lebih dalam mengenai krokot ini. Pemirsa penasaran jugakah.. yuk sama-sama kita cari tau 😊 Kita lihat biodatanya terlebih dahulu ya..

Klasifikasi ilmiah

Kerajaan : Plantae
Infrakerajaan : Steptophyta
Superdivisi : Embryophyta
Upadivisi : Spermatophytina
–              : angiosperms
–              : mesangiosperms
–              : eudicots
–              : core eudicots
Ordo : Caryophyllales
Famili : Portulacaceae
Genus : Portulaca
Linnaeus, 1753
Tipe taksonomi : Gelang biasa
Spesies :
Sekitar 40-100

Nah, itulah sekilas biodata krokot

Krokot adalah genus dari tanaman dari suku Portulacaceae. Genus ini memiliki sekitar 40 hingga 100 spesies atau jenis yang ditemukan di daerah tropis dan daerah subtopis atau daerah yang memiliki empat musim, termasuk Eropa. Wah, tenyata banyak juga ya jenis mereka 😊

Di antara sekian banyak spesies ini, ada yang menjadi tanaman hias dan tanaman yang dimanfaatkan daunnya untuk dijadikan sayuran, meski aslinya mereka adalah tanaman liar

Salah satu spesies yang terkenal adalah Portulaca grandiflora yang biasa dibudidayakan sebagai tanaman hias karena bunganya yang sangat cantik dan memiliki aneka warna, dari merah muda, merah darah, kuning, salem hingga putih. Bunganya yang cantik dan menawan ini bahkan bisa disejajarkan dengan bunga mawar 😊 Ga heran ada yang bilang bunga dari tanaman ini adalah bunga mawar

Nah ada lagi spesies dari genus Portulaca yaitu Portulaca oleracea yang dikenal sebagai tanaman yang dapat dimakan. Di beberapa daerah termasuk wilayah Indonesia dikenal sebagai tanaman liar bahkan sebagai tanaman hama alias pengganggu. Wah.. pantesan si krokot hidup di pot kembang ane ga bilang-bilang ya 😊

Portulaca grandifolia sebagai tanaman hias dan Portulaca oleaceae sebagai tanaman yang dikonsumsi, sama-sama dipanggil krokot, meskipun keduanya bisa dengan mudah dibedakan dari fisiknya, antara lain bunga Portulaca grandifolia lebih cantik dan daunnya kurus panjang. Namun di edisi kali ini ane fokus pada krokot yang dapat dimakan dulu ya.. yang memiliki bunga berwarna kuning dengan spesies Protulaca oleaceae 😊

Yuk kita langsung saja kenalan dengan krokot sayur ini..

Portulaca oleaceae adalah salah satu spesies dari tanaman berbunga genus Portulaca yang dikenal dengan nama krokot, verdolaga, Resereyan, akar merah, gelang biasa atau di dunia barat akrab disapa purslane. Wah banyak sekali namanya ya..

Portulaca oleaceae yang akrab dipanggil krokot kalo di tanah air tercinta Indonesia ini adalah tumbuhan tahunan yang termasuk dalam keluarga Portulacaceae yang dapat mencapai ketinggian hingga 50 cm.

Selain sebagai anggota keluarga Portulacaceae dan anggota genus Portulaca yang mencapai hingga 100 spesies, ternyata Portulaca oleaceae itu sendiri memiliki 40 turunan atau varieatas yang dibudidayakan. Wah banyak sekali varietasnya ya.. ga kebayang deh banyaknya 😊Mungkinkah di antara krokot milik pemirsa merupakan varietas dari krokot ini? Jadi kalo misalkan ada yang beda-beda tipis ma krokot yang asli, seperti daunnya yang mungil lonjong, kemungkinan mereka memang masih saudara sesama krokot😊

Krokot memiliki penyebaran yang luas, diasumsikan sebagian besar antropogenik, membentang dari Afrika Utara dan Eropa selatan melalui Timur Tengah dan anak benua India ke Malesia dan Australia. Hampir seluruh dunia dong 😊

Status spesies di Amerika tidak pasti. Namun secara umum, krokot sering dianggap sebagai gulma yang eksotik, tetapi ada bukti bahwa spesies itu ada di deposit Danau Crawford Ontario pada tahun 1350-1539. Bukti ini menunjukkan bahwa tanaman itu sudah dimakan oleh penduduk asli Amerika, yang menyebarkan bijinya. Jadi sudah diketahui cukup lama di Amerika. Tapi mengenai bagaimana bisa mencapai Amerika saat ini masih tidak diketahui

Krokot memiliki batang yang halus, gemuk dan tebal dengan warna merah keunguan, sebagian besar bersujud.

Daunnya juga tebal dan berdaging. Daunnya yang bergantian atau berlawanan, berkerumun pada sendi batang dan ujungnya. Daun tanaman krokot merupakan daun tunggal berwarna hijau berbentuk bulat telur, ujung dan pangkalnya tumpul. Tepi daunnya rata dan berdaging dengan panjang 1-3 cm dan lebar 1-2 cm.

Bunga krokot merupakan bunga majemuk yang terletak di ujung cabang. Bunga-bunganya yang berwarna kuning sulfur, memiliki 5 bagian reguler dengan lebar hingga 6 mm, sangat imut 😊 Tanaman krokot juga memiliki kelopak bunga berwarna hijau, bertajuk dan bersayap. Mahkota bunga krokot berbentuk jantung, memiliki 3-5 kepala putik berwarna putih dan kuning.

Bunga dapat muncul kapan saja sepanjang tahun, tergantung pada curah hujan. Wah serunya.. Ga musti nunggu musim-musim tertentu dong. Tapinya, bunga-bunga yang terbuka sendirian alias mekar di tengah-tengah gugusan daun ini hanya beberapa jam di pagi hari yang cerah lho.. Jadi kalo mau menikmati keindahan bunganya, ya di pagi hari.. Nah, ini dia sempat bikin ane penasaran.. pantesan ane awalnya ga ‘ngeh‘ dengan bunganya yang menghilang di sore hari saat ane memeriksanya. Sempat terpikir, perasaan tadi pagi mekar deh 😀

Tumbuhan ini memiliki jenis buah kapsul. Buah krokot berbentuk kotak, berwarna hijau dan memiliki biji yang banyak. Bijinya bulat kecil mengkilap, berwana hitam, yang berada dalam polong kecil seperti kotak, yang terbuka ketika benih matang.

Nah, kalo mau mengambil bijinya juga ga sulit kok, bahkan teramat mudah. Krokot sangat sensitif kalo diambil daunnya dekat kotak ini. Kotak ini akan mudah terbuka dan isinya berhamburan keluar. Ini pengalaman ane saat mengumpulkan bijinya karena batangnya dah terlalu tua sehingga terpaksa disingkirkan dan diganti yang baru😊

Sistem perakaran tanaman krokot adalah akar tunggang. Krokot atau Purslane yang memiliki akar tunggang dengan akar sekunder berserat ini mampu mentolerir tanah padat dan kekeringan yang buruk, namanya aja tanaman sukulen ya.. Oleh sebab itu krokrot ini termasuk tanaman tahan banting, maksudnya ga sulit untuk memeliharanya.. Makanya krokot mendapat predikat tanaman liar sebelumnya karena mudah tumbuh dimana-mana

Tanaman krokot tumbuh subur di musim panas. Ga heran kalo di musim panas ini eranya krokot berbunga dan berdaun lebat. Ini saatnya dipanen. Jadi krokot dipanen saat musim panas dan musim gugur. Karena mudah tumbuhnya, ane bisa panen berkali-kali hanya dengan menanam mereka di pot lho. Jangan bayangin panennya hingga segerobak ya.. untuk kita cukup untuk setiap kali masak saja 🙂

Sekarang yuk kita simak bersama-sama lebih mendalam manfaat krokot

Portulaca atau krokot biasa dimanfaatkan sebagai tanaman untuk makan ternak. Eh, ternyata ga hanya sebagai makanan ternak atau pun hewan lainnya seperti ngengat dan kupu-kupu untuk beberapa spesies Portulaca lho. Lebih dari itu umat manusia pun mengkonsumsinya sebagai makanan yang kaya nutrisi dan bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Ya, krokot adalah tanaman yang biasa dibudidaya untuk dikonsumsi, dijadikan sayuran, baik disalad maupun ditumis. Batang, daun dan kuncup bunga semuanya dapat dimakan bahkan biji-bijinya untuk membuat kue lho 😊

Di tanah air kita ternyata krokot juga dipelihara untuk dikonsumsi, dijadikan sayuran yang enak, meski banyak juga yang belum mengetahuinya dan menganggap sebagai tanaman liar. Bahkan ane sama sekali ga tau.. taunya malah jauh di negeri orang 😊

Krokot atau Purslane yang dimakan sebagai sayuran daun, biasanya salad dalam keadaan mentah. Rasanya sedikit asam dan asin dan dimakan di sebagian besar Eropa, Timur Tengah, Asia dan Meksiko. Di Amerika Serikat, meskipun krokot atau gelang biasa dianggap sebagai rumput liar atau bahkan gulma, ia juga dimakan sebagai daun sayuran. Nah benar kata emak mertua ane, krokot dibikin sayuran/ salad 😊

Selain dapat digunakan segar dan dalam keadaan mentah sebagai salad, krokot bisa juga ditumis atau dimasak seperti bayam dan karena kualitasnya yang berlendir juga cocok untuk sop dan semur.

Ane pernah mencoba menumisnya. Cara menumisnya juga harus diperhatikan ya.. ini karena sifat daunnya yang berair atau juicy akan meletus dan melompat-lompat bila kena minyak panas untuk menumis. Makanya sesaat setelah bumbunya ditumis terlebih dahulu seperti bawang putih, bawang merah dan cabe dengan udang atau teri sebagai penyedap, cepat-cepat dikasih air sedkit saja biar ga terlalu garing dan kering, baru kemudian masukkan daun krokotnya 😊 Rasa krokot yang sedikit asam dan asin berpadu dengan bumbu tumis dan udang atau teri menambah nikmat masakan 😊

Selain ditumis, krokot enak juga disayur lodeh lho.. Ane bikin sayur lodeh dengan menambahkan daun krokot yang montok-montok ini. Rasanya..hmm mantap pemirsa.. rasa asam segar krokot berpadu dengan rasa gurih santan, kuah lodeh beserta sayur mayur lainnya seperti jagung dan bumbu rempah-rempah, tidak lupa udang kesayangan 🙂

Rasa asam dari krokot berasal dari oksalat dan asam malat, yang terakhir ini yaitu asam malat diproduksi melalui metabolisme asam crassulacean atau CAM yang terlihat di banyak xerofit , yaitu tanaman yang hidup dalam kondisi kering dan berada pada titik tertinggi ketika tanaman dipanen di pagi hari. MasyaAllah alhamdulillah

Suku Aborigin Australia menggunakan biji-biji krokot untuk membuat kue.
Orang Yunani yang menyebutnya andrakla atau glistrida menggunakan batang dan daunnya dengan keju feta, tomat, bawang, bawang putih, oregano dan minyak zaitun. Mereka menambahkannya dalam salad, merebusnya atau menambahkannya ke ayam casseroled.
Di Turki, selain digunakan dalam salad dan kue kering, dimasak sebagai syuran yang mirip dengan bayam atau dicampur dengan yogurt untuk membentuk varian Tzatziki

Di Eropa, krokot biasa dibudidayakan sebagai sayuran dengan ketinggian 1800 meter di bawah permukaan laut lho. Wow.. Ga nyangka ya krokot yang ngetop di tanah air dan identik dengan tanaman kampung ternyata makanan elit juga di Eropa. Ternyata lagi bukan tanaman kemarin sore ya..

Selain manfaatnya sebagai sayuran yang dikonsumsi umat manusia, sebagai makanan ternak bahkan serangga termasuk ngengat dan kupu-kupu, krokot juga dijadikan insektisida dan tanaman pendamping yang berguna untuk tanaman lain. MasyaAllah alhamdulillah

Bukan tanpa alasan krokot dapat dijadikan insektisida. Ini karena krokot mengandung zat-zat yang penting seperti tanin, fosfat, magnesium dalam jumlah yang banyak, zat besi, alumunium, mangan, kalsium, potasium, sodium dan urea

Sebagai tanaman pendamping, krokot menyediakan penutup tanah untuk menciptakan iklim mikro yang lembab untuk tanaman di dekatnya, menstabilkan kelembaban tanah. Akarnya yang dalam membawa kelembaban dan nutisi yang dapat digunakan tanaman itu dan beberapa tanaman lain termasuk jagung, yang akan mengikuti akar krokot, turun melalui tanah yang lebih keras yang tidak dapat mereka tembus sendiri. MasyaAllah.. alhamdulillah.. Jadi krokot yang kemarin numpang hidup di pot tempatnya cabe tumbuh malah bermanfaat ya 😊 Tapi karena saat itu ane ga tau, krokot ini ane pindahkan di pot khusus bersama krokot pemberian emak mertua 😊

Selain manfaatnya yang luar biasa sebagai sayuran dan kuliner, insektisida hingga tanaman pendamping, ternyata ada lagi manfaat luar biasa dari tanaman unik ini, yaitu dalam dunia kesehatan dan obat-obatan. WHO atau Badan Kesehatan Dunia menjadikan krokot tanaman obat yang diprioritaskan di dunia. Wow.. ada 23 negara yang tercatat telah menggunakan tanaman ini.

Dalam farmakologi China, krokot dapat digunakan sebagai obat tradisional dalam menyembuhkan disentri, meluruhkan air seni, sebagai tonik hingga penenang

Krokot dimanfaatkan sebagai tanaman obat karena kandungan zat-zat yang penting untuk tubuh kita umat manusia seperti kandungan nutrisi, antioksidan dan lain-lain. Selengkapnya yuk kita simak kandungan krokot atau Purslane mentah di bawah ini

Purslane mentah

Nilai gizi per 100 g

Energi 84 kJ (20 kkal)
Karbohidrat 3,39 g
Lemak 0,36 g
Protein 2,03 g
Vitamin
Vitamin A 1320 IU
Tiamin (B1) 0,047 mg
Riboflavin (B2) 0,112 mg
Niasin (B3) 0,48 mg
Folat (B9) 12 mikrogram
Vitamin C 21 mg
Vitamin E 12,2 mg
Mineral
Kalsium 65 mg
Besi 1,99 mg
Magnesium 68 mg
Mangan 0,303 mg
Fosfor 44 mg
Kalium 493 mg
Seng 0,17 mg
Konsituen lainnya
Air 92,86 g

Wah, banyak sekali kandungan nutrisinya ya.. Krokot diketahui mengandung omega-3 yang sangat baik untuk kesehatan tubuh, terdapat juga kalori yang rendah namun tinggi serat. Selain itu krokot kaya akan kandungan vitamin C dan vitamin E yang lebih tinggi dari rata-rata sayuran. Ini menjadikannya salah satu sayuran favorit keluarga

Sekarang yuk kita lihat manfaatnya untuk tubuh kita

Menjaga kesehatan jantung

Daun krokot memiliki kandungan omega-3 yang tinggi yang dapat mengurangi kolesterol jahat dalam tubuh dan meningkatkan keseimbangan kolesterol yang baik dalam aliran darah, mengurangi resiko kardiovaskular dan aterosklerosis penyebab stroke dan serangan jantung

Baik untuk diet

Krokot diketahui sangat rendah kalori akan tetapi kaya nutrisi sehingga baik untuk mereka yang ingin menjalankan diet dan menurunkan berat badan

Mencegah gangguan perkembangan pada anak

Krokot aman dan baik dikonsumsi untuk anak-anak. Ini karena tingginya kadar omega-3 yang dikandungnya, Kandungan omega-3 yang tinggi ini sangat baik untuk perkembangan anak dan mencegah gangguan akan perkembangannya yang tidak diinginkan

Baik untuk usus

Kandungan zat-zat berkhasiat yang terdapat dalam krokot mampu menyehatkan usus dan menghindari dari penyakit yang berkaitan dengan usus seperti wasir, diare, disentri bahkan cacingan. Di China, krokot merupakan salah satu obat tradisional untuk disentri ini yang dikenal dengan nama Ma chi  Xian

Menjaga kesehatan kulit

Daun krokot mengandung vitamin A yang cukup tinggi, begitu juga vitamin C dan vitamin Enya. Dengan kombinasi vitamin yang hebat ini, rokot sangat baik untuk menjaga kesehatan kulit, seperti menjadikan kulit bersih, berseri, kinclong hingga dapat menghilangkan keriput dan bekas luka serta penuaan dini

Menjaga kesehatan mata

Daun krokot diketahui mengandung vitamin A dan beta karoten yng baik untuk menjaga kesehtaan mata. Krokot dapat menghilangkan radikal bebas yang menyerang sel-sel mata sehingga membantu mencegah katarak dan regenerasi makula

Menjaga kesehatan tulang

Daun krokot memiliki sejumlah mineral yang cukup tinggi antara lain kalsium, magnesium, zat besi. Ini sangat baik untuk kesehatan tulang seperti seperti membantu tulang tetap kuat dan tidak mudah keropos atau osteoporosis

Meningkatkan sirkulasi darah

Kandungan zat besi dan tembaga baik untuk meningkatkan sirkulasi darah pada tubuh, dengan mennyumbangkan banyak oksigen penting ke organ yang penting. Kedua zat ini juga dapat merangsang sel darah merah hingga meningkatkan pertumbuhan rambut serta metabolisme

Nah, demikianlah pemirsa beberapa manfaat dari krokot untuk tubuh manusia. Bagaimana.. mulai berpikir mau membudidayakannya.. minimal memeliharanya di pot mungil kesayangan? 😊

Sampai di sini dulu edisi kali ini pemirsa, mengenai krokot di musim panas dan manfaatnya untuk kesehatan. Semoga bermanfaat

Sampai berjumpa lagi

 

Bir cevap yazın