Mie rebus Belitung di Austria dan cara membuatnya

449 Views

Sama seperti di seluruh penjuru tanah air, mie merupakan salah satu kuliner primadona, baik mie instan maupun mie segar. Dari mie rebus sampai mie goreng. Ada beragam nama kuliner menggunakan mie yang identik berwarna kuning ini, tergantung dari mana asalnya. Pada dasarnya nyaris mirip satu sama lain, dari rasa dan bahan yang digunakan ya.

Salah satu kuliner Pulau Belitung di propinsi kepulauan Bangka Belitung, Indonesia adalah mie rebus atau mie Belitung. Kuliner yang menjadi ikon warga Belitung ini memang enak tiada tara pemirsa. Bisa dinikmati kapan saja dimana saja. Siapa saja bisa membuatnya karena mudah dan ga makan tenaga 😊Di kondangan, mie rebus ini menjadi salah satu sajian andalan tuan rumah disamping sajian lainnya. Kuahnya yang gurih dan segar membuat kita penasaran ingin nambah dan nambah lagi 😊

Dulunya, ane ga doyan mie, apalagi mie instan. Bisa dihitung sebulan hanya sekali. Makan bakso aja no mie. Tapi berhadapan dengan mie rebus ini ane takluk. Begitu juga perlahan tapi pasti ane menyukai mie ayam. Kalo mie ayam ini mah memang dah jadi milik Indonesia ya.. dimana-mana ada. Awalnya mungkin milik tanah Jawa yang dikenal dengan sebutan bakmi. Ah yang di kota pasti tahu ya ma bakmi ngetop ini 😊

Ok lanjut kita balik lagi ke selera asal mie rebus. Apa sih mie rebus yang menjadi kuliner kesayangan ane ini.. apa mie yang direbus layaknya mie instan?

Ternyata mie rebus ini adalah mie kuning bersama teman-temannya seperti kentang rebus, telur rebus, mentimun, tahu dan touge juga mie melinjo yang disiram dengan kuah udang. Rasa kuahnya yang khas cenderung manis, gurih dan segar sangat nikmat dinikmati selagi hangat.

Meski di Austria, ane juga bisa menikmatinya.. Beli di Austria kah.. Oh tentu tidak pemirsa. Ga ada satu pun dari warga Austria yang tahu mie ini. Yang mereka tahu hanya pasta termasuk spagheti 🙂

Kalo pemirsa bermukim di tanah air dan liburan ke pulau Belitung, jangan lupa mencicipi kuliner yang satu ini. Liburan ga afdol kalo ga mencicipi kuliner khas pulau yang dijuluki bumi Laskar Pelangi ini. Pemirsa juga bisa membuatnya di rumah, cukup mudah kok. Begitu juga bahan-bahannya mudah didapat, ga seribet kalo di negara bule tempat ane bermukim😊

Yuk pemirsa yang mau membuat mie rebus berikut ane jabarkan mulai dari bahan hingga cara membuatnya😊

Bahan utama:

Mie basah/ mie kuning

Bahan pelengkap:

Kentang rebus, potong-potong
Telor rebus, belah dua
Mentimun, iris acak
Tahu goreng, potong-potong
kecambah atau touge, buang ekornya
Emping melinjo goreng

Bahan kuah:

1 liter air
300 gr udang, kupas dan bersihkan
3 sdm kecap manis
1 buah gula merah
2 sdm minyak goreng untuk menumis
2 sdm tepung kanji atau maizena, larutkan dengan 6 sdm air

Bumbu halus:

6 siung bawang merah
3 siung bawang putih
3 butir kemiri
3 cm lengkuas
2 cm jahe
1/2 sdt merica
garam secukupnya

Cara membuatnya:

-Pertama-tama buat kaldunya.
Udang dikupas dan dibersihkan, pisahkan kulit dan kepalanya. Rebus air bersama kulit dan kepalanya. Sesudah matang, angkat, saring lalu pisahkan kaldunya
– Panaskan minyak dan tumis bumbu halus sampai berbau harum
– Masukkan udang, masak hingga udang berubah warna
– Tuang ke dalam kaldu, rebus kembali
– Beri kecap dan gula merah
– Masak sampai air mendidih, tambahkan garam sesuai selera
– Kentalkan dengan dengan larutan tepung kanji atau tepung maizena, aduk sampai rata lalu angkat
– Mie basah siram sebentar dengan air panas, kemudian tiriskan segera
– Tata mie, touge, mentimun, kentang, tahu, telur lalu siram dengan kuah. Sajikan dengan emping melinjo dan cabe ulek (kalo suka pedas)

Nah, mudah bukan membuatnya pemirsa? Yuk silakan mencoba..

Mie rebus mantap disantap selagi panas, apalagi pedas dengan penambahan cabe ya 😊 Kuahnya yang segar dan gurih bikin nagih. Ga bosan-bosannya menyantap mie rebus yang kaya nutrisi ini. Makanya ane meski di belahan dunia utara yang jauh dari kampung halaman ini ga ketinggalan menikmatinya bagaimanapun caranya. Bagaimana solusinya agar tetap menikmati mie rebus ini ya meski bahan-bahannya ga begitu komplit?

Bagaimana cara mensiasatinya ya? Kata emak, kalo bahan ada, mudahlah itu 😊Alhamdulillah meski ga lengkap-lengkap amat, asal mendekati rasa dan penampilannya dah bisa dikatakan mie rebus. Mungkin ini tepatnya mie rebus Austria ya 😊

Pertama-tama ane cek bahan utamanya yaitu mie. Karena di Austria tidak pernah ane temui mie basah atau mie segar, maka mie basah ini bisa diganti dengan mie bungkus. Karena tidak mudah juga menemukannya di Austria, jadilah spagheti produk bule ini ane eksekusi menjadi mie. Bisa? Bisa saja, asal spaghetinya yang berbentuk lurus panjang seperti lidi..

Spagheti itu kan pada dasarnya adalah mie juga, mie nya Italia. Spagheti adalah salah satu bagian dari keluarga pasta yang terdiri dari beragam jenis. Spagheti adalah pasta yang berbentuk lurus panjang seperti lidi. Pasta adalah juga mie

Ok, mie dah teratasi. Bagaimana dengan bahan pelengkap lainnya seperti kentang rebus, telur rebus, mentimun, kecambah atau touge dan emping melinjo? Kentang, telur dan mentimun cukup mudah ditemui di Austria. Emping melinjo ane bawa dari tanah air 😊
Untuk kecambah yang kita pakai untuk mie rebus adalah kecambah yang berasal dari kacang hijau. Karena jualannya sangat jarang di Austria-kurang peminat sepertinya, maka ane membuat sendiri kecambah dari kacang hijau 😊
Untuk tahu ane harus merelakan ketidakhadirannya karena ane ga ada bahan untuk membuatnya, lebih-lebih jualannya di Austria ini. Kalo tahu sutra tahunya Jepang ada di toko Asia, tapi apa nyambung ya?😊

Bagaimana dengan bumbu halusnya? Untuk bawang merah dan bawang putih tersedia di supermarket, meski untuk bawang merah kehadirannya angin-anginan, kadang sampai berbulan-bulan ga ada jualannya. Itu pun hanya di supermarket tertentu
Untuk lada, baik yang bubuk maupun butiran cukup mudah menemuinya di Austria meski harga lumayan mehong. Untuk ane cukup sebotol 50 gr aja cukup untuk berbulan-bulan masak 😊
Jahe juga mudah menemuinya di Austria karena merupakan salah satu bumbu rempah yang paling disukai bule dan laris manis di pasaran. Jahe merupakan salah satu bumbu yang membuat kuah ini terasa segar dan khas
Nah ini dia.. lengkuas dan kemiri. Kedua bahan ini tersedia karena dah ane boyong ke Austria sepulang mudik dari tanah air kemarin. Ane sudah memperkirakan akan membutuhkan mereka setiap saat 😊

Begitu juga untuk bumbu kuahnya, kecap dan gula merah. Nah, kedua sejoli inilah yang membuat kuah mie rebus berwarna coklat gelap, yang menjadi salah satu ciri khas mie rebus

Mengenai kecap dan gula merah, kehadiran mereka ini di Austria membantu ane banget dalam hal masak memasak. Ga hanya untuk mie rebus saja, tapi untuk memasak masakan lainnya seperti nasi goreng dan semur. Alhamdulillah ya 😊

Untuk kuah kaldunya, bahan utama yaitu udang wajib adanya. Ane menggunakan udang frozen/ beku yang dijadikan suhu normal dulu, tidak menggunakan udang segar yang baru turun dari laut. Untuk mendapat udang segar utuh di Austria tidaklah mudah, hanya di supermarket tertentu dan waktu tertentu. Itu pun produk impor dari negara Asia 😊 Untuk hal ini, tidak membuat kaldu juga tidak apa-apa, tidak menghilangkan rasa. Tapi dengan kaldu bisa mempertegas rasa. Untuk tetap merasakan gurihnya kuah mie rebus, pemakaian udang jangan pelit ya😊

Akhirnya ane bisa juga membuat mie rebus di Austria.. Aaih senangnya.. Pemirsa yang senasib ma ane terutama di negara bule yang bahan-bahannya ga selengkap negara Eropa lainnya bisa ikuti cara ane saja. Bagi pemirsa yang berada di tanah air, ga ada alasan ga membuat kuliner asyik yang satu ini

Mie rebus ini bisa disantap kapan saja. Ane sangat menyukainya, begitupun suami, tapi dengan syarat, ga ada cabenya.. Biasalah bule ya ga doyan pedas 😊

Nah, demikianlah edisi kali ini pemirsa mengenai solusi tetap menikmati mie rebus kuliner Belitung di Austria berikut cara membuatnya 😊Semoga ada manfaatnya.

Sampai berjumpa kembali..

 

Bir cevap yazın