Horse Chestnut Tree, pohon Kuda Chestnut dengan bunga-bunga indahnya yang menghiasi musim semi di Austria

362 Views

Musim semi musim yang indah dan menyenangkan, apalagi melihat dan mengamati pemandangan sekitarnya. Seperti saat ini, di samping rumah kita di suatu halaman depan rumah tetangga, ada satu pohon yang berbunga dengan indahnya. Bunga-bunganya sangat memikat hati dan perasaan ane, hingga setiap saat tiada jemu-jemu memandangnya. Warna merah cerahnya yang saking indahnya sukar dilukiskan dengan kata-kata berwarna merah apa sebenarnya, sangat menyihir ane 😊

Saking ingin berbagi kebahagiaan akan keindahan ini, selalu ane bilang ke suami, liat bunga-bunganya, sangat cantik kan? Kebetulan kita mudah melihatnya dengan jelas lewat jendela rumah dari jarak belasan meter karena sosok pohonnya yang tinggi besar dengan bunga-bunganya yang memenuhi seisi pohon

Ga hanya ane lho yang bahagia menikmati keindahan pohon ini, bahkan para hewan pun mendatangi pohon ini. Dari jendela rumah ane melihat sekawanan burung bermain-main di halaman yang dipenuhi remah-remah bunga yang berguguran, sesekali mencari makanan. Begitu juga dengan sekawanan hewan masih kerabat lebah. Ini ane ketahui saat ane saking penasaran dengan bunga-bunganya turut mendekati pohon ini dan menyentuh bunga-bunganya. Untungnya lebah-lebah ini ga marah saat ada manusia ikut-ikutan mendekati pohon ini 😊Ga boleh marah ya lebah.. kan pohonnya bukan milik kalian 😊

Nah, ternyata ga hanya pohon di dekat rumah kita ini lho yang sedang berbunga dengan lebat dan indahnya. Bahkan ane menemui pohon dengan bunga-bunganya yang membentuk formasi seperti tudung tumpeng emak-emak di dapur ini di taman-taman di pusat kota. di alun-alun kota dan halaman rumah penduduk

Bunga-bunganya ga hanya berwarna merah saja. Beberapa pohon menghasilkan bunga yang berwarna putih, kuning bahkan kombinasi antara warna merah, putih dan kuning. Wow.. menyenangkan sekali ya pemirsa 😊

Awalnya ane mengira mereka adalah pohon lilac, tetapi semakin ane amati kok semakin jauh dari perkiraan ya.. Hanya bunga-bunganya yang membentuk formasi seperti tudung tumpeng atau mengerucut semakin runcing ke atas aja yang mirip 😊

Ternyata pohon dengan bunganya yang bermekaran di musim semi ini bernama horse chestnut. Pohon musim gugur yang umum dikenal sebagai horse chesnut atau kuda chesnut atau kuda berangan ini juga dinamai pohon conker. Wah, banyak sekali namanya ya 😊

Pemirsa penasaran ingin mengenal pohon yang satu ini juga sama seperti ane? Yuk pemirsa kita telusuri bersama-sama, dimulai dari data pribadinya terlebih dahulu ya 😊

Pohon Horse Chestnut

Klasifikasi Ilmiah

Kerajaan : Plantae
Memesan : Sapindales
Kelaurga : Sapindaceae
Marga : Aesculus
Jenis : A. hippocastanum
Nama binomial :
Aesculus hippocastanum
L

Pohon horse chestnut adalah pohon yang bernama ilmiah Aesculus hippocastanum. Aesculus hippocastanum adalah spesies tanaman berbunga dalam soapberry dan lychee atau leci dari keluarga Sapindaceae

Nah, sekarang yuk kita lihat fisiknya 😊 Aesculus hippocastanum adalah pohon besar yang tumbuh setinggi sekitar 39 meter dengan mahkota kubah dari cabang-cabang yang kokoh. Pada pohon-pohon tua, cabang-cabang luarnya sering terjumbai dengan ujung melengkung.

Daunnya berlawanan dan berbentuk palmate majemuk, dengan 5-7 selebaran, masing-masing selebaran memiliki panjang 13-30 cm, sehingga keseluruhan daun mencapai 60 cm, dengan tangkai daun 7-20 cm. Bekas daun meninggalkan ranting setelah daunnya jatuh memiliki bentuk tapal kuda yang khas, lengkap dengan 7 ‘paku‘.

Bunga biasanya berwarna putih dengan kuning bercak merah muda di dasar kelopak. Bunga-bunga ini diproduksi saat musim semi pada malai tegak 10-30 cm dengan sekitar 20-50 bunga di setiap malai. Wow.. banyak sekali bunganya ya.. Ini yang bikin ane senang melihatnya 😊

Bunga pohon kuda chestnut ini menjadi simbol kota Kiev, ibukota Ukraina. Meskipun kastanye kuda kadang-kadang dikenal sebagai buckeye, nama ini umumnya dicadangkan untuk anggota Dunia Baru dari genus atau marga Aesculus

Serbuk sari bunga ini ternyata beracun bagi lebah madu. Meski begitu, yang ane perhatikan mereka suka sekali mendekati bunga pohon ini lho. Nah, serbuk sari ini biasanya hanya 1 hingga 5 buah saja yang berkembang di setiap malai.

Shell atau cangkangnya hijau, runcing kapsul yang mengandung satu kacang seperti biji disebut conker atau kuda chesnut, jarang 2 apalagi 3 kacang. Setiap conker berdiameter 2-4 cm, berwarna coklat mengkilap dengan bekas luka keputihan di pangkal

Bijinya terutama yang masih muda dan segar, sedikit beracun, mengandung saponin dan glukosida alkaloid. Meskipun tidak berbahaya untuk disentuh, mereka menyebabkan penyakit ketika dimakan, dikonsumsi oleh kuda, mereka dapat menyebabkan getaran dan kurang koordinasi.

Meskipun benih dikatakan mengusir laba-laba, ada sedikit bukti untuk mendukung klaim ini. Kehadiran saponin dapat mengusir serangga tetapi tidak jelas apakah ini efektif untuk laba-laba

Ada kisah dulunya conker ini digunakan untuk menghasilkan aseton dalam menunjang persenjataan militer. Waduh seremnya.. Bagaimana ceritanya ya..

Di Inggris dan Irlandia, benih digunakan untuk conker permainan anak-anak populer. Nah, dulunya selama Perang Dunia Pertama, ada kampanye untuk meminta semua orang termasuk anak-anak yang menggunakan concer ini untuk permainan mereka, untuk mengumpulkan chesnut dan menyumbangkannya kepada pemerintah. Conker digunakan sebagai sumber pati untuk fermentasi menggunakan metode Clostridium acetobutylicum yang dirancang oleh Chaim Weizmann untuk menghasilkan aseton untuk digunakan sebagai pelarut untuk produksi cordite, yang kemudian digunakan dalam persenjataan militer. Proses Weizmann dapat menggunakan sumber tepung, tetapi pemerintah memilih untuk meminta conker untuk menghindari menyebabkan kelaparan dengan menipisnya sumber makanan. Tetapi ternyata conker ditemukan sebagai sumber yang buruk, dan pabrik hanya memproduksi aseton selama 3 bulan. Namun akhirnya mereka dikumpulkan lagi dalam Perang Dunia Kedua karena alasan yang sama.

Nah demikianlah gambaran fisik mereka ya pemirsa. Kita simak lagi yuk kelanjutan mengenai pohon yang anggun ini 😊

Aesculus hippocastanum adalah tanaman asli daerah kecil di hutan campuran Pegunungan Pindus dan hutan campuran Blakan di Eropa Tenggara. Namun, mereka juga ditemukan banyak di bagian Eropa sejauh utara Gästrikland di Swedia, serta di banyak taman dan kota di Amerika Serikat dan Kanada

Pohon kuda kastanye dibudidayakan secara luas di jalan-jalan dan taman di seluruh dunia beriklim sedang, termasuk Austria tempat tinggal ane sekarang 😊 Pohon ini telah sangat sukses tumbuh di tempat-tempat seperti di negara-negara Irlandia, Inggris dan Selandia Baru, dimana mereka umumnya ditemukan di taman dan jalan. Budidaya bunga musim semi spektakuler juga berhasil di berbagai beriklim, kondisi iklim yang disediakan musim panas yang tidak terlalu panas, dengan pohon-pohon yang ditanam seperti di sejauh utara Edmonton, Alberta, kanada, Kepulauan Faroe, Reykjavik, Islandia dan Harstat, Norwegia

Di Jerman, pohon ini digunakan untuk melindungi gudang bawah tanah untuk menyimpan bir dari panas di musim panas, sebelum adanya pendingin mekanis. Pohon ini memiliki kanopi padat tapi akar dangkal yang tidak mengganggu gudang

Nah pemirsa, seperti yang ane sebutkan sebelumnya, kalo bunga-bunga dari pohon ini memiliki beberapa warna, umumnya berwarna putih. Namun ada juga yang berwarna merah cerah seperti yang tumbuh di dekat rumah ane. Nah, pohon yang menghasilkan bunga berwarna merah cerah yang cantik ini juga termasuk dalam keluarga pohon kuda chestnut ini. Bagaimana tepatnya.. yuk kita simak lagi bersama-sama pemirsa 😊

Pohon ini bernama Aesculus x carnea atau red horse chestnut atau kuda berangan merah yang merupakan hibrida buatan antara A. pavla (buckeye merah) dan A. hippocastanum (horse chestnut). Jadi memang pohon ini merupakan hibrida sesama marga Aesculus namun berbeda spesies atau jenis ya pemirsa, yaitu antara pohon kuda chestnut itu sendiri dan pohon A. pavla atau Aesculus pavla atau yang populer dengan sebutan buckeye merah.

Yuk mari kita kenalan dengan A. pavla atau yang bernama binomial Aesculus pavla ini. Aesculuc pavla atau buckeye merah atau tanaman petasan adalah spesies tanaman berbunga deciducu bermarga Aesculus. Pohon buckeye merah ini memiliki 2 varietas, yaitu Aesculus palva var. pavla yaitu buckeye merah khas dan Aesculus pavla var. flavescens, yaitu buckeye merah berbunga kuning.

Selain menghasilkan Aesculuc x carnea, buckeye juga dihibrida dengan buckeye kuning. Hibrida buckeye merah dengan buckeye kuning (A. plava) dinamai Aesculus x hybrida.

Buahnya kaya akan saponin yang beracun bagi manusia meskipun tidak terlalu berbahaya karena tidak mudah dicerna.  Minyak dapat diekstrak untuk membuat sabun, meskipun tidak layak secara komersial.

Nah, sekarang kembali lagi ya ke pohon Aesculus x carnea atau red horse chestnut atau kuda berangan merah 😊Pohon ini agak sedikit lebih kecil dibanding dengan pohon kuda berangan.

Pohon kuda berangan merah kecil atau semak adalah tanaman asli bagian selatan dan timur Amerika Serikat, ditemukan dari Illionis hingga Virginia di utara dan dari Texas ke Florida di selatan. Mereka juga berhasil tumbuh di atas tanah di Arboretum Mustila di Finlandia.

Asal usul pohon tidak diketahui, tetapi mungkin pertama kali muncul di Jerman sebelum tahun 1820. Hibrida adalah pohon ukuran sedang sehingga 20-25 meter, menengah di antara spesies induk dalam banyak hal, tetapi mewarisi warna bunga merah dari A. pavla. Pohon kuda berangan merah adalah pohon yang populer di taman dan taman besar

Jadi, pohon yang juga akrab disapa kuda kastanye merah ini memiliki marga yang sama dengan pohon kuda kastanye Aesculus hippocastanum yaitu marga Aesculus dari jenis atau spesies A. x carnea. Nama binomial untuk pohon ini adalah Aesculus x carnea

Aesculus x carnea memiliki beberapa kultivar, di antaranya adalah :

Briotil
Kultivar ini dinamai pada tahun 1858 untuk menghormati Pierre Louise Briot, pembibitan di Triano-Versailles dekat Paris, Prancis
Ini adalah kultivar yang paling umum terlihat dan terkenal, yang memiliki bunga mawar merah setinggi 10 inci, dalam dan matang sebagai pohon yang lebih kecil

O’Neil
Kultivar ini menghasilkan malai yang lebih besar (10-12 inci) dengan bunga merah yang lebih cerah

Fort McNair
Dinamai dari tempat itu yang dipilih. Kultivar ini memiliki bunga merah muda yang gelap dengan tenggorokan kuning dan menahan hangus daun dan bercak daun

Pendula
Kultivar yang memiliki cabang melengkung

Plantierensis
Kultivar yng memeiliki bunga mawar merah muda intens dengan tenggorokan kuning dan tidak menghasilkan buah, yang membuatnya rapi, tidak berantakan 😊

Nah demikianlah pemirsa mengenai pohon berbunga indah horse chestnut atau kuda chestnut atau kuda berangan atau kuda kastanye dengan hibridanya yaitu red horse chestnut atau kuda berangan merah yang merupakan hibrida dari kuda berangan itu sendiri dengan buckeye merah yang masih merupakan saudara mereka yang bermarga sama yaitu Aesculus, yang menghiasi musim semi di Austria ini.

Semoga bermanfaat untuk kita semuanyaya.. Sampai jumpa di edisi selanjutnya 😊

 

Bir cevap yazın