Pesona desa Hallstatt Austria Hulu, dari penambangan garam hingga rumah perahu, situs Warisan Dunia UNESCO

1.249 Views

Tiba saatnya kita di desa Hallstatt, desa yang terkenal seantero Austria bahkan hingga ke mancanegara karena keindahannya yang alami. Desa ini masih berada di negara bagian Austria yaitu Austria Hulu. Dari rumah menempuh waktu sekitar 1 jam lebih 30 menit.

Menuju ke area ini yang juga bisa langsung lanjut ke negara bagian berikutnya yaitu Salzburg sangat menyenangkan. Baru beberapa kilometer dari rumah kita dah disuguhi lanskap yang sungguh luar biasa indahnya, dengan pegunungan yang menjulang tinggi, hutan dengan pepohonannya baik yang meranggas maupun hijau abadi hingga sungai dan danau yang biru jernih.

Ane betah dengan perjalanan ini. Mata ane ga sedikitpun sayup-sayup manja seperti yang sudah-sudah. Bening mata adem hati dengan pemandangan yang dilalui 😊

Nah, kali ini kita ke desa Hallstatt setelah sebelumnya singgah di Traunsee, suatu area dimana terdapat danau Traun yang sangat indah dikelilingi dengan pegunungan yang menjulang tinggi seperti Traunstein dan pegunungan lainnya yang rendah berikut deretan gunung mati.

Sekarang kita kenalan dulu yuk dengan Hallstatt. Hallstatt adalah desa yang terletak di Salzkammergut di negara bagian/ federal Austria Hulu/Atas atau bahasa Jermannya Oberösterreich di distrik Gmunden, Austria. Desa ini terletak di dekat danau Hallstätter. Kotamadya Hallstatt terletak di distrik peradilan Bad Ischl di distrik politik Gmunden, Austria.

Kota ini memiliki luas total 59,8 km², yang mana luas kotamadya 13 km dari utara ke selatan dan 9,1 km dari barat ke timur, dengan 34,8% dari area tersebut adalah hutan. Wilayah ini berada di ketinggian 511 m di atas permukaan laut. Wow.. unik dan sangat menarik kan pemirsa? 😊

Hallstatt memiliki beberapa kota, yang berpenghuni maupun yang tidak berpenghuni. Berdasarkan sensus pada 1 Januari 2018, desa ini memiliki jumlah penduduk sebesar 778 jiwa. Hmm.. ga banyak ya.. Masih kalah banyak di tanah air, ibarat warga se RT 😊 Dengan luas 59,8 km², kepadatan penduduknya hanya berkisar 13 jiwa per km². Alamak.. bener-bener lapang deh..

Ok, sekarang yuk pemirsa kita simak bersama-sama kota-kota berikut penghuninya di wilayah Hallstatt yang kecil imut namun pesonanya yang cantik ini mampu menggetarkan dunia internasional 😊
– Gosauzwang
Disebut juga dengan Gosaumühle, berada di tengah danau Hallstätter, di mulut Gosaubachs, dengan penduduk berjumlah 10 jiwa saja. Wah, sedikit banget ya pemirsa 😊
– Hallstatt
Hallstatt adalah kota utama dengan 310 penduduk. Nah, ini adalah kota utama lama yang merupakan bagian inti dari desa ini, terdiri dari jalan yang sejajar dengan danau dan beberapa jalan di sekitar alun-alun pasar.

– Lahn
Kota ini terletak di selatan desa Hallstatt, di lembah Echerntal, di kaki massif Dachstein, dengan penduduk berjumlah 458 jiwa. Ini adalah kota yang paling banyak penduduknya

– Salzberg, Mühlbachtal, dan dataran tinggi gunung garam Hallstatt, dengan penduduk 0 jiwa alias tidak berpenghuni. Untuk ke sini kita bisa melewati anak tangga alami lho. Dari setiap anak tangga yang kita lewati hingga menuju ke kota ini, kita bisa melihat pemandangan desa Hallstatt dengan jelas, sangat indah dan mempesona

Dengan geografis seperti ini, wilayah Hallstatt secara geografis menjadi sangat unik dan menarik perhatian. Terletak di bagian dalam Salzkammergut di pantai barat danau Hallstatt atau Hallstätter, desa ini berada di jalur sempit pantai antara danau dan lereng gunung yang curam. Wah.. kebayang ga pemirsa.. seperti permainan ular tangga ya 😊

Rumah-rumah ramai berdekatan, beberapa dibangun dengan tumpukan di danau bahkan di ketinggian di sekitar gunung. Kalo kita melihat dari bawah di dasar banget yang sejajar dengan danau, kita bisa melihat rumah-rumah di ketinggian seperti hampir sejajar 90° berdiri kokoh. Kita  takjub sekaligus serem-serem manja melihatnya dari bawah, atau saat kita sedang berada di puncaknya. Wow..

Dengan geografisnya yang sempit di danau ini, bagaimana lalu lintas dan transportasi di wilayah ini ya?

Sampai akhir abad ke-19, Hallstatt hanya dapat dicapai dengan perahu, yaitu dari Obertraun atau dari Untersee, atau berjalan kaki sepanjang jalan bagal yang sempit. Di desa itu sendiri, ruang kecil antara gunung dan danau telah digunakan untuk yang terakhir kali. Hubungan antara rumah-rumah di tepi danau hanya dengan perahu atau melalui ‘jalur atas‘, sebuah koridor sempit di atas loteng. Hanya pada tahun 1875 Hallsatt dibuka oleh Gosaumühle, di barat laut dengan jalan yang sebagian diledakkan di batu.

Pada tahun 1877 stasiun kereta api Hallstatt Salzkammergutbahn dibuka. Terletak di seberang timur danau sekitar 1 km. Sebuah jalur pelayaran, yang masih merupakan satu-satunya layanan pos dengan kapal di peta layanan pos Austria sekitar tahun 1990, menghubungkan stasiun ini ke pasar.

Sekarang kita bisa mencapai desa ini dengan mudah. Jalan bebas hambatan dibuat hingga memasuki area ini. Gunung yang tinggi yang menghadang dilubangi dengan membuat terowongan untuk ke jalan berikutnya. Setiba di area ini, kita cukup menghentikan kendaraan dan memarkir ke tempat parkir yang disediakan. Kita berada di tengah-tengah area di atas gunung. Wow.. MasyaAllah 😊 Selanjutnya kita bisa memasuki area Hallstatt ini dengan menuruni anak tangga untuk mencapai kota utama atau menaiki anak tangga menuju daratan tinggi gunung garam.

Untuk yang baru pertama kali kemari, jangan kuatir akan kesasar. Di sini terdapat papan petunjuk berupa peta berikut keterangannya kemana saja kita akan menuju, apakah ke kota utama atau ke gunung garam dan sebagainya. Untuk mengetahui informasi tentang keseluruhan kota ini, kita tinggal memasukkan koin ke mesin otomatis dan selanjutnya akan memberikan informasi yang kita perlukan. Bagi yang rada patah-patah bahasa Jermannya, bisa menggunakan bahasa lain yang disediakan di sini, seperti bahasa Inggris, Belanda, Perancis dan China

Dengan geografisnya yang unik dan indah, ga salah kalo Hallstatt menjadi salah satu tujuan wisata yang murah meriah namun ga murahan. Selain pesona pemandangannya indah, apa saja sih yang menarik di desa ini? Yuk pemirsa kita simak bersama-sama

Hallstatt dikenal sebagai tempat produksi garam dan pernah menjadi tempat penambangan garam yang kaya di masa lalu, terutama pada masa Monarki Habsburg. Untuk mengunjunginya, kita bisa menuju ke kota Salzberg di daratan tinggi gunung garam dengan menaiki anak tangga.

Sembari menaiki anak tangga, mata kita dimanjakan dengan pemandangan di bawahnya, dimana kita bisa melihat kendaraan yang kita parkir, pemandangan kota utama yang ramai pengunjung, danau Hallstatt yang airnya bening atau melihat ke atas air terjun yang berasal dari gunung, rumah-rumah mungil eksotik dan unik warga yang dibangun di atas gunung dengan tamannya yang asri 😊

Puas menelusuri daratan tinggi gunung garam, kita perlahan tapi pasti menuju ke bawah. Ada apa saja di daratan rendah yang masuk dalam kota utama ini ya? Ternyata di sini pun ga kalah menariknya pemirsa.. Banyak bangunan dan rumah, namun agak berdekatan satu sama lain. Meski begitu ga mengurangi keindahannya.

Di sini terdapat toko-toko suvenir, baik dari kerajinan tangan maupun pabrikan seperti perlengkapan untuk olahraga musim dingin. Ada juga Museum Sejarah Alam Wina dan museum yang berisikan sejarah Hallstatt dan koleksi luas kedua temuan dari periode Hallstatt di Austria.

Mau melihat rumah perahu? Mari menuju ke tepi danau, kita bisa melihat rumah-rumah yang cantik dibangun di tepi danau. Di area ini lebih adem dan sepi, jauh dari keramaian. Kita bisa bercanda dengan hewan air di sini, seperti bebek dan angsa. Angsa-angsa di sini sangat manja pemirsa.. seakan tahu kedatangan tamu. Ane dan suami kemari menyaksikan tingkah laku angsa ini yang berenang manja, kadang mencelupkan lehernya yang jenjang ke dalam air. Saat seekor angsa mendekat ke depi danau karena kedatangan tamu, temen satunya segera menyusul dan mereka seperti berbicara dan kemudian beraksi, berenang kian kemari. Ane bilang ke suami, mereka kompak ya. Sepertinya mereka suami istri deh 😊

Karena lokasinya yang indah, Hallstatt sering digunakan sebagai lokasi syuting film. Saat kita datang, lokasi ini sedang ramai-ramainya pengunjung yang kebanyakan bermata sipit. Mereka datang berkelompok. Iya.. Hallstatt terkenal karena pengunjungnya yang berasal dari Asia. Entah mengapa. Suami juga heran.. 😊 Pengunjung pun banyak yang mengambil video dan potret sana sini dan selfi tentunya. Bagi yang amatir seperti ane, cukup mengabadikan pemandangan yang indah ini dalam bentuk video dan foto di hp kesayangan ane. Kebetulan juga suami mau diajak berfoto 😊

Kalo datang bertepatan dengan waktu acara yang dilakukan di sini tentu sangat menyenangkan. Ada agenda tahunan atau musiman seperti Prosesi Danau atau maritim yang berlangsung setiap tahun sejak tahun 1623, Hallstättersee Rundlauf atau lomba setengah maraton pada akhir pekan pertama bulan Mei, Hallstatt Culturally yaitu serangkaian acara di musim panas dimana setiap Selasa ada konser dengan masuk gratis, Salzkammergut Mozart Festival yaitu festival tahunan di bulan Juli dan Agustus, Hallstatt swimming marathon dan sebagainya

Di desa ini juga dikenal dengan kebudayaan Hallstatt. Ini adalah kebudayaan yang dominan Eropa Barat dan Tengah pada awal Zaman Besi Eropa dari abad ke-8 sampai abad ke-6 SM, yang berkembang dari kebudayaan Urnfield dari abad ke-12 SM (Akhir Zaman Perunggu) diikuti oleh kebudayaan La Tene di banyak daerahnya. Berbagai peninggalan arkeologis bangsa Kelt ditemukan di Hallstatt.

Istilah ‘budaya Hallstatt‘ (peradaban Kelt, proto-Kelt dan pra-lliria dari tahun 800-450 SM) diambil dari nama desa Hallstatt. Di desa ini juga telah ditemukan sekitar 1300 pemakaman dengan peninggalan kebudayaan ini.

Nah, bagi yang kuat nyalinya, bisa mendatangi lokasi pemakaman ini, Karner, yang berada di sisi utara gereja Paroki Maria am Berg yang berdiri sejak tahun 1503. Kuburan Karner dengan osuarium unik kecil ini berasal dari abad ke-16. Sebanyak 610 tengkorak ditumpuk di tulang-tulang almarhum. Setelah 20 sampai 30 tahun, tulang-tulang tersebut digali, diputihkan kemudian didekorasi. Di dahi ada tanggal lahir dan tanggal kematian biasanya nama orang tersebut, dilukis dengan karangan bunga gelap daun ek, ivy atau bunga. Ossuary unik karena mempertahankan tulang seluruh generasi.

Karena keindahannya, Hallstatt diakui dunia internasional sebagai situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1997. Bersama-sama dengan Dachstein dan Salzkammergut Dalam, Hallstatt menjadi situs Warisan Dunia UNESCO, Hallstatt-Dachstein/Salzkammergut pada tahun 1997. Wilayah dan tempat romantis ini bahkan salah satu dari hanya 20 situs warisan dunia yang menerima gelar warisan alam dan budaya.

Nah, bagaimana pemirsa, tertarik mengunjungi Hallstatt di negara musik ini? Bagi yang menyukai alam, lokasi ini menjadi salah satu yang layak dikunjungi. Pokoknya recommended banget deh 😊

 

Bir cevap yazın