Primeln, Primrose Austria beraneka warna dengan tengah selalu sama berwarna kuning

1.773 Views

Bunga yang cantik selalu menarik perhatian ane. Senengnya tiada tara kalo berjumpa. Satu bunga dengan satu warna aja dah membuat hati ane berbunga-bunga layaknya bunga mekar, apalagi sampai berbunga-bunga dan berwarna-warni ya 😊

Seperti itulah yang sekarang ane rasakan. Menatapnya ga pernah jemu. Kok bisa ya hanya dari satu tanaman bunga bisa menghasilkan banyak warna?

Di Eropa termasuk Austria ternyata hal begini ga asing lagi pemirsa, seperti yang sering ane temui, dari bunga tulip, krisan hingga yang terakhir ini. Namanya Primula atau Primrose, orang Jerman atau Austria bilang Primel.

Warna aslinya adalah kuning muda pucat, namun sekarang kita bisa temui beragam warna seperti pelangi dari merah yang terdiri dari beragam warna merah, begitu juga warna kuning dengan beragam warnanya dari kuning terang hingga salmon dan ga ketinggalan warna biru. Di tengah-tengah bunga ini hebatnya seragam semua, berwarna kuning terang, mau bunganya warna merah kek hingga biru. Wow.. seru sekali ya pemirsa 😊

Dari pertengahan musim dingin hingga memasuki musim semi bunga ini mulai pasang aksi, bunganya ada dimana-mana 😊 Di supermarket-supermarket hingga toko bunga dah mulai promosi dan menjual bunga ini. Saking bersemangatnya, tanaman ini sampai diletakkan hingga keluar ruangan, di depan supermarket atau toko bunga. Biar afdol mejengnya ya😊

Ane bahkan dari jarak berpuluh meter fasih banget dengan keberadaannya. Segera ane tarik tangan suami ke arah tanaman ini, sesaat sebelum kita jalan kaki menuju tempat parkir. Dengan sumringah ane minta waktu pada suami untuk memfoto mereka 😊 Langsung jadi dan hasilnya nampak jelas terang benderang, ga kabur warnanya pemirsa. Cantik indah sesuai aslinya.

Kemudian ane menatap bunga aslinya lagi.. Ya Allah, cantiknya mereka MasyaAllah alhamdulillah..

Meski cantik, tanaman ini ga dijaga pemiliknya lho, adem ayem aja di luar toko. Ga hanya Primrose aja, tetapi beragam tanaman hias lainnya yang sedang berbunga. Wow.. mantap

Kita lihat harganya yuk.. Satu polibag dengan satu tanaman dan beberapa bunga yang sedang mekar, segar dan indah menawan dihargai 2,50 Euro atau sekitar Rp.42.500. Di supermarket agak lebih miring harganya, maklum bunganya masih belum sepenuhnya mekar ya, masih ada beberapa kuncup. Kualitasnya terlihat jelas, lebih cantik yang di luar toko bunga ini 😊 Emang benar kualitas menentukan harga juga ya pemirsa 😊

Harga di supermarket langganan kita sepot 0,79 Euro atau sekitar Rp.13.500. Cukup murah meriah kan harganya pemirsa? Meski begitu, bunga ini ga murahan lho. Bunga ini terbilang elit dan disukai warga 😊

Jadi penasaran dengan bunga yang satu ini. Ane selalu ga sabaran dan pengen cepat-cepat mengenal setiap ‘barang‘ temuan yang menarik perhatian ane, seperti bunga ini 😊 Yuk mari pemirsa kita eksplor bersama-sama. Dimulai dari data pribadinya terlebih dahulu ya 😊

Klasifikasi Ilmiah

Kerajaan : Plantae
Ordo : Ericales
Keluarga : Primulaceae
Genus : Primula
Subgenus : Primula
Jenis : P. vulgaris
Nama binomial : Primula vulgaris
Huds
Sinonim :
Primula acaulis (L.) Hill
Primula veris var. acaulis L.

Nama ilmiah Primula berasal dari bahasa latin, ‘prima‘ yang artinya yang pertama muncul di musim semi. Nama vernakular memiliki arti yang sama: primrose berasal dari bahasa latin akhir prima rosa, yang terdiri dari prima, ‘pertama‘ (feminin) dan rosa, ‘mawar‘

Genus Primula dibagi menjadi sekitar 5 subgenus lagi dengan hingga lebih dari 40 bagian dan berisi sekitar 500 jenis atau spesies. Wow.. banyak banget ya. MasyaAllah..

Tapi tentunya ane ga membahas sebanyak itu 😊 Kita fokus ke satu jenis ya, yaitu jenis Primula vulgaris dari subgenus Primula dan genus Primula. Lebih spesifik lagi adalah Primula hibrida 😊 Tanaman ini berasal dari spesies tanaman berbunga dalam keluarga Primulaceae, berasal dari Eropa Barat dan Selatan (dari kepulauan Faroe dan Norwegia Selatan ke Portugal, dari timur ke Jerman, Ukraina, Krimea dan Balkan), laut Afrika (Alzjazair) dan daya Asia (Turki timur).

Nama umum tanaman Primula vulgaris adalah Primrose atau primrose biasa atau primrose Inggris untuk membedakannya dengan spesies Primula lain yang juga disebut primroses. Orang Jerman dan Austria juga menamakan mereka cukup Primel 😊

Primula vulgaris tidak berdiri sendiri. Tanaman ini juga memiliki 3 subspesies. Apa saja itu, yuk kita cek bersama-sama 😊

Ada 3 subspesies Primula vulgaris :

Primula vulgaris subspesies vulgaris
Di wilayah Eropa Barat dan Selatan, denagn bunga berwarna kuning pucat

Primula vulgaris subspe. baleariaca (Willk.) WWSm. & Forrest.
Kepulauan Balearic (endemik). Bunga berwarna putih. Batang daun lebih panjang dari helai daun.

Primula vulgaris subspe. sibthorpii (Hoffmanns) WWSm & Forrest.
Balkan, Asia Barat daya. Bunga berwarna merah muda hingga merah atau ungu

Nah, itulah 3 subspesies dari Primula vulgaris.

Sebelumnya dah ane jelaskan kalo Primula atau Primrose adalah tanaman berbunga yang sangat banyak dan beragam, jenisnya aja hingga 500. Alamak banyaknya.. Makanya jangan bingung dengan Primrose yang sedang kita bahas ini ya..

Primrose dibedakan dari spesies Primula lainnya oleh bunga-bunga kuning pucat (dalam subspesies yang didominasikan), yang diproduksi secara tunggal pada tangkai bunga panjang yang ditutupi oleh rambut yang agak berbulu. Bunga-bunga Primrose terbuka rata, ga cekung seperti dalam kasus Primula veris, cowslip

Bentuk merah muda banyak dilihat, tumbuh di antara bentuk kuning yang jauh lebih umum, ini mungkin varian genetik dan bukan pelarian taman.
Nah, kalo bentuk merah sesekali lebih mungkin dinaturalisasi dari varietas taman.

Nah, sekarang kita lihat kultivasinya yang lebih spesifik lagi ya..

Primrose liar adalah pokok dari penanaman kebun rumahan dan tersedia secara luas sebagai biji atau tanaman muda. Primrose liar ini dibudidayakan atau dikawin silang hingga menghasilkan primrose hibrida. Hibrida ada dalam segala macam warna seperti putih, kuning dan merah, atau coklat dan merah di semua gradasi, selanjutnya merah tua, merah muda, ungu, coklat tua, biru tua. Tenggorokan atau di bagian tengah bunga ini pada kompak semua berwarna kuning kaya atau full kuning. MasyaAllah alhamdulillah..

Cara ini yaitu pemuliaan primrose dari varietas berwarna bernama menjadi populer di abad ke-19 dan awal abad ke-20. Banyak kultivar telah dipilih untuk penanaman kebun, kebanyakan berasal dari Primula vulgaris subspe. sibthorpii atau hibrida antar subspesies, ini dan hibrida taman lainnya tersedia dalam berbagai warna dan dengan musim berbunga yang panjang.

Nah, bagaimana dengan Primula Polyanthus ya? Istilah Polyanthus atau Primula polyantha, merujuk pada berbagai turunan hibrida P. vulgaris x P. veris yang bertangkai tinggi. Oh, ternyata mereka masih keturunan Primula vulgaris juga ya 😊

Meskipun tanaman Primula polyantha abadi, mereka mungkin berumur pendek dan biasanya tumbuh dari biji atau dari tanaman muda dua tahunan. Aaaih ga apa-apa.. lumayan panjang juga umurnya kalo dua tahunan 😊

Nah seperti yang ane bilang, meski harganya murah meriah bukan berarti tanaman ini murahan ya. Tanaman ini lumayan elit bahkan telah mendapat pengakuan dari dunia internasional. Primula vulgaris dan subspesies sibthorpii telah mendapatkan Penghargaan Royal Horticultural Society dari Garden Merit. Wow.. mantap ya 😊

Lanjut yuk mengenal tanaman ini lebih dalam 😊 Primrose merupakan tanaman yang tumbuh abadi dengan tinggi 10-20 cm, berdaun roset basal yang berwarna hijau pada daerah habitatnya.

Daunnya memiliki panjang sekitar 5-25 cm dan lebar 2-6 cm, seringkali banyak urat atau sangat keriput (bukan lecek ya 😊), dengan crenate yang tidak teratur untuk mengurangi margin. Bilah daun secara bertahap dilemahkan ke arah pangkal dan bergigi tidak rata.

Batang tanaman ini tunggal dan sangat pendek, tersembunyi di tengah roset daun. Bunga beraroma halus berdiameter 2-4cm, ditanggung sendiri-sendiri pada batang ramping pendek. Jadi dalam satu tanaman bisa terdapat 4 sampai dengan 5 bunga mekar. Wow.. cantiknya 😊

Bunga Primrose yang kita lihat sekarang ini kebanyakan merupakan bunga Primrose hibrida Polyanthus, dengan berbagai macam variasi warna mulai dari putih, krem, kuning sampai ke orange, merah dan pink, ungu bahkan biru. Bunganya actinomorfik dengan ovarium unggul yang kemudian membentuk kapsul pembukaan oleh katup untuk melepaskan biji hitam kecil. Bunganya hermafrodit tetapi juga heterostil, masing-masing tanaman menghasilkan bunga pin (bunga longuistylous dengan kapita gaya menonjol) atau bunga thrum (bunga brevistylous; dengan benang sari menonjol)

Bunga Primrose mekar di awal musim semi di belahan bumi utara (Februari- April) di area terbuka di alam mereka yang terdapat di lereng dan padang rumput. Bunganya di alam liar biasanya berwarna kuning pucat, meskipun bentuk putih atau merah muda sering juga terlihat. Jadi jangan heran kalo sekarang ini mereka berbunga, bukan dipaksa seperti bunga hyacinth ya, yang dipaksa berbunga sebelum musimnya, biasanya menjelang Natal di akhir bulan Desember 😊

Di alam liar, tanaman ini sangat menyukai area yang basah seperti daerah pinggir hutan. Pada kondisi yang sesuai, primose dapat menutupi tanah di hutan terbuka padang rumput dan pagar tanaman teduh. Ditemukan juga di sekitar sungai, di bawah semak-semak, di kebun-kebun dan hutan gugur yang lembab dan jernih. Di Eropa Tengah, tanaman tumbuh subur pada tanah yang kaya nutrisi, tetapi miskin kapur, kaya humus, longgar dan sering berbatu dalam kondisi musim dingin.

Meski tanaman ini berlimpah di alam liar, namun tanaman ini sangat dilindungi lho. Untuk mencegah kerusakan berlebihan pada spesies, seperti pengumpulan berlebihan di daerah-daerah yang lebih padat penduduknya bahkan pencurian, memetik primroses atau menghilangkan primrose dari alam liar adalah ilegal di banyak negara. Seperti misalnya Undang-Undang Margasatwa dan Pedesaan Inggris 1981 (bagian 13, bagian 1b)

Primose yang mekar di musim semi dan memiliki banyak jenis berdasarkan warna, ukuran dan bentuk ini, sangat cocok untuk digunakan pada taman, tanaman pembatas pagar atau pada wadah atau pot. Pada kondisi yang baik dan perawatan yang memadai maka tanaman ini akan berkembang pesat dan memberikan warna yang mengagumkan untuk lanscape taman.

Menanam primose sangatlah mudah, bibitnya pun mudah didapat. Primose tersedia luas dan dijual dalam bentuk anakan atau biji. Jadi tanaman ini dapat ditanam atau diperbanyak dengan biji atau pembagian tunas.

Tanaman ini sangat mudah tumbuh karena merupakan tanaman yang kuat dan mudah beradaptasi. Primrose yang ditanam dari biji dilakukan dengan media campuran tanah, pasir dan sekam atau moss.

Tanaman ini sangat menyukai media organik Tanamlah juga dengan jarak 15-30 cm dan kedalaman 5-10 cm.

Primrose yang ditanam dari biji akan mengalami perkecambahan. Perkecambahan dapat dilakukan dalam ruangan atau di luar tergantung dari iklim di sekitar. Ketika tanaman sudah tumbuh sampai daun ketiga maka tanaman dapat dipindahkan ke tempat permanennya.

Tanaman ini sangat cocok berkembang dalam tanah lembab dengan drainase yang baik dan sedikit naungan. Jadi sebaiknya di tanam pada daerah dengan sedikit naungan dan tanah berdrainase baik.

Agar penampilannya selalu cantik, pangkas teratur daun yang mati atau bunga yang mengering. Kalo ingin bijinya, biarkan sampai bunga benar-benar kering. Bij-bijinya disimpati pada tempat kering dan dingin

Nah, selain sebagai tanaman hias, Primrose yang dapat digunakan sebagai kuliner yang menyenangkan juga dapat digunakan sebagai tanaman obat lho. Ini karena kandungan zat berkhasiat yang terdapat dalam tanaman ini yang berguna untuk kesehatan 😊

Sebagai kuliner, daun dan bunga primrose ini dapat dimakan. Rasanya antara selada dan salad yang sedikit pahit. Daunnya juga dapat digunakan sebagai teh. Bunga primrose muda dapat dibuat menjadi anggur promrose.

Kandungan berkhasiat yang terdapat dalam tanaman ini yaitu saponin dapat digunakan untuk berbagai penyakit, seperti pilek dan bronkitis kronis karena bersifat ekspektoran atau mengencerkan dahak. Bunganya terutama di sepal terdapat saponin (Primulasäure atau asam primula) sekitar 2%. Di bagian lain dari bunga terutama mengandung flavonoid, karotenoid, jejak minyak esensial dan enzim Primverase. Nah biasanya bunga ini digunakan sebagai teh, jadi ga hanya daunnya yang dijadikan teh. Tapi ternyata ini bukan sembarang teh lho.. Karena selain menyegarkan dan sebagai agen saraf untuk meringankan sakit kepala, teh primrose ini juga dapat meredakan batuk, bronkitis dan pilek.

Di masa lalu seluruh bagian tanaman ini terutama akarnya dianggap memiliki sifat analgesik, anti spasmodik, diuretik dan ekspektoran. Wow.. seru ya..

Nah, demikianlah artikel ane kali ini pemirsa tentang tanaman Primrose yang warna bunganya sangat menarik perhatian ane. Bagaimana, pemirsa sependapat dengan ane juga kan? 🙂

Sampai jumpa di edisi selanjutnya ya

Bir cevap yazın