Kubis hias atau Ornamen cabbage menghiasi musim dingin di Austria

1.782 Views

Tanaman yang indah di musim dingin memang tidak sebanyak saat musim-musim lainnya, seperti musim semi dan musim panas. Biasanya tanaman dan terutama pepohonan tidak melakukan aktivitas untuk menghemat energi agar bisa tumbuh dan berkembang kembali di musim semi.

Namun ada beberapa tanaman yang unjuk gigi di musim dingin ini yang menarik perhatian ane. Kemarin di musim gugur ada tanaman Erica gracillis dan Calluna vulgaris yang bisa tumbuh hingga ke musim dingin, yang sudah ane bahas sebelumnya. Kemudian pühon cemara dan beberapa tanaman lainnya yang akan ane jabarkan satu persatu nantinya 😊

Nah, sekarang ane sedang fokus dengan kol atau kubis. Lha kok ane selalu membahas kubis ya.. mulai dari berbagai macam dan warna brokoli, seperti brokoli ungu, Romanesco, kubis tunas hingga kohlrabi? Hmm.. harap maklum ya pemirsa, tanaman jenis ini memang pasaran dan mendominasi tanah Eropa 😊

Kubis yang ane perkenalkan kali ini bukan sembarang kubis ya.. Ini kubis hias atau orang bule bilang ornamen cabbage yang sangat spektakuler, bahkan saat dilihat pada malam hari yang minus cahaya 😊 Sejak musim gugur kubis hias mulai hadir, tapi berlimpahnya saat musim dingin

Kubis ini pertama kali ane temui saat ane dan suami jalan-jalan ke kota Linz. Karena di musim dingin, pukul 16.00 atau jam 4 an pun hari sudah gelap. Alhasil mata ane agak berkelap kelip karena kurang cahaya. Tapi tanaman ini, MasyaAllah.. membuat mata ane yang tadinya berkelap-kelip menjadi terang benderang. Ini malam hari lho, bagaimana kalo siang hari ya? Pasti cantiknya tiada tara 😊 Penasaran, ane tarik tangan suami untuk mendekat ke taman kota dimana tanaman ini tumbuh dengan elegan dan anggun 😊

Seperti biasa, saatnya sesi foto-foto. Suami setia menanti sambil sesekali ikut membantu memfoto sementara tangan ane menyentuh tanaman-tanaman ini yang tumbuh rendah 😊

Betapa cantiknya mereka ya Allah. Berwarna-warni indah dipandang mata. Ada yang berwarna ungu, ungu tua, ungu kemerahan, putih, putih keperakan, berpadu dengan warna hijau, ada yang berbentuk daun tegak keriting kriwil kriwil, ada yang runcing, ada yang berbentuk bunga sedang mekar seperti mawar siap petik, ada pula daun dengan warna seperti beludru dan intan permata. Wow..

Jadi penasaran dengan dengan tanaman hias ini. Yuk pemirsa yang sependapat dengan ane, kita eksplor bersama-sama 😊 Kita awali dengan data pribadinya terlebih dahulu ya..

Kubis hias atau ornamen cabbage

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Brassicales
Famili : Brassicaceae
Genus : Brassica
Spesies : B. oleracea
Kelompok : Acephala, yaitu kale dan borekale, kubis hias

Kelompok Acephala mengacu pada semua jenis Brassica yang tumbuh tanpa ‘kepala‘ pusat, khas banyak varietas kubis atau kol. Ini termasuk dalam spesies Brassica oleracea, seperti kale (Brassica oleracea var. Acephala). Nama ini secara harfiah berarti tanpa kepala, berbeda dengan varietas yang dikenal sebagai Capitata atau dengan kepala. Tahu kan kelompok Capitata atau dengan kepala? Mereka antara lain brokoli, brokoli Romanesco dan kubis Brussel

Kelompok Acephala juga bisa dibagi menurut kelompok kultivarnya, yang mana kubis hias termasuk di dalamnya 😊 Yuk pemirsa kita cek sama-sama

Kelompok kultivar dari kelompok Acephala ini terbagi dalam 3 kelompok besar, yaitu

– Mabberly, seperti kelompok Napobrassica/Pabularia/Acephala/Alboglbra dan lain-lain
– Royal Botanic Gardens Kew, memiliki 8 kelompok antara lain grup Acephala (kale, borecale, collard), grup Alboglabra (kangkung Cina, brokoli Cina, kailan) dan lain-lain
– Grup Acephala
– kelompok kultivar atau varietas Acephala untuk spesies Brassica oleracea meliputi:
– kale atau borecale atau colewort
– kale keriting

– American English collard green atau collard
– Musim semi Inggris Inggris
– kale hias, kale hias, kale berbunga, kubis berbunga atau kubis hias
– kubis Jersey raksasa, jack panjang, tongkat berjalan kubis, kolata dan lain-lain
– kale Scotch

Kubis hias termasuk kale merupakan bagian dari spesies Brassica oleracea L (suku kubis-kubisan atau Brassicaceae) yang biasa dikenal awam sebagai kubis atau kol. Namun spesies Brassica oleracea ini juga mencakup berbagai jenis sayur-sayuran populer lainnya seperti kubis bunga atau kepala yaitu Romanesco, brokoli, kubis tunas atau Brusselsprout, kohlrabi dan kailan. Nah, kubis-kubis ini pernah ane bahas pada edisi-edisi sebelumnya 😊

Semua jenis sayuran tersebut berasal dari moyang setengah liar yang sama juga. Spesies ini mudah mengubah penampilannya secara drastis sehingga dimanfaatkan para petani untuk menyeleksi bentuk-bentuk unik dan diperdagangkan dengan nama yang berbeda-beda. Misalnya kohlabi dimanfaatkan pangkal batangnya yang menggelembung untuk dimakan, kubis dan kubis tunas dimanfaatkan daunnya yang tumbuh rapat, sedangkan kubis bunga dan brokoli dimanfaatkan bunganya yang tumbuh merapat

Untuk lebih jelasnya lagi, yuk kita simak bersama-sama pembagian spesies Brassica oleracea menjadi 6 kelompok besar, yang antara lain terdiri dari :

Kelompok Botrytis, yaitu kubis bunga dan Romanesco


Kelompok Gongylodes, yaitu kohlrabi
Kelompok Gemmifera, yaitu kubis Brussel
Kelompok Italica, yaitu brokoli
Kelompok Capitata, yaitu kubis atau kol
Kelompok Acephala, yaitu kale, kubis hias
Nah, kubis hias masuk dalam kelompok Acephala. Sebelumnya sudah dijelaskan ya berbagai macam varietas kelompok Acephala yaitu kale hias atau kubis hias, kale berbunga atau kubis berbunga, collard dan kale Scotch 😊 Selain itu, Brassica oleracea kelompok Sabellica juga dapat dikelompokkan pada kelompok Acephala yaitu kale keriting

Kelompok Acephala memiliki penampilan yang paling mirip dengan tipe Brassica oleracea yang masih liar (tidak dibudidayakan).

Jenis tumbuhan Brassica oleracea secara luas dibudidayakan di seluruh dunia, namun biasanya tidak mudah tumbuh di daerah tropis karena menyukai udara sejuk. Oleh karena itu jangan heran kalo tanaman kubis-kubisan banyak mendominasi dataran Eropa, dari kubis yang biasa-biasa aja hingga kubis yang unik dan eksotik 😊

Ok, kita lanjut lagi ya.. Brassica oleracea ini memang beraneka ragam namun secara garis besar masih dalam tanaman yang sama. Ya.. namanya juga masih satu nenek moyang, satu keluarga ya 😊 Yang membedakan mereka hanya kepala.

Sekarang ke lebih spesifik lagi ya, fokus ke kubis hias yang sedang kita bahas 😊

Kale dan kubis hias adalah beberapa tanaman tahunan musim dingin yang paling populer. Tanaman yang indah ini akan selalu dinanti di musim dingin dan akan sangat mencerahkan hamparan penanaman selama bulan-bulan musim dingin. Tanaman ini tampak hebat sepanjang musim dingin. Dedaunan yang berwarna warni juga membuat latar belakang yang indah untuk tanaman berbunga seperti pansy dan tulip.

Kubis hias, juga dikenal sebagai kale hias atau kubis berbunga atau kale berbunga, terlihat seperti nama sebuah kepala kubis yang cantik. Tanaman ini mendapatkan warna dari daun seperti poinsettia. Kubis hias memiliki sifat yang sangat unik, dedaunan roset yang indah di tengah berubah warna ketika cuaca di bawah 50°

Ketika roset tengah berubah warna, daun luar akan tetap menjadi warna yang kontras membuat kubis hias menjadi tanaman yang sangat menarik untuk musim dingin yang menjemukan. Menjemukan di sini maksudnya dinginnya bikin orang berpikir seribu kali untuk cuci mata dolan-dolan keliling kota apalagi beraktivitas di luar rumah 😊 Ga seperti musim semi atau musim panas, orang-orang pada keluar rumah, keluar kandang istilahnya termasuk para hewan yang selama musim dingin ngumpet di persembunyiannya 😊

Ada berbagai warna untuk tanaman musim dingin ini serta sejumlah jenis daunnya, dari merah, pink, ungu, kuning, hijau, biru, mengacak-acak, berkerut, berbuku, keriting hingga rata.

Nah, seperti yang dah bilang sebelumnya, ane menemukan tanaman hias ini di taman kota di kota Linz, dari berbagai warna hingga bentuk daunnya. Kubis hias seperti mawar mekar, ada yang di tengah berwarna ungu merah kemudian biru dan hijau, ada yang tengah berwarna putih atau krem dan di kelilingi warna hijau, ada yang di tengah berwarna ungu pink diikuti warna krem kemudian hijau dan yang lainnya.

Ada yang daunnya berkerut, runcing-runcing berwarna krem dan hijau, ada juga yang keriting. Nah, untuk yang keriting ini adalah kale dan berwarna cantik, ungu kehitaman, ada juga yang berwarna hijau.

Tanaman hias nan cantik ini umumnya tidak dapat dimakan, meski ada juga yang dapat dimakan, yaitu dari jenis kale yang berdaun keriting berwarna hijau.

Istilah kale hias atau kale berbunga dan kubis hias atau kubis berbunga bisa menyesatkan. Lho kenapa? Bukankah mereka seperti hiasan atau bunga yang cantik indah menawan bahkan spektakuler? Hmm, ternyata ga ada satu pun dari mereka yang tumbuh karena bunganya, karena emang ga ada bunganya 😊 Yang cantik indah menawan itu adalah dedaunan musim dingin yang berwarna-warni menarik, bukan bunga. Mereka juga secara genetik merupakan tanaman yang sama. Satu-satunya yang membedakan kale hias dan kubis hias adalah tidak membentuk kepala 😊 Kubis hias merujuk pada varietas dengan daun yang tidak terganggu.

Kemudian untuk penggunaan kubis berwarna merah dengan penamaan merah/red sebenarnya ga tepat juga alias agak menyimpang juga. Hmm.. bukankah yang kita liat secara kasat mata kubis-kubis hias ini berwarna merah? Tidak ada kubis atau kale merah sejati, yang ada biasanya berwarna ungu gelap yang naik. Oh, ok deh kalo begitu😊

Saking beragamnya bentuk kubis hias ini berikut daun dan warnanya, maka mereka juga perlu diberi nama untuk memudahkan kita untuk mengenalnya. Ada banyak nama untuk kale hias dan kubis hias ini, di antaranya adalah:


– Bor Merah, varietas tinggi dengan daun acak-acakan warna ungu tua. Ini merupakan varietas yang tumbuh tertinggi hingga mencapai 3 meter. Wah, tinggi juga ya 😊
– Peacock Red dan Peacock White atau Merak Merah dan Merak Putih, membentuk tanaman terbuka besar hingga 2 kaki dengan dedaunan yang berbentuk seperti bulu abstrak dan bergerigi
– Bulu Merah atau Bulu Putih, menyerupai Peacock Red atau Merak Merah, tetapi lebih besar dan memiliki dedaunan yang kurang bergerigi
– Nagoya Red, memiliki pusat atau tengahnya yang berwarna ungu cerah pada tanaman ungu tua
– Osaka Pink, Osaka White atau Osaka Red, disebut kol atau kubis hias karena daunnya yang halus dan rata. Setengah bagian bawah dedaunan tetap hijau, sedangkan mawar tengah berwarna ungu cerah, merah muda atau putih. Efek keseluruhannya menyerupai bunga besar

Di musim gugur kale atau kubis biasanya berwarna hijau. Warna dedaunan yang cerah akan muncul setelah embun beku pertama. Untuk warna dedaunan terbaik tumbuh di bawah sinar matahari penuh. Makanya tanaman ini sangat cantik di akhir musim gugur atau saat musim dingin dimana salju tidak terlalu banyak turun 😊

Tanaman akan mentolerir beberapa warna terang. Setelah tanaman mengeras oleh suhu malam yang lebih dingin, mereka dapat bertahan hidup. Kalo cuaca yang sedang hangat yang tidak biasa diikuti dengan penurunan suhu yang parah, tanaman dapat terbakar, tetapi biasanya akan pulih kembali. Akan tetapi kalo daun dibiarkan tertutup es dalam waktu yang lama, biasanya mereka akan berubah menjadi bubur. Hmm, harus pandai-pandai memeliharanya juga ya 😊

Meskipun di Indonesia kubis hias ini ga begitu dibudidayakan oleh warga, namun beberapa pencinta tanaman hias ada juga yang membudidayakannya dan menanamnya, meski hanya untuk pribadi 😊 Atau pemirsa juga menanamnya? Pemirsa yang ingin menanamnya sebagai hobi yang menyenangkan dan menginspirasi, silakan mencoba. Untuk bibitnya, sepertinya ga sulit mendapatkannya, jaman dah canggih begini, tinggal beli secara online aja. Ga perlu sampai dikirim dari Eropa ya 😊

Nah, demikianlah pemirsa laporan ane mengenai tanaman kubis atau kale hias ini. Sampai jumpa di edisi selanjutnya

 

Bir cevap yazın