Glückbambus, bambu keberuntungan yang populer di Austria, sepot Rp.84.000, apakah benar bambu?

179 Views

Tanaman bambu yang identik dengan tanaman tropis termasuk di tanah air kita tercinta Indonesia ternyata menjadi tanaman favorit juga lho di Eropa (baca: Austria). Ini ane ketahui saat kita jalan-jalan ke kota Linz dan menemukan tanaman bambu tumbuh di pot-pot kembang berbaris rapi di depan barisan bangunan di sepanjang jalan. Tanaman bambu yang dijadikan tanaman hias ini turut menyemarakkan indahnya pemandangan pusat kota Linz.

Nah, saat ane belanja kebutuhan dapur bersama suami di supermarket langganan kita, ternyata ane ketemu juga dengan tanaman bambu. Tapi yang ini super mungil dan unik, seperti sengaja dibonsai. Namanya juga unik, Glückbambus. Warna batang dan daun tanaman ini hijau segar, lumayan cantik menurut ane. Mereka disusun satu persatu seperti pagar lurus berbaris teratur, ada juga yang membentuk lingkaran, apik banget 😊

Namanya yang unik Glückbambus berasal dari bahasa Jerman yang artinya kalo diterjemahin ke bahasa emak ane menjadi bambu keberuntungan. Dilihat dari namanya dan fisiknya jelas ini bambu, yang memiliki rongga dan ruas di batangnya

Harga satu potnya terbilang mahal, 4,99 Euro atau sekitar Rp.84.000. Hmm, lumayan juga ya untuk tanaman hias sekelas bambu masuk dalam daftar tanaman elit, kalo di kampung halaman tinggal ambil aja di hutan tuh😊

Tapi ngomong-ngomong apakah tanaman hias ini benar-benar bambu? Saat ane cari infonya, ternyata Glückbambus bukanlah bambu. Lha kok bisa ya.. kenapa pake nyelip nama bambu segala? Jadi penasaran. Yuk pemirsa kita kupas tuntas bersama-sama mengenai Glückbambus ini. Dimulai dari data pribadinya terlebih dahulu ya

Klasifikasi Ilmiah

Memesan : Asparagales
Keluarga : Asparagaceae
Subfamili : Nolinoideae
Genus : Dracaena
Jenis : Dracaena brownii
Nama ilmiah : Dracaena brownii

Ternyata nama ilmiahnya adalah Dracaena brownii atau Dracaena braunii. Dracaena brownii adalah spesies tanaman berbunga dari genus Dracaena atau pohon naga dalam keluarga Asparagaceae atau Asparagus. Dulunya nama tanaman ini adalah Dracaena sanderiana. Hmm, ternyata masih termasuk keluarga Asparagus toh. Asparagus memang terkenal fisiknya mirip bambu, batangnya yang beruas-ruas apalagi yang masih muda bisa dijadikan sayuran, persis batang muda bambu yang populer dengan nama rebung.

Balik lagi ke Dracaena brownii, tanaman ini dinamai oleh tukang kebun Jerman-Inggris Henry Frederick Conrad Sander (1847-1920). Nama-nama umum lainnya di antaranya termasuk Dracaena sander, Dracaena pita, bambu keriting, Lucky bamboo dalam bahasa Inggris atau Glückbambus termasuk yang dijual di Austria menggunakan nama ini, yang bikin ane awalnya mengira tanaman ini bambu 😊.

Namanya cukup menyesatkan dunia botani, karena meskipun kata bambu muncul di beberapa nama umum tanaman ini, Dracaena brownii memiliki taksonomi yang sama sekali berbeda dengan bambu asli. Seperti contoh bambu asli berasal keluarga Poaceae, sedangkan Dacaena brownii dari keluarga asparagus. Ga tau juga kenapa ada nama bambu pada tanaman ini. Mungkin penampilan fisiknya yang agak mirip dan biar terkesan komersil yang bikin tanaman ini ok aja dipanggil bambu 😊 Jadi tanaman ini sama sekali ga terkait ma tanaman bambu ya..

Meskipun lagi katanya tanaman ini asli Cina atau Belgia, bahkan dengan nama bambu keberuntungan yang terkait dengan kepercayaan China akan Feng Sui atau keberuntungan, namun kenyataan berbicara lain. Tanaman ini berasal dari Kamerun di Afrika tropis barat 😉

Daunnya berbentuk oval lanceolate. Daunnya sangat berwarna-warni, ada yang berwarna hijau dan margin putih, kuning juga perak abu-abu yang kontras.

Tanaman Glückbambus dapat berbunga di musim gugur, musim dingin dan awal musim semi. Nah, kalo mau liat tanaman ini berbunga, inilah saatnya 😊

Tanaman Glückbambus digunakan sebagai tanaman hias terutama populer untuk tanaman indoor atau dalam ruangan. Tanaman ini ga hanya bisa tumbuh di tanah lho, tetapi juga bisa tumbuh di media air. Biasanya tanaman hias ini diletakkan di dalam ruangan dengan pencahayaan tidak langsung adalah yang terbaik. Sinar matahari langsung dapat menyebabkan daun menguning dan terbakar.

Air harus diganti setiap 2 minggu sekali. Airnya juga kalo bisa air botolan, air ledeng lunak dengan sedikit fluoride. Air yang banyak mengandung fluoride menyebabkan tepi daun kuning atau coklat. Apakah pemirsa tertarik untuk membudidayakannya?

Nah, demikianlah edisi kali ini pemirsa, mengenai tanaman hias yang diberi nama bambu meskipun ga ada kaitannya sama sekali ma bambu. Semoga bisa diambil manfaatnya ya. Sampai jumpa di edisi selanjutnya 😊

 

Bir cevap yazın