Musim dingin musim ikan teri Eropa/ Hamsi / Anchovy, Horse Mackerel dkk di Austria

1.092 Views

Musim dingin adalah musimnya ikan, termasuk ikan teri Eropa. Wow.. ikan teri di Eropa ada juga lho. Tapi jangan dibayangkan ikan terinya mungil halus mulus seperti ikan teri medan atau ikan bilis di tanah air ya. Namanya juga Eropa yang selalu jumbo, ikan teri ini juga lebih jumbo dibanding di tanah air 😊

Nah, aroma musim ikan ini sampai hingga ke Austria lho. Akhirnya setelah sekian lama vakum sejak musim panas kemarin, ikan-ikan ini kembali hadir meramaikan suasana. Senengnya ane dengan musim ikan ini terutama ikan laut, karena ane akan bisa melepas kangen. Maklumlah ya, seafood lover.. mana tahan lama-lama ga makan seafood 😊

Biasanya tempat kita belanja ikan laut ini di toko Turki, karena toko inilah yang ikan-ikan lautnya lumayan lengkap dan nyambung di lidah ane 😊 Di supermaket Austria ada juga jualan ikan, tapi kebanyakan dari aquakultur atau penangkaran dan rasanya pun dominan ikan air tawar. Ane kurang sip makannya, kecuali mungkin dipanggang kering ya biar dominan amisnya hilang 😊

Selain di toko Turki, di kota Wina tepatnya di pasar Naschmarkt juga ada dijual ikan-ikan laut termasuk jenis seafood lain seperti kerang dan udang. Tapi terlalu jauh kita menempuh kota Wina, sekitar 200 km lebih. Dan harganya itu juga mak, gila-gilaan. Beda banget dengan harga di toko Turki, bisa beda lebih dari 100% dan tentunya lebih segar karena didatangkan langsung dari negara Turki yang ga seberapa jauh dari Austria.

Ikan laut yang hadir di toko Turki yang jaraknya dari rumah sekitar 4 km ini menghadirkan beragam jenis ikan. Yang terkenal itu ya ikan teri Eropa atau bule bilang anchovy atau hamsi dalam bahasa Turki. Kenapa namanya lebih terkenal ikan hamsi dibanding ikan anchovy ya, mungkin karena yang membanjiri ikan ini di Austria adalah kebanyakan ikan teri Eropa yang berasal dari Turki.

Ya, ikan teri ini memang berlimpah di laut Mediterania yang berada dekat wilayah negara Turki dan termasuk yang tertinggi produksinya di dunia, 300.000 ton per tahun. Wow..

Ikan teri ini mungil, seukuran jari tengah ane. Di toko ini banyak banget jualannya, sekitar 3 box. Kalo kita telat datang untuk belanja, misalkan dah kesorean, ga ada pilihan lain selain ikan hamsi ini. Ikan-ikan lain biasanya dah habis terjual, ikan-ikan ini masih tersisa. Ada juga yang bersisa seperti ikan gurame dan ikan trout atau salmon, tapi ane ga doyan 😊

Awalnya ane ragu-ragu membeli ikan ini, ga tahan membersihkan atau menyianginya mak 😊 Tentunya memakan waktu lama bagi emak-emak seperti ane yang pengennya praktis. Bayangin kalo pemirsa menyiangi ikan teri yang mungil-mungil sekilo aja, satu jam baru kelar ya 😊

Nah, selain ikan hamsi, ada juga ikan-ikan lainnya yang mirip fisiknya berikut rasanya seperti ikan di tanah air tercinta seperti ikan sarden, ikan yang mirip ikan kembung,  ikan yang mirip dengan ikan kerisi Bali.

Ikan-ikan ini dipajang cukup cantik lho, bisa menarik minat pembeli. Masing-masing ikan diletakkan dalam box khusus ikan dengan gunungan es, seiris 2 iris jeruk lemon dan daun peterseli atau maydonoz bahasa Turkinya, penampakannya mirip daun seledri tanah air. Wah, makin semangat aja membelinya. Ayo, dipilih.. dipilih 😊

Ikan ini adanya setiap hari Selasa. Kalo mau membeli ikan-ikan ini sebaiknya saat masih pagi, masih banyak pilihan dan segar tentunya. Kalo dah sore biasanya tinggal ikan hamsi dan ikan yang mirip ikan mas. Syukur-syukur masih ada, kadangkala habis ga bersisa 😊

Awal mula tau kalo ada jualan ikan segar di toko Turki ini adalah saat kita ga sengaja belanja ke toko ini. Ya, toko Turki adalah alternatif kita untuk membeli produk halal seperti daging giling untuk bikin bakso kesayangan ane 😊 Pas lagi hari Selasa saat itu dan ikan-ikan laut segar sedang berlimpah. Senengnya ane ga terkira, seperti dapat durian runtuh. Sejak dari itulah maka hampir tiap jadwal ikan datang kita belanja ke toko ini. Suami ane juga cukup tanggap, ane hanya bilang, besok kita ke toko Turki ya.. Aaaa.. belanja ikan kan 😊

Ikan-ikannya ada yang ane kenal, ada yang masih asing. Ada ikan yang besar seberat satu kilo yang belakangan ane tau namanya Cipura, ada yang mungil seperti ikan hamsi dan lain-lainnya. Karena pengen tau, ane mencari informasi tentang ikan-ikan ini. Ga mau kecele kan ya pemirsa, dah beli banyak tapi ga dimakan karena rasa ga pas 😊 Penasaran pengen tau juga tentang ikan-ikan ini.. yuk pemirsa kita eksplor bersama-sama

Ikan teri Eropa atau Hamsi atau Anchovy

Ini adalah ikan favorit orang Turki. Ikan teri biasanya digolongkan sebagai ikan berminyak dan mungil atau kecil, termasuk ikan teri Eropa atau hamsi ini, tapi ga kecil-kecil amat seperti ikan teri di tanah air. Seperti umumnya ikan teri, sekilas berwarna hijau dengan pantulan biru karena garis memanjang berwarna perak yang membentang dari pangkal ekor atau ekor. Kisaran panjangnya 2-40 cm. Ikan teri Eropa atau hamsi yang memiliki nama ilmiah Engraulis encrasicolus ini panjang maksimalnya 20 cm dengan panjang rata-rata 13,5 cm.

Bentuknya bervariasi dengan lebih ramping di bagian utara. Ane suka lihat matanya yang hitam terang, menandakan ikan ini selalu dalam keadaan segar saat dijual, bahkan bisa bertahan hidup beberapa lama, padahal ikan laut lho 😊

Untuk mengenal lebih jauh, yuk kita lihat profilnya terlebih dahulu 😊

Klasifikasi Ilmiah

Kerajaan : Animalia
Divisi : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Memesan : Clupeiformes
Keluarga : Engraulidae

Ikan ancovy memiliki beberapa subfamili atau subkeluarga dan genera. Khusus untuk genera anchovia, ikan ancovy memiliki 3 jenis atau spesies. Lebih dari 140 spesies ditempatkan dalam 17 genus, mereka ditemukan di Samudera Atlantik, Hindia dan Pasifik dan di Laut Hitam dan Laut Mediterania. Jadi sebagian besar spesiesnya memang ditemukan di perairan laut, meski begitu ada beberapa spesies akan masuk ke air payau dan beberapa di Amerika Selatan terbatas pada air tawar.

Ikan teri ditemukan di daerah yang tersebar di seluruh lautan di dunia, tetapi lebih terpusat di perairan beriklim sedang, dan jarang atau tidak ada di laut yang sangat dingin atau sangat panas. Ikan teri Eropa berlimpah di Mediterania, terutama di Laut Alboran, Laut Aegea dan Laut Hitam

Spesies ikan teri secara teratur ditangkap di sepanjang Kreta, Yunani, Sisilia, Italia, Prancis, Turki, Portugal dan Spanyol. Mereka juga ditemukan di pantai Afrika Utara, juga meluas di sepanjang pantai Atlantik Eropa di selatan Norwegia

Ikan teri Eropa atau ancovy atau orang Turki bilang hamsi ini memang identik dengan Turki. Rata-rata, armada penangkapan ikan komersial Turki menangkap sekitar 300.000 ton per tahun, terutama di musim dingin. Penangkapan terbesar adalah bulan Nopember dan Desember. Saking berlimpahnya, ikan teri Eropa ini sampai diekspor ke negara lain, termasuk Austria kecipratan limpahan ikan ini. Dan tentunya ane yang senang dong, karena ada ikan laut 😊

Ikan teri ini ga seperti ikan teri tanah air yang gurih dan ga seberapa amis. Ikan ini sangat amis seperti khas ikan air tawar. Karena baunya yang tajam inilah ane mengolahnya dengan menggoreng kering biar garing krispi dan gurih, setelah sebelumnya dibalur ma tetesan jeruk nipis atau lemon.

Orang Turki biasanya memasak ikan ini dengan dibalur tepung jagung khusus untuk memasak ikan, bukan tepung maizena ya. Tepung maizena khusus untuk membuat kue seperti kue bolu. Setelah dibalur kemudian digoreng dengan sedikit minyak di penggorengan bulat disusun melingkar. Dimakan dengan ditemani roti. Ane pernah mencoba cara ini tapi nyusunnya ga melingkar banget haha.. acak aja karena ga yakin. Ternyata masaknya ga terlalu ribet dan hasilnya pun ok. Rasa ikannya juga enak banget

Cara memasak kedua, ane suka dengan minyak banyak biar ikannya mengapung dan mudah mengambilnya saat masak, tepungnya juga pake tepung biasa yang halus dengan bumbu bawang putih halus dan lada. Seperti kebanyakan orang Indonesia, ane ga lupa nasi sebagai teman makannya. Apalagi kalo ada sambel terasi, makin nikmat rasanya ya😊

Nah, itulah sekelumit tentang ikan teri Eropa atau hamsi atau anchovy. Yuk kita lanjut dengan ikan berikutnya

Barbunya (red mullet/ikan mullet merah)

Ukuran ikan mullet merah ini sedikit lebih besar dari ikan hamsi namun lebih kecil dari ukuran mullet merah pada umumnya, apalagi yang ane temui di pasar Naschmarkt. Sekilas ikan ini mirip ikan kerisi Bali yang biasa terdapat di tanah air, berwarna kemerahan dengan semburat garis kuning di tubuhnya. Lumayanlah untuk cadangan ikan laut kalo ikan yang ane cari dah habis 😊

Cinekop (blue fish)

Bentuk dan besarnya persis ikan kembung. Rasa ikan dari jenis Pomatomus saltatrix dan keluarga Pomatomidae ini lumayan khas ikan laut, enak banget. Cukup dilumuri dengan garam dan tetesan lemon kemudian digoreng biasa aja, rasanya seperti dikasih penyedap rasa atau micin 😊

Suami suka amazing dengan ikan ini saking enaknya, meski sedikit kerepotan makannya. Maklum orang sini biasanya kan makan ikan yang terima beres, sudah bersih banget ya, sudah difilet. Jadi yang namanya tulang-tulang atau durinya apalagi kepalanya sudah ga ada

Istravit (horse mackerel)

Bentuknya lebih besar sedikit dari hamsi. Ikan dari jenis Trachurus trachurus dan keluarga Carangidae ini sama enaknya dengan ikan cinekop, jadi rasanya pun ga jauh beda rasa khas ikan laut, sangat enak dan gurih😊 Sama, suami ane juga suka banget ikan ini, cukup digoreng aja setelah sebelumnya dilumuri garam dan tetesan jeruk nipis atau lemon

Ikan sarden

Nah, ada juga ikan sarden di sini ya. Ane juga suprais banget. Sebelum-sebelumnya ane ga pernah menemuinya dijual di toko Turki ini. Ikan sarden di sini lumayan bersih dari sisik dan cerah kulitnya.

Seperti diketahui ada beberapa tipe ikan sarden, ada yang banyak sisik dan tulangnya, ada yang mulus bodinya dan tulangnya ga merepotkan dan ada yang banyak sisiknya tapi montok atau dagingnya berisi.

Saat ikan hamsi habis dan hanya ada dua pilihan, ikan trout atau ikan sarden, maka pilihan ane jatuh pada ikan sarden 😊 Ga apa-apa tulangnya banyak dan halus banget, yang penting rasanya itu.. khas ikan laut haha..

Rasanya mantap poll, rasa yang ga pernah bohong. Ane ingat kalo di tanah air ikan ini berlimpah dan murah meriah, dan jadi pilihan alternatif kalo ga ada lagi ikan lain karena tulangnya yang banyak itu, tapi kalo di sini, hajar aja mak borong semua 😊

Alabalik (Trout)

Badannya bertotol-totol.. Ada berwarna terang dengan totol-totol coklat, ada yang berwarna gelap hitam hijau keabuan dengan totol-totol hitam. Ikan yang berasal dari keluarga Salmonidae atau Salmon ini rasanya tipikal ikan air tawar. Untuk mengimbanginya, ikan ini enaknya dipanggang atau diibakar, minyaknya keluar dan lumer dari ikan itu sendiri saat dipanggang, yang menciptakan rasa gurih

Cipura (gilt head bream)

Rasa dan fisiknya mirip ikan mas atau gurame, sejenis ikan air tawar. Biasanya berwarna hitam abu-abu mengkilat. Ikan dengan nama latin Sparus aurata dari keluarga Sparidae ini beratnya bisa mencapai 1 kg seekor. Kita pernah membeli dan menyantapnya beberapa kali. Saat ane membersihkan atau menyianginya hingga selesai disantap, seisi dapur masih aja bau amis ikan ini 😊 seperti tipikal aroma ikan air tawar hhhh…

Ikan ini enaknya dipanggang atau dibakar dan dipepes dengan bumbu yang berlimpah untuk mengimbangi amisnya. Aaa.. mantapnya

Harganya termasuk murah di toko Turki. Di Naschmarkt bisa di atas setengah juta rupiah sekilo 😊

Nah itulah beberapa ikan yang mewarnai musim ikan di toko Turki ini. Harganya sekilo berkisar 6 Euro hingga 10 Euro atau sekitar Rp.102.000 hingga Rp.170.000. Cukup murah kan dibanding di kota Wina yang harganya gila-gilaan 😊 Yang murah meriah itu ikan hamsi dan ikan sarden karena persediannya yang cukup berlimpah.

Alhamdulillah bisa juga merasakan ikan-ikan segar dari lautan langsung di Eropa ya, khususnya di negara ane bermukim sekarang Austria yang sama sekali ga ada lautan 😊

Demikianlah laporan ane kali ini pemirsa. Semoga ada manfaatnya untuk kita semua ya. Sampai jumpa di edisi selanjutnya 😊

Bir cevap yazın