Spinach, Arugala, Tere dan Dill, sayuran hijau musim gugur di Austria

539 Views

Musim gugur di negeri orang ternyata banyak cerita menarik dan ga pernah bosan ane ulas. Banyak info dan pengalaman baru yang ane dapatkan, paling ga untuk menambah wawasan ane dulu dan syukur-syukur bisa dibagikan ke pemirsa 😊

Nah, sekarang ane mau membahas tentang sayuran. Maklum ga jauh-jauh dari kehidupan emak-emak rumah tangga, mau ke ujung dunia juga sama ya yang namanya emak-emak tetap ga bisa dipisahkan ma dapur 😊

Sekian lama berkutat dengan dunia sayur mayur kok kebanyakan sayuran di Eropa (baca: Austria) dari bangsa kubis-kubisan atau Brassicaceae ya? Atau paling ga lobak-lobakan dan labu-labuan. Lain dengan di tanah air kita tercinta Indonesia yang merupakan negara tropis, sayurannya banyak pilihan ditambah enak diolah macam-macam dan bercita rasa sangat lezat karena royal bumbu-bumbu rempah 😊

Ada ga sayuran hijau di Austria ya, seperti sayur bayam, kangkung dan kawan-kawan? Bisa ditumis dan macam-macam?

Nah, ternyata setelah ditelusuri ada beberapa sayuran daun hijau yang umumnya dipanen saat musim gugur ini pemirsa, meski ga sebanyak gaya masakan tanah air yang bisa dibikin macam-macam. Paling banter disalad atau jadi isian roti. Mau tau sayuran apa aja itu, mereka antara lain Spinach, Arugala, Tere dan Dill. Wow, keren namanya ya 🙂 Ok, yuk mari sama-sama pemirsa kita simak satu persatu sayuran hijau ini

Spinach

Masih ingat dengan sayuran ini yang pernah ane bahas pada edisi sebelumnya? Iya, spinach adalah bayam kalo diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Mbah google menerjemahkannya menjadi bayam mungkin didasarkan pada film kartun Popeye yang sangat suka spinach karena bikin tubuh tambah kuat. Tapi sebenarnya spinach bukanlah bayam, spinach tetaplah spinach. Mereka hanya satu keluarga yaitu keluarga Amaranthaceae, tetapi berbeda genus atau marga apalagi jenis atau spesies.

Biar jelas, yuk pemirsa kita sama-sama cek lagi klasifikasi ilmiah sayuran yang bahasa Jermannya adalah spinat ini 😊

Klasifikasi Ilmiah

Spinach

Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Caryophyllales
Genus : Spinacea
Keluarga : Amaranthaceae
Spesies : S. oleracea

Spinach yang bernama binomial Spinacea oleracea ini adalah sayuran yang dapat dimakan daunnya. Berwarna sangat hijau karena mengandung zat hijau daun atau klorofil yang bermanfaat untuk kesehatan.

Daunnya sedikit tebal dibandingkan bayam dan empuk penuh saat dijadikan sayur bening. Tidak memiliki aroma. Tangkainya pendek sehingga  hanya nempel beberapa helai daun, tidak seperti bayam bisa tinggi hingga beberapa senti dan banyak nempel helai daun.

Spinach cocok tumbuh di daerah beriklim sub tropis menjadikannya sayuran populer di negera 4 musim. Spinach paling banyak kehadirannya saat musim gugur. Kurang cocok ditanam di Indonesia karena cepat menghasilkan bunga sehingga mengurangi pertumbuhan daun, sementara yang dikonsumsi dari spinach adalah dominan daunnya 😊

Spinach sering dipakai dalam masakan Eropa dan wilayah Laut Tengah. Daunnya yang muda dapat dimakan mentah dan dijadikan salad. Tapi ane belum pernah mencoba tuh 😊 Di India, spinach dimasak dalam palak paneer dengan paneer (keju), sedangkan di Turki spinach menjadi isi dari roti börek

Ane suka spinach disayur bening, yaitu direbus dengan air dan dikonsumsi berikut airnya, hanya dengan tambahan garam sedikit biar ga berasa hambar. Warna kuahnya sangat hijau dan cantik banget pemirsa. Kata pakar gizi, kalo semakin hijau suatu sayuran maka sangat baik untuk kesehatan karena mengandung zat hijau daun/klorofil yang cukup tinggi yang bertindak sebagai antioksidan yang menangkal serangan radikal bebas penyebab penyakit hingga kanker. MasyaAllah alhamdulillah 😊

Arugala

Satu lagi sayuran yang banyak hadir di musim gugur dan merupakan sayuran hijau daun hijau adalah arugala. Arugala masih satu keluarga dengan Brassicaceae atau kubis-kubisan namun lain genus atau marga apalagi spesies atau jenis. Dalam hal fisik juga ga sama dengan brokoli, kembang kol, kubis Brussel dan kawan-kawan meski masih satu keluarga. Ibaratnya sama seperti spinach dan bayam, sama-sama masih satu keluarga namun lain genus dan jenis, namun spinach dan bayam ada sedikit kemiripan fisik 😊

Arugala merupakan tanaman liar yang biasa tumbuh di alam liar atau kebun-kebun berdampingan dengan tanaman hijau lainnya seperti peterseli dan basil. Arugala dinaturalisasi sebagai tanaman liar jauh dari daerah asalanya di daerah beriklim sedang di seluruh dunia, termasuk Eropa Utara dan Amerika Utara

Arugala yang dikenal juga dengan nama roket atau roka atau rucola termasuk dalam genus Eruca yang merupakan genus tanaman berbunga di keluarga Brassicaceae, asli daerah Mediterania

Untuk mengetahui lebih dalam, yuk kita cek klasifikasi ilmiahnya terlebih dahulu

Klasifikasi Ilmiah

Arugala

Kerajaan : Plantae
Ordo : Brassicales
Keluarga : Brassicaceae
Genus : Eruca
Spesies : E. sativa

Sayuran yang bernama binomial Eruca sativa memiliki daun menyirip tajam, panjang dan terbuka, kadang-kadang daunnya sedikit bulat 😊 Aromanya yang khas menyegarkan dengan rasa daun yang sedikit pahit, pedas panas menggigit membuatnya cocok untuk dijadikan campuran dalam salad pada masakan Eropa atau disajikan sebagai lalapan mendampingi masakan utama seperti ikan panggang di Austria atau kebab di Turki. Di Italia, arugala sering ditambahkan pada piza. Ane ga pernah dengar daun arugala ditumis, meski daun-daunnya yang hijau segar sangat menggoda untuk ditumis seperti menumis kangkung 😊

Tere

Tere yang berasal dari bahasa Turki ini, bahasa Jermannya adalah Kresse atau Garden cress bahasa Inggrisnya untuk membedakannya dengan tanaman yang juga mirip dan bernama sama yaitu Cress. Tere adalah sejenis tanaman musim semi, namun bisa juga tumbuh dan dipanen saat musim gugur seperti sekarang ini.

Sayuran hijau yang masih keluarga cruciferous atau bisa juga Brassicaceae ini beraroma khas dengan daun hijau segar.

Tanaman yang banyak tumbuh di Anatolia Turki ini merupakan sayuran yang kaya akan nutrisi. Ane berkenalan dengan sayuran hijau segar ini saat belanja kebutuhan dapur di toko Turki di Austria 😊

Pengen kenal lebih dalam, yuk pemirsa mari sama-sama kita kepoin, dimulai dari klasifikasi ilmiahnya terlebih dahulu ya

Klasifikasi Ilmiah

Tere

Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Memesan : Brassicales
Keluarga : Brassicaceae
Genus : Lepidium
Spesies : L. sativum

Sayuran hijau yang satu ini mirip dengan arugala yang daunnya agak bulat oval. Tingginya bisa mencapai 60 cm dan memiliki banyak cabang di bagian atas.

Sayuran yang bernama binomial Lepidium sativum ini biasanya dimakan mentah yang terkenal kaya akan vitamin seperti vitamin A, C dan K dan beberapa mineral. Sayuran ini akan lebih berasa kalo dimasukkan dalam salad bersama sayuran lainnya dan ditambahkan dengan jeruk lemon dan minyak zaitun.

Kali ini ane ga banyak variasi untuk mengolahnya, meskinya daun-daunnya yang hijau segar serasa memanggil ane untuk ditumis atau disayur bening. Cukup mengikuti cara bule aja, dibikin salad 😊

Dill

Dill grass adalah sayuran hijau yang dikenal juga dengan nama dereotu dalam bahasa Turki, kalo diterjemahkan ke bahasa emak kita adalah rumput Dill. Karena sayuran ini ga populer di tanah air tercinta Indonesia tapi populer di Eropa dan Turki, maka ane menuliskannya tetap dengan namanya yang biasa dikenal di negaranya ya pemirsa, yaitu dill grass atau dill atau dereotu

Sayuran ini memiliki ciri khas fisik yang unik dan cantik. Memang sekilas seperti rumput, makanya dinamakan rumput atau cemara dengan daunnya yang seperti jarum panjang dan tajam namun terlihat kalem dan elegan 😊

Penasaran, yuk pemirsa kita kenalan lebih dahulu dengan sayuran hijau cantik ini

Klasifikasi Ilmiah

Dill

Kerajaan : Plantae
Memesan : Apiales
Keluarga : Apiaceae
Subfamili : Apiodeae
Suku : Apieae
Marga : Anethum
Jenis : A. graveolens

Tanaman yang bernama binomial Anethum graveolens ini adalah tanaman tahunan keluarga Apiaceae seledri, satu-satunya spesies atau jenis di genus atau marga Anethum. Hmm, masih ada tali persaudaraan dengan seledri ternyata ya pemirsa 😊

Dill banyak ditanam di Eurasia dimana daun dan bijinya digunakan sebagai ramuan dan bumbu untuk penyedap makanan

Ane pertama kali menemui sayuran yang unik ini di toko Turki di Austria yang bergabung dengan sayuran hijau lainnya seperti peterseli dan arugala.

Fisiknya seperti rumput hijau, cantik banget dengan aroma yang tajam menyegarkan. Hmm, pantas cocok dijadikan ramuan atau bumbu penyedap masakan ya 😊

Penasaran awalnya gimana cara mengolahnya, dilalap atau ditumis atau diapakan baiknya ya 😊 Ternyata cukup dimasukkan ke dalam masakan, yang membuat cita rasa masakan menjadi bertambah enak dan segar.

Di Eropa, daunnya yang segar diiris tipis atau dicincang dan ditaburkan dalam sop atau topping masakan seperti daging, ikan salmon, kentang rebus yang sebelumnya dilapisi dengan mentega atau untuk minuman susu, kefir, dadih atau yogurt. Kalo ane yang biasa olah adalah dimasukkan dalam campuran salad sayur, rasanya menjadi segar-segar manja 😊

Dill paling baik digunakan selagi segar, kalo sudah dikeringkan aroma dan rasanya cepat hilang

Nah, itulah beberapa sayuran hijau yang dominan di musim gugur ya pemirsa. Meski ga begitu banyak pilihan seperti sayuran daun di Indonesia yang cukup berlimpah dengan olahan yang luar biasa mantap, namun setidaknya kehadirannya cukup berarti bagi pencinta sayur seperti ane ini 😊 Alhamdulillah

 

 

 

Bir cevap yazın